
"Mandi!! pinggangku masih sedikit sakit!! " jawab Anya yang berniat bangun dari tidurnya.
"Biar aku bantu!! " ucap Len yang tau kalau gadis perawan akan merasakan sakit jika pertama melakukannya.
"Aku bisa sendiri!! " ujar Anya yang sebenarnya malu dengan kondisinya sekarang yang tak memakai apapun dari balik selimut.
"Tak apa! ayo!! " ajak Len, dengan penuh paksaan membopong tubuh yang sudah seperti kepompong itu.
Mendudukkan nya di closet, dengan Len yang mengisi bathup dengan air hangat yang akan di pakai sang wanita.
"Selesai!! sini aku bantu!! " ucap Len berniat membatu sang istri melepaskan selimut di tubuhnya.
"Tidak perlu aku bisa sendiri! " tolak Anya dengan wajah memerah karena malu.
"Baiklah, aku tunggu di luar!! hati-hati karena akan sakit untuk bergerak! " ucap Len tak mau memaksakan istrinya dan berjalan keluar yang sebelumnya sempat memberikan ciuman di kening nya.
"Emang ia?? " tanya Anya pada diri sendiri setelah kepergian suaminya, mulai membuka selimut dan akan berjalan ke arah bathup, " Egghhh!! gila ini sakit sih!! " ucapnya lagi yang sudah membuktikan ucapan suaminya.
Dengan hati-hati Anya melangkahkan kakinya walau lumayan nyeri untuk ia gunakan berjalan, sampai di bathup Anya merebahkan tubuhnya untuk merileksasikan tubuhnya dengan berendam, walau tak lama setidaknya ia bisa menyenangkan tubuhnya yang pegal-pegal, lagi pula ia juga terpikir sang suami yang sudah menunggunya mandi.
Dengan segera Anya membilas dan memakai kimono yang memang sudah ada di dalam kamar mandi, kembali dengan langkah yang tertatih-tatih Anya keluar dari kamar mandi berniat melangkahkan kakinya yang cukup susah itu menuju ruang ganti kamarnya.
Sedangkan len yang melihatnya hanya bisa tertawa kecil dengan menghampiri sang istri yang seperti baru bisa berjalan itu, menggendongnya tanpa aba aba.
"Aakkkkhhhh!! " kaget Anya reflek melingkarkan tangannya di leher suaminya. " Dad!! kau ya!!! udah bikin susah jalan, sekarang bikin orang jantungan hm!! aku tak mau lagi kalau sakit seperti ini!! " ucapnya dengan wajah kesalnya.
"Sakit itu wajah karena itu pengalaman pertamamu, setelahnya tak akan apa apa kok! " ucap Len dengan berlahan masuk ke ruang ganti yang akan di tuju istrinya. " Daddy bantu? " tawar Len dengan menaik turunkan alisnya.
"Keluar sekarang juga!! " usir Anya yang sudah terlanjur kesal dengan tingkah suaminya itu.
"Jangan marah-marah! aku akan keluar kok!! " ucap Len yang dengan segera kabur sebelum singa betinanya menunjukkan taringnya.
Sembari menunggu sang istri untuk yang kedua kalinya, Len menelpon asistennya berniat membagikan kebahagiaannya siang ini.
__ADS_1
"Ada yang perlu di bicarakan tuan? " tanya asisten Noberto setelah mengangkat sambungan telpon dari bossnya.
"Berikan bonus ke semua karyawan yang aku punya dengan nominal sama seperti gaji mereka selama satu bulan penuh!! " perintah Len.
"Why??? " bingung asisten Noberto.
"Kau asisten ku sekarang!! lakukan dengan segera! " ucap Len lagi .
"Why??? " tanya Sang asisten yang berubah mode sahabat, apa lagi pertanyaan yang sama tadi belum di jawab oleh sang sahabat.
"Kau benar mau tau? " ujar Len yang malah bertanya dengan nada menggoda.
"Kau siapa? " tanya Noberto merasa yang menelponnya tak seperti tuannya yang lebih langsung pada intinya dari pada menye-menye seperti sekarang.
