Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Ujian


__ADS_3

Rica dan Anya terus beriringan berjalan menuju ujian, hingga langkah mereka terhenti mendengar suara yang tak asing bagi mereka.


"Guys!!! " Teriak Senta pada kedua sahabatnya.


Bersamaan Rica dan Anya menoleh ke sumber suara.


"Capek!! " Kata Senta karena mengejar ketertinggalan nya.


"Minum! " Anya menyodorkan air putih yang selalu di bawa dari rumah.


"Leganya!! " kata Senta setelah meminum air putih. "Kamu beneran ikut akselerasi nya? " tanya senta yang di angguki Anya.


" ck, kau tega meninggalkan kami! " kata Senta sedih.


" Kita? aku enggak ya! " kata Rica yang memang tak merasa di tinggalkan.


"kau tak merasa kehilangan sama sekali? sahabat macam apa kau!! " tak Terima Senta.


"Emang Anya mau ninggalin kita selamanya? enggak kan! hanya saja Anya lebih cepat menyelesaikannya di banding kita. Kita masih bisa main bareng, belajar bareng kan. Harusnya kita sebagai sahabat selalu mendukung Anya terus maju ke depan, bukan malah menghambat. " Terang Rica pada senta.


" Anyaaa!!! maaf, aku selalu mendukungmu kok!! " kata Senta menatap anya dengan sedih.


" Its oke, kita akan tetap sama-sama sampai berkeluarga nanti. " kata anya, merangkul kedua temannya sambil melanjutkan jalannya yang sempat terhenti.


Banyak yang anya syukuri saat ini, di saat hatinya yang patah, ia masih di kelilingi orang yang sayang dan peduli terhadapnya, yang sedikit dapat mengalihkan rasa sakitnya.


"Sepertinya ruangan ku berbeda guys. " kata anya melepas rangkulannya pada kedua sahabatnya.


"Otakmu beda dengan kita-kita, jadi ruangan juga harus beda. " kata Senta di balas tawa kedua sahabatnya.


"Semangat ujiannya guys!!! byeeee. " lambaiyan tangan anya sambil berlalu pada kedua sahabatnya.


Anya terus menyusuri lorong kelas demi kelas, menaiki tangga lantai dua sekolahan, hingga sampai di ruangan akselerasi.


Hanya terdapat 2 kursi di ruangan itu, tak termasuk kursi guru. Anya menjatuhkan bokongnya di salah satu kursi yang di sediakan. Ia berfikir bahwa buka hanya dia yang mengikuti ujian akselerasi di semester ini.


"Hai anya. " sapa Riky yang ternyata pemilik satu kursi kosong di sana.


" Kamu tak salah kelas kan? " tanya anya meyakinkan.


"Tidak, aku ikut akselerasi juga! " kata Riky


"Bukan karena aku kan? " tanya anya sekali lagi.


"emmmmm!!!" Riky pura-pura berfikir. " Salah satunya! " iseng Riky, yang di hadiahi satu pukulan dari anya. "akkkkkhhhhhhh, sakit anya. " adu Riky kesakitan.


"Jangan main-main dengan pendidikan! " kata anya dengan tegas menatap tajam laki-laki di sampingnya.


"Ck, aku tidak pernah main-main. Lagian hanya salah satu, berarti ada alasan lain juga, jangan GR kamu!! " kata Riky menggoda anya. Yang membuat anya malu di buatnya.

__ADS_1


Tak berselang lama masuk seorang dosen muda yang memang secara khusus di tugaskan untuk menjaga siswa siswi yang mengikuti akselerasi. Membuat Riky dan anya memandang setiap gerakan orang di depannya.


"pagi anak-anak. " sapa dosen muda.


"Pagi pak. " jawab Riky dan anya serempak.


" Perkenalan nama saya carlson Leaman, panggil saja sir carl, saya di tugaskan khusus mengawasi jalannya ujian akselerasi di SMA tunas bangsa sampai hari terakhir ujian di laksanakan , ada yang ingin di tanyakan?


"Tidak sir. " jawab Anya.


"Ada sir." jawab Riky bersamaan dengan Anya.


"Tanyakan sebelum ujian di mulai. " kata carl


"Apa sir carl masih single?" tanya Riky iseng.


Anya malah aneh di buat nya, "Kau belok. " bisik Anya pada riky yang mendapatkan plototan laki-laki playboy itu.


" Ya saya masih single? " jawab carlson yang malah menatap Anya. Sedangkan yang di tatap malah sibuk sendiri dengan alat tulisnya.


