
"Ya!!! menangislah sayang!! keluarkan semua rasa sedih mu!!! masih ada aku di sini yang selalu ada di sampingmu!!! keluarkan semuanya sayang!!! " ucap Carl yang memotivasi Senta untuk mengeluarkan seluruh kesedihannya.
Mendengar itu, Senta langsung membalikkan badannya yang membelakangi Carl tadi, memeluk tubuh besar Carl dengan begitu erat, dan menangis sejadi-jadinya, ia benar-benar membutuhkan sandaran sekarang tak peduli siapapun itu.
Dan juga sebaliknya, Carl membalas pelukan istri barunya, berusaha memberikan kekuatan melalui pelukannya, sebenarnya hatinya juga akan ikut sedih saat Senta sedang sedih, hatinya sakit saat senta merasakan sakit, semua ia juga bisa merasakannya, tapi sebagai pria terlihat menjadi baik-baik saja itu adalah pilihan yang tepat, karena ia yakin dirinya yang kuat dan baik-baik saja lah yang sangat di butuhkan oleh wanita seperti senta saat ini.
"Kenapa harus aku lagi!!! huhuhuuuuhuuuuu!!! " ucap Senta yang mengeluh kembali merasakan rasa sakit hati yang kesekian kalinya.
"Karena kau wanita kuat sayang! kau wanita hebat yang bisa bertahan sampai sekarang, dan aku yakin, kau akan bertahan sekuat ini sampai semuanya selesai!!" ucap Carl terus memberikan semangat untuk istrinya.
"hiks, hiks!! tidak, a.. ku sudah tidak kuat sekarang, ini jauh lebih sakit saat melihat mu berselingkuh dulu, hiks, hiks!!! ini sakit sekali aku tidak bisa lagi menahan rasa sakit berubi-tubi seperti ini, bahkan aku tak tau tujuanku hidup sekarang untuk apa!!" ucap Senta terdengar putus asa.
"Suuutttt!!! kau akan hidup untukku, untuk membangun rumah tangga kita, untuk anak-anak kita nanti, untuk Anya, atau untuk kebahagiaanmu sendiri!!! masih banyak tujuan untukmu hidup sayang!!! jangan menyerah, kau ku boleh kan menangis tapi tidak untuk menyerah akan hidupmu!!! sekarang menangis lah!!! " ucap Carl sembari sesekali memberikan ciuman di pucuk kepala Senta.
"Huhuhuuuuuhuuuuu!!!!! " pada akhirnya Senta hanya bisa menangis di pelukan mantan yang berubah menjadi suaminya dalam sekejap, ia juga memutuskan menandatangani dokumen pernikahan mereka dalam keadaan emosi yang tidak stabil, ucapan balas budi, ganti rugi membeli dan membesarkan dan anak yang di beli membuatnya yang terbakar rasa sakit hati dan marah memilih menuruti keinginan orang tuanya untuk yang terakhir kalinya.
Senta memikirkan tindakannya itu di sela-sela tangisannya, entah kehidupan bagaimana yang akan ia jalani kedepannya, mau menyesal pun tak akan merubah apapun, apa lagi orang tuanya yang kekeh hanya untuk sebuah keuntungan, padahal ia berniat vakum untuk masalah percintaan.
Tapi rencana hanya tinggal rencana, pada kenyataannya ia menjadi seorang istri malahan sekarang, yang mau tak mau, siap tak siap ia harus menjalankan tugasnya menjadi seorang istri.
Kalau Carl sendiri sudah pasti bahagia dan siap menjadi seorang suami dari segi materi maupun kesiapan mental, hanya saja ia perlu menyakinkan istrinya untuk lebih percaya akan dirinya, karena kepercayaan adalah pondasi utama dari sebuah hubungan.
Carl juga sebenarnya sadar 100% cara mendapatkan istrinya itu begitu melukai hatinya, tapi rasa cinta yang sudah bercampur obsesi itu pasti menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia obsesi kan walau pada akhirnya ia juga yang akan merasakan sakit di hatinya yang luar biasa.
