
"Mau makan sekarang??? atau mau makan sesuatu hm?? " tanya Carl sang semakin melembutkan ucapannya, apa lagi ia tau perut istrinya pasti kosong setelah muntah tadi.
Senta hanya menjawab dengan gelengan kepala sambil memejamkan matanya untuk menetralkan rasa pusing di kepalanya, apalagi rasa mual yang ia rasakan belum sepenuhnya hilang, ia terus memeluk tubuh suaminya yang ia rasa bau tubuhnya dapat meredakan rasa mual yang ia rasakan saat ini.
Carl semakin bingung dengan perubahan pada istrinya, karena di 2 minggu pernikahannya sebelumnya, istrinya begitu cuek dan tak begitu peduli akan dirinya tanpa melupakan tugasnya seorang istri, dan perbedaan hari ini begitu jelas ia lihat.
"Apa ini tanda-tanda mulai menerimaku lagi? mencintaiku seperti dulu??? dan.... dan memaafkan kesalahan yang aku perbuat sebelumnya?? Tuhan!!!! terimakasih Tuhan!!!! " batin Carl walau bingung tetap saja ada rasa bahagia jika membayangkannya. " Masih mual sayang? " tanya Carl dengan nada lembut sambil mengelus pelan pipi istrinya.
Tapi sayangnya tangan besarnya di tepis begitu saja, senyum kebahagiaan yang baru ia rasakan sirna begitu saja bersamaan dengan tepisan itu.
"Biarkan aku memelukmu sebentar!!! " ucap Senta yang tak manja seperti sebelumnya, tapi masih memeluk tubuh suaminya begitu erat.
"Huuuuufffffttttt!!!!" helaan nafas panjang Carl untuk menetralkan rasa kesalnya, ia harus dan wajib sabar mengahadapi tingkah lagi istrinya. " lama juga tak apa, dan kau tak perlu izin untuk memeluknya, semua yang ada di tubuhku itu adalah milikmu sayang! jadi peluk lah selama yang kau mau!!! " ucap Carl semakin mempererat pelukan nya.
Sambil memeluk Senta dengan erat, Carl mencoba menghubungi dokternya untuk untuk datang dan memeriksa keadaan istrinya, ia tak bisa mengabaikan keadaan istrinya yang muntah secara berlebihan tadi, apa lagi riwayat maag yang di miliki senta, membuat Carl harus bertindak cepat walau pun tadi ada penolakan.
Sambil menunggu dokternya datang, Carl terus memeluk tubuh istrinya melupakan pekerjaannya hari ini, yang terpenting tetaplah kesehatan wanita yang sangatlah ia cintai, sepenting apapun pekerjaannya itu, tapi sayangnya tidak untuk sang istri yang membuat hatinya yang kesal tadi semakin jengkel di buatnya.
"Tunggu, aku ada kuliah pagi ini!!! " ucap Senta yang akan beranjak dari tidurnya, tapi langsung di tahan oleh sang suami dengan tak melepaskan pelukan mereka. " Lepas!!! aku mau kuliah!!! " lanjutnya karena sang suami hanya menatapnya.
"Tidur lagi, kau sakit , tak usah kuliah hari ini!!!! " ucap Carl mencegah kepergian sang istri.
"Tidak bisa!! Cepat lepaskan pelukannya, aku akan telat sebentar lagi!!!! " kata Senta yang ngeyel sembari mencoba melepaskan pelukan di tubuhnya, tapi sia-sia karena kalah kuat dengan tangan besar suaminya.
__ADS_1
"Ck, aku bilang tidur saja!!! kau tak ingat tadi muntah-muntah berlebihan seperti itu??? kau sakit!!!! kau akan kuliah dalam keadaan seperti sekarang??? " tanya Carl dengan begitu kesal karena istrinya yang ngeyel.
"Kenapa tidak!!! aku sudah tidak apa-apa, rasa mualnya juga sudah hilang!! aku baik-baik saja untuk pergi kuliah hari ini!!!! " ucap Senta yang masih tak mau mengalah.
