Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Boomerang Yang Sebenarnya


__ADS_3

Mata Anya tak sengaja melihat pria kecil yang sedang bermain di taman belakang dengan pak pet, dan beberapa bodyguard yang memang menjaga di sekeliling mansion.


"Pria kecil!! " panggil Anya sekali lagi saat di belakang Dante.


"Nyanya! " kata Dante yang menoleh ke belakang.


"Hai, kenapa di luar?? sini masuk, nyanya bawa hadiah untuk pria kecil tampan ini! " kata Anya mengajak Dante masuk di ruang keluarga gak jauh dari Dante bermain.


"Berkah???" kata Dante dengan sangat bahagia karena ia tak pernah di berikan hadiah.


Cukup miris kehidupan Dante yang tak di inginkan mama sendiri, yang sebenarnya ia seorang pangeran di mata papanya.


"Kakak bawa buku loh!!! buat Dante belajar besok!! " kata Anya mulai membongkar isi paper bag yang tadi ia bawah.


"Ini akan Dante pakai terus nyanya! Terima kasih!! " kata Dante tulus sambil memeluk tubuh gadis cantik di depannya.


Tapi tiba-tiba datang wanita ular yang memang berniat menemui anaknya tadi.


"Wah.. wah!!! siapa ini??? kenapa pakai acara peluk- peluk segala??? " kata Audrey dengan wajah congkaknya, pakaian terbuka di mana-mana.


"Mama! " kata Dante pelan tapi masih terdengar di kuping Anya.


"Halo nyonya!! Apa anda mamanya Dante? " tanya Anya dengan berjabat tangan.


"Ya aku wanita yang melahirkan anak Len dan aku kan menjadi nyonya di sini! " kata Audrey menerima jabatan tangan Anya.


"Ya Tuhan!!! kenapa sakit sekali!!! " kata Anya dalam hati merasakan perih melihat wanita pria yang ia cintai. "oh, saya Vanya nyonya!! " jawab Anya.


"Audrey!! sepertinya kau bukan pelayan di sini! " kata Audrey yang melihat penampilan Anya, meski tak mencolok orang seperti Audrey pasti tau barang-barang fantastis yang di pakai anya.


"Aku anak teman paman Len nyonya!! saya di titipkan sebentar di sini!! " kata Anya agak tak ada salah paham apapun, meski hatinya merasakan sesak sekarang.


"Cih, anak titipan! " cibir Audrey. " apa itu coba lihat!! " kata Audrey lagi berpindah fokus pada sang putra yang terlihat sedikit ketakutan dengan menyembunyikan hadiah pertamanya.


Ada kejanggalan di sana, dan Anya menyadari itu, pria kecilnya butuh perlindungan sekarang, Anya merasa Dante bukan anak yang di inginkan.


"Orang mau buatnya saja!! kalo udah jadi kini gak di harapkan!! maaf pria kecil sepertinya aku membenci mamamu juga, seperti papamu!!! " kata Anya dalam hati.


"Kamu mau jadi anak pembangkang ha?!!! " kata Audrey melihat tingkah anaknya yang baru satu hari di rumah papanya.

__ADS_1


"Jangan ma!! " kata Dante karena Audrey mulai merebut hadiah pertamanya.


Sampai Dante di dorong cukup kencang oleh sang ibu karena mempertahankan hadiahnya, kejadian begitu cepat membuat Anya tak bisa mencegahnya.


"Akkkhhhh!!! " jerit Dante kesakitan dengan kaki berdarah, karena sempat terpental dengan kaki yang sempat tergores dan terbentur ujung meja tadi, tapi tangan yang terus memeluk hadiahnya.


"Apa yang ada lakukan nyonya!! " kata Anya marah menghampiri Audrey yang berdiri , memberikan satu bogeman di wajah Audrey.


Membuat Audrey terpental tak jauh dengan hidung yang berdarah, Anya menghampiri wanita yang sudah terduduk di lantai itu, hingga suara pria yang ia kenal membuat langkahnya terhenti.


"Apa-apaan ini! " teriak Len marah, apalagi melihat keadaan putranya.


Dengan cepat wanita ular yang sedari tadi duduk mulai mengeluarkan bisanya.


"Di.. dia yang melakukannya Len!! lihatlah aku dan anakmu!! dia yang melakukannya! dia tak suka melihat kita. " adu Audrey.


"Panggil Bastian kesini, dan bawa Dante masuk ke kamarku! " perintah Len pada sang asisten yang memang ikut pulang saat makan siang hari ini.


