
Tapi tawa bahagianya itu tak berlangsung lama, saat ada satu mobil yang menghentikan laju mobilnya, tapi jika di lihat-lihat semua pengendara yang ia kira orang biasa yang beriringan dengan mobilnya tadi tiba-tiba juga ikut berhenti di samping mobilnya, dan semakin banyak mengelilingi mobilnya yang entah bagaimana jalan itu tiba-tiba sepi berlalu lalang.
Tak butuh waktu lama mobil klasik yang dikendarai Anya, Tyga, dan rekan Tyga dikepung ribuan mobil berwarna hitam, yang tentu saja membuat mereka selain Anya panik di buatnya.
Tyga dan rekannya bisa melihat dengan jelas begitu banyak orang berbadan besar yang mulai keluar dari mobil mereka masing-masing, sampai keluar pria paruh baya yang di lihat-lihat begitu mirip dengan gadisnya yang tentu saja Tyga bisa menebak siapa pria paruh baya itu, tapi yang membuatnya sangat kaget adalah pria yang ia kenal berdiri di samping pria paruh baya yang menurutnya papa Anya menatap ke arah mobil yang ia tumpangi dengan tatapan begitu marah.
Sedangkan Anya yang tak menyadari itu hanya menatap marah pria yang sempat menciumnya tadi, tanpa mempedulikan sekitarnya Anya kembali memukul Tyga yang malah sibuk melihat sekitar.
bugh, bugh...
"Akkkhhhh!!! ka.. kau!!! " ucap Tyga terbata-bata saat tau ia akan berhadapan dengan siapa setelah ini, pria yang suka bermain di belakang itu mulai menciut saat akan berhadapan dengan pria yang selalu ia usik, apa lagi melihat kawanan musuhnya itu yang selama ini ia remehkan.
"Kau akan mendapatkan balasannya setelah ini!! hiks.. aku akan membalaskan perbuatanmu itu sialan, hiks!!! " ucap Anya yang masih tak Terima di noda I pria di depannya, walau hanya sebuah ciuman, tapi bagi wanita baik-baik sepertinya itu adalah hal yang menjijikkan baginya.
Baru saja Anya menyelesaikan ucapannya, Tiba-tiba pintu mobil kemudi di buka dengan paksa, dengan memperlihatkan calon suami Anya yang siap menyelamatkannya dengan ribuan orang mengacungkan senapannya ke arah mobil klasik itu membuat dua orang yang berniat membawanya tak bisa berkutik dengan ketakutan mereka.
"Diam di tempat kalian! atau kepala kalian yang akan pecah setelah ini! " ucap Len dengan mata memerah sangking marahnya.
Anya yang tadi membelakangi pintu yang di buka Len, langsung membalikkan tubuhnya saat tersadar dengan suara pria yang begitu ia cintai.
Len membulatkan matanya saat melihat kondisi gadisnya dengan wajah yang berlumuran darah, ia kaget dan semakin marah melihat darah yang terus mengalir itu, tapi ia menyampingkan perasaannya itu dengan segera ia mengangkat tubuh gadisnya yang diam mematung melihatnya, menggendong tubuh yang terluka itu dengan hati-hati menjauh pada mobil klasik meninggalkan dua pria yang berniat membawa Anya tadi.
"Sialan!! kenapa harus selalu wanita miliknya!!! " kesal Tyga di tengah ketakutannya menatap punggung orang yang sangat ia benci selama ini.
"Kau sudah aman baby, ada aku di sini!! maaf aku tak bisa menjagamu dengan baik, maaf!! " ucap Len yang menggendong Anya bak koala tanpa peduli kemejanya kotor dengan noda darah milik gadisnya yang masih mengalir baginya yang terpenting Anya sudah berada dalam pelukannya.
Flashback on
__ADS_1
siang hari di jam makan siang kantor, dan untungnya di jam tersebut membuat Len yang sedang istirahat dapat dengan cepat menjawab panggilan telepon dari anak buahnya, pada saat itu suasana hatinya sangat bahagia saat tau hari ini jadwal Anya untuk fitting yang menandakan hari pernikahan mereka semakin dekat.
Tapi kebahagian Len hanya sampai saat sang anak buah melaporkan apa yang terjadi yang tak lama bodyguard Anya juga melaporkan apa yang terjadi pada sang gadisnya.