__ADS_1
Cukup lama Carl memeluk tubuh Senta yang terus-terusan menangis, hingga suara tangisan itu mulai tak terdengar, dan di gantikan dengan dengkuran kecil dari bibir istrinya, berlahan namun pasti Carl mencoba melepaskan pelukan mereka, dan benar saja, istri barunya beberapa jam yang lalu itu sudah tertidur dengan sisa-sisa air mata yang ada di sekitar matanya.
Meninggalkan kemejanya yang basah karena air mata sang istrinya yang cukup banyak, tapi Carl malah gagal fokus dengan keimutan bercampur keseksian istrinya, bagaimana tidak, dengan hidung memerah karena banyak menangis dan mulut yang sedikit membuka membuatnya terlihat begitu seksi di mata Carl .
Cup..
Diam-diam carl mencuri kesempatan untuk ******* bibir Senta yang sedikit terbuka, menikmati rasa bibir yang membuatnya candu sekarang, apa lagi dengan status baru mereka yang membuat Carl nikmat merasakannya.
Jika bibir sudah bersentuhan, tentu saja tangan tak bisa tinggal diam, menyelinap masuk ke gunung tak berapi milik Senta dengan pelan agar tak membuat istrinya bangun, ukuran yang pas di tangan dan rasa kenyal membuat Carl begitu betah memainkannya.
"Uggghhhh!!! " suara senta menggeliat sembari membalikkan badannya menjadi tengkurap.
Membuat cium dan mainan Carl terlepas begitu saja, dengan Carl yang tak bisa berbuat apa-apa dengan situasi sekarang, dia saja melakukannya dengan mencuri-curi kesempatan.
Cup..
Carl terakhir memberikan kecupan di kening senta sebelum beranjak dari kamar istrinya untuk menyelesaikan urusannya dengan mertuanya.
*****
Di ruang tamu keluarga Senta, sudah ada perwakilan dari pihak Carl yang sedang menunggu tuannya untuk menyampaikan maksud mereka kemari, dan tak lama yang mereka tunggu-tunggu sudah datang.
Sang aktor utama yang sudah di tunggu banyak orang itu duduk begitu santai sembari menerima suatu map dari sang bawahan.
__ADS_1
"Aku mengajukan perusahaanmu pada 20 perusahaan, dan sayangnya hanya ada 15 yang mau bekerja sama dengan perusahaanmu, sesuai apa yang aku janjikan dulu, mereka rata-rata terletak di negara Inggris, karena terlalu mudah mendapatkan koneksi hanya dengan mengandalkan besanan anak keluarga kerjaan, dan perlu kalian ketahui walau aku di akui tapi aku tetap lah anak tiri!!! " ucap Carl panjang lebar menatap kedua pasangan paruh baya yang membuatnya jengkel sekaligus muak.
Papa Senta mendengarnya dengan cepat mengambil map di tangan menantunya, dan membacanya satu persatu, mendengar angka 15 saja matanya sudah hijau yang tentu saja ia tak akan melewatkan hal itu.
"Ya!!! terimakasih nak!! " ucap papa Senta yang begitu bahagia dengan mendapatkan investor baru yang sangat banyak.
"Bagaimana dengan keluargamu? apa mereka sudah mengetahui pernikahan kalian, apa tak ada itikat baik untuk bertemu?? " tanya mama Senta yang haus akan pengakuan dan ingin bertemu orang yang begitu penting di Inggris tentunya.
"Mereka sudah tau, hanya saja tak bisa bertemu secara pribadi karena kesibukan mereka, dan terlalu rumit hanya untuk mencocokkan jadwal mereka, tapi sebagai gantinya mereka akan mengirimkan hadiah untuk kalian nanti malam, sebagai ucapan terimakasih telah memberikan putrinya pada putra tercinta mereka!!! " ucap carl menyindir di belakang.
Yang sepertinya itu mengena di hati papa Senta yang terdiam setelah mendengar ucapan Carl di akhir, karena ia sadar kalau dirinya tak begitu mencintai atau menyayangi putri angkatnya, yang bahkan tak sesekali menganggapnya tak ada, dan sekarang ia baru sadar saat sang putri akan pergi meninggalkannya.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1