Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Membawa pulang


__ADS_3

Karena tak bisa di pungkiri, ia juga ikut sedih harus kembali mendengar tangisan itu berulang kali, hingga ia berjanji kembali untuk membahagiakan istrinya dalam bentuk apapun dan sekecil apapun, jika menangis pun itu harus tangisan kebahagiaan untuknya.


Cukup lama menunggu, akhirnya tangisan istrinya mulai mereda yang sesekali masih terdengar isakan kecil di bibirnya.


"Udah!!! " ucap Senta sambil meminta Carl tunjuk melepaskan pelukan mereka.


"Tetap seperti ini juga gak apa-apa sayang!!! " jawab Carl yang malah nyaman dalam pelukan istrinya.


"Ayolah!! aku juga butuh ruang!!! " ucap Senta kesal pada suaminya.


"Baiklah-baiklah!!! " kata Carl saat melihat wajah kesal Senta, karena tak mau menambah beban di otak sang istri, ia dengan cepat melepaskan pelukan mereka.


Senta mulai mencari posisi yang enak untuk duduk dengan menatap ke arah luar kaca mobil, tanpa peduli ke kehadiran suaminya di sampingnya, bahkan beberapa kali masih mengeluarkan air matanya.


"Selama ini apa artinya aku bagi mereka??? investasi atau barang yang akan di jual?? tak ada rasa kehilangan sedikit saja?? ini sakit sekali Tuhan!!!! " batin Senta yang masih memikirkan kedua orang tuanya.


Tapi di tengah lamunannya itu senta tersadar saat ia merasakan sebuah tangan yang menggenggam tangan nya, mengelus kecil membuatnya menatap ke arah sang pelaku yang tersenyum padanya.


"Jangan terlalu keras memikirkan orang yang bahkan tak memikirkan mu!! Masih banyak orang yang menyayangimu selain mereka, lihatlah sekitarmu, jangan melihat pada satu titik saja, bahkan kau juga masih punya mama Anne kan, ada aku, sahabatmu, yang sangat sayang dan peduli padamu sayangku!!! " ucap Carl penuh kelembutan.


"Apa seperti ini caramu merayu wanita di luar sana?? halus sekali!!! " cibir Senta yang tiba-tiba, karena ucapan suaminya cukup membuat meleleh kaum sepertinya.


"lho???? apa sih?? aku bicara tentang kamu sayang!!" ucap Carl bingung dengan arah pembicaraan istrinya yang tiba-tiba berbelok tanpa lampu sen.


Bukannya menjawab, senta malah membayangkan apa yang ia ucapkan tadi, dengan Carl yang merayu setiap wanita dengan kelembutan ucapannya, memberikan kata cinta yang terdengar lebay.


"Ihhh, lepas!!! " kata senta melepaskan genggaman tangan mereka karena kesal dengan imajinasinya sendiri.


"Sayang!!! " ucap Carl dengan lembut, saat dia bingung dengan tingkah istrinya. "Di mana salahku??? apa tadi ada salah bicara??? " lanjutnya membatin dengan mengurutkan ucapannya yang memancing kekesalan istrinya.


"Apa??? sana jauh-jauh!!! " ucap Senta karena posisi Carl lebih condong padanya.


"Kenapa? apa salahku sayang??? " tanya Carl yang sabar menghadapi ke random istrinya.

__ADS_1


"Banyak!!!! " jawab singkat Senta.


Kruuuuuuuukkkkkkkkk....


Tiba-tiba terdengar suara bunyi perut di tengah perdebatan mereka, dengan Carl yang menganga karena menggantung saat akan berucap, dan Senta yang menutup matanya karena malu.


"Ih, perut sialan!! tidak tau tempat laparnya ya!!! " kesal Senta dalam hati, yang ternyata perutnya lah yang tak bisa di ajak kompromi.


Kruuuukkkk, kruuuukkkkk....


Suara cacing-cacing Senta kembali berbunyi, mendemo meminta yang seharusnya tadi mendapatkan sarapan mereka.


"Kau lapar sayang? " tanya Carl yang terdengar konyol.


"menurutmu? " kata Senta balik bertanya dengan sewot.


"Hehehehee!!! kita cari sarapan dulu baru pulang oke??? " tanya Carl meminta pendapat sang istri.


"Terserah!!!! " jawab Senta walau sangat mengiyakan dalam hatinya.


