
"Kenapa aku!! lanjutkan saja, aku tak apa!! dan itu sangatlah cocok untuk pria yang tak bisa menghargai wanita seperti paman Carl!!! " ucap tak terduga putra pertama Len itu.
Dante begitu santai melihat pemandangan di depannya karena sebelumnya ia juga pernah melihat bahkan di ajarkan bela diri oleh sang kakek, makanya ia tak begitu kaget saat melihat mom nya memberikan pukulan pada orang yang pantas menurutnya.
Dan jawaban Dante tadi sangat-sangat membuat Len kesal, tapi ia tak begitu mempedulikannya memilih menenangkan istrinya yang sangat malah saat ini.
"Aku belum selesai, jangan mentang -menang dia sahabatmu lalu kau membelanya!!! di salah, biarkan aku membalas rasa sakit sahabatku!!! hiks!!" ucap anya terus memberontak ingin menyerang carl kembali.
Sedangkan Carl sendiri yang sudah berlumuran darah itu hanya bisa diam, seperti yang di katakan sahabatnya tadi, dia juga beberapa kali menghindar sesuai arahan Len, tapi hal itu tak berhasil yang sepertinya istri sahabatnya itu bisa membaca gerakannya, apa lagi pukulan nya tadi cukup membuat Carl kesakitan dan kewalahan di buatnya.
Carl sendiri sangat mengakui kemampuan luar bisa yang di miliki istri Len sebagai seorang wanita, apa lagi itu hasil dari didikan mantan mafia yang sekarang menjadi pengusaha kecil-kecilan itu tak perlu ragu akan hasilnya.
"Maaf!! " satu kata yang keluar dari mulut Carl.
"Maaf?? dengan gampangnya bilang maaf??? aku menyesal sempat percaya kalau kau bisa menjaga dan membahagiakan sahabatku, bagaimana bisa kau melakukan hal ini pada sahabatku??? kau jahat Carl, tak ada kah sedikit rasa kasihan pada wanita lemah sepertinya?? dia begitu rapuh, dia hanya perlu pria yang bisa melindunginya, bukan malah seperti sekarang!!! kau brengsek Carl, hiks!!!! " kata Anya yang terus menyalahkan orang yang membuat sahabatnya berbaring di ranjang rumah sakit.
"Cu.. cukup anya!!! " ucap Senta lirih yang membuat semua orang menatapnya.
Tak terkecuali Carl yang kaget dengan sadarnya kekasihnya, karena sadari tadi ia lihat Senta terus memejamkan matanya, Carl yang merasa masih sebagai kekasih itu berlari ke arah Senta tanpa peduli akan apapun di sekitarnya, yang padahal urusannya dengan Anya saja belum selesai.
"Stop!!! jangan dekat-dekat sahabatku brengsek!!!! " teriak Anya dengan berniat mencegah Carl, tapi sayangnya tubuhnya yang di peluk begitu erat dari arah belakang oleh suaminya itu membuatnya tak bisa berbuat apa-apa selain memberontak.
"Suuuuttt!!! baby, ini rumah sakit jangan terika-teriak!!! " ucap Len yang malah mendapatkan tatapan tak bersahabat dari istrinya. "Aku juga akan mendapatkan imbasnya setelah ini!!! awas sampai kau melakukan kesalahan yang sama lagi, aku tak akan membantumu walau sampai akan mati di pukuli istriku, ck!!!! " Len begitu kesal sekaligus takut dengan tatapan nyalang dari sang istri.
"Sayang!!! kau sudah bangun!!! apa yang sakit hm??? " tanya Carl pada sang kekasih yang begitu pucat itu.
__ADS_1
"Kau berdarah! obati dulu luka mu!!!! " ucapan Senta terdengar dingin tapi sangat peduli pada Carl.
"Tak apa sayang, aku sudah mendapatkan balasan dari sahabatmu!! ini juga nanti pasti kering!!! " jawab Carl dengan senyum di bibirnya, walau sedikit sakit untuk di lakukan.
"itu belum cukup!!! itu tak seberapa di banding rasa sakit yang Senta rasakan, sekalian kau merasakan sakit saat maut akan menjemputmu!!! " ucap Anya yang nimbrung dari pasangan kekasih itu.
"Cukup, kau keterlaluan baby, jika masih membuat keributan kita pulang saja dari sini!!!! " ucap Len dengan tegas yang membuat Anya menatap kecewa suaminya itu.
