Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Pertanyaan


__ADS_3

Karena terlalu asik melamun Senta tak sadar akan langkah kakinya, mungkin ia akan terjatuh tadi kalau papa will yang mengingatkannya, karena selangkah lagi ia sudah menginjak anak tangga, dengan perasaan gugup Senta dan mata melotot Senta menatap ke arah anak tangga yang tak terhitung jumlahnya.


"Apapun yang kau pikirkan, jangan sampai mendatangkan celaka untuk dirimu sendiri!!! " ucap Papa Will dengan senyum kecilnya, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu sang menantu turun ke bawah selayaknya Duke.


"Te... terimakasih pa!!! " ucap canggung Senta menerima uluran tangan papa mertuanya, dan mulai berjalan menuruni anak tangga.


Suasana tiba-tiba hening hanya terdengar suara langkah heels dan sepatu yang menyentuh lantai anak tangga sampai di satu lantai terakhir yang mereka pijak papa Will kembali berucap di bibirnya.


"Bagaimana perasaanmu pada putra papa? " tanya papa Will sembari melepaskan tuntunan nya, karena tugasnya sudah selesai.


"Ha? " jawaban reflek Senta dengan wajah bingungnya dengan pertanyaan konyol sang mertua, bersamaan dengan tangannya yang terlepas dari genggaman pria paruh baya itu.


Bagaimana tak konyol, pria paruh baya itu tau apa yang di lakukan anaknya padanya, tapi masih bertanya dengan perasaannya.


"Apa itu penting? " tanya senta sambil menghentikan langkahnya dan menatap papa Will yang menjawab pertanyaannya dengan anggukan kepala. "Kecewa, marah, hancur, dan kepercayaan di hati Senta hilang seketika karenanya, bahkan bukan hanya padanya saja, tapi seluruh pria yang ada di dunia ini, kalau saja putra papa tak menikahi Senta saat ini, kemungkinan besar Senta tak akan pernah menikah atau menjalin hubungan dengan siapapun sampai di ujung nafas Senta nanti!!! " ucap Senta begitu yakin menatap papa mertuanya, lalu kembali melangkahkan kakinya.


Dengan di ikuti papa Will dari belakang.


"Tapi kau tak mengatakan membencinya bukan??? " tanya papa Will .


Pertanyaan yang terlontar kan papa Will membuat Senta kembali menghentikan langkahnya, lalu membalikkan badanya menatap pria paruh baya yang berdiri tak jauh di belakangnya.

__ADS_1


"Senta tak bisa melakukannya, karena Senta mencintai putra papa, pria yang begitu kejam pada Senta! Sangat!!! sangat kejam dan sangat mencintainya!!! " terang Senta yang begitu pilu, tapi malah tersenyum di bibirnya, "Huuuuuufffffttttrr, Senta harus segera menemui teman-teman Senta pa, kasian mereka lama menunggu!! permisi!!! " ucap Senta sedikit membungkukkan badan nya memberikan hormat sekaligus meminta izin untuk pergi lebih dulu, dan setelahnya ia benar-benar pergi dari hadapan papa Will.


Papa Will sendiri hanya bisa menatap punggung menantunya yang berjalan menjauhinya tanpa mencegahnya sedikitpun, ia yang sangat tau background menantunya itu hanya bisa menatap nya dengan rasa iba, banyak hal yang menimpanya secara bersamaan membuatnya biasa tersenyum dalam keadaan sesakit sekalipun, yang sangat terlihat begitu terbiasa melakukannya.


"Kau masih beruntung cinta yang wanita malang itu masih utuh untukmu! dan dia adalah wanita yang begitu tangguh seperti mamamu!!! dia sangatlah cocok menjadi menantu papa! papa harap semua akan kembali seperti semestinya! Papa juga yakin dia bisa merubah mu menjadi orang baik 100% dengan sifat-sifatnya nya itu!!! " ucap papa Will pada dirinya sendiri yang di tunjukkan untuk putra pertamanya.


