
Di saat matahari mulai meredupkan sinarnya, Anya yang sekarang menjadi seorang ibu dari anak yang akan beranjak 9 tahun itu di sibukkan dengan memantau putranya yang sedang berlatih bela diri.
Entah apa yang di ajarkan grandpa nya sampai-sampai pulang ke rumah meminta hal tak terduga, yang awalnya hanya diam-diam meminta pada sang daddy sampai berujung dirinya yang mengetahui segalanya.
Padahal tadi malam ia sudah menunjukkan jawab tak bersahabat nya dan siangnya ia harus melihat kenyataan yang di sembunyikan dari kedua pria yang ia sayangi, yang tentu saja sebagai seorang ibu dan istri menjadi dongkol karena perbuatan ayah dan anak itu.
Bahkan Len yang tadinya hanya mau makan siang di rumah, malah tak lanjut bekerja karena kembali mendapatkan omelan sang ratu di hatinya, yang pastinya nanti malah pegawainya yang mendapatkan sasaran darinya karena membawa masalah rumah tangga ke dalam kantor, yang akhirnya memilih untuk tetap tinggal di rumah.
Seperti halnya sekarang, ia juga ikut mendampingi putranya bersama istri tercintanya yang sedang latihan bela diri di bangunan samping mansion nya yang di khusus kan untuk anak buahnya atau dirinya melatih diri.
Sebenarnya tak hanya bela diri yang Dante minta darinya, putranya sempat meminta di ajarkan menembak, cara menggunakan senjata tajam, sampai menyusun strategi untuk musuh, dan hal itu semua tak di ketahui oleh istrinya, karena bela diri adalah step pertama untuk melatih pertahanan tubuh dan step pertama itu lah yang langsung ketahuan oleh istrinya, belum step-step selanjutnya yang entah ketahuan atau tidak nantinya.
Len sendiri tak begitu kaget saat melihat kesiapan diri putranya setelah beberapa hari di pengang papa mertuanya, di tambah ada darahnya di dalam diri Dante yang terlihat lebih mudah untuk membentuk mental dan karakter seorang mafia.
Yang tentu saja hal itu di sambut baik olehnya, Len sendiri tak pernah berfikir Dante akan memilih menjadi sepertinya, karena pada dasarnya ia akan membebaskan jalan hidup anaknya nanti dan pastinya akan mendukung apapun itu, tapi jika pilihan hidupnya adalah mafia ya tentu saja dia akan sangat senang sekali.
Rasanya Len ingin memiliki banyak anak dengan Anya jika begitu menyenangkan memiliki anak, membayangkannya saja ia sudah tak sabar menghadirkan seorang bayi di rahim istrinya, lebih ketidak sabar untuk membuatnya lagi dan lagi.
Tapis saat ia ingat istrinya sedang ngambek padanya, pikiran membuat bayi itu langsung pecah di kepalanya, karena ia tak yakin akan mendapatkannya nanti malam sama hal nya malam kemarin.
Dan lagi, ada hal yang perlu ia sampaikan pada istrinya yang nanti akan menambah kesulitannya mendapatkan jatah nanti malam. Dengan sekali tarikan nafas Len menatap istrinya dari samping berniat menyampaikan berita penting.
"Baby!!! " panggil Len dengan sang istri yang fokus pada pelatihan putranya.
"Hmm!!! " jawab Anya tanpa menatap orang yang memanggilnya sangking fokus takut anaknya kenapa-kenapa saat latihan bela diri. "Hey, hey!! jangan keras-keras dong mukulnya, itu sakit kena putraku!! putraku masih kecil tubuhmu besar sesuaikan dengan kekuatan putraku, awas ya sampai nanti malah membuat anakku.... "
__ADS_1
"Mom!!! " potong Dante yang merasa baik-baik saja walau terkena pukulan tadi, yang malah merasa terganggu dengan protes mom nya karena membuat duel mereka terhenti, apa lagi melihat pelatihnya yang menunduk karena di omeli mom nya. "Aku sedang berlatih wajah jika kena pukulan, berarti aku harus belajar banyak, kayak mom yang gak pernah belajar bela diri saja!!! " lanjutnya menyindir sang mom karena ia tau mom nya juga jago bela dari grandpa nya.
