Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Pria Pengecut


__ADS_3

Anya terus berjalan cepat ke arah kamar mandi, tangisan yang tak bisa di bendung, ia tutupi dengan kedua tangan mungilnya, menyisakan sedikit celah untuknya melihat arah jalan.


Sedangkan Len diam- diam mengejar gadis kecilnya setelah dengan cepat keluar dari aula tempat ia berdiri.


Tanpa di sadari sang gadis, pria kejam tersebut terus mengikuti setiap langkah langkahnya sampai di tempat yang di tuju.


"Tutup area kamar mandi wanita. " perintah Len dari balik telpon pada anak buahnya.


Ia masuk mengikuti sang gadis dan bersembunyi di balik tembok agar tak di sadari sang gadis, tapi tetap bisa mendengar setiap ucapan sang gadis.


flashback Len


Semenjak pemecatan kepala sekolah tunas bangsa, Len mengganti kepala sekolah baru yang kompeten sekaligus mata-mata yang melaporkan setiap kegiatan Anya.


Tak bisa di pungkiri hatinya tak bisa sepenuhnya meninggalkan, bahkan merindukan gadis kecilnya setiap saat.


Dia egois, terang-terangan meninggalkan, tapi diam-diam memantau karena hatinya yang masih tidak baik-baik saja.


Bagaimana dengan hati sang gadis? bahkan tak bisa apa-apa saat hatinya tak baik-baik saja.


Sifat pengecut nya lebih mendominasi dibanding memperjuangkan yang menghasilkan luka untuk sang gadis dan dirinya sendiri.


Kepala sekolah sekaligus mata-matanya belum bisa melaporkan kegiatan Anya karena masih dalam masa hukuman sekolah, hingga dimana kunjungan papa Oscar ke sekolah tunas bangsa guna membahas niat akselerasi yang gadis kecilnya putuskan.


"Akselerasi? " tanya Len pada sang kepala sekolah melaporkan informasinya. "Apa alasannya? " tanya Len lagi.


"Nona kecil sudah menguasai materi semester 2 tuan, dan tak ingin membuat waktu 6 bulan ke depan. " kata kepala sekolah di sebrang telpon.


"Hanya itu? " tanya Len, yang takut dia lah alasan terbesarnya.


Tapi bagaimana mungkin masalah hati bisa di bicarakan dengan orang lain.


"Hanya itu tuan, saya belum memberi keputusan sebelum melaporkan pada anda tuan. " kata kepala sekolah yang tak berani mengambil keputusan sendiri jika menyangkut gadis kecil tuannya.


"Lakukan kelas akselerasi! " perintah Len


"Baik tuan. " kata kepala sekolah lalu mematikan sambungan telpon mereka.


Tak berselang lama Len mulai menghubungi seseorang lagi di ponselnya.


"Halo." suara seorang pria di dalam ponsel.


"Jadilah pengawas ujian akselerasi di SMA tunas bangsa, mulai senin depan sampai hari sabtu!! " perintah mutlak Len tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Hei, hei... aku dosen bukan pengawas ujian, jangan seenaknya kamu Len!! " kata sahabat Len yang tak lain Carlson, penjaga ujian yang sempat di kerjai Anya.


"Aku mau kau mengawasi ujian gadisku, tidak ada bantahan!! " kata Len tegas.


"Gadismu?? siapa gadismu??? Bagaimana jika aku jatuh cinta padanya?? " Kata carl mentang, yang memang tau kisah cinta baru Len dari Noberto dan Norbert.


"Kau!!!! jangan coba- coba mendekatinya!!! " marah Len memperingati sahabatnya.


"Kenapa? Bukankah kau tak memperjuangkannya?? Bahkan kau meninggalkannya tanpa sepatah kata pun!!! pantaskah kau bersikap memiliki seperti sekarang." kata carl panjang lebar.


"Bukankah tak tau terimakasih setelah jasa begitu besar tuan Oscar berikan kepada kita dengan gilanya aku mendekati putri kesayangannya ha!!! Bukankah sangat kurang ajar!!!! " kata Len marah dengan orang di sambungan telponnya.


"Apa kau pernah bertanya dengan tuan Oscar pengecut?!!! Apakah tuan Oscar memiliki pemikiran sempit seperti dirimu ha?? jangan samakan pemikiran sempit mu dengan orang lain!! " kata carl, mencoba menyadarkan pikiran Len.


