Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Bugatti


__ADS_3

Jika sang boss berbicara tidak akan ada yang bisa membantah, sekalipun itu putranya yang baru ia temui. Makan dengan tenang, meski ada satu dua kata yang terucap untuk pria kecil anggota baru di sana, memberikan pengertian agar terbiasa di kemudian hari.


"Nyanya mau kemana? " tanya Dante melihat Anya sudah siap berangkat ke kampus pagi ini.


"Kakak mau kuliah! " jawab Anya.


"Kuliah? " bingung Dante.


"Tempat orang belajar Dante! " terang anya.


"Benarkah?? Dante besok juga belajar seperti nyanya! " terang Dante, Len tersenyum tipis di antara manusia yang mengobrol itu.


"Wahhhh!!! pasti seru belajarnya! kakak berangkat dulu ya!!! bye Dante!! " kata berpamitan.


"Bye kakak!!! " kata pria kecil yang ceria.


Tak lama Anya berpamitan, Len juga dengan cepat ikut berpamitan pada sang anak, lalu mengejar langkah Anya yang akan membawa mobilnya yang biasa ia pakai.


"Baby, kita berangkat bersama ya! " kata Len menawarkan dengan mencekal satu tangan Anya agar berhenti.


"Aku bisa berangkat sendiri paman! " kata Anya dengan dingin, mencoba melepaskan pergelangan tangan yang di pegang Len.


"Hai, kenapa seperti ini!! bukankah sudah aku jelaskan tadi malam! " kata Len .


"Sudahlah, jangan berharap apapun, aku sudah menyerah sekarang!! " Len hanya bisa menggeleng dengan cepat. "Anya mau berangkat, lepas!!! " kata Anya yang masih mencoba membebaskan pergelangan tangannya.


"Apa karena aku ternyata punya anak?? Apa kau tak bisa menerimanya Anya? " tanya Len yang menatap tajam gadis kecilnya.


"Apa aku terlihat bermasalah dengan anakmu paman??? " Anya yang malah bertanya balik.


Len terdiam mendengar penuturan Anya, Anya tak pernah mempermasalahkan anaknya, bahkan sangat menerima malahan, tapi Len sedikit bingung kenapa anya lebih memilih menyerah.


Melihat Len yang sedikit lengah, anya langsung menarik pergelangan tangannya, terlihat membekas di sana, tapi jauh lebih baik, dari pada menahan sakit yang ia rasakan jika terus berhadapan dengan pria kejam di depannya. Masuk ke dalam mobil dengan cepat.


Len yang tersadar langsung mengejar Anya, tapi ia tak bisa menangkap tubuh Anya lagi karena lebih cepat masuk kedalam mobil.


"Anya!! " panggil Len sambil menggedor-gedor kaca mobil. "Baby!! kita masih perlu bicara!! aku tak akan membiarkan kamu pergi dari hidupku!!! " kata Len sedikit berteriak.


Anya semakin menggerakkan mobilnya berlahan menjauh, tanpa mengindahkan perkataan Len.


Didalam mobil lain, terdapat 2 pasang mata kembar yang memperhatikan tuannya yang sudah gila cinta lagi.


"Sepertinya akan semakin sulit!! " Kata Norbert yang mood berkomentar.


"Tutup mulutmu!! bergosip murahan seperti perempuan!!" cibir kaka kembarnya Noberto.


Norbert terus mendumel mendengar perkataan kakaknya sampai taun besarnya masuk di jok kemudi.


"Kejar anya! " perintah Len.

__ADS_1


"Tapi pagi ini kita ada rapat penting tuan! " kata Noberto pada sang tuan.


"Tunda rapatnya! " kata Len.


"Tapi sudah anda tunda kemarin! " kaga Noberto demi kelangsungan perusahaan.


"Sial!!! kita ke kantor saja! " kata Len .


Dengan bernafas lega Noberto melajukan ke tempat tujuan.


"Orang jatuh cinta memang aneh, bicara kan bisa nanti, seperti tak punya waktu saja! " cibir Norbert yang hanya bisa dalam hati, pria supel itu tak punya keberanian untuk mengatakan langsung, apa lagi di apit pria dingin.


"Tadi nona Audrey meminta untuk mengunjungi taun kecil di mansion tuan! " kata asisten Noberto.


"biarkan saja! " kata Len yang asal karena otaknya saat ini di penuhi anya, yang akan menjadi boomerang untuknya sendiri nanti.


