
Pagi yang cerah secerah wajah Anya pagi ini, walau bangun kesiangan yang berakibat tak sempat menyiapkan sarapan seperti biasanya sepertinya tak melunturkan wajah cerianya pagi ini, berpakaian rapi layaknya anak kuliah dan tas punggung yang ia pakai.
"Pagi guys! " sapa Anya pada manusia-manusia yang standby di ruang makan. " Maaf kesiangan! " kata Anya yang duduk setelah menyempatkan mengusap kepala Dante.
"Nyanya pulang larut tadi malam? " tanya Dante yang semalam tak bertemu dengan Anya.
"Iya!! maaf ya!! nyanya harus bantu teman nyanya dulu!! " kata Anya yang jujur.
"Tak apa, asal nyanya baik-baik saja! " kata Dante yang membuat Anya tersenyum hangat.
"Dan nanti sepertinya Anya akan pulang sore! " kata Anya memberi tahu.
"Kenapa lagi? " tanya Len yang sedari tadi diam saja.
"Sebentar lagi ada ujian semester, aku mau ikut pelajaran tambahan dan ke perpustakaan kota jika perlu. " jelas Anya.
"Katanya mau selesai setahun aja S 1 nya? " tanya Len yang tau niat Anya di awal.
"Enggak jadi, ada beberapa yang belum Anya ngerti! " jawab Anya.
"Bukan karena pria-pria tampan di sana! " kata Len menatap intens wajah ayu Anya yang juga menatapnya.
"Salah satunya! " jawab asal Anya.
"Apa? " kaget dan marah Len mendengar jawaban Anya.
"Buuuufffttt! " tawa tertahan Dante dan Norbert yang hampir bersamaan melihat reaksi lucu Len yang terlihat cemburu, tapi tidak dengan pria cool yang tak beda jauh dengan boss nya, siapa lagi kalau bukan Noberto.
"Hehehe! hanya bercanda kok. " tawa garing Anya melihat reaksi berlebihan Len.
"Kau benar-bener ya!!! Awas sampai lirik-lirik pria lain di luar! " Anya yang mendapatkan peringatan dari Len.
"Kenapa harus lirik-lirik kalau bisa di lihat! " jawab santai Anya yang malah memperkeruh keadaan.
"Apa? " marah Len naik lagi. "jadi kau langsung melihat mereka? " marah Len menatap tajam Anya.
"Lah!!! Anya kan punya mata! ya di lihat dong! " kata Anya yang tak mau kalah.
"Kenapa harus lihat-lihat pria tampan, apa priamu ini kurang tampan? kurang segalanya sampai kau lihat pria tampan di luar sana? " Len yang semakin cemburu.
Yang membuat 3 pria yang menonton sedari tadi malah bingung di buatnya, apalagi pria kembar yang tau betul tuannya seperti apa yang sekarang berubah pecemburu sampai tak bisa berfikir logis.
__ADS_1
"Atau jangan jangan kamu suka dengan mereka! iya?? Tidak, tidak!!! ini tidak bisa di biarkan!! kita harus nikah secepatnya! " kata Len yang berasumsi sendiri.
"Ha??? drama apa lagi ini!!! Tuhan, bawa saja saya pergi dari pada melihat situasi yang memuakkan ini!!! " jerit sebal Norbert melihat kekonyolan orang yang sedang di mabuk cinta.
"Apa sih!! orang Kadang juga gak sengaja lihat!! kalau pengen lihat ya lihat aja!! gak ada suka-suka ya!! lebay banget sih!!! " sewot Anya yang di sikapi berlebihan oleh Len.
"Tapi... " kata Len terpotong.
"Udah lah, Anya gak macem-macem kok!! lihat mereka, " tunjuk Anya pada tiga pria yang sedari tadi hanya mentok. "Mereka laper!! nunggu kamu dari tadi ngomong mulu! ayo makan! " perintah Anya yang berubah tegas.
"Baik" patuh Len yang di ikuti tiga pria yang ada di meja makan.
*****
Siang hari waktu jam makan siang, Len masih di sibukkan dengan berkas-berkas yang menumpuk, sampai ketukan pintu membuyarkan fokus Len dengan menatap pintu ruangannya yang masih tertutup.
"Masuk! " kata Len sambil melepaskan kacamata yang bertengger saat ia harus berhadapan dengan berkas-berkasnya, lalu melihat pria yang tadi mengetuk pintu ruangannya.
"Ada apa? " tanya Len lagi.
"Waktunya makan siang tuan! " kata Asisten Noberto yang tadi mengetuk pintu ruangan sang tuan.
"Perusahaan MJ berulah kembali, dan pastinya ada campur tangan pria itu, tapi lagi-lagi tidak bisa menembus keamanan perusahaan! " Lapor asisten Noberto.
