
"Karena aku memang berniat marah padamu!!!! " ucap Anya yang terus memukul tubuh suaminya, " Apa lagi dengan kelakuan sahabatmu yang seenaknya sendri sama seperti mu!! membuatku semakin marah dengan kalian!!! iiiiihhhhhhhh!!!! " marah Anya terus memukul dengan bantal sampai sepuasnya.
Cukup lama Len menunggu berharap pukulan bantal itu mereda karena ia sengaja membiarkan istrinya meluapkan amarahnya, tapi harapannya itu tak kunjung terwujud yang membuatnya memilih menahan kedua tangan istrinya yang sedang memegang bantar, berniat menghentikan pukulan-pukulan yang sebenarnya tak sakit sedikitpun.
"Cukup baby!! kau tau apa yang terjadi pada mereka kan?? dan Carl selayaknya bertanggung jawab sebagai pria sejati!!! " ucap Len setelah menghentikan pukulan istrinya yang sekarang berganti tatapan tajam tapi menggemaskan baginya.
"Pria sejati tak akan menyakiti wanita yang ia cintai, pria sejati pasti akan menghormati dan menjaga wanita yang ia cintai, apa lagi ini tentang kesucian, mungkin bagi kalian ini hal biasa karena hidup di era seperti ini, tapi bagi kami itu hal berharga yang bisa kami banggakan, membuat
kami bernilai tinggi sampai nominal pun tak bisa menilainya!!! " ucap Anya penuh penekanan, merubah suasana lebih serius, apa lagi ada air yang menggenang di kelopak matanya.
"Aku paham baby!! aku paham apa yang kamu rasakan hm!!! " ucap Len memeluk tubuh istrinya yang akan menangis, "Ini sudah menjadi keputusannya bukan, sudah jangan menangis!!! biarkan takdir berjalan seperti semestinya!!! " lanjutnya dengan bijak yang merasakan tubuh istrinya bergetar karena mulai menangis.
"Hiks, hiks!!! kenapa harus Senta!! dia gadis yang baik, kenapa harus merasakan cobaan bertubi-tubi seperti ini di hidupnya, hiks, hiks!!! hidup yang ia jalani selama ini begitu tak mudah untuk ia lalui, dan sahabat bajingan mu itu menambah penderitaannya, hiks, hiks!!! " ucap Anya dengan tangisan pilu membayangkan dan juga ikut merasa sakit hati sahabatnya dengan pelan memukul dada bidang suaminya meski sudah di peluk. " Tau gitu aku tak akan membiarkan Senta dekat dengan bajingan itu!!!! " lanjut Anya.
"Bagaimana caranya? kau sendiri tak tau mereka sedang dekat!!! " ucap Len membicarakan realita yang ada.
"Ia juga ya!! hiks, hiks!!! " menyadari itu ia hanya bisa menangis sedangkan sang suami menahan senyumnya mendengar kelucuan sang istri.
Tapi tak lama dari itu Anya melepas pelukan suaminya dengan mengelap sisa air matanya dengan kimono yang masih melekat di tubuhnya.
"Sudah, aku mau mandi!! putraku nanti menunggu lama!!! " ucap Anya berjalan ke kamar mandi untuk mandi lagi.
"Udah tak apa??? " tanya Len memastikan karena beberapa menit yang lalu istrinya itu masih menangis tersedu-sedu.
"Ya!! " jawab singkat Anya sambil berjalan menuju kamar mandi, karena menangis saja tak akan membuatnya lega, dan membuat rencana memberikan pelajaran pada bajingan yang menyakiti sahabatnya itu besok.
"Aku ikut baby!!! " ucap Len yang kembali tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada ikut berlari kecil ke arah sang istri.
"Tidak!! " tolak Anya dengan penuh penekanan, dan dengan cepat menutup lalu mengunci pintu kamar mandi sebelum sang suami ikut masuk, karena ia sangat yakin kalau suaminya melihat tubuh telanjangnya, bukan lagi meminta mandi bersama nantinya, bahkan lebih dan lebih yang akan membuatnya lemas untuk ke tiga kalinya.
__ADS_1
"Baby!!! " panggil Len dengan menggedor-gedor pintu kamar mandi tapi tak di hiraukan oleh sang istri. " kau jahat pada suami mu baby!!! " keluh Len bercampur kesal karena permintaanya tak di turuti.