"Baik tuan. " kata Noberto tak berani membantah.


"Lah!!! kau mau mempertemukan wanita yang kamu cintai dengan ibu dari anak mu tuan?? wah, wah, wah!!! kau sungguh bodoh tuan! " lagi, Norbert hanya bisa berkomentar di dalam hatinya.


*****


Di sisi lain, di sebuah kampus ternama dengan wanita cantik kan dengan body goals di usia 18 tahun, turun dari mobil sport dengan anggun, tak ada yang tak menyukainya sejak ia pertama kuliah, dan juga cukup banyak yang merasa iri padanya.


Anya melangkahkan kakinya sampai di dalam kelas tanpa ada hambatan apapun, tapi tidak waktu di dalam kelas. Baru saja duduk, Anya di pertemukan dengan pria yang sudah lama tak mengajaknya mengobrol setelah insiden berkencan di kawal papa tercintanya.


"Ya! " jawab Anya sambil menatap lawan bicaranya.


"Di parkiran mobilmu? " tanya Cody, mobil bugatti yang di bawa anya.


"Di mana sam?? bukankah dia sahabat sehidup semati mu? " bukannya menjawab malah berbalik bertanya.


"Dia tak masuk!! sedang sakit hari ini! itu mobilmu? "


"Dia sakit!! kenapa tidak menemaninya!! sahabat macam apa kau ini! " kata anya yang mengabaikan pertanyaan Cody.


"Ayolah!!! Aku bertanya dari tadi anya!! " Cody mulai memelas.


"Bukan punyaku! " akhirnya di jawab Anya.


"Tapi berita yang menyebar kau yang membawa mobil itu! " kata Cody yang malah kekeh.


"Aku yang bawa bukan berarti milikku kan! "


"Jadi kamu yang bawa! " kata Cody dengan sumringah. "Nanti antar kau pulang ya! " kata Cody tak tau malu.


"Dihhhhh!!!! Ogah!!! " tolak Anya mentah-mentah, tapi malah di sambut gelak tawa Cody.


"Hahahhahaha!!!! aku bercanda!! Kamu mau berteman denganku? " tawar Cody dengan alis naik turun.

__ADS_1


"Dari dulu juga berteman! " kata Anya menohok.


"Bukan!!! bukan begitu maksudnya! sahabat !! seperti aku dan sam!! " kata Cody menjelaskan.


"Apa karena mobil di luar? " tanya anya skak untuk Cody.


"Ti... tidak, tidak kok! " kata Cody gelagapan.


Tapi sebelum berlanjut pembicaraan mereka, dosen tiba-tiba masuk untuk memulai materi hari ini.


3 jam berlalu perkuliahan Anya berlangsung, saat itu juga Anya berkemas untuk pulang entah kenapa ia merasa rindu pada pria kecil yang baru ia kenal, merasa memiliki teman kecil saat berada di rumah Len, karena Anya juga bukan tipe wanita yang suka keluar rumah.


"Anya! " panggil pria tak terduga, yang juga menyebalkan bagi Anya.


"Apa? " kata Anya yang tak jadi masuk ke mobil yang ia bawa.


"Mobil siapa? " tanya Riky, pria lain yang sama menyebalkan seperti Cody menurut Anya.


"Temen papa! " kata Anya singkat.


"Pria yang menjemputmu paksa di club kemarin? " tanya riky yang memang melihat kejadian Anya di seret Len.


"iya! aku pulang dulu!! bye!!!! " kata Anya berlalu begitu saja.


Melajukan mobilnya cukup tinggi meninggalkan pria yang berteriak tak jelas menuju ke perpustakaan kota mencari beberapa hadiah untuk pria kecil agar semangat bersekolah nya besok.


Cukup lama sampai sebuah mobil bugatti masuk ke pekarangan mansion Becker dengan wanita cantik membawa beberapa buah buku belajar membaca untuk pria kecil yang memanggilnya nyanya.


"Dante!!! " panggil Anya sedikit berteriak saat sudah ada di dalam mansion.


Mata Anya tak sengaja melihat pria kecil yang sedang bermain di taman belakang dengan pak pet, dan beberapa bodyguard yang memang menjaga di sekeliling mansion.


"Pria kecil!! " panggil Anya sekali lagi saat di belakang Dante.


"Nyanya! " kata Dante yang menoleh ke belakang.


.


.


.


Lanjut


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2