"Baik tuan! " kata asisten Noberto yang memang mementingkan yang terluka saat ini, apa lagi yang terluka adalah anak kecil, melaksanakan perintah tuannya dengan cepat.


"Kau!!! " tunjuk Len di wajah Anya, tapi yang di tunjuk menatap datar Len. " Apa yang kau lakukan pada putraku ha?? jika tak suka jangan lukai orang yang aku cintai! " kata Len yang mengarah pada putranya, tapi di salah artikan keluarga kecil Len saat ini oleh Anya.


"Tuhan kapan rasa sakit ini menghilang!!! tolong jangan siksa aku seperti ini Tuhan!! " kata anya yang kecewa dituduh tanpa melihat bukti dengan orang yang ia cintai, padahal jika hanya ingin melihat kebenaran tinggal melihat CCTV yang ada di mansion ini.


"Kau mau membunuh anakku ha? " kata Len yang sudah gelap mata melihat anaknya yang terluka, mempercayai perkataan wanita yang ia sendiri melakukan se ular apa wanita itu.


Tanpa mengatakan apapun, Anya mengambil pistol Len yang ada di saku celana pria tersebut.


Len yang tak menyangka dengan gerakan Anya yang cepat tak bisa menghalau keadaan sekarang, Anya yang mengarahkan pistolnya pada Audrey.


"Anya!!! " marah Len .


"A... apa ya.. ng kau la... lakukan? " tanya Audrey dengan ketakutannya.


" Bukankah kau mengatakan aku akan membunuhmu nyonya?? aku akan mengabulkan perkataanmu itu!! " kata Anya dengan santai, yang sebenarnya tak ada niat membunuh sekalipun.


Len yang melihat celah, langsung mengambil pistol dengan cepat membuat tangan Anya terpelintir sesaat.


Plakk.....

__ADS_1


Satu tamparan besar Anya dapatkan di pipi mulusnya, yang langsung membuat jejak merah pekat di pipi putihnya.


"Sadar Anya!! " kata Len marah pada Anya.


"Mampus!!" kata Audrey bahagia meski ia merasa sakit di hidungnya.


"Kau yang harusnya sadar sialan! " Tekan Anya dengan berderai air mata. " Kau tau orang yang membesarkan ku sampai sekarang sedikitpun tidak pernah menyakitiku!! tapi kau!! kau yang bukan siapa-siapa, kau pria asing berani-beraninya menyakitiku ha!! " teriak Anya dengan berderai air mata. Sudah tak tergambarkan hancurnya saat ini.


"Kau berubah Anya!! kau tak seperti Anya yang dulu! " kata Len marah.


"Bukan aku yang berubah!! tapi kau yang sama sekali tak mengenalku sialan! " kata Anya yang sudah tak kuat ingin pergi dari sana.


Tak sengaja Anya berpas-pasan dengan asisten Noberto saat akan masuk ke lift, Noberto melihat dengan jelas lebam di pipi putih nona kecilnya, yang terus pergi tanpa menyapanya seperti biasanya.


Noberto mulai marah saat tuanya melakukan hal fisik seperti sekarang, apalagi gelap mata mempercayai wanita ular itu.


"Tuan sebaiknya anda mencari kebenarannya dulu sebelum menyesal kemudian hari!! Sepertinya anda akan menyesal setelah ini karena percaya pada wanita ular itu! " kata asistennya menohok.


Noberto langsung pergi menjemput Bastian yang memang itu tujuannya saat ini.


Sedangkan Len termenung mendengar penuturan sang asisten, menatap wanita ular yang mengadu kesakitan memelas seolah meminta bantuan Len.


" penjaga! " panggil Len yang tak lama masuk 2 penjaga pintu. " Bawa dia keluar, pastikan dia keluar dari gerbang mansion! " perintah len.


"Apa-apaan kamu Len!!! Aku terluka karena wanita sialan itu!! kenapa malah mengusir ku!! " marah Audrey yang memberontak saat anak di ringkus.


"Dan ingat perkataanku, jika yang kau katakan tidak benar!! aku akan mencarimu sampai kemanapun, dan kau akan mati di tanganku, sekalipun kau yang melahirkan putraku! " ancam Len pada wanita ular.


Audrey mulai ketakutan dengan perkataan Len, dia harus pergi yang jauh dulu setelah keluar dari mansion Backer, tak ada berantakan lagi dari Audrey, ia malah berharap cepat pergi, karena tau kekejaman pria di depannya.


.


.


.


Lanjut


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2