Berontakan yang sesekali terjadi itu sekarang terhenti seketika, sesaat Anya hanya diam dan menatap sahabatnya yang menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku masih bisa mengatasinya sendiri Anya!!? seperti apa yang kau bilang tadi, aku masih memilikimu yang begitu peduli padaku, dan aku akan meminta bantuanmu jika aku sudah tak bisa mengatasinya sendiri!!! jangan khawatir berlebihan yang malah nanti membuat kalian bertengkar karena aku!!! " ucap Senta yang terdengar lebih tegar dari sebelumnya, hatinya menjadi lebih ringan saat setelah meluapkan semua emosi dan rasa yang selama ini terpendam pada sahabatnya tadi.
Hal itu tak bisa membuat Anya menghalau air matanya yang kembali menetes, dan berniat berjalan menghampiri sang sahabat yang begitu tegar itu, tapi hal itu tak terjadi saat ia baru sadar sang suami masih memeluknya begitu erat agar tak kembali menyerang Carl.
"Lepas! aku hanya mau memeluk sahabatku!!! " ucap Anya dengan tegas dan dingin, tapi ucapannya itu hanya sedikit membuahkan hasil dengan Len yang masih memeluk tubuhnya tapi lebih longgar adi sebelumnya. " aku bilang lepas!!! " tekan Anya dengan sedikit meninggikan suaranya, membuat Len dengan terpaksa melepaskan pelukannya itu.
"Senta, hiks, hiks!!! kau harus ingat masih ada aku di belakangmu, kau hanya perlu menoleh kebelakang untuk meminta bantuan padaku, jangan lakukan hal seperti ini lagi nanti apapun yang terjadi padamu!! hiks, hiks!! kau punya aku juga sen!!! " ucap Anya yang tak kuasa menahan tangisnya melihat ketegaran.
"Iya, iya!! aku tau itu, dan aku akan selalu mengingatnya di kepalaku!! sudah jangan nangis terus, lihatlah punggung tangan mu berdarah Anya!!! " ucap Senta mencoba tak menangis apa lagi melihat sahabatnya terluka.
Yang tentu saja hal itu membuat Len sebagai suami penyayang istri dan tak mau istrinya terluka sedikitpun itu langsung menatap ke arah punggung tangan istrinya yang berdarah, dan konyolnya ia baru menyadari saat Senta mengucapkannya padahal ia paling anti dengan Anya yang terluka, sudah khawatir akan di musuhi istri sendiri sekarang bertambah khawatir dengan dengan luka yang di miliki istrinya.
"Aku tak terluka, ini darah kekasihmu!! " ucap Anya menatap punggung tangannya yang berdarah, tapi saat ia ingat akan kekasih sahabatnya itu rasa ingin menghajarnya muncul kembali saat ada kesempatan dan melihat langsung wajah menyebalkannya dari arah dekat.
Bughhhh.... brak...
__ADS_1
Satu pukulan sangat keras kembali menghantam wajah Carl, dan terjungkal kebelakang bersama kursi yang ia duduki, membuat semua orang kaget oleh tindakan Anya.
Bughh... bughh... buggghhhhh... bugghhhh..
Anya mencari kesempatan untuk semakin banyak memberikan pelajaran pada pada kekasih sahabatnya itu, tak peduli ucapan jangan dari sang Sahabat maupun suaminya sendiri, kemarahannya tak bisa terkontrol hanya dengan melihat wajah menjengkelkan dari kekasih sahabatnya itu.
"Anya!!! " cegah Senta tanpa tak di pedulikan.
"Mom!!! " Dante juga ikut mencegah bukan karena kasihan pada paman Carl nya tapi lebih ke kasihan dengan tangan lembut mom nya yanga akan terluka karena terus memukuli sahabat dad nya itu.
"Anya!!! " gagah Len juga, yang bedanya ia melakukannya dengan bertindak cukup tegas, menarik tubuh istrinya untuk menjauh dengan cukup kasar, apa lagi tak ada panggilan baby yang sepertinya Len cukup kesal akan tindakan seenaknya istrinya.
"Lepas!! aku belum membuatnya sekarat!!! lepas!!! " teriak Anya memberontak lagi di pelukan suaminya.
"Kau keterlaluan Anya!!! " ucap Len yang tak sengaja meninggikan suaranya sangking kesalnya. " kita pulang sekarang!!! " ucap Len yang merasa suasana tak kondusif lagi.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...