Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Tertembak


__ADS_3

"Tak ada yang akan merubah keputusanku!" ucap Len dengan santai meminum satu tegukan wine, yang semakin memperkeruh suasana.


"Hehehe!!! ternyata begitu mudah membunuh mafia yang katanya terkuat ini! " ejek perwakilan kartel Meksiko.


"ck, Turunkan senjata kalian!! " ucap Len pada anak buahnya, tanpa pikir panjang 4 orang beserta Mike menurunkan sejatanya. "Aku tak yakin semalu apa boss mu mengetahui tindakan kalin in!!! " ucap Len lebih mengejek.


"Aku beri kesempatan lagi! bantu kami atau kau mati! " ucap perwakilan kartel Meksiko.


"Kau tau alasan boss mu meminta bantuan ku?? kau yakin bisa membunuhku? dan satu lagi, aku tak akan merubah keputusanku!!" ejek Len lagi.


Dor..


Satu tembakan ke arah Len, bersamaan tumbangnya ke 10 orang berwakilan kartel dengan luka tembakan di kepala mereka.


Len bukan mafia bodoh yang akan bertindak sendiri meski berada di kandang sekalipun, walaupun terlihat hanya segelintir anak buah, tapi di balik itu, ada ribuan sniper yang siap membunuh orang yang mengancam tuannya.


Black B memang terkenal dengan kemampuan berkamuflasenya dan rata-rata adalah seorang sniper, dengan di dukung senjata-senjata canggih membuat mereka bisa membunuh tanpa suara, hal itu yang membuat para musuh Len dan orang yang bekerja sama di dunia bawah akan berfikir ulang untuk membunuhnya walau ada kesempatan sekalipun.


Tapi sayangnya Len yang sempat menghindar tadi tetap saja mendapatkan luka tembakan di lengan kanannya, walau hanya goresan panjang Len sangat kesal karena posisi duduknya membuat sedikit memperlambat gerakannya, alhasil harus mendapatkan luka yang jarang ia dapatkan.


Dan rasa kesalnya di dukung dengan kurang pekanya ke 5 bawahannya, yang ia sudah prediksi sebelumnya, kalau anak buahnya tadi peka dengan ke adaan sekitar dan memperkirakan dengan benar Len tak akan mendapatkan luka tembak ini sekarang, bukan karena lukanya tapi cara anak buahnya menyikapi keadaan mendesaknya tadi membuat Len benar-benae kesal, tanpa mempedulikan lukanya Len menatap anak buahnya satu persatu dengan tatapan tajamnya.


"A.. ada baik-baik saja tuan? " pertanyaan bodoh Mike yang baru berani membuka mulutnya.


"Ck, lebih banyak berlatih!! hal kecil seperti itu kalian tak bisa memprediksikan nya!!! " kesal Len.


"Baik tuan! " jawab 5 orang serempak.


"Bereskan manusia-manusia sampah ini! " ucap Len pada ke empat anak buahnya, lalu menatap Mike yang tak jauh darinya. " katakan kalau mereka menyinggung ku!! jika berniat menyerang balik katakan apa yang sudah aku bilang padamu tadi, aku akan berbaik hati menyembunyikan masalah ini!!" ucap Len.


Karena Len yakin dunia bawah banyak yang tak Terima jika masalah ini bocor keluar, malah menambah masalah baru untuk Al chapo dan bahkan akan memusnahkan kartel nya hanya karena segelintir orang bodoh.

__ADS_1


"Baik tuan! " jawab Mike


"Tak ada balas budi lagi di antara aku dan Al chapo!! " ucap Len lagi dan ingin beranjak dari duduknya, tapi di hentikan dengan ucapan Mike.


"Biar saya panggilkan Bastian untuk membersihkan lukanya! " ucap Mike.


Membuat Len tersadar dengan lukanya, menatap lengan kanannya dengan kemeja putihnya yang sudah berwarna merah karena darah yang sedari tadi mengalir, dengan sekali sobekan lengan kemeja itu terbuka, memperlihatkan luka goresan mengaga.


"Tak terlalu parah!! antarkan aku ke mansion saja! panggil bastian ke sana!! " ucap Len seolah tak merasakan sakit.


"Baik tuan! " ucap Mike pada akhirnya mengikuti langkah Len, meninggalkan rekannya yang di tugaskan untuk membersihkan kekacauan di ruang tertutup itu.


Sampai di kediamannya, Len langsung mendapatkan penanganan dari Bastian yang lebih dulu sampai di mansion Becker setelah mendengar taun sekaligus sahabatnya itu terkena luka tembak.


