Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Hari H 2


__ADS_3

Di depan mimbar Len dan Anya berdiri berdampingan menghadap pendeta yang akan membantu mengikrarkan janji suci mereka.


" Saya mengambil engkau Vanya Waber menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Tuhan dan inilah janji setiaku yang tulus." ucap Len yang sebelumnya mengikuti ucapan pendeta.


Dan berikutnya di ikuti anya sebagai memperlakukan wanita.


"Saya mengambil engkau Manfred Len Becker menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Tuhan dan inilah janji setiaku yang tulus." ucap anya yang mengikuti ucapan pendeta juga dengan air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh juga.


Setelah terucap janji suci mereka, Dante sebagai pembawa cincin pernikahan orang tuanya, berjalan menuju arah pendeta memberikan apa yang telah ia bawa.


"Cincin ini bulat, tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang kasih yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin ini menyatakan bagi saudara berdua, memiliki ikatan dalam kehidupan rumah tangga dengan mengasihi pasangan tanpa awal juga tanpa akhir."


"Hiduplah menurut janjimu, hayatilah tugas dan tanggung jawabmu, dan terimalah berkat Tuhan yang telah memanggil dan mempersatukan kamu dalam perwakilan ini akan memberkati kamu dan memenuhi rumah tanggamu dengan kasih karunia Tuhan supaya dalam iman, pengharapan dan kasih, kamu hidup suci dan bahagia selama-lamanya."


Ucap Pendeta dengan memberikan doa-doa terbaik untuk kedua mempelai itu, memberikan sepasang cincin yang ia pegang, dengan masing-masing mempelai menyematkan di jari manis masing-masing pasangan .


"Selamat kalian sudah menjadi sepasang suami istri, semoga Tuhan memberkati niat baik kalian! " ucap pendeta di akhir tugasnya.


Dengan berlahan pasangan pengantin baru itu berbalik menatap orang-orang yang bertepuk tangan yang ikut bahagia dengan bersatunya mereka, tak banyak juga tangisan haru dan bahagia di masing-masing orang.


Hingga satu persatu orang tua dan teman mempelai memberikan selamat untuk kedua pasangan pengantin baru itu.


"Selamat sayang, kau menjadi seorang istri sekarang, lakukan tugasmu dengan baik, terus cintai suamimu, hiks, hiks, sudah tak terasa kau sebesar ini sekarang!! mama sayang kamu Anya!! " ucap mama Rosa yang tak pernah bisa membendung air matanya, memeluk sang anak dengan tangisannya.


"Mama, sampai kapanpun Anya masih gadis kecil mama, jangan menangis!! ini tak akan merubah apapun di kehidupan mama, dan Anya akan melakukan tugas yang mama ucapkan dengan sebaik mungkin! " ucap Anya membalas pelukan mama Rosa.


"Len, jaga putriku, sayangi putriku ya! jangan sakiti dia sedikitpun atau aku sendiri yang akan membawanya pergi dari hidupmu! " ucap mama Rosa berhadapan dengan Len, bercanda mengancam menantunya itu.


"Itu tak akan terjadi mam! " ucap Len sekilas di peluk dan membalas pelukan mama Rosa.


"Jadilah istri yang baik untuk suamimu, dan jadilah ibu yang baik untuk anakmu, jika ada apa-apa katakan pada papa, dan jika dia menyakitimu papa orang pertama yang akan menghajarnya! kau mengerti? " ucap papa Oscar dengan tersenyum kecil dan mengusap kepala putri tercintanya dengan Dante yang ada di gendongannya.


"Anya mengerti dan akan mengingat ucapan papa! " jawab Anya.

__ADS_1


"Tak mau ucapkan selamat untuk mommy mu? " tanya papa Oscar pada pria kecil yang sangat lengket padanya dan istri.


"Selamat mom! berbahagialah! " ucap Dante tersenyum bahagia.


"Terimakasih sayangku! " ucap Anya yang memberikan satu ciuman di pipi, gemas melihat pria kecil itu dengan jas yang sama kecilnya dengan badannya, dan seperti Len versi kecil.


"Ingat apa yang aku ucapkan tadi! berbahagialah! " ucap papa Oscar yang berhadapan dengan Len.


