
Tak terasa 3 jam sudah Anya menghabiskan waktunya untuk kuliah hari ini, dengan segera ia mengemasi buku dan laptopnya bersiap pulang.
"Halo pak? Anya sudah selesai kuliahnya!! jemput sekarang ya!! " kata Anya sedang menelpon.
"Siap non!! " kata pak buf di sambungan telpon.
Anya berjalan keluar kelas setelah selesai menelpon. Tapi tak lama langkahnya terhenti karena ada yang memanggilnya.
"Anya, " panggil Cody sambil berlari menghampiri Anya.
"Ya, ada apa? "
"Kamu mau pulang? "
"Menurutmu? " kata Anya yang malah bertanya balik.
Cody mulai mengamati penampilan anya yang memang terlihat akan pulang.
"Menurutku kau cantik! " jawab Cody tak nyambung.
"Ck, basi!! "
"Cody!! " panggil sam
Pria satu jurusan yang tadi duduk di sebelah kiri Anya, pria pendiam itu ternyata sahabat Cody.
"Apa!! " sewot Cody yang merasa terganggu dengan kehadiran sahabatnya.
"Pulang!! "
"Sebentar!!" kata Cody lalu beralih ke Anya . " Anya pulang dengan siapa? aku antar ya? " tawar Cody.
"Tidak, Terima kasih!! Anya di jemput supir rumah! permisi! "
Tanpa menunggu jawaban Cody, Anya berlalu pergi, tapi Cody tetap mengikutinya.
"Aku antar sampai depan, oke! " tawar Cody yang mengikuti langkah anya.
"Tidak perlu".
Tapi tetap saja Cody terus mengikutinya, dengan juga di ikuti sam yang memang pulang bersama Cody.
Sampai di depan gerbang, jemputan Anya masih belum datang, terpaksa Anya harus menunggu, dengan Cody yang masih stay di samping Anya.
" Belum di jemput? " tanya Cody.
Hanya di jawab anggukan dan menatap wajah Cody sekilas.
"Oh, kenalkan ini sahabatku sam, dia duduk di sebelah kirimu tadi! " kata Cody memperkenalkan.
Terpaksa Anya menjabat tangannya untuk berkenalan, karena menghargai Cody.
"Anya." kata Anya singkat.
" Samuel, panggil sam seperti Cody saja. " kata sam menatap Anya. " Ternyata cantik sekali, tangannya lembut! " .
"Sudah cukup pegangan tangannya. " kata Cody memisahkan tangan yang bersalaman itu.
Tak ingin tangan Anya di pengang pria lain terlalu lama, meskipun sahabatnya sendiri.
" Anya!! " panggil tiba- tiba dari orang yang Anya kenal.
Anya memejamkan matanya sebentar, untuk menetralkan rasa kesalnya. "Kenapa dia harus muncul sih!!! " sebal Anya dalam hati
"Apa? " santai Anya menoleh ke sumber suara.
"Siapa mereka? " tanya Riky seolah seorang kekasih yang meminta kejelasan.
"Tanya sendiri!! "
__ADS_1
"Kamu anak baru sama kayak anya kan? " tanya Cody memastikan.
"Ya." jawab singkat Riky.
"Aku Cody, dan ini sam sahabatku! " kata Cody
"Riky!! Riky. " kata riky bergantian menyalami sam dan Cody.
Lalu kembali memfokuskan dirinya pada anya.
"Anya besok jadi bawain cake buatan kamu kan. " tanya Riky
"Jadi kok!! "
" Aku juga mau. " nimbrung Cody.
"Aku juga boleh. " sam yang tadi diam tiba-tiba ikutan.
"Niat iseng, kenapa jadi beban gini sih. " kata Anya dalam hati sambil melirik 3 pria di depannya.
"Apa sih, ini khusus dari Anya buat aku. " kata Riky tak Terima.
Sedangkan Anya hanya mengerutkan keningnya mendengarkan perkataan konyol Riky.
"Kalau di buatin cake, aku pinjami buku catatan ku, bagaimana? tawar Cody yang tau Anya cukup banyak ketinggalan pelajaran.
Mendengar penawaran menggiurkan, Anya tersenyum cerah di buatnya, tapi....
" Apa yang kamu tawarkan? " tanya Anya pada sam yang belum memberikan penawaran.
"Aku akan meminjami mu catatanku, punya Cody pasti tidak lengkap. " kata sam yang memang lebih rajin dari Cody.
" oke, deal!!! " kata Anya.
"Tapi Anya...... " protes Riky terpotong.
