Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
fitting


__ADS_3

Apa ini! kenapa bisa seperti ini? " ucap anya setelah melepas pelukannya dan mengangkat lengan baju Len dengan wajah panik penuh kekhawatiran.


"Tak apa! hanya luka kecil baby! " jawab Len dengan tersenyum hangat menatap wanita yang hampir menangis karena khawatir tentang nya.


Untuk kali pertamanya ada seorang wanita yang benar-benar mengkhawatirkannya setelah ibunya meninggal, saat bersama Audrey dulu tak sekhawatir ini melihatnya terluka cenderung tak tulus menghawatirkan nya, mungkin karena memang sejak awal wanita itu tak benar-benar mencintainya.


Tapi sekarang di depannya, wanita pilihannya yang sangat ia cintai menunjukkan betapa takut melihatnya terluka , dan sebentar lagi ia akan mendengarkan kebawelan di bibir kecil gadisnya.


"Tak apa?? segini di bilang kecil? kalau kecil tak mungkin perban nya sebesar ini!! kau habis ngapain sih!! gak becus jaga diri sendiri, sebentar lagi kita akan menikah tau, jangan terluka seperti ini, hikss.... kalau anak buahmu tak becus menjagamu, biar aku saja yang jaga, aku akan ikut kemanapun kamu pergi dan menjagamu dalam keadaan apapun agar tak terluka seperti ini hiks!!! " ucap Anya bertubi-tubi sambil mengeluarkan air matanya sangking kesal dengan jawaban Len.


"Heheheheee!!! lukanya sudah di jahit dan di obati, sebentar lagi akan sembuh dan aku tak akan apa apa!! bukan tak becus menjaga diri hanya saja hari sial tak ada di kalender baby!!" canda Len kembali memeluk gadis yang di buatnya menangis.


"Hiks, hiks... ja.. jangan seperti ini lagi, berjanjilah!! aku.. aku tak bisa melihatmu seperti ini, hatiku tanya tak tenang melihatnya, aku tak suka dengan perasaan ini!! " ucap Anya yang masih di pelukan Len.


"Ya, aku janji tak akan terluka lagi untukmu!" kata Len dengan senyum kecilnya.


"Kalau aku melihatmu terluka lagi, sejak saat itu aku yang akan menjadi bodyguard mu, aku yang akan melindungimu dari bahaya apapun, kalau perlu aku yang akan melawan orang-orang yang melukaimu!!! tanpa bantahan!!! " ucap Anya tak boleh di bantah.


"Sesuai dengan apa yang di inginkan gadisku ini!!" kata Len yang sebenarnya sebuah candaan saja, karena ia tak akan mungkin membuat Anya di posisi yang ia mau barusan.


Anya hanya menjawab anggukan kepala yang sesekali masih dengan tangisan kecilnya, dengan Len yang memeluk sang gadis untuk menenangkannya, sangking nyamannya berpelukan mereka tak sadar begitu lama berada di luar, sampai teriakan papa Oscar membuat dua insan yang saling merasakan kenyamanan masing-masing itu kaget di buatnya.


"Masuk!! atau ku kunci kalian dari luar!!! hobi sekali berduaan di luar, mau pamer?? sekalian ke taman kota kalau mau pamer!! " ucap papa Oscar yang berdiri di depan pintu utama.


Sedangkan Anya yang mendengar itu langsung melepas pelukannya, lalu menundukkan kepalanya karena rasa malu, lain halnya dengan Len yang terlihat biasah saja lalu menggandeng tangan Anya untuk masuk seperti yang papa Oscar ucapkan.


*****


Pagi hari menjelang siang, Anya berniat melakukan fitting gaun pengantinnya bersama mama Rosa, tapi Anya memilih menaiki mobil terpisah dengan sang mama karena setelah fitting ia harus langsung ke kampus karena memang ada kelas sore nanti.


Berlahan ia mengikuti laju mobil depan yang di tumpangi mamanya hingga sampai ketempat tujuan mereka yang tanpa mereka sadari ada beberapa pasang mata memperhatikan gerak giriknya.

__ADS_1


Kesan pertama yang Anya lihat di dalam butik adalah sebuah kemewahan, dengan beberapa patung manekin yang terpajang lengkap dengan gaun yang menjuntai cukup panjang, tapi sayangnya kemewahan yang Anya kagumi tadi luntur saat sang pemilik menyapanya.


"Halo, selamat dhatang channtikkk!! ayo, ayo!! Tuan Len sudah memesan tempat ekhe cin!!! " ucap pria tampan gemulai di hadapan mama Rosa dan Anya.