"Terimakasih pa, aku masih mengingat ucapanmu tadi! " ucap Len yakin, dan menatap sang putra yang menatapnya biasa saja. " Tak mau mengucapkan selamat pada daddy? " tanya Len.


"Selamat pa! " ucap Dante singkat yang sepertinya ingin memulai adu mulutnya, tapi dengan sekuat tenaga len tak meladeni peperangan anaknya di hari bahagianya.


"Terimakasih sayang! sini dengan daddy? " ajak Len dengan mengulurkan tangannya yang siap menggendong sang anak.


"Tidak mau! aku dengan grandpa saja! " tolak Dante.


"Ini acara bahagia daddy, sini dengan daddy, kita berbahagia bersama! " ucap Len yang belum menyerah.


"Tidak mau, Dante juga bahagia dengan grandpa! " ucap Dante membuat Len sedikit terpancing dengan ucapan anaknya.


"Grandpa juga keluarga kita kan! sama saja! " ucap Dante yang benar-benar tak mau terpisahkan dari papa Oscar.


"Kau lebih sayang grandpa di banding daddy mu ini! " kesal Len yang dengan jelas di duakan oleh putranya.


"Itu sudah pasti! " ucap Dante dengan tersenyum bahagianya.


"Kau.....!! " kesal len


"Kabur grandpa! " ucap Dante yang di ikuti papa Oscar berlari kecil menjauh dari Len.


"Kau lama berdebat sampai membuatku menunggu lama bung! " ucap Carl yang berdiri di hadapan Len dan pasangannya yang berdiri di hadapan Anya.


"Kalian jadian? " Tebak Anya melihat sang sahabat bergandengan tangan dengan sahabat suaminya itu, " sejak kapan? " tanyanya lagi.

__ADS_1


"Baru dua hari yang lalu! " jawab Senta yang juga cantik dengan gaun pemberian Carl.


"Wah, selamat ya! " ucap Anya.


"Hei, aku yang harusnya mengucapkan selamat atas pernikahanmu!! selamat Anya, kau akan jadi seorang istri di usiamu yang akan menginjak 20 tahun ini!! " ucap Senta yang sedikit meledek.


"Kau akan menyusul ku setelah ini, aku yakin itu! " ucap Anya yang juga meledek sahabatnya itu.


"Doakan saja! " Carl yang malah menjawab ucapan Anya.


"Tuh kan!! " ledek Anya yang membuat wajah Senta memerah karena malu.


"Selamat bro, langgeng sampai maut memisahkan! " ucap Carl memberikan selamat juga.


Dan bergantian dengan beberapa orang yang datang di acara pernikahan Len dan Anya yang sangat tertutup itu, dengan terakhir pria yang selama ini menjadi ayah kedua bagi Len.


"Pak Pet! " ucap Anya memberikan pelukan kecil pada pria yang selama ini memberikan kasih sayang pada suaminya itu.


"Nak, tolong berikan kebahagiaan melimpah untuk pria malang ini, ia begitu banyak menderita sampai kehilangan kebahagiaannya, ini saatnya dia bahagia bersamamu, jika dia melakukan kesalahan katakan pada bapak, bapak akan menjadi orang pertama yang mengingatkannya, menegurnya untukmu, jangan pernah meninggalkannya, karena kau lah sumber kebahagiaannya, temani pria malang ini dalam ke adaan apapun, dan.... "


Brukkk.


Len memeluk tubuh pria paruh baya itu dengan sedikit menubruknya, saling membalas pelukan begitu erat selayaknya ayah dan anak.


"Kau harus bahagia, kau akan mendapatkan kebahagiaanmu, keluarga yang kau impikan selama ini, cintanya kau mau, dan malaikat-malaikat kecil pelengkap kebahagiaanmu nanti, kau mendapatkan segalanya sekarang! dan jadilah lebih kuat untuk melindungi keluargamu, jangan sampai lengah seperti papamu dulu, kau harus semakin kuat setelah ini nak, aku selalu mendoakan kebahagiaanmu! " ucap pak Pet dengan satu air mata kebahagiaan menetas di matanya.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2