" Baiklah!!Riky Adrian Edmund dan Vanya waber mohon kerja samanya, hari ini kita mulai ujiannya. " kata carl serius.


"Baik sir! " jawab 2 peserta ujian itu dengan serempak.


Carl mulai membagikan kertas ujian pada masing masing peserta.


"Jangan sampai salah menulis nama, nomer NIK kalian, paham! " kata carl


Mulailah keheningan di ruangan tersebut, dua perserta dengan serius mengerjakan soal-soal ujian.


Sedangkan carlson diam-diam memperhatikan wajah cantik imut Anya yang serius, tapi terlihat lucu jika di pandang. Dengan bulu mata lentik yang bertengger di mata bulat bersihnya, bibir kecil berwarna pink alami yang sangat menggoda untuk di lahap.


"Cantik! ". satu kata yang tergambar di depan carl.


Mata carl berpindah turun dari wajah Anya, melihat sesuatu yang berukuran tak biasa bagi anak SMA.


" Sempurna!" ungkap carl dalam hati lagi.


Setelahnya carl mulai memfokuskan pada tugasnya saat ini, meski terkadang masih mencuri pandang sedikit, seolah mata itu sulit untuk di alihkan karena objek yang sangat indah di sana.


Cukup butuh waktu 30 menit Anya menyelesaikan soal ujian pertamanya. Sambil meregangkan tubuhnya sedikit, Anya mulai merefisi ulang agar tak ada yang salah, menurutnya.


Selesai merefisi jawabnya, Anya berjalan ke depan untuk mengumpulkan soal dan jawaban di meja guru.


"Kau yakin dengan jawabanmu? " tanya carl yang sedikit ragu, gadis di depannya menyelesaikannya dengan begitu cepat.


"Ya sir, " kata Anya setelah menaruh lembar jawabanya. "Apa bisa ujian selanjutnya di selesaikan sekarang sir? " tanya Anya yang memang ada 2 mata pelajaran yang di uji setiap harinya.


"Apa kamu masih sanggup? " tanya carl

__ADS_1


"Sanggup sir. " kata Anya menyangupi.


Mendengar kata sanggup dari sang gadis, carl mengeluarkan soal ujian mata pelajaran kedua. Saat memberikan soal ujian pada Anya, tangan carl tak sengaja bersentuhan dengan tangan kecil putih itu.


deg deg, deg deg


"Ya Tuhan jantunhku!! Halus sekali, apa kau bayi? " kata carl dalam hati,


Memandang gadis kecil yang membukungkan sedikit badannya tanda hormat lalu Membalikkan badannya berjalan ke bangkunya.


"Bagian belakang cukup besar juga! " kata carl terus memperhatikan gerak gerik gadis kecilnya.


Tak ada yang memergokinya yang memandang Anya tanpa henti, karena hanya ada dua murid di kelas itu dan keduanya tampak serius sedikit pun tak memperhatikan sekitarnya.


"Selesai." kata Riky sedikit keras.


Membuat Anya memandang laki-laki yang tak jauh di sebelahnya.


"Berisik! " kata Anya terganggu.


"Tolong, lebih tenang Riky. " sambung carl


Sedangkan sang pembuat masalah hanya memamerkan deretan gigi putihnya pada sang dosen.


"Saya sudah selesai sir. " kata Riky sambil menyerahkan soal dan lembar jawabannya, yang akan dia tukar dengan soal ujian mata pelajaran selanjutnya.


Diikuti Anya dari belakang, yang memang sudah menyelesaikan dengan 2 mata pelajaran dalam waktu 1 jam saja.


"eh, kau baru selesai Anya? Ternyata kau tak jauh lebih pintar dariku! lihat, aku selesai lebih dulu! " sombong Riky yang tak memperhatikan jika itu adalah soal kedua Anya yang baru selesai.


Anya hanya senyum menanggapi perkataan Riky, mengumpulkan soal dan jawabannya, dan mulai membereskan alat tulisnya.


"eh, eh, eh. Kamu sudah selesai soal yang kedua Anya?" heran Riky melihat Anya yang akan beranjak dari bangkunya.


"Ya, good luck ky! " kata Anya sambil menepuk sebelah bahu Riky pelan.


Berlalu pergi dan tak lupa berpamitan pada Carlson dosen pengawasnya.


"Cantik, seksi, imut, cerdas, kau paket komplit Vanya. " kata carl memperhatikan Anya yang kelaur dari kelas.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2