
Walau sempat di tolak, tapi Carl malah bahagia mendengar ucapan Senta, ia tak salah memilih orang untuk di jadikan istri nantinya, kekasihnya itu begitu memikirkan segalanya, begitu berharganya kah dirinya sampai Senta yang paket komplit itu harus memantaskan diri dengannya dengan tujuan yang sangat menyentuh hatinya.
"Katakan dengan segera kalau kau sudah siap, besok pun kalau sudah siap katakan oke! " ucap Carl memeluk Senta dengan penuh kasih sayang.
"Mana ada memantaskan diri hanya dalam waktu sehari! ngaco! " ucap Senta dengan suasana hati yang mulai membaik.
"Kenapa harus memantaskan kalau kau sudah sangat pantas untukku, aku sangat yakin akan hal itu? " tanya Carl mengukur kedewasaan kekasihnya yang bodoh itu.
"Karena kekasih dan istri itu berbeda jauh, kalau kekasih masih ada batasan di hubungan itu, tapi istri adalah sepenuhnya untuk suami dua orang yang di satukan tanpa ada sekat, itu dua hal yang sangat berbeda jauh, aku ingin pantas untuk hal itu sepenuhnya mengabdi pada suami, saling bertukar pikiran dengan sama-sama tau karakter masing-masing yang nantinya mempermudah mencari jalan keluar, dan biarkan seperti ini dulu agar tau karakter masing-masing dan denganku yang pantas di sebut seorang istri bahkan ibu nantinya, berikan aku waktu, tak akan lama kok aku janji akan hal itu!! aku tak akan pernah menyia-nyiakan pria yang sangat mencintaiku ini! " ucap Senta dengan pikiran dewasanya.
"Terimakasih Tuhan telah menurunkan bidadari se dewasa dan baik ini untuk ku, walau terkadang bodoh dan konyol! " puji Carl dengan semakin memeluk erat tubuh kekasih barunya.
"Kalau bodoh aku tak akan bisa memikirkan segala untukmu! " jawab Senta yang sedikit kesal.
"Ooh, sayangku terimakasih sudah memikirkan segalanya untukku!! Kau membuatku semakin mencintaimu! " ucap Carl yang terharu.
"Aku juga mencintaimu! " ucap Senta untuk pertama kalinya. " Lepasin pelukannya, aku akan membuat sarapan untukmu! " lanjutnya mencoba melepaskan pelukan mereka.
"Bagaimana dengan keluar dari rumah itu? " tanya Carl tak menghiraukan ucapan Senta dan terus memeluk wanitanya. "Kau bisa tinggal di sini bersamaku walau belum ada ikatan pernikahan, aku tak akan macam macam nanti! " ucapnya lagi memberi usul.
"Tidak, tidak! aku tidak akan percaya dengan ucapanmu itu, di sini banyak setan berkeliaran, apalagi riwayat mesummu itu!! aku tak bisa pindah, lagi pula aku masih bisa tahan untuk sementara waktu! " tolak Senta.
"Kenapa juga kalau terjadi, aku kekasihmu, aku juga sudah berniat menikahimu! kalau terjadi pembuahan kan bukan masalah besar! " ucap Carl cemberut dengan tolakan Senta.
"Tuh kan belum jika 10 detik sudah berubah saja ucapannya! " ucap Senta yang menatap wajah Carl yang masih cemberut, yang membuatnya tak enak hati. "Maafkan aku, bukannya aku tak mencintaimu, aku hanya ingin memberikan hal spesial ini untuk suamiku nanti, aku ingin menjalankan tugasku menjadi seorang istri seutuhnya! ini terdengar kolot, tapi aku benar-benar ingin menjaganya untuk siapapun suamiku nanti, kau akan mendapatkannya nanti kalau kau yang jadi suamiku nanti, maaf!! " ucap Senta yang gak enak hati.
Bukannya tersinggung, Carl malah tersenyum lebar dengan kembali memeluk Senta begitu erat.
"Aku mengerti itu dan akan membantumu menjaga hal berharga itu untuk suamimu nanti! aku sangat-sangat mencintaimu Senta! " ucap Carl yang bangga karena Senta sangat menjaga kehormatannya sebagai seorang perempuan di tengah lingkungannya yang tak sehat.
