
"Kau harus bahagia, kau akan mendapatkan kebahagiaanmu, keluarga yang kau impikan selama ini, cintanya kau mau, dan malaikat-malaikat kecil pelengkap kebahagiaanmu nanti, kau mendapatkan segalanya sekarang! dan jadilah lebih kuat untuk melindungi keluargamu, jangan sampai lengah seperti papamu dulu, kau harus semakin kuat setelah ini nak, aku selalu mendoakan kebahagiaanmu! " ucap pak Pet dengan satu air mata kebahagiaan menetas di matanya.
"Ya, Terima kasih untuk semuanya, berjanjilah untuk selalu berada di dekatku sampai kapanpun, Terima kasih!! " ucap Len yang tulus.
Sedangkan mempelai wanita yang menyaksikan itu tersenyum kecil dengan rasa haru di hatinya, banyak orang yang mendoakan kebahagiaan pernikahannya, membuatnya optimis menjalani bahtera rumah tangganya kedepan dengan memberikan banyak cinta untuk orang-orang terkasihnya.
Dari acara sakral mereka, berubah menjadi acara makan-makan dan pesta kecil-kecilan untuk merayakan hari pernikahan mereka, dengan Len yang hari ini memperbanyak senyuman dan banyak bicara, terlihat betapa bahagianya pria dingin dan kejam itu.
"Aku harap senyuman ini terus ada dan tak pernah luntur untukku, aku tau kedepannya banyak lika-liku yang akan kita hadapi, tapi aku yakin kita bisa melaluinya, dengan besarnya cinta dan kepercayaan kita!! l love you daddy!!" batin Anya yang tersenyum menatap kebahagiaan suaminya.
"Kenapa baby? " tanya Len dengan merangkul pinggang istrinya dengan satu tangannya yang sedang melamun itu.
"Tidak!! aku hanya terpesona dengan senyumanmu ini! " jawab Anya dengan menatap penuh cinta wajah suaminya.
"Kau juga sangat cantik hari ini, tadi aku yakin tak akan terkejut karena kau memang selalu cantik, tapi saat aku melihatmu kau benar-benar di laur ekspektasi ku!! kau sangatlah cantik baby! " puji len.
"Ck, acara sudah akan selesai dan kau baru memuji ku!! " ucap Anya yang menyindir suaminya.
"Aku terlalu sibuk membagi kebahagiaanku, sampai lupa memuji kesempurnaan istriku ini hm!!! " kata Len.
"Belum juga sehari sudah lupa dengan istrinya! " ucap Anya yang semakin menyudutkan suaminya.
Len yang mendengarnya semakin mempererat pelukan di pinggang Anya sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya yang sesekali memberikan ciuman di pipi cabi Anya sebagai permintaan maaf.
Tapi tanpa mereka sadari ada sepasang mata kecil dengan pakaian lusuhnya menatap pria yang ia kenal melalui foto yang di berikan ibunya, ia bisa melihat dari kejauhan setelah berhasil masuk dengan tubuh kecilnya yang mudah bersembunyi.
Tapi sayangnya tubuh kecilnya itu tak menjamin ia tak tertangkap dengan begitu ketat dan banyaknya penjaga di luar sana.
"Akkkkhhhhn, lepas!! aku mau bertemu papa ku!! lepas!! di sana papaku berada!!!! akkkhhhh!!! " ucap gadis kecil yang memberontak dari gendongan pria berbadan besar itu.
__ADS_1
"Ayolah, jangan mengada-ngada, jika kau lapar akan aku ambilkan makan sebanyak-banyaknya!!! " ucap penjaga itu yang sangat tak percaya dengan ucapan mahluk mungil itu. "Jika tuan tau bisa bahaya ini, ck!!! kenapa bisa ada anak kecil yang masuk sih!!! siapa juga dia!!! " batin penjaga yang merasa kecolongan.
"Tidak, di sana ada papa ku!!! lepaskan dulu!! " ucap gadis kecil itu.
"Tunggu!!! berhenti di tempat kalian! " ucap Dante yang tak sengaja mendengar keributan saat berjalan-jalan karena bosan dengan acara orang dewasa.
"Tuan kecil!! " sapa penjaga yang sedang menggendong gadis kecil dan beberapa penjaga yang mulai mendekat. "Dia orang asing yang tak di perkenankan untuk masuk, dan dia juga menyelinap untuk masuk ke sini! " ucap sang penjaga.