"Astaga Sayang!!! bisakah dengarkan ucapan suamimu sekali saja!!! jangan membantah sedikit saja!!! kau sakit sayang, tidur dan istirahat saja! jangan pikirkan apapun!!! " ucap Carl penuh penekanan sangking kesalnya tapi harus mencoba bersabar akan sikap istrinya.
"Tidak bisa! lagi pula aku sudah baikan!! aku harus kuliah sekarang, lagi pula aku sudah sering absen dan ketinggalan materi, kau tau sendiri kapasitan otak ku yang kecil ini jika menerima materi!! " ucap Senta yang masih kekeh dan mencoba bangun dari tidurnya sambil mencoba melepas pelukan suaminya.
"Aku bilang tidak!!!! " teriak Carl dengan membentak yang sepertinya kesabarannya sudah habis. " Jangan membangkang suamimu!!!! " lanjutnya semakin membentak sambil mendorong tubuh istrinya untuk kembali tidur dengan kasar.
Seketika Senta melotot kan matanya dengan rasa kaget bercampur sakit hati saat melihat dan mendengar langsung bentakan di depan wajahnya, tak lama dari itu tanpa ia sadari air matanya mengalir dengan sendirinya.
"Hiks, hiks!! ma... maaf!!! " ucap Senta tak bisa membendung air matanya, lalu tidur membelakangi suaminya dengan rasa sakit dan sesak di hatinya karena mendapatkan perlakuan tak terduga tadi.
Carl juga kaget dengan sikapnya yang tak terkontrol tadi, ia benar-benar tak sadar membentak istrinya tadi walau sebelumnya ia mengakui kekesalannya pada sang istri.
"Saa... sayang!!! maafkan !!! " ucap Carl dengan memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Hiks, hiks!!! to.. long jangan ganggu aku sebentar!!! " ucap Senta dengan berlahan menjauhkan tangan suaminya dari perutnya.
"Tidak!! tidak!!! maaf oke?!!! aku salah sayang!! maafkan aku ya!!! " kata Carl yang merasa bersalah, tapi masih memaksa untuk memeluk tubuh istrinya.
"Lepaskan aku!!! jangan ganggu aku!!! " teriak Senta sembari bangun dari tidurnya, dan terduduk menatap tajam pria yang selalu memaksa kehendaknya.
__ADS_1
"Kau meninggikan suaramu? " ucap Carl penuh penekanan, terpancing dengan teriakan istrinya, dengan sama-sama menatap tajam satu sama lain.
"Ya!! " bentak Senta. " kenapa? kau marah ha? kau mau membunuhku? bunuh saja aku, dan aku akan berterimakasih padamu karena terbebas dari dunia yang kejam ini, dan terutama kau pria yang lebih kejam dari dunia yang aku rasakan saat ini!!! " ucap Senta yang entah kenapa tak bisa mengontrol emosi nya seperti biasanya, apa lagi Senta yang penyabar itu tak terlihat sekarang.
"Senta!!! " bentak Carl yang jauh lebih parah dari Senta karena merasa istrinya itu sudah keterlaluan, dengan matanya yang memerah sangking marahnya.
Tapi pertengkaran itu terganggu dengan suara deringan ponsel milik Carl membuat gua sejoli itu bersamaan menatap ponsel yang sedang berdering itu.
Dengan segera Carl mengambil ponselnya dan mengangkatnya karena sudah tau siapa yang menelpon, tanpa sepatah kata pun ia keluar dari kamar meninggalkan istrinya sendiri dengan ponsel bertengger manis di telinganya.
Senta hanya bisa memandang kepergian suaminya dengan senyum mirisnya, jangan lupa air mata yang sedari tadi mengalir dengan sendirinya, emosinya bercampur aduk hari ini, mulai kesal, manja, marah, dan sakit hati.
Setelah memandangi kepergian suaminya sampai pintu kamar tertutup kembali, Senta kembali merebahkan tubuhnya membelakangi pintu marah tersebut dengan menyelimuti seluruh tubuhnya tanpa tersisa sedikit pun.
"Hiks, hiks!! kenapa aku seperti ini? " ucap Senta pada dirinya sendiri yang menyadari keanehan di tubuhnya, apa lagi harus muntah-muntah di pagi hari, walaupun dia punya riwayat sakit maag tapi tak pernah mengalami hal seperti sekarang.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...