"Oh, hay!! aku vanya dan ini mama ku Rosa!! " ucap Anya sedikit canggung karena tingkah orang di depannya.


"akhe Prince nama alemong nya princess cin!! " ucap Prince mengaku princess itu dengan menyelipkan rambut di telinganya yang padahal hanya memiliki panjang tak sampai 3 cm.


"Bisa tunjukkan gaun terbaik mu Prince! " ucap mama Rosa karena merasa orang di depannya adalah pria.


"Princess mam! PRINCESS oke!!! ikut ekhe syantik-syantikk!! " ucap Prince dengan melangkahkan kakinya menuju ruangan gaunnya dengan di ikuti mama Rosa dan Anya dari belakang. " Adudududuu!!! syantik-syangik bingitt indang!! jadi insecure ekhe!! issshhh alemong-alemong bingit!! " Dumel Prince dengan bahasa planetnya setelah melihat 2 wanita cantik di belakangnya, sambil melenggak lenggokkan jalannya.


"Rewel mam!! " Bisik Anya sekenanya.


"Kau ini!! dia desainer hebat lo!! jangan lihat orang dari sampulnya ah! " jawab mama Rosa dengan berbisik juga.


"mam jalannya kayak mau patah mam!! astaga!! " bisik Anya lagi memperhatikan langkah pria gemulai itu yang sangat aneh baginya.


"Mulutmu bisa diam tidak, aku adukan papa kalau bicara seperti itu lagi!! dia punya hidupnya sendiri, jangan berkomentar tidak baik kayak gitu!! " bisik mama Rosa memperingati anaknya itu.


"MBL apa? " bisik mama Rosa penasaran ditengah kekesalannya dengan suami dan putrinya.


"Manusia Berak Lancar ma!! " jawab Anya yang semakin membuat mama Rosa kembang kempis marah dengan ucapan Anya. " Bu.. bukan Anya yang bilang!! i.. itu papa, sumpah mam! " bisik Anya dengan menunjukkan dua jari telunjuk dan jari manisnya membentuk huruf v.


Saat akan berniat memarahi sang anak, mama Rosa lebih dulu di kagetkan saat prince membalikkan badannya, membuatnya dengan cepat mengontrol ekspresi marahnya.


"Silahkan duduk di sindang say!! " ucap Prince sampai di ruangan dengan begitu banyak gaun eksklusif miliknya. "Berapa usiamu? sepertinya masih muda? " tanya Prince yang berubah serius.


"Mau 20 ! " jawab Anya, "Lumayan juga kalau normal!! " batin Anya melihat wajah serius Prince.


"Oh my ahhh!!! " ucap Prince kaget dengan memegang kepalanya dengan gemulainya. " pening pala ekhe!! Dari menong tuan akhe dapat daur muda merindang cin!!" ucapnya lagi kembali gemulai.

__ADS_1


"Aku tarik kembali ucapanku tadi!! pait ah!! " batin Anya menyesal memuji pria gemulai itu. "Aku mau yang sederhana saja!! gak terlalu mewah dan gak terlihat biasa saja juga!! " ucap Anya mengatakan keinginannya.


"Oke!! ikuti karyawan itu! " tunjuk Prince pada salah satu pegawai wanitanya yang akan membantu Anya, dengan dirinya yang akan memilih gaun yang masuk di selera yang di inginkan sang klien.


Anya mengikuti apa yang di ucapkan Prince meninggalkan sang mama yang duduk di tempatnya, membutuhkan waktu yang cukup lama sampai tirai di depan mama Rosa terbuka memperlihatkan gadis cantiknya dengan gaun putih yang sama cantiknya berdiri anggun menatapnya.



Gaun pertama yang Anya pakai membuat orang di sana terpukau tak terkecuali pria gemulai yang biasanya tak tertarik pada wanita itu, tak berekspektasi akan secantik itu.


"Kau sangat cantik sayang! " puji sang mama.


"Terima kasih mam! " jawab Anya.


Karena masih ada gaun yang harus Anya coba, tirang yang di buka tadi kembali di tutup untuk memberikan kesan kejutan nantinya.



Tirai kembali di buka dengan gaun ke dua Anya yang juga cantik di tubuhnya.



Dan gaun terakhir yang Anya coba yang sama cantiknya dengan kedua gaun tadi, dan tak lama Anya kembali dengan pakaiannya, lalu duduk di samping sang mama.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2