Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Pertama ke Club


__ADS_3

Hari sudah mulai sore, dengan 2 anak manusia yang masih betah dengan tidur mereka, sampai deringan ponsel terdengar milik salah satu dari mereka.


Anya yang menyadari terlebih dahulu, terbangun dari tidurnya, dengan badan yang mulai sehat Anya berjalan mengitari ranjang dan mengambil ponsel yang ternyata milik Len.


Melihat daddy Len yang tertidur pulas membuat Anya tak tega untuk membangunkannya, menatap kembali ponsel dengan nama asisten Noberto yang sedang melakukan panggilan telpon. Anya mulai memberanikan diri untuk mengangkat ponsel Len.


"Halo tuan!! akhirnya ada mengangkat telpon saya!! Nona Audrey mencari anda di perusahaan, ia membawa putranya!! dan hasil penyelidikan kemarin memang benar, dia putra anda!!! " cerocos Noberto karena harus menginformasikan hal penting.


deg.


"Dia punya putra?? dia memiliki wanita lain?? selama 6 bulan ini bahkan dia sudah memiliki putra?? " pikiran macam- macam sudah berseliweran di kepalanya.


Hati Anya sakit lagi sekarang, bahakan jauh lebih saat di tinggalkan dulu, Lagi-lagi Anya merasa di permainkan sekarang.


Seperti diterbangkan ke atas awan, tapi di hempaskan begitu saja di atas tanah dengan rasa sakit yang tidak dapat tergambarkan.


Baru kemarin ia meneteskan air matanya, hari ini keluar lagi air matanya. Tapi dengan segera ia menghapusnya, bersamaan dengan perasaannya saat ini.


"Halo tuan?? apa ada masih di sana?? " tanya asisten Noberto yang tak kunjung ada jawaban dari tuannya.


"Aku akan katakan pada paman! " kata Anya dengan dingin, membuat di sebrang telpon syok.


"no.. na ini...! " ucap asisten Noberto yang langsung di putus oleh Anya.


Anya berjalan pelan menuju pria yang sekali lagi menyakitinya, pria itu tertidur cukup nyenyak, dengan mengepalkan kedua tangannya Anya terus menatap pria yang tertidur itu.


"Inikah tujuanmu yang sebenarnya, bermain-main dengan wanita tanpa memikirkan perasaan anak mu dan ibu dari anakmu sialan!! kau pria bajingan yang pernah aku temui!! aku benci mau daddy!! aku tidak akan berbaik hati sekarang!! aku tidak akan tergoda dengan rayuanmu sekarang!! aku benci kamu!!! " kata Anya dalam hati dengan mata penuh kebencian.


"Paman!! " kata Anya membangunkan Len. " paman!! " kata Anya lagi sambil menggoyangkan badan Len agar bisa bangun.


Dan benar saja, Len terbangun dari tidurnya dengan penuh senyuman, tapi tidak dengan Anya yang kembali menatap pria itu dengan dingin.


"Kenapa baby? " tanya Len dengan lembut walau dia menyadari sikap aneh Anya.


"Maaf aku mengangkat telpon dari ponselmu!! tadi bear mengatakan wanitamu beserta putramu menunggu di perusahaan! " kata Anya sambil menyerahkan ponsel Len yang ada di tangannya.


" Apa?? kaget Len!! putraku sudah di perusahaan?? " kaget Len tanpa sadar langsung bergegas pergi dari kamar Anya.


Meninggalkan gadis kecil itu dengan beribu-ribut sakit yang menusuk di hatinya, tanpa kejelasan apapun yang membuat Anya berasumsi sendiri.


Menatap kepergian pria yang di cintainya yang bahkan tak menoleh ke belakang tempat ia berdiri.


Anya menangis se jadi-jadinya merasakan sakit lagi, seakan membunuhnya secara berlahan, berlutut dengan raungan sakit yang berharap hilang sekarang juga.


"Tak ada artinya sedikitpun kah Anya untuk daddy!! seseru itukah mempermainkan perasaan Anya, apa tak ada sedikitpun belas kasian daddy untuk Anya!! kenapa harus Anya??? apa salah anya!!!! hiks, hiks!! kenapa!!! huhuhuhuhuuuuhuuu! !!!! " ucap Anya pada dirinya sendiri.


Anya terus menangis untuk meredakan rasa sakit hatinya, meski tak mempengaruhi apapun.


"Cukup, ini terakhir kalinya anya menangisi daddy!! bukankah daddy bukan makhluk tak berperasaan!! mulai hari ini anya akan menjadi manusia tak berperasaan sepertimu!! aku membencimu daddy! " kata anya dengan kasar menghapus air matanya.


Berjalan ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya, berdandan dengan cantik dengan pakaian sedikit seksi.

__ADS_1


Menatap tubuh indahnya di cermin dengan tersenyum lebah walau ada raut kesedihan di matanya.


" Jalanmu masih panjang, dan anya akan menikmatinya hari ini!! " kata anya menatap tubuhnya di cermin.


"Ayo keluar hari ini, aku ingin menikmati hidup sekarang!! " tulis pesan anya pada senta sahabat jomblonya.


"lets go!!! kau tak mengajak Rica? " balas senta.


