Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Tak Tahan Godaan


__ADS_3

Dua dosen yang menyadari kehadiran siswa siswi nya langsung membenahi sikap mereka, dengan sang wanita yang malu sembari membenahi pakaian dan roknya, sedangkan sang pria hanya bisa menatap wanita yang mematung menatapnya dengan buku-buku di tangannya.


Di dalam hari Carl merutuki dirinya sendiri dan wanita yang sempat bercumbu dengannya tadi.


Flashback On


Hari ini adalah hari yang sibuk bagi Carl karena ia harus mengajar di dua kampus dan masing-masing ada dua kelas, yang membuat Carl tak seribet biasanya kalau sudah berkabar-kabar dengan kekasih hatinya, tapi juga tak lupa mengabarkan kalau ia sibuk hari ini, yang membuatnya tak bisa intens mengabari Senta apa lagi niatnya untuk mengantar jemput tertunda, dan syukurnya Senta adalah gadis pengertian tanpa harus menuntut ini itu.


Dari pagi buta Carl sudah mengoceh selama dua jam di suatu kampus, selesai dari itu ia harus menuju kampus yang sama tempat kekasihnya menimba ilmu sebelum jam 10, karena pada jam itu dia Harus mengajar kembali.


Baru juga turun dari mobil sport miliknya, Len sudah di sambut dosen centil yang dulu juga sempat menjadi mainannya, dengan otak yang di penuhi Senta, Carl memilih menjauh dari pada menodai kesetiaannya nanti, melangkah pergi seolah tak melihat keberadaan dosen centil itu.


"Sir Carl!! " panggil dosen yang bernama Barbara itu dengan suara yang terdengar mendayu.


Carl yang seolah tuli, terus berjalan tanpa menghiraukan suara-suara setan yang akan menggoyahkan imannya nanti.


"Sir!! " panggil Barbara yang sekarang menyentuh lengan Carl saat tau di abaikan tadi.


"Maaf miss, saya ada kelas sebentar lagi! " ucap Carl yang melepas pegangan tangan dosen genit itu dan berjalan kembali.


Sebenarnya Carl menyadari kalau Barbara mengikuti langkahnya, hanya saja yang terpenting dosen genit itu tak berulah padanya, apa lagi jam mengajarnya yang cukup mepet sekarang.


Dan selama dua jam lagi, yang lagi-lagi Carl ngoceh tentang pengetahuan yang selama ini pelajari pada murid-muridnya sampai tanpa di rasa dua jam itu sudah berakhir, hatinya merasa lega setelah menyelesaikan dua tugasnya hari ini, dan tersisa dua kelas lagi, satu di kampus ini lagi dan sore menjelang malam di kampus sebelumnya.


Tapi hati yang senang tadi berubah kesal seketika saat Barbara ternyata masih menunggunya di depan kelas, tanpa mau menyapa Carl melangkahkan kakinya menuju ruangan pribadi miliknya.


"Tunggu sir!! kau kenapa seperti menghindar seperti ini! " ucap Barbara yang meminta penjelasan itu sembari mengikuti langkah Carl.

__ADS_1


"Tak apa, menjauhlah dariku! " ucp Carl dengan tegas karena mulai risih dengan kehadiran Barbara.


"Kenapa? kau ingin bermain sekarang hm!! " ucap Barbara sedikit berbisik. " Aku kangen dengan permainanmu! " ucapnya lagi dengan suara menggoda.


Carl yang mendengar itu memejamkan matanya sesaat untuk menetralkan nafsu siapanya itu tapi tak membuatnya menghentikan langkahnya, yang memang bener-bener ingin cepat menjauh dari penghuni neraka itu.


"Maaf, aku sudah punya pacar! dan aku sudah berhenti melakukan hal seperti itu! " ucap tegas Carl dengan melakukan hal benar untuk hubungannya saat ini.


"Buuuffffttt!!!! kau punya pacar?? kau berhenti???benarkah?? pacarmu tau kelakuanmu ini!!! come on, jangan membual padaku! atau jangan jangan dia kau bodoh i hm!! " ejek Barbara saat mendengar partner ranjangnya itu memiliki seorang kekasih.


