Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Tak Mau Berpisah


__ADS_3

Cek lek...


Pada akhirnya pintu kamarnya terbuka dengan cepat Anya terduduk dari tidurnya sembari menatap kearah pintu, karena rasa penasaran dan kesalnya siapa yang berani masuk ke kamarnya tanpa seizin darinya.


"Hay sayang! baru bangun hm!! " ucap pria yang sangat Senta kenal dengan membawa satu buket bunga mawar di tangannya, tersenyum lebar sembari berjalan menuju ranjang yang di duduki Senta.


"Kau!!!! dari mana mendapatkan kunci cadangan kamarku!! " ucap Senta penuh penekanan dengan menahan amarahnya.


"Apa itu penting?? ini untukmu!!! " kata Carl memberikan buket bunga yang ia bawa.


Bukannya menerima, Senta hanya menatap bunga itu dan bergantian menatap wajah yang tersenyum padanya, hatinya semakin kesal dan marah melihat wajah Carl yang merasa tak bersalah sedikitpun itu.


"Aku bilang cukup! semuanya sudah selesai! pergi dan jangan ganggu hidupku lagi!! " ucap Senta memohon dengan mengenyampingkan perasaan marah nya, mengeluarkan kesabaran ekstra untuk membuat Carl mengerti.


"Ambil bunganya! aku sengaja membelikan ini untukmu! dan aku juga membawa ini untukmu! " ucap Carl yang mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam sakunya.


Karena bunga yang Carl berikan tak kunjung di Terima oleh Senta, ia lebih memilih menaruh di samping ranjang, dan terfokus pada kotak yang ia bawa.


"Tara....!!!!" ucap Carl membuka kotak itu yang berisi sebuah kalung dengan liontin berlian cukup mewah dan sangat mahal tentunya. " di dalam nya ada inisial nama kita, aku memesannya khusus untukmu!! mau aku pakaikan? " lanjutnya mengeluarkan kalung cantik itu dari tempatnya.


"Stop aku bilang! kita sudah berakhir!! jalani hidup masing-masing Carl!!! " ucap senta frustasi bahkan tak mempedulikan hadiah-hadiah yang di bawa mantan kekasih nya.


"Kalau aku tak mau? " tantang Carl sembari merebahkan tubuhnya di samping Senta dengan kalung mahalnya yang ia buang begitu saja, walau ada rasa kecewa karena tak di Terima pemberian darinya, ia memilih lebih dekat saja pada kekasih nya itu.


"Aku yang akan membuatmu dengan suka rela pergi dari hidupku! " ucap Senta lalu beranjak dari ranjang tidurnya.

__ADS_1


Tapi hal itu tak akan terjadi, karena sebelum Senta benar-benar turun dari ranjang, Carl lebih dulu menahan tubuh kecilnya yang malah membuatnya jatuh telentang dengan Carl yang memeluknya dari arah samping.


"Mau kemana hm! " ucap Carl memeluk tubuh yang berontak kekasih nya.


"Lepaskan aku!! apa yang kau lakukan! aku hanya mengambil kalung yang kau buang itu! kau membuangnya begitu saja. " kata Senta yang mencoba luar dari pelukan mantan kekasih nya.


Dengan Carl yang masih menganggap sepasang kekasih karena ia tak merasa memutuskan hubungan mereka dan Senta yang merasa sudah menjadi mantan karena sudah mengungkapkan kata perpisahan sebelumnya.


"Biarkan saja, toh kau tak mau menginginkan nya!" ucap Carl dengan memejamkan matanya, menikmati pelukan hangat itu.


"Kau sendiri tak bisa menghargai barang di sekitarmu, apa lagi manusia sepertiku, yang mudah di buang saat kau sudah tak Menginginkan nya! " ucap menohok Senta yang membuat Carl langsung bangun dari tidurnya.


Mengambil kembali kalung yang ia buang beserta kotak kecilnya, dengan cepat menaruhnya kembali dan ia letakkan di atas nakas, tak lupa juga satu buket bunga yang ia letakkan di sampingnya persis.


Tapi melihat Senta yang sudah beranjak dari ranjangnya, membuat Carl dengan sigap menarik paksa tubuh kecil Senta untuk kembali merebahkan tubuh mereka di atas ranjang.


