Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Mencari Kesempatan


__ADS_3

"Kenapa kalian kompak sekali hm!! aku akan jelaskan satu-satu, dan aku tak akan sekejam itu untuk membiarkan gadis kecil itu hidup di jalanan! " ujar Len yang diberondong dengan banyak pertanyaan.


"Nyatanya kau pria yang kejam!! " ucap Anya masih dengan tatapan kesalnya.


"Baby!!! come on!! " ujar Len dengan memelas untuk tak kembali memojokkan nya. " Aku membawanya ke panti asuhan terbaik untuk menjamin kehidupannya, dan umurnya yang baru 5 tahun mempermudah terbentuknya karakter baik dari lingkungan yang baik tentunya, setidaknya nanti dia tak akan jahat seperti mamanya karena berada di tangan yang tak tepat!!! kau sudah paham sayang??? suamimu ini tak sekejam itu!!! " ucap Len tersenyum lebar di samping istrinya.


"Tetap saja aku tak setuju dengan perlakuan anak buahmu yang tak ada lembut-lembutnya pada anak sekecil itu, dia pasti takut mendapatkan perlakuan kasar dari kalian, atau malah lebih parah nantinya!! " kekeh Anya dengan ketidak suka annya.


"Dia kabur saat di bawa ke panti asuhan kau tau bahayanya dunia luar untuk anak seusianya?? anggap saja itu pelajaran untuknya telah membahayakan dirinya sendiri!! " jawab Len dengan tegas. " Dan untuk mama, seperti yang di ucapan kan istriku, kami tak akan mengadopsinya karena kami bisa mendapatkan anak kami sendir, lagi pula putra pertama kami tak setuju dan ada cara lain untuk menolongnya tanpa mengadopsi! " ujar Len menjawab kebingungan mama Rosa. " Dan untuk papa, papa pasti tau apa yang aku lakukan pada orang yang membuat masalah paduku!! aku baik, tapi tak sebaik itu juga pa!!! " ucap Len dengan maksud lain di akhir.


Papa Oscar yang tau maksud Len hanya menganggukkan kepalanya memahami apa maksud ucapan menantunya itu, begitu juga semua orang tanpa terkecuali.


"jadi!!!! kau!!! tega ya!! dengan polosnya gadis kecil tadi bilang mamanya tak pulang-pulang! ya sudah pasti tak akan pulang lah!! kejam kamu!! " ujar Anya yang masih kesal walau dengan penjelasan Len yang begitu panjang.


"Kau tau duniaku baby!! dan kau sejak awal menerima yang seperti itu!! " jawab Len dengan santainya.


"Jangan marah-marah terus sayang, sekarang semua sudah jelas kan!!! " ucap papa Oscar pada sang putri. " kita luar sekarang, dan nikmati pesta kalian!!! " ajak papa Oscar pada semua orang di sana.


"Kalian duluan!! aku mau istirahat sebentar di sini!! " ujar Anya yang malah menyenderkan tubuhnya di kursi yang ia duduki.


Cup..


Satu kecupan mendarat di kening Dante yang di lakukan Len dan sedikit menyisir rambut putranya yang sedikit berantakan dengan jari-jarinya.


"Papa, mama duluan saja, aku akan menemani istriku di sini!! Dante mau ikut grandpa? " tanya Len beralih pada sang anak di akhir yang di angguki pelan sang anak, dengan berlahan ia mengangkat tubuh anaknya yang berada di pangkuan istrinya dan ia serahkan pada papa mertuanya yang sudah akan pergi tadi. " Jangan marah lagi oke!! daddy tak menyakiti mommy mu!! dan semuanya yang terjadi tidaklah benar, dan daddy janji tak akan pernah menyakiti mommy kesayanganmu itu!!! " ucap Len yang begitu lembut dan penuh keseriusan pada putranya itu, dan sekali lagi memberikan ciuman di kening sang anak.


"Ya!! kau memang harus janji!! kalau ingkar mommy akan aku carikan calon suami yang jauh lebih muda darimu!!! " ucap Dante kembali menunjukkan sifat menyebalkannya. " Kabur grandpa!! " bisiknya pada orang yang menggendongnya.