Senta lebih memilih menatap arah luar, tapi sayangnya ia baru sadar kalau jalan yang mereka lalu dengan jalan menuju apartemen sang suami.


"Apa karena mau makan?? tapi kenapa gak sekalian cari restoran yang satu arah saja!!! " batin Senta bingung, tapi pada akhirnya mencoba bertanya akan rasa penasaran nya, " Ini bukan jalan ke apartemen? " tanya Senta.


"Memang bukan!! Kau istriku, tentu saja aku tak akan membiarkanmu tinggal di apartemen kecil itu!! apa kau berfikir aku akan membawamu ke sana sayang??? " tanya Carl di akhir.


"Kecil?? yang kau bilang kecil itu bisa menampung satu keluarga besar tau, dan kau bilang kecil??? ck, ck, ck!!!! " kata Senta menanggapi ucapan suaminya dengan geleng-geleng kepala.


"Tapi atmosfirnya tak baik untukmu dan anak-anak kita kelak, banyak kenangan tak baik di apartemen itu!!! " kata Carl yang membuat istrinya terdiam.


Senta sendiri malah mengingat apa yang terjadi di apartemen itu, apa yang di lakukan suaminya itu dengan wanita bayarannya di masa lalu, yang semakin membuatnya kesal.


"iiiihhhhhhhhhhh!!! " kesal Senta memukuli tubuh sang suami tanpa ampun.

__ADS_1


Yang pastinya membuat kaget Carl dan anak buahnya yang duduk di kursi depan, yang pada akhirnya ia membiarkan tubuhnya menjadi samsak untuk mereda kekesalan istrinya, walau sebenarnya tak terasa apapun di tubuh kerasnya yang terbiasa dengan pukulan benda-benda keras.


bugh, bugh, bugh....


"Kau membuat ku membayangkan apa yang kau lakukan di tempat itu bersama wanita-wanita mu dulu, ini menyebalkan tau!!! ihhhhh, kenapa aku harus bersuami pria player sepertimu!! kenapa??? kenapa ha??? " ucap Senta marah marah.


Bugh, bugh, bugh....


"Tuh kan, cuma di ucapkan aja udah seperti ini responnya!! apalagi kalau harus tinggal di sana!! terimakasih ma, kau menyelamatkan nyawa anakmu!!! " batin Carl yang sebelumnya sudah konsultasi pada sang mama apa yang harus ia lakukan saat sudah menikahi wanita yang ia cintai, sembari terus menjadi samsak untuk sang istri.


Sampai pukulan bertubi-tubi di tubuhnya mulai berhenti, tapi malah berganti dengan tangisan kecil dari sang istri yang malah membuatnya panik seketika.


"Hiks, hiks, hiks!!!! " tangisan Senta sangking kesalnya, yang entah kenapa wanita kuat itu sekarang mudah sekali menangis.


"hey, hey!!! kenapa menangis!! pukul saja aku tak apa, jangan menangis lagi sayang!!! " panik Carl mencoba menggenggam tangan istrinya tapi terus-terusan di tepis oleh sang pemilik. "Itu hanya masa lalu, aku sudah berubah dan akan terus berubah menjadi lebih baik untukmu, jangan menangis lagi oke!!! " ucap Carl yang berusaha meraih pipi Senta yang terdapat aliran air mata, yang sayangnya sang pemilik memilih menghindar darinya.


"Aku mau makan enak, jangan pedulikan aku!!! " ucap Senta dengan datar sembari menghapus air matanya sendiri.


"Mana boleh seperti itu, aku harus peduli dengan cintaku, istriku, ibu dari anak anakku, dan wanita yang merubah ku jadi lebih baik seperti sekarang, tak ada kata tidak atau jangan untuk peduli padamu!!! I love you sayang!!! " ucap Carl mencoba melelehkan hati yang kesal karenanya.


"Ck, rayuan basi!!! " cibir Senta lalu terfokus kembali ke arah luar jendela.


"Itu bukan rayuan, tapi ucapan yang ada di hatiku sayang!! " kata Carl menyangkal ucapan senta, tapi tak ada respon lagi dari istrinya. " Kamu mau makan apa? " tanya Carl mencoba mengajak bicara istrinya kembali.


"Terserah! " jawab singkat senta yang membuat suaminya sedikit mati kutu.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2