Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Len Kesal


__ADS_3

Dengan langkah yang sedikit berlari, Anya keluar dari mobil menuju ruang perawatan sahabatnya, sampai ia tak sadar meninggalkan anak dan suaminya di belakang, sahabat mana yang tak khawatir saat mendengar ke adaan sobat terbaiknya dalam ke adan tak baik baik saja.


Dengan Len yang menggendong Dante di belakang Anya, karena tak mungkin membuat sang anak mengikuti langkah besar dan cepat orang dewasa, sedangkan kaki kecilnya pasti tak mampu untuk mengikuti.


Di lobi rumah sakit dengan sok taunya Anya nyelonong masuk yang pada akhirnya di tegur oleh sang suami.


"Baby!! baby!!! " panggil Len sedikit keras yang membuat langkah Anya berhenti. " Kau sudah tau ruang perawatan sahabatmu??? " tanya Len yang pasti sudah tau jawabannya.


"Tidak!!! " ucap Anya dengan menggelengkan kepalanya.


"Ck, kau ini!!!! diam di situ, aku akan tanya kan pada resepsionis!!! " ucap Len yang di setujui oleh Anya.


Pada akhirnya Len lah yang menanyakan ruangan sahabat istrinya, dan meninggalkan istrinya dengan Anya yang benar- benar berdiri mematung dari awal ia berhenti.


Yang tak butuh waktu lama ada seorang pria yang menghampiri Anya yang tak kuat melihat kecantikan nya apalagi hanya sendirian, yang akan menjadi sasaran empuk pria pria jomblo.


"hey!!! " sapa pria itu yang membuat Anya menatap bingung karena merasa tak mengenal, "boleh tau namamu? " lanjut pria asing dengan bertanya.


Tanpa ada basa-basi, Anya menunjukkan cincin yang tersemat di jari manisnya, memperlihatkan statusnya yang tak bisa di ganggu oleh pria manapun.


"Tak masalah!! hanya nama saja, lagi pula sendiri juga!!! " ucap pria itu yang ternyata tak mempan dengan menunjukkan cincin pernikahannya.


"Boleh, asal harus izin pada suamiku dulu!!! " ucap Anya menunjuk Len yang berdiri membelakangi nya dengan putra kecil mereka yang sedari tadi menatap tajam pria yang mengajaknya berkenalan.


Yang otomatis pria asing itu mengarahkan pandangannya ke arah yang di tunjukkan Anya tadi, nyalinya mulai menciut saat melihat pria berbadan besar dan tegap dengan setelan jas yang terlihat bukan orang biasa, rasa takut dan minder nya membuat pria asing itu berlahan menjauh dari tempat Anya berdiri.


Sedangkan di tempat Len menanyakan ruang perawatan Senta, suami Anya itu membalikan badanya menatap sang istri yang masih berdiri di tempat yang sama setelah mendapatkan informasi yang ia dapat.


"Lihatlah mom mu!!! lucu sekali!!! " ucap Len yang malah membuat bahan ghibahan bersama putranya, sembari menatap Anya dari kejauhan.

__ADS_1


"Bukan lucu tapi cantik, lihatlah semua pria pasti memandang ke arahnya!!! " ucap Dante , pria kecil itu tak mengatakan sebenarnya karena tau sifat pencemburu dad nya itu, lagi pula ia melihat sendiri mom nya melakukan hal yang benar dan bisa mengatasinya sendiri, ucapannya barusan saja sudah membuat raut wajah dad nya berubah kesal dan menyadarkannya akan situasi sekitar mom nya.


Memang benar, tak hanya pria tapi juga wanita yang kadang menatap istrinya dengan penuh puja, apalagi kalau bukan kecantikan dan body goals nya, yang memang idaman setiap pria maupun wanita.


Tak ingin membiarkan istrinya berlama-lama di tatap orang, Len tanpa melanjutkan ghibahan nya langsung berjalan cepat ke arah sang istri berdiri, hatinya tiba- tiba dongkol saat tau Anya semakin menjadi pusat perhatian.


"Kenapa masih berdiri di sini!!! " ucap Len yang kesal membuat Anya mengerutkan dahinya karena bingung, tapi tidak dengan Dante yang tau situasi dari awal.