"Dia tau segalanya makanya aku berubah! dan kau jangan pernah menganggu ku lagi, karena aku tak akan melakukan apa yang ingin kau lakukan lagi!! "


jawab Carl dengan penuh penekanan.


"hahahaha!!! kau membual Carl, kita main main di ruangan mu seperti ... "


Brak..


Baru saja selesai dengan ketegangan di luar, Tiba-tiba terdengar suara dering ponsel Carl yang menandakan ada pesan masuk, yang ternyata pesan dari kekasihnya, yang tadinya jengkel berubah senang dengan beberapa percakapan mereka.


Tak lama dari itu Carl kembali melakukan tugasnya yang ke 3, khusus di kelas ini jam mengajarnya lebih cepat 20 menit yang membuat Carl bisa mendapatkan jam istirahat cukup panjang.


Dengan langkahnya yang santai Carl terlihat sangat gagah bagi orang yang melihatnya, tak sering juga ia mendapatkan godaan kecil dari muridnya atau menjadi pusat perhatian kaum yang terpesona dengan wajah tampan dan gagahnya.


Saat menuju ruang pribadinya ia harus melewati ruangan dosen yang memang tak memiliki ruang khusus sepertinya, karena selain ia seorang dosen , ia adalah orang kepercayaan yang memegang kampus itu yang sebenarnya milik sahabatnya Len.


Tapi tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarik lengan ya untuk masuk ke dalam ruangan dosen itu, Carl yang tak siap tak bisa mengelak untuk tak masuk ke dalam ruangan cukup besar itu.

__ADS_1


Saat tau siapa yang menariknya tadi, Carl langsung melotot kan matanya, dan bersamaan dengan begitu cepat dosen genit yang ternyata Barbara itu mencium bibir Carl dengan paksaan sembari mendorong Carl ke arah kursi yang sudah ia siapkan.


Carl yang memiliki pondasi keimanan yang tipis dan lihainya Barbara menggodanya membuat Carl pria yang baru tobat itu terpancing juga, apa lagi Barbara yang duduk di pangkuannya dengan beberapa gerakan yang semakin membuat Carl lupa akan komitmennya kemarin.


Dan tak lama Carl juga ikut mendominasi yang tentu saja membuat hati Barbara berbunga-bunga, dengan berbagai cara membuat permainan mereka terjadi hari ini.


Tapi sekelebat bayangan wajah ceria Senta melintas di pikirannya, membuat Carl yang sadar akan perbuatannya itu dengan cepat melepas ciuman yang tak harusnya terjadi.


"Apa yang kau lakukan!! turun!! " marah Carl yang masih memiliki rasa tak tega mendorong perempuan yang pernah berjasa dalam hal pembuahan.


"Ayolah!! kalaupun kau memiliki pacar, kita bisa melakukannya di belakangnya!! " ujar Barbara dengan masih menggoda keimanan Carl.


jangan tanyakan keadaan Carl sekarang, karena pria itu sudah panas dingin mengontrol keimanannya dan si joni yang sedari tadi tak bisa ia kontrol sama sekali, ia hanya bisa mengandalkan akalnya yang mulai tak sehat itu.


"Jangan membuatku berbuat kasar padamu! " ucap Carl penuh penekanan.


Tanpa menghiraukan ucapan Carl, Barbara malah menurunkan yang harusnya di naikkan dan menaikkan yang harus di turunkan, yang ternyata tak terhalang apapun yang membuat semuanya goyah tanpa di minta.


Barbara kembali mencium Carl dengan agresif dan di balas oleh pria yang lupa segalanya itu, tapi saat Carl yang kembali akan mendominasi, Barbara sendiri yang tiba-tiba mengakhiri segalanya dan berdiri sembari membenahi pakaiannya, dan sejak saat itu juga ia menyadari ada orang melihat kemesraan mereka, sangking menikmatinya Carl sampai tak mendengar suara pintu terbuka.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2