Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Mengantar pulang


__ADS_3

Di dalam perjalanan mengantar Anya, Len tak pernah sedikitpun melepas genggaman tangannya dengan Anya, seolah momen yang hanya sekali seumur hidupnya, yang mungkin akan terjadi setelah ini.


Di dalam mobil yang terdengar ramai karena celotehan Anya yang tak penting sebenarnya, yang mulai melupakan kemarahannya, seperti tantrum nya bayi yang tidurnya terganggu dan menghilang saat kantuknya hilang, tapi momen-momen seperti itu yang tak ingin terlewatkan bagi Len.


" Bear, tadi kamu belum menjawab pertanyaanku, apa kamu sudah menikah bear? " tanya Anya tiba-tiba pada orang yang saat ini ada di jok kemudi.


Sedangkan orang yang di ajak bicara, terlihat binggung dengan arah pembicaraan nona kecil yang ada di belakang.


" Siapa bear? Bukan tuan tentunya kan! Berarti aku! kenapa bear? " Kata sekertaris Norbert dalam hati, yang ternyata seseorang di jok kemudi, yang Anya tak tau jika orang di depannya berbeda dengan orang yang mengantarkannya tadi, hanya rupa mereka yang sama.


" Dia bukan bear baby, tapi Norbert,mereka kembar. " kata Len meluruskan kesalahpahaman.


" Benarkah mereka kembar?" tanya Anya dengan mata berbinar, yang di angguki Len.


" Hai nona kecil, kita 2 kali bertemu. " kata sekertaris Norbert yang lebih bisa di ajak ngobrol di banding kembarannya.


" wahh.. kau mirip sekali dengan bear! Bagaimana cara membedakannya! " kata Anya takjub.


" Sejelek itukah, sampai tidak bisa membedakan mana manusia mana beruang. " kata Norbert dalam hari yang tak tau arah pembicaraan nona kecil. " i.. iya nona. " kata Norbert dengan senyum terpaksa nya.


Len tertawa terbahak- bahak melihat interaksi kedua makluk yang tak saling terkoneksi.


Sedangkan Norbert yang melihat tuannya tertawa malah membuatnya tertegun sesaat. " ini kali pertama anda tertawa lepas setelah bertahun-tahun tuan. " kata Norbert dalam hati sambil tersenyum tipis.


"Apa kau tau, Anya menamai kembaranmu Bear hanya karena ada kata ber(berbunyi sama dengan bear) di dalam namanya, makanya dia menyamaimu dengan bear, bukan bear beruang. " Kata Len menjelaskan agar terkonek.


Penjelasan yang hanya membuat melongo si pengemudi.


"Apa kamu berpikir Anya menyamaimu dengan beruang bird. " kata Anya, Lagi-lagi seenaknya membuat panggilan pada orang.


"Apa? " teriak reflek Norbert yang malah di panggil burung.


Dan Len kembali dibuat tertawa dengan dua orang di hadapannya, bahkan lebih keras dari yang pertama, membuat Len sampai mengeluarkan air mata di ujung matanya, sangking lucunya.


"Kau seperti hidup kembali tuan. " kata Norbert dalam hati ikut senang.


"Tiga hari lagi Anya ujian semester, pasti susah bertemu daddy lagi. " Kata Anya yang tiba-tiba murung.


Len lalu menghentikan tawanya mendengar penuturan Anya, mulai tersenyum sambil membelai rambut halus milik Anya.


" Anya harus fokus ke ujian Anya ok, bukankah Anya tak ingin mengecewakan papa mama Anya. " kata Len memberi pengertian .

__ADS_1


"Berarti Anya bisa bertemu daddy lagi, setelah ujian nanti. "


Len Anya menanggapi dengan senyuman tanpa anggukan atau gelengan. Terlihat ambigu, tapi tidak dengan anya, yang menganggap senyuman itu sebuah persetujuan sang daddy.


"Tunggu! bangaimana cara membedakan kalian, tidak ada celah buat membedakan kalian? " tanya Anya yang bingung.


" Ada nona, Noberto ada tompel di bokongnya, sedangkan saya tidak. " kata Norbert jujur.


"Benarkah, jadi Anya harus melihat bokong kalian dulu, biar bisa membedakan kalian. " kata Anya yang langsung mendapatkan plototan dari sang daddy.


"Ck, jangan aneh-aneh baby, " kata Len lembut pada Anya. " Dan jangan mengotori pikiran polos anya. " kata Len dengan tegas pada Norbert.


"Bukankah sudah anda cemari sendiri tuan! " kata Norbert yang hanya berani dalam hati.


