Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Bertemu kembali


__ADS_3

Setelah kepergian anya tentu saja len dan Dante juga pergi meninggalkan bandara dan kembali ke kediaman mereka, tapi di jalan pulang Dante ternyata punya opsi lain.


"Jangan pulang dulu! ke perpustakaan kota dulu dad! " ucap Dante pada len.


"Baiklah! " jawab len menuruti sang anak.


Membelokkan arah mobilnya menuju perpustakaan kota walau jaraknya cukup jauh kalau dari arah bandara, tapi tak masalah bagi Len yang memang akan melakukan apapun demi anaknya.


Sampai di tempat tujuan, ayah dan anak itu langsung menjadi pusat perhatian di area perpustakaan yang rata-rata adalah seorang mahasiswi, menatap takjub pria tampan dengan satu anak itu, tanpa mempedulikan tatapan orang-orang di sekelilingnya, Len dengan menggendong dante berjalan masuk ke dalam perpustakaan.


"Bagaimana kalau mommy tau kalau daddy jadi pusat perhatian di sini ! " ucap Dante sedikit keras yang pasti di dengan orang yang mereka lewati.


"Kenapa memangnya! mommy mu tak mempermasalahkan hal seperti ini! karena dia tau yang mana yang pantas di cemburui! " ucap Len menohok yang tentunya di angguki saja oleh Dante. " Mommy mu bahkan jauh lebih parah dari ini! " jujur Len pada sang anak.


"Kau tak takut mommy di ambil orang?? padahal lebih parah dari ini! " tanya Dante.


"Tak ada yang bisa mengambil mommy mu dari ku, walau hatinya sekalipun! " Len percaya diri. " kau mau mencari buku apa? cepat biar cepat pulang! " kata Len sambil menurunkan Dante dari gendongannya, mengikuti setiap langkah sang anak yang mencari buku incarannya.


*****


Di sisi lain, anya sedang duduk di santai di kursi penumpang yang hanya ada dirinya dan beberapa pramugari dan pramugara yang sesekali melayaninya cukup baik.


Setengah hari lebih anya menghabiskan waktunya di atas awan, hingga beberapa menit yang akan datang ia tiba di tempat tujuannya, hingga begitu mulus jet pribadi yang anya tumpangi mendarat dengan selamat.


"Hufft!! akhirnya! " lega anya yang sudah sampai di tujuan.


Tak bisa di pungkiri, selama satu bulan ini ia sangat merindukan orang tuanya, walau di hatinya sempat berat harus meninggalkan dua pria yang ia cintai dan entah bagaimana keadaan mereka sekarang.


"Apa mereka sudah makan? " pikir anya sambil menunggu jemputan nya di bandara, karena malam semakin larut membuat Anya sedikit takut, apalagi dia berada di negara yang baru ia datangi.


Sampai sebuah panggilan yang sangat anya kenal, membalikkan badannya menatap wanita paruh baya berjalan beriringan dengan suaminya.


"Pa, ma!! " panggil anya juga sembari berjalan ke arah kedua orang tuanya.


"Sayang! " peluk kangen mama Rosa yang tak bisa di bendung sampai tak terasa tetesan air mata membasahi masing- masing pipi kedua wanita itu.


" Anya kangen tau! " kata anya sembari memeluk erat tubuh mamanya.


"Ya mama juga kangen sekali dengan anak gadis mama ini! " ucap mama Rosa sambil menciumi seluruh wajah sang anak.


"Tidak kangen papa? " tanya papa Oscar yang sedari tadi di cuekin .


"Papa! " kata Anya berbalik memeluk papanya.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu di sana hm? apa len memperlakukanmu dengan baik? " tanya papa Oscar.


"Sangat baik! " jawab anya dengan senyum bahagianya.


" Tidak macam-macam denganmu kan? " tanya papa Oscar dengan penuh selidik.


"Tidak lah pa! " jawab mantap Anya walau sedikit berbohong.


"Bagaimana ke adaan cucuku? katanya dia mau sekolah biasa minggu depan? " tanya mama Rosa pada cucunya yang menggemaskan.


"Dia baik, dia sangat bersemangat belajar!! dia juga jauh lebih terbuka dari sebelumnya! " jawab anya.


"Kita pulang sekarang! kau pasti lelah hari ini! " kata papa Oscar menggandeng kedua bidadarinya melangkah pulang di villa yang selama ini dia tinggali.


30 menit dari bandara mereka sampai di villa milik papa Oscar dengan Anya yang tertidur pulas di jok belakang.


"Sepertinya putriku kelelahan! " kata papa Oscar melihat begitu pulasnya sang anak tertidur walau dengan posisi tidak nyaman.


"Ya! dia melakukan perjalanan panjang di masa hidupnya selama ini! tentu saja dia akan lelah! " ucap mama Rosa sebelum keluar dari mobil.


