Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Di ranjang


__ADS_3

Karena pada dasarnya Carl dan Len bersahabat juga kerana mereka memiliki sifat yang tak jauh beda, dan Carl lebih memilih pensiun saat merasakan kehidupan lebih baik saat sang ibu bahagia dan memiliki putra kecilnya, keresahannya untuk membunuh berkurang karena kebahagian bertubi-tubi di dalam hidupnya.


Dan sekarang itu mulai muncul kembali setelah merasakan penyesalan, rasa sakit, dan rasa takut kehilangan yang sangat besar, pada akhirnya tak bisa mengontrol dirinya untuk tetap bersabar atau menerima kenyataan yang ada.


Di sisi lain Carl merasa benci akan dirinya ini, dan bersumpah akan membunuh wanita yang membuat hubungan dengan kekasihnya hancur, semua ini terjadi karenanya dan Barbara, lebih tepatnya Barbara yang terus menggodanya saat ia menolaknya dengan keras dan dirinya yang pada akhirnya termakan godaan setan neraka itu.


Carl mengelus-elus pipi halus Senta dengan senyuman kecil yang tak pernah pudar, seolah tak menyadari kekasih hatinya itu sedang tak sadarkan diri, yang padahal beberapa menit yang lalu ia sempat panik saat Senta tak sadarkan diri.


Carl yang lembut, pengertian, dan ceria seketika berubah pada dirinya yang sebenarnya yang berbanding terbalik dengan dirinya saat sebelumnya.


Cukup lama ia mempermainkan wajah kekasihnya, Carl memilih memejamkan matanya mengikuti apa yang kekasihnya itu lakukan, memeluknya begitu erat dan tak lupa memberikan kecupan selamat malam sebelumnya.


*****


Lain halnya dengan sahabat yang sedang menghadapi masalah besar, Len yang menjadi pengantin baru itu menghabiskan waktu 3 hari meliburkan kerja dan 3 hari tanpa gangguan Dante dengan sebaik mungkin, yaitu bertukar keringat bersama Anya yang nantinya menghasilkan bibit unggul miliknya.


Len tak pernah membiarkan sang istri turun dari ranjang selain kekamar mandi, bagai banteng yang tak ada lelahnya, Len terus saja membuat sang istri kelelahan tak peduli Anya menyerah di tengah jalan.


Dan malam ini malam kedua pengantin mereka, terdengar sayup-sayup ******* dan erangan dari pengantin baru itu, berbagai macam gaya pasutri itu terapkan hanya untuk memberikan kepuasaan masing-masing pasangan, sampai di titik di mana pucak kenikmatan itu dapat di raih.


"Terimakasih baby! " ucap Len tak berkah lupa berterima kasih setelah mendapatkan kepuasan dari sang istri.


"Huuffftt!! capek!! pinggangku sakit dad!! " keluh Anya setelah kesekian kalinya mereka bermain. "Aku laper lagi!! " lanjutnya yang padahal jam sudah menunjukkan pukul 1 malam.


"Mau makan apa? Aku akan panggilkan pak Pet! " ucap Len yang bersabar di sandaran ranjang dengan masih memeluk tubuh sang istri yang sama-sama tak memakai apapun.


"Ini terlalu malam untuk membangunkan pelayan untuk memasa... "


"Memang kenapa kalau aku memerintahkan pelayan untuk masak sekarang! aku mengaji mereka cukup besar yang untuk melayani kita dalam ke adaan apapun!! aku juga tak akan membiarkan kamu kelaparan baby! mau makan apa hm? " kata Len memotong ucapan Anya.


"Ck, kau ini tak punya rasa kemanusiaan sama sekali, kasin dong mereka seharian ini bekerja keras dan kau membangunkan mereka di waktu istirahatnya! harusnya kamu dong, kamu harus tanggung jawab karena aku seperti ini karena kau tuan Becker!! " ucap Anya menceramahi suaminya itu.

__ADS_1


"Baby jangan aneh-aneh deh!! aku tak bisa memasak, kau mau makan masakan yang tak layak di makan karena masakanku hm? kalaupun mau aku siap kok memasak untukmu! " ucap Len menggoda Anya.


