
"I hate you!! " ucap Anya dengan tatapan tajam penuh kemarahannya.
Len yang mendengar ucapan tak terduga Anya, melotot kan matanya dengan wajah panik, ia tak menduga Anya akan ikut marah juga padanya.
"Apa salahku?? kenapa malah marah padaku!! " ucap Len yang bingung bercampur panik.
"Kau masih tanya salahmu?? kenapa aku marah padamu ha?? kau tak tahu??? ya sudah tidak usah tau sekalian, tidak usah di obati sekalian, biar gak sembuh sembuh sampai hari pernikahan, terus di tunda sekalian, pokoknya sekalian semua gak usah hiks!!! " kesal Anya berujung tangisan yang tak bisa di bendung.
Sedangkan dokter centil tadi hanya tertawa sumbang melihat pertengkaran mereka, yang malah bersyukur kalau pernikahan dua sejoli di depannya akan batal, karena jiwa-jiwa pelakor mendarah daging saat melihat pria tampan dan tajir.
"Bicaranya tidak boleh begitu!! tidak baik .... "
ceklek...
Ucap Len terpotong karena suara pintu terbuka, muncul papa Oscar bersama manager rumah sakit yang di minta Anya.
"Dia!! " tunjuk Anya pada dokter wanita yang menanganinya. " dia tidak profesional, masa dia lihat-lihat pria itu saat memberikan penanganan padaku!! di tegur masalah tak di dengarkan, menyepelekan kenyamanan pasien!! ini luka bukan sambel yang di cocol cocol tak beraturan tapi matanya kesana!! rumah sakit ternama kok memilih kualitas dokter yang seperti ini!! " ucap Anya yang di dasari rasa cemburu membuatnya tak bisa mengontrol ucapannya pada pria yang baru saja masuk bersama papanya.
Manager itu hanya bisa menunduk karena tau siapa yang ada di ruangan ini, hingga di pilih dokter terbaik untuk menangani pasien yang di bawa pemilik rumah sakit ini, tapi hal itu harus di ganti karena masalah yang pasien wanita itu alami, dan tanpa di duga malah di gantikan oleh dokter yang terkenal centil itu, dan etitut buruk, walau demikian dokter centil itu bekerja dengan baik selama ini, tapi yang tak di sangka olehnya adalah bertemu dengan pemilik rumah sakit ini dengan situasi seperti ini.
"Kenapa harus marah kalo tak merasa tersaingi, kau takut calon suamimu termakan rayuan ku ya!! " dokter centil itu gencar memanas manasi Anya saat ingin mendapatkan pria sempurna di depannya tanpa tau apa yang terjadi setelahnya, apa lagi ia saat ini masih bertugas.
Mendengar itu bukannya menjawab Anya malah menatap tajam pria yang membuatnya terbakar api cemburu saat ini, dengan manager yang hanya bisa memejamkan matanya sesaat denhan kepala ynag terus menunduk.
__ADS_1
"Apa? " tanya Len bingung yang memang merasa tak seperti apa yang di ucapkan dokter wanita itu.
"Pa pulang! " ucapa Anya tak mengiraukan calon suaminya, lebih memilih menatap papa Oscar dan menenangkan tangannya meminta Gending, yang sedari tadi papa Oscar bingung dengan sikap kurang ajar dokter yang padahal masih mengenakan jas putih saat ini.
"Di obati dulu sayang! " ucap papa Oscar ingin melanjutkan pengobatan putrinya.
"Tidak mau, begini saja! biar lukanya tak sembuh sembuh, sekalian di undur pernikahannya! ayo gendong!!aku mau pulang sekarang!!" ucap Anya yang masih merentangkan tangannya pada papa Oscar.
Papa Oscar yang tau permasalahan itu hanya menuruti perkataan anaknya dan menggendong bak koala, yang sebenarnya ia sadar sesama laki-laki papa Oscar tau Len tak memiliki kesalahan apapun yang tentu memaklumi kebingungan Len, sedangkan dirinya yang sudah berpengalaman itu tau kalau sang anak cemburu berlebihan, walau dokter centil itu tak tau diri juga.