"Apa maksudmu ha! aku tuanmu, aku baru saja mendapatkan malam pertama ku, aku bahagia karena menjadi yang pertama, dan aku ingin membagi kebahagiaanku ini dengan memberikan bonus pada semua karyawan yang aku miliki!! " terang Len menjelaskan dengan menggebu-gebu.
"Ini baru tuan ku!! " ucap asisten Noberto.
"****! " umpat Len yang kesal sebelum mematikan ponselnya sepihak.
"Kau sedang pamer hm? " tanya Anya yang mendengar ucapan suaminya yang dengan gamblang nya mengatakan malam pertama mereka. "Kau makin kesini makin cerewet sekali hm!! " lanjutnya yang gemes malah mencubit kecil bibir tebal suaminya.
"Baby!! " ucap Len melempar ponselnya ke sembarang arah dan memeluk tubuh yang begitu wangi itu. "Kita makan sekarang, ini sudah siang!! perutmu pasti udah laper!! " lanjutnya dengan menarik Anya duduk di atas pangkuan mereka.
"Aku bisa duduk sendiri! " ucap Anya yang akan berdiri dari duduknya, tapi dengan cepat ditahan oleh tangan besar suaminya, bersamaan dengan troli makanan yang di dekatkan di depan mereka.
"Buka mulutmu! " perintah Len dengan satu roti sandwich di tangannya. " jangan membantah baby! aku akan melayani hari ini! " lanjutnya saat merasa sang istri akan protes dengan perbuatannya.
Dengan pasrah Anya menerima suapan sandwich itu yang dan bergantian dengan suaminya yang menyiapkan sendiri sandwich bekasnya itu, hingga berulang beberapa kali sampai mata Anya melihat sebuah seprei beserta badcover yang tadi malam mereka pakai tergeletak di pojok ruangan.
"Kenapa itu ada di situ!! " tunjuk Anya dengan nada bingungnya.
"Sepreinya bolong, gak bisa di pakai lagi! " jawab Len tanpa berfikir.
__ADS_1
"Bolong, kok bisa?? " pikir Anya yang logikanya mansion sebesar ini tak akan mungkin memiliki seprei bolong, kalau karena permainan mereka tadi malam sepertinya juga tidak mungkin menurut Anya.
Len yang keceplosan itu hanya bisa mengumpat pada dirinya sendiri dari dalam hati, karena seprei bolong itu memang ulahnya.
Flashback on
Saat selesai mengantarkan Anya masuk ke dalam kamar mandi, Len keluar dengan mata tertuju pada darah keperawanan istrinya yang masih menempel lekat di seprei yang kebetulan berwana putih malam itu.
Ia mendekat dan sempat memfoto beberapa kali darah kebanggaannya itu, di rasa tak puas di hatinya, Len mencari gunting di dalam laci dekat ranjang, lalu dengan berlahan ia menggunting bagian darah kebanggaannya itu.
Dan tak lama ia memanggil pak Pet untuk membantunya mengganti seprei yang memang harus di ganti.
Sedangkan pak Pet sedikit bingung dengan kain penutup ranjang itu bolong yang sepertinya memang sengaja di gunting, lalu pandangan pria paruh baya itu menatap orang yang sepertinya pelaku dari semua apa yang terjadi, apa lagi sebelumnya ia sudah mengecek kalau tak ada hal seperti ini sebelum tuannya memakai kamar pengantin mereka.
"Apa!! " ujar Len terdengar nyolot saat tau apa yang di pikirkan pak Pet.
"Kenapa Bisa seperti itu? " tanya pak pet yang membuat Len sedikit gelagapan dengan ulah konyolnya itu.
Tanpa mau menjawab Len menarik seprei dan badcover bekas istrinya dan menaruhnya di sudut kamar, dan dengan bantuan pak Pet Seprei baru dan bersih di ranjangnya terpasang dengan sempurna.
"Seprei kotornya biar saya cuci dibawah! " ijin pak Pet berniat mengambilnya di pojokan.
"Jangan! biar di situ saja! aku sendiri yang membersihkannya!! " jawab Len yang membuat pak Pet melongo. " Pak Pet keluar saja, istriku sepertinya sudah hampir selesai! " ucapnya karena pria tua itu terbengong karena ucapannya.
"Oh, baik tuan permisi! " ucapnya permisi keluar dari kamar majikannya itu.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...