__ADS_1
"terimakasih sudah memahami pikiran kolot ku ini! " ucap Senta .
"Bukan pikiranmu yang kolot, tapi negara ini memang terlalu bebas, karena pada dasarnya setiap wanita harus menjaga kehormatannya, bukan dengan mudah memberikan pada siapapun!! Aku setuju... "
kruuukkkkk!!!.
Ucapan Carl terpotong dengan suara perutnya sendiri yang berbunyi cukup nyaring di telinga mereka berdua.
"Kau lapar? aku akan buat sarapan sekarang! " ucap Senta melepas pelukan mereka dengan cepat dan berjalan menuju dapur di apartemen kekasihnya itu.
Carl hanya bisa mengikuti apa yang di ucapkan kekasihnya karena sudah terlanjur ketahuan dengan cacing di perut yang sudah berdemo.
"Mandi! " perintah Senta saat melihat Carl berjalan ke arahnya.
Mendengarnya Carl langsung membelokkan arah jalannya kembali menuju kamarnya melakukan apa yang Senta perintahkan tanpa membantah. Hanya butuh beberapa menit Carl sudah kembali ke hadapan Senta yang masih menyelesaikan masakannya.
"Kau mandi? " tanya Senta yang tak yakin.
"Duduk di situ! " ucap Senta menunjuk beberapa kursi yang memang tersedia di depan dapur.
Sedangkan Carl hanya mengikuti apa yang di ucapkan Senta, yang tak berselang lama kekasihnya itu memberikan secangkir susu panas untuknya.
"Ini susu apa? " tanya iseng Carl.
"Susu sapi! " jawab senta dengan mengernyitkan dahinya, bingung dengan pertanyaan aneh kekasihnya itu.
"Aku kira susu gantung! " ucap Carl yang tersenyum dengan sesekali menyeruput susu buatan Senta.
"Susu gantung? memang ada? " tanya Senta yang tak paham ucapan Carl
__ADS_1
"Ada! di sini juga ada! satu pasang! " ucap Carl menatap susu gantung yang ia maksud di diri kekasihnya, terlihat padat berisi, yang entah dari mana pikiran mesum Carl muncul.
"Mana? aku tak melihat susu selain yang sekarang kau minum! jangan ngada-ngada deh! " ucap Senta yang belum mengerti.
"Ada di hadapanmu sekarang! " jawab Carl dengan masih menatap buah gantung yang terlihat menggairahkan .
Saat Carl mengatakan di hadapannya, Senta sadar bahwa dia lah yang ada di hadapan Carl, apa lagi mata Carl yang tertuju pada gunung tak berapinya, yang sekarang tau susu gantung yang di maksud Carl, membuatnya menatap tajam kekasihnya itu.
"Kau belum merasakan jurus telapak Budha milikku ini hm? " tanya Senta dengan menunjukkan kelima jarinya, berpose seperti menampar orang. " Atau jurus seribu bayangan yang ku punya, dan mengeroyok mu agar sadar dengan otak mesummu itu! dan rasenggan yang ada di tanganku ini hm? " ucap Senta menunjukkan jurus-jurusnya.
"Hahahhahaaa!!!stop, aku hanya bercanda, kenapa harus seserius itu, hahahhahaahaha, kau lucu sekali seh! " ucap Carl yang tadi berfikir mesum hilang seketika.
"cih, bercanda apanya, kau tadi melihatnya dengan tatapan lapar! " ucap Senta yang membuat Carl terdiam dari tawanya.
"Ehem, ehem, mana sarapan ku! aku sudah lapar tau! " ucap Carl mengalihkan pembicaraan.
"Aku hanya buat sandwich telur, tak ada apapun di kulkas selain telur! " ucap Senta memberikan sepiring sandwich untuk kekasih dan untuknya, duduk dan makan berdua di kursi samping kekasihnya itu.
"Ya, setelah ini mandi dulu sebelum pulang! aku akan mengantarkan mu, dan menjelaskan segalanya kalau-kalau papamu marah nanti! " ucap Carl yang memperlihatkan sikap tanggung jawabnya.
Senta hanya mengangguk-angguk setuju dengan ucapan Carl dan memakan masakannya dengan lahab, diikuti sang kekasih yang begitu menikmati sarapan buatannya.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...