Mendengarnya saja Anya ngeri sendiri, menurutnya bukan ide yang baik meminta len untuk memasak, ia mulai berfikir makanan yang bisa mengganjal perut nya tanpa harus memasak.


"Aku mau snacks dad! " ucap Anya dengan wajah imutnya.


"No! tidak untuk malam-malam baby! lebih baik makanan yang di masak saja! " ucap len.


"Ck, aku lelah untuk masak! " ucap Anya mengeluh karena memang tubuhnya merasakan begitu lelah harus meladeni banteng besarnya.


"Aku panggilkan pelayan untuk membuatkan makanan untukmu! " ucap Len yang akan mengambil telpon rumah yang memang tersedia di setiap kamar lantai 3 dan 4 tepatnya di mana para tuan-tuan beristirahat dan terhubung pada pak Pet si kepala pelayan.


"Ih, di bilang jangan!! jangan ganggu mereka malam-malam seperti ini karena ulahmu ya, biarkan mereka istirahat dengan tenang, besok mereka pagi-pagi harus bangun dan kembali bekerja lagi! ambilkan aku buah saja, dan itu harus kamu yang ambil! " ucap Anya yang terlihat galak tapi imut di depan suaminya.


"Bagaimana kalau aku tak mau? " ucap Len yang sebenarnya hanya menggoda istri kecilnya itu.


"ohhh, jadi kau mau membuatku mati kelaparan karena ulahmu ini iya? kalau begitu jangan harap ada olahraga panas lagi, dan aku akan membawa putraku pulang lebih awal, kerena hanya dia yang peduli padaku, tak seperti daddynya yang tega membuat mommy nya mati kelaparan!!! " ucap Anya yang galak di depan suaminya.


Tak butuh waktu 15 menit Len kembali dengan beberapa buah di piring yang ia bawa, dan kembali ke tas ranjang miliknya.


"Terimakasih dad! " ucap Anya nerima sepiring buah di pangkuannya, dan memakannya begitu lahap.


"Laper hm? " ucap Len yang hanya menatap cara makan istrinya itu, ada rasa sedikit bersalah membuat sang istri kewalahan mengadapi tingkahnya, tapi di sisi lain ia tak bisa tahan dengan begitu nikmatnya tubuh sang istri.


"Sangat!!! apa rencana besok? " tanya Anya karena besok ia masih memiliki waktu untuk berdua.


"Rencananya berolahraga bersama! " ucap Len tersenyum misterius.


"Olahraga apa? " tanya Anya yang sedikit curiga dengan senyuman jahil itu.


"Olahraga di ranjang! hahahhahaa!!! " tawa Len cukup nyaring karena pernyataannya sendri.

__ADS_1


"Itu lagi??? kau tak lelah apa, aku saja yang diam sangat lelah setelahnya!! " ucap Anya yang heran dengan stamina sang suami.


"Entah lah, aku merasa tak pernah lelah merasakan kenikmatan tubuhmu baby, membuatku candu dan tak bisa berhenti... "


"Habis!! " ucap Anya memotong ucapan Len dan menaruh piring buah tadi di samping nakas ranjang.


"Kau mau bergerak hm? " kata Len melanjutkan ucapannya setelah mengingat ucapan istrinya yang hanya dia saja dalam permainan mereka.


"Bergerak apa? " bingung Anya.


"Bukankah kau bilang hanya diam saja tapi lelah tadi, bagaimana kalau coba bergerak, aku akan ajari baby! " ucap Len memberikan kode untuk meminta jatahnya kembali.


"Apa? tidak, tidak! diam saja lelah apa lagi bergerak! rontok semua tubuhku!! sekarang tidur aku ngantuk! " ucap Anya berbaring membelakangi sang suami.


"Ayolah baby! aku mau lagi! " ucap Len memohon dengan si boy yang kembali menunjukkan eksistensinya.


"Tidak untuk sekarang! atau tidak untuk selamanya! " ancam Anya yang membuat Len tak berani membantah lagi.


Len hanya bisa tidur memeluk tubuh sang istri tanpa bisa menikmatinya, cukup lama ia mencoba tidur yang pada akhirnya ia bisa mengarungi mimpinya tanpa memikirkan hasrat yang belum terpenuhi.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2