
Tetap saja kau menyakiti perasaan mommy! secara sadar atau tidak sekalipun! kau harusnya bisa mengontrol itu di dalam dirimu!! " ucap Dante gak mau kalah.
"Gimana sih, orang tak sadar tentu saja tak bisa mengontrol dirinya! bagaimana mengontrolnya kalau kita sendiri tak sadar Kan diri kita sendiri! " ucap Len yang terdengar berbelit belit.
"Semua bisa di cegah sebelum terjadi!! dan... "
"Stop!! " ucap Anya pelan tapi penuh penekanan memotong ucapan Dante sekaligus perdebatan mereka. " Aku hanya ingin mengatakan satu permintaan saja, boleh?? " lanjutnya menatap anak dan suaminya bergantian.
"Tentu baby! " jawab Len dengan penuh semangat.
"Bisa tidak jangan pernah sendiri saat wanita tadi masuk ke ruangan mu?? " ucap Anya mengungkapkan permintaannya.
"Kenapa? kau cemburu hm? " ucap Len dengan nada menggodanya.
"Boleh tidak? " tanya Anya sekali lagi dengan penuh permohonan mengabaikan pertanyaan suaminya, "Dia seperti punya maksud lain dad!! aku tak suka!!! " lanjutnya membatin.
"Kasih daddy alasan! " ucap Len karena pertanyaannya belum di jawab tadi.
"Kalau aku tak suka daddy dekat- dekat wanita selain aku dengan hal apapun, apa terdengar egois?? hal itu hanya akan membuat hatiku tak nyaman! " jawab Anya tak mengungkapkan semua alasan yang ia punya.
"Ya, itu egois!! tapi daddy akan mengabulkan apapun permintaanmu, selagi untuk keluarga kecil kita!! " ucap Len dengan tersenyum lembut.
"Terimakasih dad! aku mencintaimu!!! " ucap Anya dengan penuh kebahagiaan sembari memeluk tubuh besar yang duduk di sampingnya.
"Ya, daddy juga mencintaimu baby!! " Jawab Len yang juga membalas pelukan suaminya itu.
Sangkan pria kecil yang berperan sebagai anak itu melipat tangannya di depan dadanya, dengan senyum kecilnya ikut bahagia melihat ke harmonisan keluarganya, tapi setelah di tunggu agak lama pelukan mereka belum juga terlepas, membuat senyuman kecil itu memudar dengan sendirinya.
"Sampai kapan kalian berpelukan!!! " ucap Dante mendengar orang tuanya yang terlihat berlebihan dan membiarkannya seolah menjadikannya sebuah pajangan saja. "Katanya tadi lapar!!! sekarang aku juga lapar!! " lanjutnya karena ucapan pertamanya bisa membuat pelukan mereka terlepas.
"Sayang!! lapar hm??? mom juga laper!!! " ucap Anya sembari melepas pelukan mereka.
__ADS_1
"Ck, pengganggu!! " batin Len kesal. " Biar Bear yang memesankan makan siang kalian ke sini!! kalian mau pesan apa? " tanya Len yang tak mungkin membiarkan anak istri nya kelaparan.
"Pizza?? " jawab Dante sembari meminta pendapat mom nya.
"Oke pizza! boleh dad? " kata Anya yang pastinya meminta izin pada kepala keluarga mereka.
"Tentu! ada lagi? " tawar Len lagi.
"Aku mau salad juga! " ucap Anya.
"Aku mau kejunya yang banyak!!! " Dante yang mengungkapkan keinginannya.
"Oke!! daddy pesan kan!!! " Ucapnya yang tak lama membuat panggilan telpon pada sang asisten untuk memenuhi permintaan anak istrinya.
"Kenapa wanita tadi bisa masuk? Bukankah hal seperti tadi di bahasnya dengan asisten mu!! kau bilang semua harus melalui asisten mu terutama wanita, apa tadi pengecualian? " ucap Anya yang kembali membahas hal tadi karena masih mengganjal di hatinya.
"Apanya yang pengecualian, tak ada seperti itu ya!! tadi putramu yang membukakan pintu, kalau aku tau , sedikitpun aku tak membukakan pintu untuknya!! aku juga sudah memarahinya dengan sikap se enaknya tadi!! tak ada pengecualian selain dirimu di sini baby! " terang Len yang takut istrinya salah paham.