"Tidak, dia masih sibuk dengan Brian!! aku jemput kamu sekarang!! " balas anya.


"wededehhh!! udah aku sekarang!!! bukan anya lagi!!! xixxiixxi!! " balas senta tapi hanya di lihat oleh anya.


Setelah mengabari teman seperjombloannya, anya menenteng tas kecilnya, dan berjalan keluar dengan anggunnya.


Menatap anak buah yang berjaga di garasi saat ini.


"Aku mau kunci mobil itu! " kata anya menunjuk mobil bugatti La Voiture noire milik Len pada penjaga di sana.


"Apa nona sudah ini? " tanya penjaga.


"Sudah!!" kata anya santai, membuat penjaga itu memberikan kunci mobil milik Len dengan mudah, karena ia harus memperlakukan gadis di depannya dengan baik sesuai perintah.


"Terimakasih bapak! " kata anya dengan senyuman manisnya, yang sempat membuat sang penjaga terpesona, apa lagi body bak gitar spanyol anya.


Anya mulai menghidupkan mesin mobil sebelum ia melajukan mobil sport itu, anya memang bisa mengemudi, tapi jarang menyetir sendiri.


Dengan kecepatan tinggi anya berkendara sendiri saat matahari mulai menyembunyikan sinarnya, tak butuh waktu setengah jam anya sudah sampai di perumahan elit milik Keluarga senta, hingga berhenti di satu rumah.


"Aku sudah di luar! " tulis pesan anya.


"Mobil siapa yang kau bawa? " tanya senta yang merasa ini bukan milik anya.


"Paman Len! " kata anya dengan singkat.


Sebenarnya teman -teman anya sudah tau siapa Len bagi anya, mereka juga tau kalau anya di titipkan pada pria itu dan semua sudah anya ceritakan pada kedua sahabatnya.


"kenapa lagi? " tanya senta yang melihat temannya tidak baik-baik saja.


"Aku ingin bersenang-senang dulu hari ini, setelah ini aku ceritakan!!! bagaimana kau ke club!! " saran anya.


" gila kamu ya!! jangan aneh- aneh!!! " kata senta yang sebenarnya lebih ke kaget seorang anya mau pergi ke club, separah itukah sakit hatinya.


"Ayolah, hanya lihat-lihat aja, toh ada kamu juga!! " kata anya yang memang sang sahabatnya pernah ke club sebelumnya.


"Baiklah, tapi jangan jauh- jauh dari ku! " kata senta mengingatkan anya.


"Oke!! tunjukkan jalannya ratu dugem!! " kata konyol anya.


"Baru 3 kali sudah di bilang ratu, gimana kalo kaya Riky! " kata senta yang memang bukan playboy saja si Riky, tapi rajanya club meski pinter.


Baru saja di depan sebuah club, anya sudah merasa menyesal datang ke sana, dengan dorongan rasa kecewa dan sahabatnya akhirnya masuk ke dalam.

__ADS_1


Kesan pertama yang anya rasakan adalah berisik, asap rokok di mana-mana, anya terus mengikuti langkah Senta, sampai di meja kosong yang akan mereka duduki.


"Mau pesan apa? " tanya senta sedikit berteriak karena suara musik yang cukup keras.


"wine! " kata anya singkat, di tolak mentah-mentah sang sahabat.


"Tidak, minuman bersoda saja, kau masih menyetir nanti!! " kata senta


"Kau pesan wine, nanti aku coba sedikit sekali! " nego anya.


" Baiklah, hanya sedikit! kata senta.


Hingga pesanan mereka sudah datang, dengan minuman bersoda milik anya dan wine untuk anya.


"Aku mau coba! " kata anya penasaran.


"Sedikit saja! " kata senta memperingatkan.


Anya langsung meneguk sedikit wine milik senta, rasanya pahit dan sedikit panas di tenggorokan, bagi wanita pencinta susu coklat itu akan merasa sangat pahit dengan rasa wine yang menurut orang lain tak pahit.


Setelah merasakan pahit, anya langsung meminum minuman soda miliknya, untuk menetralkan rasa pahitnya.


"Pahit." kata anya yang di tertawakan Senta.


Saat mereka berdua sedang menikmati lagu dengan satu gelas di depan mereka. Terdengar suara memanggil anya dan senta.


"Senta!!!! anya!!! " panggil Riky yang syok melihat anya di tempat seperti ini.


Dengan berjalan cepat Riky menghampiri meja anya dan senta, lalu memilih duduk di samping anya.


"Kamu kenapa di sini?" tanya Riky pada anya.


"Main! " santai anya.


"Kenapa harus di tempat seperti ini! " kata Riky yang tak mau anya di tempat laknat ini.


"Memang kenapa? " tanya anya balik. " wanita itu menunggumu! " kata anya menunjuk wanita penghibur yang tadi bersama Riky.


"Ck, kau ini!! jangan terlalu malam di sini! cepat pulang!! kalau ada apa-apa telpon aku, aku ada di sekitar sini! " Perhatian Riky sebelum meninggalkan meja anya dan senta.


"Bahkan dia tak menganggap ku ada di sini!! " protes senta.


"Biarkan saja, kita lanjutkan bersenang-senang kita, kalau mau tambah, tambah saja!! aku teraktir malam ini.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2