"Sesuai yang dia mau pa, biar di obati di rumah saja, aku akan panggilkan Bastian setelah ini! " ucap Len yang sedari tadi di tatap papa Oscar seolah bertanya apa yang harus aku lakukan sekarang, karena luka Anya yang belum selesai di obati sedangkan pemilik luka tak mau di obati.
"Baiklah, papa duluan! " ucap papa Oscar, sebelum benar-benar beranjak ia menatap kembali wanita yang menyinggung gadis kesayangannya itu. "Bagaimana bisa rumah sakitmu menerima seorang dokter dengan sikap yang buruk seperti itu, malah menjelekkan nama baik rumah sakit, dan satu lagi putriku tak selevel jika harus bersaing dengan manusia rendahan sepertimu!! " papa Oscar yang tadinya tak banyak bicara, sekali bicara menyakitkan hati lawannya, dan setelah mengatakan itu papa Oscar keluar ruangan itu dengan sang anak di gendong Anya hanya diam saja.
Setelah kepergian calon istri dan calon mertuanya, Len menatap tajam dokter wanita yang malah tersenyum centil padanya.
"Kau sudah tau apa yang harus kamu lakukan saat ini? " tanya Len yang memilih bicara pada manager rumah sakit yang ia kelola diam-diam selama ini, tanpa menanggapi ucapan wanita tak tau diri itu.
"Sa.. saya tau sir!! S... saya akan menyeleksi kembali dokter-dokter yang nantinya akan bergabung dengn rumah sakit ini!! maaf atas ketidak nyamanannya!! " manager itu yang mengaku kesalahannya saat ini.
"Hey, sir!! apa yang kamu bicarakan?? " tanya dokter wanita yang tak di ajak bicara itu.
"Bagus!! jangan pikirkan kenyamanan ku saja hanya karena aku bukan orang biasa, tapi pikirkan juga kenyamanan semua tanpa memandang siapa dirinya, aku membuat rumah sakit ini bukan hanya untuk kalangan atas, orang tak memiliki apapun juga dapat berobat di sini, layani mereka dengan sebaik mungkin, dan jangan sampai hal ini terulang kembali! " ucap Len pada manager rumah sakitnya , tak menghiraukan dokter wanita yang sedari tadi mencari perhatiannya.
__ADS_1
"Baik tuan! " ucap patuh manager.
Setelah menyelesaikan apa yang harus di selesaikan, Len segera beranjak pergi dari ruangan itu karena mertua dan calon istri pasti sudah menunggunya di mobil.
"Sir!! mau kemana? " tanya dokter wanita itu yang berniat menghalangi kepergian orang tampan dan kaya itu, tapi niatnya itu di hentikan oleh manager yang sudah geram sedari tadi. "sir! " panggil nya lagi tapi tentu saja tak di hiraukan oleh Len.
"Apa yang kau lakukan!! kau pikir perilakumu baik sebagai dokter ini! " teriak manager yang marah dengan sikap tak tau diri dokter di depannya. " Kau di pecat sekarang!! bereskan barang-barangmu sekarang!! " ucap nya lagi.
"Apa?? pak saya salah apa?? saya baru bekerja seminggu , jangan pecat saya pak! " ucap dokter wanita itu kaget dengan pemecatannya.
"Kau tak tau kesalahanmu?? kau menyinggung calon nyonya pemilik rumah sakit ini!! dan kau masih bertanya apa salahmu?? kau saja bisa menyinggung orang besar seperti mereka, apa lagi orang kecil yang harusnya menjadi prioritas dirumah sakit ini!! setelah membereskan barang-barang mu, pergi ke ruangan ku!! kau akan mendapatkan bayaran mu selama satu minggu ini!! " ucap manager itu dan pergi tanpa mengiraukan orang yang baru ia pecat itu.
"Pak, tunggu pak!! beri saya kesempatan!! pak!!! " panggil dokter centil itu tapi tak di hiraukan.
Yang pada akhirnya mendapatkan balasan dari apa yang ia perbuat tadi, karena sejatinya apa yang kau tabur itu juga yang akan kau tuai, dan itu terjadi pada siapapun setiap manusia.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...