"Apa karena hal tadi!!!" batin Anya menebak kekesalan suaminya, tapi saat ia memandang sang anak yang jadi saksi kejadian tadi malam menggelengkan kepalanya pelan. "Dad sudah mendapatkan info ruang perawatan Senta??? " tanya Anya mencoba tak peduli dengan wajah kesal Len yang belum tau sebabnya.


"Sudah!! jalan di sampingku!!! " ucap Len jutek dengan menggandeng tangan Anya dan berjalan menuju ruangan yang mereka tuju, karena baginya tak sulit untuk menggendong Dante dengan satu tangannya.


"Apa aku punya salah? " tanya Anya dengan hati-hati, karena ia juga tak merasa melakukan kesalahan, toh tadi dia juga dengan tegas menolak pria yang berkenalan padanya, dan tak peduli akan sekitarnya.


"Huuufffttttt!!!!! " Len menghela napas panjang untuk menetralkan rasa kesal dan cemburunya. " Tak ada yang salah!!! kau terlalu cantik yang pada akhirnya membuat pusat perhatian di sekitarmu!!! aku sedikit kesal saja!!!! " ucap Len jujur tapi rasa kesalnya bertambah saat mendengar jawaban absurd istrinya.


"Hey!!!! jangan merubah apapun yang di berikan Tuhan untukmu!! bersyukur!!!!! " ucap Len semakin kesal dengan sedikit meninggikan suaranya.


Anya yang niatnya bercanda malah membuat suaminya marah itu langsung memeluk lengan besar suaminya, berniat merayu untuk menghilangkan rasa marah Len padanya.


"Maaf dad!! hanya bercanda!!! " ucap Anya dengan suara manja dan bergelayutan di lengan besar Len.


"Glugggg!!!! " Len hanya bisa benelan ludahnya kasar karena lengannya begitu menempel pada benda yang tadi siang sempat ia mainkan, begitu kenyal dan menggoda untuk tak di permainkan.


Sedangkan Dante yang telinganya pas berada di leher daddy nya, secara tak sengaja mendengar suara ludah yang di telan.


"Kau menelan ludahmu!!! " ucap Dante spontan dengan menunjuk leher seksi daddy nya dengan jakun yang menonjol dan akan terlihat naik turun saat menelan sesuatu .


"Daddy suka?? " tanya Anya sengaja menggesekkan lengan Len pada gunung tak berapinya yang semakin membuat suaminya panas dingin di lorong rumah sakit apa lagi adanya anak yang berada di samping mereka persis.

__ADS_1


Dante hanya bisa menatap bingung kedua orang tuanya yang berperilaku sedikit aneh menurutnya dan memilih menjadi penonton saja.


"Ki... kita hampir sampai di ruangan sahabatmu!! itu ruangannya!!! " ucap Len menunjuk ruang VIP tak jauh dari mereka berdiri, untuk mengalihkan godaan yang tak bisa untuk ia kontrol jika semakin menjadi-jadi.


"Benarkah? " ucap Anya memastikan yang di angguki suaminya. " duluan dad!!! " lanjutnya berlari melepaskan pelukan berbahaya bagi suaminya dan meninggalkan suami dan anaknya lagi di belakang.


"Huuuffftttt!!! " lega Len yang menatap istrinya dari kejauhan karena lega tas godaan yang terkutuk karena tak tau tempat itu.


"Kenapa?? " tanya Dante yang masih bingung dengan apa yang terjadi barusan di depan matanya.


"Kau akan tau saat sudah dewasa nanti!!! " jawab Len dengan singkat.


"Kenapa harus menunggu dewasa? tinggal jawab saja!!! " ucap Dante yang masih sedikit punya rasa penasaran.


"Karena jawabannya tak pantas untuk anak se usiamu!! kau akan belajar dengan sendirinya nanti tanpa harus meminta jawaban dari dad!!! " jawab Len yang membungkam bibir anaknya sendiri.


Dan pada akhirnya ayah dan anak itu masuk ke dalam ruang perawatan Senta dengan len yang membuka kenop pintu untuk menyusul istrinya yang masuk lebih dulu sedari tadi.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2