"Ck, dia bodoh memakai perusahaan kecil untuk melawan ku! lakukan pertemuan dengan perusahaan MJ! " kata Len yang geram orang yang bekerja sama dengannya berkali-kali menusuknya dari belakang walau belum berhasil tentunya.
"Baik tuan! " jawab asisten Noberto.
"Lakukan di Restoran A, sekalian aku mau melihat keadaan restoran papa oscar ! dan pesan kan makan siang seperti biasanya" .
"Baik tuan! " jawab asisten Noberto lagi sebelum pergi dari ruangan tuannya.
"Huuuuffftttttt!!!! " Len menghela nafas panjang.
Len tak habis pikir dengan musuh lamanya yang kembali lagi setelah apa yang ia lakukan padanya, Len sempat berfikir apa kesalahannya di masa lalu yang membuat sang musuh terus mengusik kehidupannya.
Sahabat yang berubah menjadi musuh, Len sangat menyayangkan kejadian seperti ini yang dia sendiri tak tau kesalahannya ada di mana, Len sebenarnya bisa dengan mudah membunuh pria itu, tapi rasa persahabatan yang melekat di hatinya yang membuatnya tak tega harus membunuh pria itu, walau berkali-kali ia harus mendapatkan pil pahit dari orang itu.
Tapi dia harus bertindak tegas sekarang, apalagi ia harus melindungi orang-orang yang ia cinta takutnya akan membahayakan mereka nantinya. Cukup lama ia melamun, sampai suara ketukan kembali terdengar dari balik pintu ruangannya. Yang tak lama masuk pria yang sama dengan membawa makan siang yang telah di pesan sang tuan.
"Aku ingin melamar Anya secepatnya! " kata Len tiba-tiba pada asisten Noberto yang sedari tadi menyiapkan makan siangnya.
__ADS_1
"Apa tidak terlalu cepat! " pendapat sang asisten sebagai seorang sahabat.
"Apa maksudmu? " tanya Len.
"Setelah apa yang kamu lakukan pada nona, sebaiknya yakinkan dia dulu baru lakukan apa yang kamu mau!! " kata asisten Noberto memberikan pendapatnya.
"Benarkah? dia terlihat baik selama beberapa hari ini! " kata Len yang memang melihat perubahan sikap Anya.
"Bahkan dia baru memberikan kesempatan padamu bukan!! yakin kan dia dulu, dan mantapkan hatimu, agar lebih mudah nantinya! " kata asisten Noberto memberikan pendapatnya lagi.
"Tapi pria itu sudah kembali! " Len mengatakan keresahan nya.
"Kenapa memangnya?? kamu punya segalanya sekarang kau bisa melakukan apapun pada pria itu, termasuk membunuhnya sekalipun!" jawab asisten Noberto.
"Aku takut Anya di ambilnya,seperti wanita yang aku cintai dulu! " kata Len yang lagi-lagi mengungkapkan keresahan nya.
"Kamu pikir nona mau dengan pria jahat sepertinya?? Apa selama 6 bulan kamu meninggalkannya dan masih ada namamu di hatinya masih kurang bukti cinta besarnya padamu?? dan jangan samakan nona Anya dengan nona Audrey, nona Anya tak akan melakukan hal licik untuk mendapatkan apapun yang ia mau, apalagi sebuah cinta, bahkan ia sempat mengalah untuk putramu, memberikan kesempatan setelah apa yang kamu lakukan padanya, apa yang kamu takutkan dengan cinta besar yang nona miliki untukmu? " kata sang asisten yang membuat Len terdiam. " Kau hanya perlu melindunginya!! " kata asisten Noberto lagi.
Len berfikir ketakutannya memang tak berdasar, apalagi menyamakan cinta masa lalunya yang jelas jelas berbeda jauh dengan yang sekarang, ia juga tersadar begitu besar cinta gadis kecilnya selama ini, membuatnya yakin dengan apa yang di katakan asistennya.
"Kau benar!! Aku punya segalanya sekarang! apa lagi cinta!! aku akan lebih meyakinkan anya mulai sekarang!! " kata Len dengan semangat.
"Sebaiknya makan dulu, dan pertemuan dengan perusahaan MJ di lakukan nanti pulang dari kantor! "
"Ya! keluarlah, cepat makan siang! dan terimakasih untuk nasehatmu! " kata Len dan mulai memakan makan siangnya.
"Baik tuan! " kata asisten Noberto dalam sekejap berubah menjadi asisten profesional seperti biasanya.
"Sejak kapan anda bisa mengucapkan terimakasih seperti itu!! wah, wah!! anda bisa merubah pria gila itu menjadi manusia kembali nona!! " batin sang asisten yang sedikit syok mendapatkan ucapan keramat dari tuannya, sambil berlalu pergi ke ruangan milik Len.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1