"Huufftt!! entah kenapa aku merasa tak begitu menyukainya! padahal aku orang yang tak akan peduli walau bertingkah tak jelas di hadapanmu!!! entahlah!! " ucap Anya yang seolah memiliki filing seorang istri.
"Kau juga merasakannya??? tenang saja baby, aku akan segera memusnahkan nya setelah tau apa yang ia inginkan dariku dan siapa yang memerintahkan nya!!! " batin Len yang paham akan ke khawatiran istrinya. " Aku tak akan berhadapan dengannya selain tentang pekerjaan, jika itu terjadi aku akan membawa Bear di antara kami!! dan itu juga berlaku untuk wanita mana pun!! aku janji padamu baby!! " ucap Len mencoba mengurangi rasa khawatirnya.
"Ya! kau harus tepati janjimu itu! " kata Anya dengan senyum senang.
"Tentu! " jawab Len.
"Tentu!!! " kata Dante menirukan ucapan daddy nya dengan nada penuh ejekan.
"Jangan mengejek daddy! bukankah perutmu lapar, di simpan dulu tenaganya oke!!! " ucap Anya menengahi sebelum ia mendengar perdebatan mereka lagi.
Len yang merasa di bela itu malah tersenyum penuh ejekan membalas sikap anaknya tadi, tapi sayangnya anak pertamanya itu tak begitu peduli dengan ejekan nya.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, pesanan yang mereka minta tiba di hadapan mereka, dengan penuh semangat Anya dan Dante memakan pizza yang terlihat enak dengan terlihat baru keluar oven itu, yang tak lama di ikuti Len yang juga tergiur dengan kelezatan makanan yang berbentuk segitiga itu.
*****
Di belahan bumi lainnya, Senta yang menjadi gadis patah hati itu baru saja membuka matanya dengan matahari yang sudah berada di kepala manusia, bukan tanpa alasan ia melakukannya.
Yang pertama karena ia tau kalau hari ini adalah hari libur kuliahnya, dan yang kedua yaitu semalam hingga subuh menjelang ia tak bisa memejamkan matanya apa lagi dengan mata penuh dengan air yang tentunya bersumber dari matanya sendiri.
Selain terluka hatinya juga sedih saat mendapatkan perlakuan kasar dari mantan kekasihnya dengan di tonton banyak pelanggan di restoran mewah kemarin, apa lagi bentakan nya yang selalu melekat di dalam pikirannya.
Sepertinya ia kembali mencintai orang yang salah, yang sekarang terlihat begitu susah untuk melepaskan segalanya, bukan karena ia sudah gak mencintai cari, Senta juga sangat mencintai mantan kekasih nya sampai sekarang, tapi rasa sakit dan perlakuan kasar yang Carl torehkan membuatnya secara otomatis mundur dari hubungan yang menurutnya sudah mulai toxic dan semakin parah nantinya jika terus di lanjutkan.
Karena tak ada kegiatan apapun hari ini, Senta mencoba untuk memejamkan matanya kembali yang padahal ia belum makan dari pagi sampai siang ini.
Tapi sayangnya niat itu yang ada dalam angan-angannya saat ia mendengar pintu kamarnya yang akan di bukan dengan suara kunci yang di putar karena saat ia sudah berada dikamar, Senta tak pernah lupa menguncinya karena kebiasaan orang tuanya yang suka membawa masuk orang asing ke rumah mereka dan juga untuk menikmati kesendirian nya.
Seketika Senta mengerutkan dahinya saat dengan tak sopannya orang yang berada di luar membuka pintu kamarnya tanpa seizin nya, dia pikir dari mana orang tuanya mendapatkan kunci cadangan kamarnya sedangkan kunci itu selalu berada di laci samping ranjangnya.
Cek lek...
Pada akhirnya pintu kamarnya terbuka dengan cepat Anya terduduk dari tidurnya sembari menatap kearah pintu, karena rasa penasaran dan kesalnya siapa yang berani masuk ke kamarnya tanpa seizin darinya.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...