"Ck, tumben terluka?? " tanya Bastian dengan sedikit mengejek.


"Kurang fokus mungkin! " ucap Len seadanya.


"Kau akan menikah, jaga tubuhmu baik-baik, pikirkan orang-orang di sekitarmu yang begitu mencintaimu, jangan buat bersedih karena kau terluka seperti ini, kau tak sendiri lagi seperti dulu, tanpa berfikir orang sedih melihatmu seperti ini!! " ucap Bastian yang membuat Len terdiam seketika. "Jangan sampai pernikahanmu batal karena kau terluka lebih parah dari ini, atau aku yang akan menjadi pengantin pria nya nanti! " ucap nya lagi.


Tak butuh waktu lama daging di lengan atas Len yang menganga tadi kembali menyatu dengan beberapa jahitan yang di lakukan Bastian tadi, dan menutupnya dengan perban.


"Keluar! aku mau mandi! " usir Len setelah tugas Bastian selesai, dan beranjak menuju kamar mandi.


"Jangan sampai lukanya terkena air!! atau kau akan sembuh lebih lama! dan tak jadi melangsungkan pernikahanmu!!! " teriak Bastian dengan peringatan konyolnya.


Walau terlihat tak mempedulikan, tapi Len melakukan apa yang di ucapkan Bastian dengan tak membiarkan lukanya terkena air, bahkan pria yang di usir Len tadi tetap berada di kamarnya hanya untuk memastikan larangannya tadi di dengar atau tidak.


"Kau masih di sini!! keluar! " kesal Len saat keluar dari kamar mandi masih di ada Bastian di sana, kalau itu anya sudah pasti Len sangat bahagia tentunya.


"Aku hanya memastikan lukamu itu!!! aku pulang dulu! " ucapnya setelah melihat lengan Len yang tak terkena air.

__ADS_1


Setelah melihat kepergian Bastian, Len yang harusnya memakaikan baju di tubuhnya itu lama terduduk di sofa kamarnya, menghela nafas panjang merasakan kangen yang mulai melanda.


Padahal belum sampai satu hari di tinggal, Len sudah merasakan kehilangan saja, apa lagi hal itu sangat terasa saat ia masuk ke dalam rumahnya tadi, tak ada senyum sambutan pelukan hangat, ocehan Anya hanya karena hal-hal kecil, apa lagi bibir yang biasa ia gunakan adu mulut dengan anaknya itu sekarang tertutup dengan rapat.


Suasana rumahnya terasa sepi yang padahal begitu banyak pelayan di rumah itu, dan semakin terasa saat sudah berada di lantai paling atas, Len mulai tergantungan dengan calon istri dan anaknya, yang membuatnya sendiri tak betah berada di rumahnya tanpa kehadiran mereka.


Yang tadinya terduduk dengan pikiran kangen dan kehilangannya, Len bergegas berpakaian santainya berniat menghilangkan rasa kangen di hatinya.


Dengan langit yang hampir gelap, Len menyetir sendiri menuju ke rumah pujaan hatinya terkadang memperlihatkan senyum kecilnya, di perjalanan Len tak sengaja melihat toko bunga yang membuatnya berhenti untuk singgah sebentar.


Dengan mawar merah yang di beli len tadi, ia kembali menakutkan perjalanannya dengan di temani sebuket bunga untuk gadis tercintanya.


Sedangkan yang mendengar suara mobil yang ia kenal, langsung berlari menuju pintu depan, menyambut sang pujaan hati yang seharian ini tak terlihat.


"Daddyyyyyh!!! " panggil anya dengan berlari memeluk pria yang baru saja keluar dari mobil dengan satu tangannya membawa sebuket bunga.


"Daddy kangen!!! " ucap Len membalas pelukan gadisnya itu, sesekali mencium kepala sang gadis dengan harum khas nya.


"Aku juga!!! ternyata berat juga jauh dari daddy!!! " ucap anya yang membuat Len tertawa kecil.


Tapi mata anya tak sengaja menatap baju lengan pendek yang Len pakai, memperlihatkan perban yang terlihat sedikit, tapi mata jeli seorang wanita tak akan salah yang memang itu sebuah perban dan pada akhirnya membuat melotot syok melihatnya.


"Apa ini! kenapa bisa seperti ini? " ucap anya setelah melepas pelukannya dan mengangkat lengan baju Len dengan wajah panik penuh kekhawatiran.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2