"Cukup! kita sudah berakhir Carl, sadari lah! semuanya sudah hancur! " teriak Senta yang sudah habis kesabaran. "Hiks, hiks!! hatiku sangat hancur, aku lelah!! aku lelah hidup hanya untuk di sakiti!! biarkan aku hidup dengan kesendirianku!! hiks, hiks!!! " lanjutnya dengan air mata yang kembali mengalir.


"Hey, hey!! maafkan aku! aku akan memperbaiki! segalanya, aku akan mengeluarkan mu dari rumah menyakitkan ini, aku juga janji akan menggantikan rasa sakit mu dengan kebahagiaan nantinya! tolong maafkan aku, hatiku juga sakit melihatmu menangis seperti ini!! maaf sayang!! " ucap Carl yang dengan telaten menghapus air mata kekasih nya walaupun mengalir terus menerus.


"huhuhuhuuuuu!!! hiks, hiks!!!! " Senta hanya bisa menangis karena bingung harus bicara bagaimana lagi untuk membuat Carl mengerti kalau hubungannya ini sudah tak bisa di lanjutkan lagi menurutnya.


"Aku sangatlah mencintaimu sayang, jangan tinggalkan aku!!! kau yang membuat hidupku jadi lebih baik, kau juga yang membuatku sadar kalau masih ada cinta tulus di dunia ini! kau segalanya untukku, aku tak tau hidupku akan seperti apa nantinya tanpamu!! tolong maafkan aku, aku tau kesalahanku dan sangat-sangatlah sadar, biarkan aku memperbaikinya sekali lagi!! aku mohon padamu jangan tinggalkan cintaku untukmu sayang!!! " ucap Carl yang juga ikut meneteskan air matanya.


Carl begitu gigih mempertahankan cinta tulus yang di berikan sang kekasih, dia benar-benar tak akan membiarkannya pergi, tak peduli juga jika ia di katakan egois sekalipun karena memang ia tak siap untuk kehilangan orang yang begitu ia cintai dan juga sebaliknya.

__ADS_1


Dengan sama-sama masih merasakan cinta yang begitu besar, Carl seolah masih memiliki kesempatan untuk merubah rasa sakit karena kesalahannya berganti dengan cinta yang penuh kebahagiaan untuk sang kekasih.


"Tidak!! aku tak mau lagi, aku tak ingin mengambil resiko menyakitkan ini lagi!! aku tak mau, hiks, hiks!!! " ucap Senta yang sudah putus asa akan segalanya.


"Tidak ada resiko apapun sayang! jangan seperti itu, dengan kau berkata tidak sekalipun tak akan merubah apapun, kau akan tetap menjadi kekasih ku, ibu dari anak-anakku nantinya dan wanita milikku selamanya!!! " ucap Carl yang tentu saja akan melakukan segala cara untuk mempertahankan hubungannya.


"Kau egois!!! " teriak Senta tepat di depan wajah kekasih nya, dengan mata memerah dan air mata terus mengalir, amarahnya semakin menjadi-jadi mendengar ucapan mantan kekasih nya itu.


"Ya, karena aku sangat mencintaimu dan kau selalu ingin pergi dari hidupku!! aku egois semua karena mu, karena cinta yang begitu besar untukku, kau tau itu!!! " ucap Carl yang tak kalah berteriak, karena tempramen yang tak stabil dan Senta yang berteriak tadi.


Dengan hati yang di liputi kemarahan Carl dengan capet menindih tubuh kecil Senta dan menguncinya.


"Apa yang kau lakukan!! lepaskan aku sialan!!!" ucap Senta dengan rasa takutnya melihat wajah garang Carl apa lagi dengan posisi yang tak menguntungkan baginya dan anggota tubuh yang tak bisa ia gerakkan.


"Hohoho!!! kau berani mengumpat di depan wajahku hm!! aku akan membuatmu menyesal berteriak di depan wajahku dan membuatmu tak bisa lepas dari hidupku setelah ini sayang ku!!! " ucap Carl yang sudah gelap mata, dengan senyum menyeringai mengerikan.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2