Tak lama dari itu, ia juga menyusul sang membantu yang sudah tak terlihat lagi dari pandangannya.


*****


Di halaman belakang tempat pesta berlangsung, dua pasangan yang sudah diundang tadi sedang menunggu pemilik acara yang sepertinya masih menyelesaikan masalah internal mereka, dan pada akhirnya mereka harus menunggu dengan sabar.


Bahkan Mike yang mengabari akan datang telat itu sudah duduk manis di kursi yang tersedia, dengan kurang 3 pesonil dengan kesibukan masing-masing yang tak bisa di tinggal, yaitu Bastian yang ada jadwal operasi yang tek bisa di tunda tentunya, dan pria kembar yang begitu sibuk di kantor karena sang boss yang tak datang dan proyek baru mereka yang juga tak akan bisa di tinggal.


"Entahlah!!! " jawab Len yang juga begitu lelah harus menunggu, padahal ia boss penting yang setiap menit nya akan menghasilkan uang jika di kantor.


Sedangkan dua sejoli yang duduk di pojokan tak begitu peduli seberapa lama mereka menunggu selagi tetap berduaan dengan pasangan mereka, bahkan beberapa kali bermesraan tanpa peduli sekelilingnya.


Sama halnya dengan Anya tak begitu peduli berapa lama ia harus menunggu, karena asik bercanda gurau bersama Mark hingga tak mempedulikan suami yang duduk di sebelahnya.


Anak yang baru genap 5 tahun itu sudah sangat tertarik dengan wanita-wanita cantik, apa lagi bertemu Anya yang notabennya adalah bidadari kampus pemilik pengusaha dan orang terkaya nomer 1 di dunia yang sudah di pastikan seberapa cantik Anya bagi Mark.

__ADS_1


Makanya pria kecil itu begitu mengakrabkan diri tanpa peduli pria garang di samping wanita cantik itu menatapnya dengan tatapan tak bersahabat, yang terpenting bisa dekat dan berbicara dengan bidadari di sampingnya karena posisi Anya berada di tengah-tengah di antara Len dan Mark.


Entah dari mana Mark mendapatkan sifat centil pada wanita cantik, karena pada dasarnya papa Will orang yang begitu dingin dan kaku pada perempuan, dan mama Anne yang sangatlah susah jika dekat dengan pria baru, sampai sekarang masih menjadi pertanyaan dari mama Mark mendapatkan sifat konyol itu, kalau sifat jahilnya sudah pasti menurun dari mamanya.


Tak lama dari itu Senta muncul dengan menyapa teman-temannya dan teman suaminya yang sudah menunggu terlalu lama tadi.


"Hay guys!!! maaf menunggu lama!!! " ucap Senta datang dengan senyuman dan gaun indah yang ia kenakan.


Membuat semua orang melongo menatap kecantikan Senta, kecuali Len yang tak begitu tertarik akan apapun selain istrinya dan pastinya penampilan yang membuat melongo orang-orang tak sebanding dengan kecantikan sang istri, bagi pria yang begitu besar cintanya pada sang istri.


Sedangkan Anya tentu saja melongo melihat perubahan cara berpenampilan sahabatnya itu, terlihat sangatlah cantik dari biasanya, hal itu juga yang di lihat Rica dan Brian sang kekasih dari waktu SMA, tapi tentu saja Brian tak begitu mendalami rasa kagumnya karena di hatinya tetaplah Rica yang ia cintai.


hal itu juga sama yang di rasakan Mike, dengan Mike yang juga melongo dan menatap kagum gadis yang beberapa hari ini berseliweran di otaknya, karena tak bisa ia pungkiri setelah kejadian terakhir di mobil dulu dan curhatan tangisan gadis di depannya itu membuatnya tak bisa berhenti memikirkan Senta, tapi saat tau akan status gadis itu, Mike mencoba untuk tak memikirkannya walaupun begitu sulit, walaupun begitu, matanya tetap tak bisa lepas dari wajah cantik dan teduh nya Senta.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2