"Jemputan ku sudah sampai, bye guys!! " pamit Anya langsung pergi.
Sedangkan Anya, yang sudah di dalam mobil tiba-tiba cemberut kesal dan menggerutu tidak jelas.
"Apa ada masalah di kampus nona? " tanya pak buf yang sedari tadi melihat tingkah nona nya.
"Ada pengganggu baru!! Anya kesal!! "
"Menganggu bagaimana? nona jadi korban bullying? " tanya pak buf dengan khawatir.
"ck, bukan bully pak buf, tapi pokoknya ngeselin deh, suka ngikutin Anya!!"
Perkataan Anya membuat pak buf tersenyum yang tadinya terlihat khawatir.
"Berarti suka sama nona itu! " kata pak buf dengan menggoda.
"Bodo amat!! " .
Sesampainya di kediaman Waber, Anya berlari masuk rumah dan mencari sang mama.
"Ma?? " teriak Anya berlari ke dapur mencari sang mama.
"Mama!!!!! " jerit Anya lebih kencang.
Karena tak menemukan mama Rosa di dapur, Anya berlari menaiki anak tangga menuju kamar papa mamanya.
"Ma?? " panggil Anya di depan pintu yang di kunci.
"Apa sayang? " jawab mama di dalam kamar.
"Kok di kunci ma?? Anya mau ngomong penting!! ".kata Anya yang sempat membuka pintu kamar mama Rosa.
" Sebentar sayang. "
__ADS_1
10 menit berlalu, tapi sang mama belum membukakan pintu,membuat Anya menjadi kesal.
bugh, bugh, bugh...
"Mama!!!! " jerit Anya yang mulai mengebor gedor kamar mama Rosa.
Dan tak lama mama Rosa keluar dengan baju yang sedikit berantakan, tapi mulai di rapikan sedikit-sedikit.
"Mama kenapa? " kata Anya melihat mamanya yang sedikit aneh.
" Tidak sayang, ada apa hm? "
Sebelum di jawab, keluarlah papa Oscar dengan wajah di tekuk nya!!.
" Papa sudah di rumah!"
"Ck, pengganggu!! " sebal papa yang malah membuat Anya bingung.
"Sudah-sudah, tadi Anya mau ngomong apa sayang? " tanya mama Rosa.
"Anya mau ajak mama buat dessert cake, karena besok mau bawain temen Anya, nanti Anya di pinjami buku catatan mereka. " terang Anya.
Membuat papa Oscar menghela nafas panjang. Hanya hal seperti ini Anya harus heboh, bahkan menggangu kesenangannya yang belum usai tadi di kamar.
"Hanya itu? " tanya papa Oscar penuh penekanan.
"Itukan penting pa. "
"Ck, lebay!! " cibir papa.
Mama Rosa yang melihat sang suami menahan hasrat yang belum sempat tersalurkan jadi meringis ngeri, apa-apa seolah salah, PMS versi pria.
"Sudah-sudah, Anya mandi dulu baru buat cake nya ya, mama mau mandi juga oke! " kata mama menengahi.
Anya hanya mengangguk dan berlalu ke kamarnya, membersihkan tubuhnya.
*****
Di perusahaan Bercker company, Len saat ini sedang duduk berhadapan dengan carl, Noberto, dan Norbert.
"Seperti perkiraanmu, Anya masuk di kampusmu! " kata carl.
Len tersenyum mendengarnya, setidaknya iya bisa memantau Anya lagi dari kejauhan seperti saat di SMA.
"Dia masuk dengan teman prianya, Riky!! dia juga yang ikut akselerasi bersama Anya!! bahkan juga mengambil jurusan yang sama, sepertinya dia mengikuti Anya!! " kata carl lagi, membuat senyum Len tiba-tiba menghilang.
"Kau cemburu?? " tanya carl.
"Tidak, aku hanya akan memastikan Anya akan baik-baik saja. "
"Baru sehari saja Anya sudah jadi perbincangan di seluruh kampus!! bahkan sudah ada pria yang berani mendekati Anya. " kata carl yang memang melihat anya bersama Cody dan sam.
Len terdiam sesaat. " Apa Anya bahagia? " tanya Len.
"Tidak, dia terlihat kesal tadi!! " jujur carl.
Membuat Len mulai berfikir bagaimana menjauhkan Anya dari pria-pria yang membuatnya kesal.
"Aku harus menelpon tuan Oscar. " kata Len yang menurutnya solusi yang tempat.
Sedangkan ketiga pria itu tersenyum menatap Len yang terlihat cemas saat ini.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...