"Ya, karena mom tau sakitnya, jadi takut kamu juga merasakan sakit yang sama sayang! mom tak tega melihatmu kesakitan!! " ucap Anya dengan wajah khawatirnya.
"Udah lah baby! dia pria, biarkan dia merasakan rasa sakit di awal agar menjadi pria yang kaut nantinya!!! " ucap Len yang menengahi.
"Benar kata dad, aku pria mom! aku harus kuat agar bisa melindungi orang-orang yang aku cintai!!? " kata Dante yang membenarkan ucapan dad nya.
"Tapi mom hanya tak bisa melihat.... "
"Cukup mom, jangan ganggu latihan ku! " ucap Dante dengan sedikit meninggikan suaranya, kesal dengan ke ngeyelan mom nya.
Tapi seketika semua hening dengan ucapan Dante yang begitu berani, Len sendiri melotot kan matanya mendengar ucapan anaknya, dan Dante menutup bibirnya sendiri karena berkata berlebihan.
Anya yang menyadari situasi tak enak di sana, langsung menatap sang anak sambil tersenyum.
"Mom!! " panggil Dante dengan suara pelan karena merasa bersalah menganggap ibunya pengganggu.
"Hehehe, maaf mom jadi mengganggu!! lanjutkan lagi, mom mau melihat kemampuan putra mom yang sebenarnya!!" ucap Anya seolah tak tersinggung dengan ucapan anaknya. " lanjutkan pak, maaf tadi ngomel ngomel, hehehe jiwa keibuan saya keluar soalnya!! " ucap Anya dengan nyengir lucu, walau matanya menunjukkan kesedihan.
"Itu hal wajar nyonya!! saya lanjutkan lagi!!! " ucap pelatih Dante sekaligus anak buah Len itu dengan tersenyum tanpa berani menatap nyonya cantiknya, karena ada singa besar di samping nya .
"Menganggu?? Benarkah aku mengganggumu nak?? mom hanya khawatir tak bermaksud mengganggumu kok!! maaf!! " ucap Anya sedih menatap putranya yang kembali berlatih itu.
"Dia tak bermaksud mengucapkannya!! mungkin hanya terlalu semangat di perbolehkan belajar bela diri oleh mu hm!!! " ucap Len menghibur istrinya yang sedih, walah tak mengatakannya bahkan tersenyum pun ia akan tetap tau istrinya itu sedang sedih.
__ADS_1
"Emmm, ya!! aku tau dia tak bermaksud mengatakannya karena dia adalah anak baik, yang tak akan menyakiti orang tuanya dengan sengaja!! " ucap Anya yang masih fokus pada sang anak.
"Kata siapa, dia selalu mengatakan hal menyakitkan padaku!!! " ucap Len mengingat setiap perdebatan nya pada sang anak yang sering mengena di hatinya.
Mendengar ucapan suaminya, pandangan Anya berubah menatap suaminya dengan tersenyum kecil.
"Tapi dia tak benar-benar mengatakannya bukan, lagi pula kau juga yang memancingnya untuk terus berdebat denganmu, dan satu hal lagi, putraku itu hanya mengucapkan fakta yang ada!!! " ucap Anya.
"Baru juga di buat sedih, masih saja di bela, ck!!! " Len berpura-pura kesal.
"udah lah dad!!! awasi saja putramu!! aku mau mandi dulu, udah sore aja!!! " ucap Anya beranjak pergi dari ruangan itu menuju mansion mereka. " mungkin berendam jauh lebih baik untuk menghilangkan kesedihan ku!!! " batin Anya yang sudah memiliki rencana yang bagus.
Len sendiri memilih mengikuti istrinya secara diam-diam setelah mendengar kata mandi dari bibir sang istri, yang tentu tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk mendapatkan hal nya yang tertunda.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1