Pada akhirnya Len memilih duduk di sofa menunggu mandi istrinya selesai dengan perasaan dongkol nya, hingga tak lama apa yang ia tunggu keluar juga, memperlihatkan tubuh telanjang sang istri yang berlari ke arah ruang ganti.
Len melongo sesaat melihat tingkah kekanakan istrinya, yang tentu saya membuat si boy bereaksi melihat keindahan tubuh istrinya, dengan cepat Len berjalan ke arah ruang ganti untuk memberikan pelajaran pada sang istri untuk ke tiga kalinya, tapi hal itu seketika diurungkan karena pria kecil tukang ganggu.
Tok, Tok, Tok...
"Mom, dad!!! " panggil Dante dengan suara melengking.
"Ya!! " jawab Len, yang tadinya berjalan ke arah ruang ganti berbelok ke arah pintu masuk kamarnya, "Pengganggu satu ini!!! " batin Len yang semakin kesal, lalu membukakan pintu untuk anak laki-laki nya.
"Mana mom? " tanya Dante yang sudah wangi, berganti pakaian, dan terlihat lebih segar dari yang tadi.
"Ganti baju!! " jawab singkat Len menatap sinis putranya. " Dad mandi dulu!!! " lanjut Len meninggalkan sang anak yang duduk di ranjang mereka.
Tak lama dari itu, keluar Anya dengan piyama tidur melekat di tubuhnya, dan sedikit kaget saat melihat putranya sudah duduk di ranjang mereka.
"Sayang!! " sapa Anya sembari berjalan ke meja rias nya untuk melakukan rutinitas nya setelah mandi.
"Di antara kalian ada yang masih ngompol? " tanya random Dante saat melihat ada bagian seprei yang terlihat basah.
"Emm, ngompol?? " bingung Anya sembari berjalan dan menatap apa yang Dante lihat.
Tapi seketika ia gelagapan saat tau cairan apa yang membuat seprei nya basah, dan pastinya itu bukan ngompol karena Anya dan sang suami tak pernah seperti itu.
"Emmm, itu..... i.. tu, itu kepala dad yang basah setelah mandi tadi, bukan ngompol!! hehehe ya, itu kepala dad yang basah!!! " ucap Anya beralasan yang tak jelas sama sekali sangking paniknya Dante melihat cairan percintaan mereka tadi.
"Tapi dad barusan baru mau mandi!! " ucap Dante yang merasa alasan mom nya begitu tak masuk akal. "Bilang saja kalau habis ngompol!! aku juga tak akan menertawakannya kok!!! " batin Dante.
__ADS_1
"Benarkah? " ucap Anya memastikan.
Tapi tak lama dari itu, keluar sang suami dengan kepala yang basah dan kimono di tubuhnya yang menandakan Len baru selesai mandi.
"Lihat sendiri itu!! " tunjuk Dante dengan dagunya yang membuat mom nya terlihat gugup.
"Aduhhh, gimana ini!!! " batin Anya bingung, tapi saat melihat sang suami , ide jahilnya muncul untuk memberikan pelajaran pada orang yang membuatnya kesal tadi. " iya, dad ngompol, dan tidak boleh bilang siapa-siapa!!! " ucap Anya dengan berbisik di telinga anaknya, dan memilih menjadikan suaminya tumbal.
"fffftttttt!!! " Dante menahan tawanya dengan kedua tangannya saat mendengar penuturan mom nya.
"Kenapa? " tanya Len yang bingung dengan tingkah kedua orang yang ia cintai sembari mengeringkan rambut basahnya dengan handuk.
"Tidak!!! aku dan Dante keluar dulu, bye dad!!! " ucap Anya menarik pergelangan tangan anaknya dengan pelan.
"Bye dad!! nanti saat tidur kau harus menggunakan Pampers!!! " ucap Dante sebelum pergi dengan tawa tertahannya.
Membuat Len yang di tinggal semakin bingung, tapi di tengah kebingungan nya ia memilih menyelesaikan rutinitas sesudah mandinya agar bisa menyusul istri dan anaknya, lalu menanyakan maksud ucapan sang anak.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1