__ADS_1


Len yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya walau ada rasa kesal dengan ucapan anaknya, tak lama pandangannya mengarah ke seorang pria yang sedari tadi hanya diam saja, dengan satu map yang ada di tangannya.


"Keluarlah, nikmati pestanya!!! " ucap Len pada Noberto .


"Aku kira masih ada perlu dengan ku!! dan tanpa di minta aku pasti akan menikmati pestanya!!! " jawab Noberto dengan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.


Setelah tersisa dirinya dan Anya di ruangan itu, Len mendekat pada istrinya dengan kaki yang di selonjorkan di duduknya dan tubuhnya bersender di kursi.


"Lelah hm?? " tanya Len dengan duduk di lantai berhadapan dengan kaki Anya, dengan tiba-tiba ia menyibakkan gaun istrinya yang memperlihatkan kaki jenjangnya.


"Mau apa? " kaget sekaligus panik Anya melihat tingkah suaminya itu.


"Hanya ingin memijat kakimu!! kau sepertinya sangat lelah baby!! " ucap Len dengan dua tangannya berlahan memijit betis istrinya.


"Sedikit!! apa lagi gaunnya sedikit berat!! " jawab Anya mulai merilekskan tubuhnya kembali saat tau tujuan suaminya.


"Tidak!! aku sekali seumur hidup merasakan moment ini!! aku tak akan melewatkannya!! " ucap Anya yang semakin rileks dan mata terpejam hingga hampir menuju ke alam mimpinya sampai pijitan suaminya naik ke atas. " Dad!!! " tegur Anya merasakan tangan nakal suaminya.


Len mendengar teguran tadi segera menurunkan pikirannya, sampai beberapa menit kedepan tangannya kembali naik ke atas, tapi tak ada teguran dari istrinya, semakin ke atas juga tak di tegur oleh istrinya, dengan senyum mesumnya ia mencuri kesempatan saat melihat istrinya yang ternyata tertidur pulas, dan bermain di sana cukup lama tanpa di sadari istrinya.


Pria mesum itu sekarang sangat berani dari sebelumnya, karena gadis kecil di depannya sudah menari miliknya secara sah agama dan negara, hingga memunculkan keberanian besar saat ini.


Cukup lama Anya tertidur, sampai ia merasakan bibirnya yang basah dan beberapa gerakan benda tak bertulang di area bibirnya, memaksanya untuk membuka berlahan.


"Dad!! " kaget melihat wajah suaminya yang begitu dekat di wajahnya yang sedang menciumnya dalam keadaan dirinya yang sedang tidur dan sedikit mendorongnya untuk menjauh.


"Hehehe! " tawa canggung Len yang ketahuan itu.

__ADS_1


Tapi Anya semakin syok dengan ke adaan nya yang sudah tak beraturan dengan bagian atas yang turun dan bagian bawah yang naik, belum lagi beberapa isian yang hilang entah kemana.


"Kau!! " kesal Anya mulai membenahi gaun yang tak beraturan karena ulah suaminya, tapi ada satu benda yang ia cari tak ada di mana-mana. " Di mana underwear ku? " tanya Anya dengan melipat kedua tangannya ke pinggang, menatap tajam pria yang berulah barusan.


Len mengulurkan satu tangan yang masih terkepal erat, dan saat kepalan itu terbuka memperlihatkan underwear istrinya yang sedang di carinya, dengan senyum kecilnya dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal Len mencoba menetralkan rasa malunya.


"Kau jorok! " ucap Anya mengambil underwear miliknya dan memakainya kembali walau sedikit kesusahan dengan gaun besarnya.


"Itu bukan jorok, itu sebuah cinta baby! " bela Len yang tak Terima di katakan jorok.


"Bodo amat!! " kesal Anya yang kembali meramaikan pakaian dan rambutnya sebelum meninggalkan suami menyebalkannya itu.


"baby, jangan marah! " ucap Len dengan mengejar langkah istrinya.


Walau tak di gubris sama sekali, Len tetap mengikuti kaki istrinya melangkah, di pesta sekalipun Len tak membiarkan Anya jauh dari sisinya yang sesekali meminta maaf karena perbuatannya tadi.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2