Karena tak tega membangunkan sang putri, papa Oscar akhirnya membopong tubuh tak seberapa Anya dengan badan besar dan gagahnya di usia yang hampir setelah abad, meletakkan anak gadisnya di ranjang dengan hati-hati agar tak membangunkan tidur Anya, tak lupa memberikan ciuman sayang di kening Anya sebelum papa Oscar kembali ke kamarnya sendiri.


Pagi harinya saat anya bangun dari tidurnya hal pertama yang ia lihat adalah pemandangan laut yang luar biasa indah, warna biru lautan yang senada dengan warna langit menandakan cuaca bagus hari ini, membuat Anya terpesona tanpa sadar terbangun dari tidurnya dan terus menatap keindahan di depannya.


"Bagaimana dengan Dante dan Len jika kau tinggal di sini? " ucap papa Oscar yang sudah ada di belakang Anya, yang niat awalnya akan membangunkan anaknya.


"Ma.. maksud Anya akan betah sampai 7 hari ke depan! " ralat Anya yang lumayan kaget melihat papanya sudah ada di belakangnya, di angguki pelan papa Oscar sembari berjalan lebih dekat ke arah anaknya.


"Hari ini papa libur!! rencana kamu mau kemana? " tanya papa Oscar.


"Entahlah, mungkin keliling pantai sekitar sini dulu!" jawab Anya.


"Oke! tapi nanti malam ikut ke acara papa! "


"Acara apa? " tanya Anya penasaran.


"Ada pokoknya! sekarang kita sarapan dan main ke pantai seperti yang kamu mau! dan jangan lupa mandi dulu! " kata papa Oscar sambil mendorong pelan Anya untuk masuk ke dalam kamar mandi .


"Baiklah! " jawab anya yang memang berniat untuk mandi.


Selesai dengan ritual pagi keluarga kecil itu, papa Oscar dan Anya sudah siap dengan pakaian anak pantainya, menatap mama Rosa masih memakai pakaian rumahan.


"Mama tak ikut? " tanya Anya.

__ADS_1


"Tidak! mama bosen kalau hanya liat-liat pantai sini, mana panas lagi!! mama tidak mau ikut! " jawab mama Rosa yang.


"Baik lah, ayo pa! " kata Anya sambil mengandeng tangan papa Oscar.


Melangkahkan kakinya di pasir putih di sekitar pantai, memandangi hamparan luas dengan beberapa orang yang mulai terlihat melakukan aktifitasnya di pantai, tak sedikit warga asing yang terlihat sedang berlibur juga, yang sama-sama menikmati keindahan yang sama seperti yang Anya lihat, melangkahkan kakinya terus menjauh dari villa yang mereka tempati.


"Kita ke resort itu! " tunjuk papa Oscar pada resort yang tak jauh dari mereka berdiri yang tentunya di angguki anya. " panas? " tanya papa Oscar sembari mencari kursi kosong.


"Sangat! tapi pantainya sangat indah! " kata Anya yang mulai duduk di salah satu meja kosong.


"Tunggu sini sebentar! sepertinya papa harus menabung dulu di resort ini!! dan pesanlah dulu" canda papa Oscar sebelum pergi dari hadapan anaknya.


"Cih, menabung sebentar katanya? kau bahkan di kasih waktu 20 menit juga kurang kalau sudah mau menabung! entah apa yang di keluarkan! " cibir Anya sambil memandang papa nya yang berlalu pergi.


Dan memesan minuman yang sekiranya enak di tempat itu, tapi tak lama pesanannya datang, Tiba-tiba muncul pria yang tak di ingin kan di sana.


"Hai , kita bertemu lagi! " kata Tyga tanpa permisi duduk di kursi depan anya.


Anya terdiam menatap pria itu, seolah berfikir yang sebenarnya menutupi keterkejutan nya dengan kemunculan musuh dari kekasihnya.


"Siapa? " bingung anya yang sebenarnya tau siapa pria di depannya.


"Kau lupa dengan pria yang tertembak di sampingmu dulu? " tanya Tyga lagi.


"Pria??? Oh, aku ingat sih!! tapi aku tak ingat siapa kamu! " kata anya dengan santai tak kaget yang membuat Tyga mengerutkan dahinya.


"Aku Tyga! dan siapa namamu?? aku belum tahu namamu dulu? " tanya Tyga dengan tersenyum tipis.


"Jawaban masih sama seperti dulu! " Jawab Anya cuek.


"Ck, sombong sekali!! Tapi semakin menarik untuk mendapatkanmu ! Wow bahkan dadanya!! pasti masih ori gadis di depanku ini!!! " batin Tyga menatap lapar Anya, yang tentunya sangat membuatnya risih. "Tak apa, tapi sepertinya kita berjodoh Rose! " ucap pede Tyga dengan pertemuan kedua mereka.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2