"Kakak!!! kakak tolong aku!! aku mau bertemu papa ku, dia ada di dalam sana, aku yakin itu!! mama bilang papa akan menjemputku nanti, dan sekarang aku bertemu dengannya!! kakak tolong aku , biarkan aku bertemu dengan papaku! " ucap gadis kecil itu yang terdengar cerewet.
"Papa? siapa? Apa paman bastian?? bukankah baru kemarin istrinya melahirkan anak pertama mereka?? siapa lagi! masa daddy!! tidak, tidak!! daddy baru menikah tadi, atau grandpa?? tapi grandpa terlalu tua untuk punya anak sekecil ini!! jadi siapa? " batin Dante mengurutkan orang yang sudah menikah di dalam acara. "Turunkan dia!! " perintah Dante yang berminat membawa gadis kecil itu masuk, karena rasa penasaran nya yang sangat besar.
"Tidak tuan kecil, dia penyusup di.... "
"Apa berbahayanya gadis sekecil itu? " potong Dante sekaligus menyekak sang penjaga. " turunkan dia! " perintah Dante.
"Dia bukan tamu undangan di sini! " ucap penjaga itu yang kekeh akan aturan yang ada.
"A.. akan aku periksa dulu! " ucap sang penjaga untuk menjamin ke amanan di dalam sana. " Su... sudah!! " ucapnya lagi dengan menyerahkan gadis kecil yang tersenyum ceria itu pada tuan kecilnya.
"Ikut dengan ku! " ucap Dante mengandeng tangan yang jauh lebih kecil darinya itu.
"Terimakasih kakak! " ucap gadis kecil itu dengan berjalan beriringan dengan Dante.
Walau membiarkan putra majikannya itu membawa gadis kecil yang tak berbahaya itu, sang penjaga tetap mengikuti langkah dua manusia kecil itu, mengantisipasi kejadian yang tak di inginkan.
"Berapa usiamu? " tanya Dante.
Dengan begitu polosnya gadis kecil dengan pakaian lusuh itu menghitung dengan satu jarinya yang tak berpegangan dan menunjukkan ke lima jarinya ke arah Dante.
__ADS_1
"4 tahun lebih kecil dariku!! di mana orang tuamu? " tanya Dante lagi.
"Papa ku ada di dalam! kalau mamaku memang jarang pulang, tapi akhir-akhir ini dia tak kelihatan sama sekali! entah ada di mana! " jawab gadis kecil itu membuat langkah Dante terhenti.
Ucapan gadis kecil itu mengingatkan Dante pada masa lalunya dulu, mamanya yang jarang pulang dan papanya yang entah di mana, hanya saja nasibnya lebih beruntung karena memiliki kehidupan materi yang lebih layak dari gadis di depannya, hal itu yang mendorong Dante untuk mempertemukan gadis kecil itu pada papanya selain dengan rasa penasarannya, dan semoga nasib gadis kecil ini bisa sepertinya saat setelah bertemu papanya nanti.
"Kakak kenapa? " tanya gadis kecil itu melihat Dante yang terdiam yang otomatis menghentikan langkahnya.
"Ti.. tidak! kenapa kau bisa sampai di tempat ini? ini jauh dari perkotaan?? dan lihatlah bajumu!! kau tak punya baju lain apa? " tanya Dante dengan melangkahkan kakinya kembali .
"Aku kabur saat akan dibawa ke panti asuhan, aku di paksa untuk itu, aku mau bertemu dengan papaku dulu, aku yakin papa akan menjemputku di tempat yang aku tinggal I, walau tak layak sih!! " ucap gadis kecil itu tanpa ada rasa kesedihan di wajahnya.
"Harusnya kau tak boleh begitu!! itu sangat berbahaya bagi anak kecil sepertimu, di luar sana banyak orang orang jahat yang mengincar gadis kecil sepertimu!! " kata Dante menasihati gadis kecil yang malang itu.
"Aku sudah bisa hidup di luar, Orang-orang jahat adalah hal biasa di lingkungan ku! " jawab gadis kecil itu yang membuat Dante terdiam sesaat.
"Siapa nama.... "
"Papa!!! " teriak gadis kecil itu saat melihat orang yang ia maksud.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...