"Tapi aku takut terlalu berharap, malah membuatku merasakan sakit yang sama seperti dulu." kata Len dengan suara lemah.


"Jangan memulai pengecut!!! Kau menyakiti hati seorang gadis yang tak tau apa-apa tentang masa lalu mu bodoh!!! Apa kau sama sekali tak merasakan sakit yang sama seperti yang di rasakan gadis itu?? jika tidak!!! Lepaskan gadis itu!! Dia punya masa depan panjang, dan tidak dengan pria pengecut sepertimu!! " kata carl.


"Tapi ak.... " ucap Len terpotong.


"Sudahlah, aku lelah bicara padamu!! senin aku akan jadi pengawas akselerasi, dan aku tak akan janji tak mendekatinya nanti!!" kata carl sebelum mematikan sepihak sambungan telponnya.


Len mulai resah mendengar perkataan teman seperjuangannya itu, niatnya ingin mengawasi gadis kecilnya, sekarang malah dirinya yang menjadi was-was.


Dan benar saja, hari pertama carl menjadi pengawas ujian, ia tak bisa mengalihkan perhatian pada objek sempurna di depannya.


Carl selalu melaporkan kegiatan Anya pada Len, yang memang itulah tugas Carl sebenarnya.


"Besok hari terakhir dia ujian akselerasi nya, dia terlihat sangat antusias, dia gadis yang cerdas, bahkan sampai hari ini dia seperti tak memiliki beban!!! Tak ingin mengucapkan selamat?? " kata carl melaporkan langsung yang memang saat ini dia mengunjungi kantor Len.


Len diam sesaat mulai berfikir, lalu mengambil sebuah keputusan.


"Baiklah, besok aku akan memberikan selamat dan beberapa sambutan di sekolah. " kata Len, membuat sang sahabat kecewa di buatnya.


"Kau pengecut!!!" kata carl lalu pergi begitu saja.


Membuat Len marah melihat kepergian sahabatnya.


"Aku hanya takut menerima penolakannya! " kata Len dalam hati dengan nafas naik turun.


*****


Hari ini adalah hari terakhir ujian akselerasi anya, dan pada hari ini juga carl mencoba mendekati gadis kecil Len, yang ujungnya malah di kerjai sang gadis, dengan berbicara langsung pada tuan Oscar yang saat itu tidak mengenalinya.

__ADS_1


"Aku mencoba mendekatinya dengan meminta nomernya!! Tapi malah di hadiah i hal istimewa. " Tulis pesan carl pada Len yang menggantung.


Melihat pesan dari carl membicarakan gadis kecilnya, dengan cepat Len membalasnya.


"What? " tulis Len yang sangat penasaran.


"Dia malah memberikanku nomer tuan oscar. " balas carl lagi membuat Len tertawa terbahak-bahak.


"Dia bukan gadis yang mudah di dekati. " balas Len.


"Ya, dan kau menyia-nyiakan kesempatan itu. " Balas carl menohok


Len duduk terdiam di ruangan kepala sekolah saat berbalas pesan itu berlangsung, hingga sang asisten mengeluarkan suaranya.


"Semua sudah siap tuan. " lapor asisten Noberto.


"Ke aula sekarang. " kata Len berdiri dan berjalan ke depan.


Dengan berlahan ia berjalan menaiki podium, mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis kecilnya, ia tak kunjung berucap, sampai sang gadis berada di jangkauan penglihatannya.


"Apa yang ada di dalam ponselmu lebih menarik baby. " Kata Len dalam hati.


"Selamat siang semua. " kata pertama yang ia ucap.


Dan tiba-tiba kepala kecil itu mendongak, dengan mata mereka yang bertemu.


"Aku merindukanmu baby, selamat sudah menyelesaikan ujianmu baby, kau...... " kata Len dalam hati terhenti saat sepasang mata bulat itu tak memandangi nya lagi, yang lebih menundukkan kembali kepalanya. "Bahkan kau tak sudi lagi memandang wajah daddy baby! " Lanjut len dalam hati.


Setelahnya iya meneruskan sambutan dan pidatonya yang berisi ucapan selamat, dengan mata yang tak luput memandang gadis yang terus menunduk.


Hingga puncaknya gadis itu berlari keluar aula tanpa bisa membendung air matanya.


"Kau benar-benar menyakitinya brengsek! " Kata Len melihat punggung gadisnya bergetar sambil berlari.


Flashback off


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2