Kebagian itu berubah sebuah kemarahan besar yang membuat jemari Len mengepal cukup kuat, walau dalam ke adaan marah Len tetap mendengarkan semua ucapan sang anak buah, ia sedikit berfikir jernih untuk tak Anya membahayakan nantinya.
"Apa yang kau lakukan selama ini, sampai harus kecolongan dengan cecenguk itu!! tunggu hukuman kalian setelah!! " ucap Len marah pada sang penelpon.
Setelah panggilan mereka terputus, Len bergegas menuju lokasi arah laju mobil yang membawa Anya, tanpa menggunakan stategi apapun Len lebih memilih menunjukkan siapa dirinya dan seberapa hebat ia pada pria yang pernah mencuri cintanya itu.
Dengan melangkah kaki cukup cepat Len menelpon beberapa tapi jumlah nya ribuan anak buahnya untuk memberikan pelajaran pada Tyga yang selalu meremehkannya, walau sebenarnya bisa di atasi hanya 10 orang saja.
Tapi di lobi perusahaannya Len tak sengaja bertemu papa Oscar yang sepertinya berniat menemuinya.
Dengan melihat ekspersi gelisah bercampur marah di wajah Len, papa Oscar mulai bertanya-tanya apa yang terjadi pada calon mantunya itu.
"Ada apa? " tanya papa Oscar yang tak biasanya pria Len menujukkan ekspresinya.
"Aku bicarakan di mobil setelah ini!! papa ikut dengan ku sekarang! " ucap Len yang tanpa sadar menyerat mertuanya ke dalam mobil yang bahkan tak sempat mengatakan apa yang terjadi pada sang asisten yang biasanya tau segala hal tentang masalahnya.
Papa Oscar yang dari awal memang ingin bertemu mentantunya, dengan tanpa penolakan ia mengikuti langkah calon menatunya masuk ke dalam mobil.
"Apa yang terjadi? " tanya papa Oscar dengan tenang seolah tak mempermasalahkan dengan Len yang melajukan kecepatan tinggi .
"Anya di culik!! " ucap singkat Len membuat papa Oscar tadinya tenang tiba-tiba syok mendengarnya tapi tak berlangsung lama dengan kembali tenang.
"Dia bisa mengatasinya! " ucap papa Oscar walau ada sedikit kekhawatiran di hatinya.
__ADS_1
"Tidak! mana bisa!!" ucap Len yang masih dalam kekhawatirannya. "Anak buahku tak becus menjaganya!! ini salahku juga, aku harusnya menambah pengawasan untuk Anya, aku bodoh tak bisa menjaganya dengan baik!!! dia pasti takut di sana!! aku sangat kenal pria yang membawa nya!! " ucap Len yang malah menyalahkan dirinya sendiri.
"Aku tak salah memilihmu!! " batin papa Oscar melihat ke khawatiran dan cinta besar di mata calon menantunya, dengan pelan menepuk-nepuk bahu Len untuk menenangkan pria milik putrinya itu tapi sayangnya sepertinya Len belum mengetahui sifat asli putri nya terbentuk karena ulahnya . " Anya pasti akan baik-baik saja!! papa yakin itu! " ucapnya setidaknya sedikit menghilangkan kegelisahan di hati calon menantunya.
"Ya, aku harap dia akan baik-baik saja sampai aku datang menjemputnya!! dan harus baik-baik saja!! " ucap Len yang begitu ketakutan.
Sampai bisa di lihat papa Oscar, tangan besar Len yang memegang kemudi itu sedikit gemetar sangking takut dan khawatirnya akan keilangan cintanya kembali yang sesekali mengelap keringatnya sendiri yang bahkan tak ada suhu panas di dalam mobil itu.
Tak butuh waktu lama Len mulai masuk ke rombongan anak buahnya yang menandakan mobil yang membawa Anya semakin dekat, hingga ia melihat mobil klasik yang sempat ia lihat di ponsel milik nya tadi.
Dengan sedikit kode yang sangat di pahami anak buahnya, mereka mulai bertindak dengan berlahan menghentikan laju mobil klasik itu, dengan Mike yang sengaja tak ikut rombongan karena bertugas mengalihkan arus lalu lintas untuk tak dapat melintas ke jalan tersebut.
Walau Len bertindak semaunya, tapi ia tak akan merugikan orang lain yang memang tak ada sangkut pautnya dengan masalah yang ia hadapi, termasuk saat sekarang yang tentunya dengan kerja sama tim yang baik.
Flashback off
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1