"Anya tidak aneh-aneh, Anya bingung membedakan mereka! " kata Anya


"Noberto alisnya sedikit ke atas terlihat lebih tegas, sedangkan orang di depanmu sedikit kebawah, terlihat slengean seperti sifatnya. " kata Len cara membedakan saudara kembar itu dengan caranya.


Anya sedikit mencondongkan badannya kedepan, mulai menatap lekat wajah orang yang ada di jok kemudi untuk melihat perbedaan yang Len maksud, yang membuat si pemilik wajah salah tingkah di buatnya.


Len yang melihat Anya memandang lekat laki- laki selain dirinya di depannya, malah membuatnya cemburu, menutup mata Anya dengan tangan besarnya, mencegahnya memandang laki-laki lain terlalu lama.


" Kenapa melihat seperti itu, apa wajah daddy kurang menarik. " kata Len dengan mode cemburu.


" Anya hanya memperhatikan apa yang tadi daddy bilang kok. " kata Anya


" Ck, jangan memandang seperti itu selain daddy setelah ini. " kata Len posesif.


"Tapi bagaimana Anya bisa tau perbedaan mereka! " kata Anya yang masih kekeh dengan kebingungan nya.


" Ck, kalau di panggil bear noleh berarti benar, jika tidak ya salah, begitu juga sebaliknya, gampang kan! " kata Len mencari solusi.


" emmm, tapi bakal sering salah dong! " kata Anya. "Kalau Anya menikahi bear atau bird, nanti anak Anya bisa kembar juga dong. " imbuh Anya dengan wajah berbinar.


" Anyaaaa. " geram Len menatap tajam gadis kecilnya.


" Tentu saja bisa nona. " kata Norbert dengan sengaja menambah kadar kecemburuan tuannya.


" kau!!! " kata Len beralih menatap tajam Norbert dengan penuh emosi.


"Ma.. maaf tuan. " kata Norbert yang takut dengan candaanya sendiri.

__ADS_1


Setelah menatap tajam Norbert, Len lalu mengalihkan matanya ke arah gadis kecilnya yang cekikikan melihatnya cemburu.


" Kau sengaja membaut daddy cemburu ha, kau harus di beri hukuman, berani beraninya kau dengan sengaja membuat daddy cemburu baby. " kata Len sambil memulai menggelitiki pinggang Anya.


Membuat gadis kecil itu tertawa kegelian, dan terus meronta-ronta menghindari gelitikan dari tangan besar Len, tapi usahanya hanya sia-sia karena Len tak akan membiarkan gadis kecilnya lolos dari hukuman menyenangkannya.


" Hahahhaha stop daddy, hahahaaa stop, cukup, hahahhaa nanti Anya bisa ngompol di mobil daddy.... hahhahaahha daddyyyy!!!! kata Anya di barengi tawa geli.


" Daddy tidak akan membiarkanmu lolos baby, tidak ada ampun untuk hari ini. " kata Len terus menggelitik.


Sedangkan di kursi pengemudi, terdapat seorang jomblo ngenes yang menjadi saksi kemestraan tuannya.


" Cih, jadi seperti ini yang di rasakan Noberto selama ini saat bersama mahluk yang sedang kasmaran ini. Tunggu! bukankah Noberto mahluk yang tak memiliki perasaan! jadi, mana mungkin dia merasakan seperti yang aku rasakan... huaaaaaaa, jomblo memang menyedihkan!" kata Norbert dalam hati meratapi kejombloan nya.


Tak terasa perjalanan mereka sampai di kawasan perumahan elit yang salah satunya rumah keluarga waber.


" Berhenti di depan gerbang saja. " kata Anya, di angguki Len tanpa protes.


Yang memang ayahnya tak tau sang anak sedang bersama seorang pria. Anya merasa belum waktunya memberitahukan sang papa, karena status mereka. Walau Anya yakin mereka sudah saling mencintai.


Sesampainya di gerbang depan rumah keluarga waber, Anya yang akan membuka pintu untuk luar, ditahan oleh Len.


Menarik tubuh Anya mendekat, dan mencium bibir tipis itu sekali lagi, ******* nya penuh perasaan dan melepaskannya dengan pelan, membelai bibir basah itu dengan ibu jarinya.


" I love you. " bisik Len yang di angguki Anya dan senyum bahagianya.


Lalu keluar dari dalam mobil, dan berlari pelan masuk kedalam gerbang dengan bahagia.


Senyuman yang Len berikan tadi berubah sendu saat melihat punggung gadis kecilnya yang mulai menjauh. " Maaf" Satu kata terucap dari lubuk hati paling dalam seorang laki-laki kejam. " Jalan. " perintah Len dengan suara berubah dingin.


Membuat Norbert bertanya-tanya dalam diam. Dan melakukan mobilnya menjauh dari kawasan elit itu.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2