
Flashback
Mendengar berita putranya sudah ada di perusahaan hari ini, Len bergegas pergi peninggalan anya, ia tak menyangka memiliki seorang putra meski dari wanita yang ia benci, ia pergi tanpa menyadari ada hati wanita lain yang hancur karenanya.
Bahkan Len mengganti pakaiannya asal saja, mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia ingin melihat langsung rupa pria kecilnya.
Sampai di depan perusahaannya ia bergegas menuju lobi perusahaan tempat putranya menunggu, dengan nafas tidak beraturan Len menatap putranya yang berusia 8 tahun sekarang.
Tanpa mempedulikan sang ibu, Len terus menatap pria kecil yang memang mirip dengannya.
"Apa kabar Len! " sapa Audrey wanita masa lalunya sekaligus ibu dari putranya.
Len mengabaikan sapaan Audrey yang malah berjongkok di depan pria kecil itu.
"Siapa namamu? " tanya Len menatap intens pria kecil di samping Audrey, Len bisa melihat wajah penuh tekanan di diri pria kecil itu.
"Jawab!! " tekan Audrey pada putranya.
Baru pertama bertemu, sudah ada kesan tidak baik yang di lihat Len, jika Audrey terbukti nanti memperlakukan anaknya tidak baik, Len tak akan segan membunuhnya, meski dia ibu dari anaknya, toh akan ada anya nya yang bisa menggantikan wanita ular ini sebagai ibu putranya.
"Da.. dante! " jawab pria kecil yang bernama dante.
"Len! " sapa Audrey lagi, tapi tetap di abaikan oleh Len. "Sialan! tunggu sebentar lagi kau! " umpat Audrey muak.
"Dante?? nama yang indah!!! ini papa Dante! " kata Len memperkenalkan dirinya, " kita masuk keruangan papa oke! " kata Len dengan menggendong dante, membuat Audrey tersenyum cerah, dengan percaya diri rencananya akan berhasil, tapi tak lama menatap tajam anaknya.
"Ma...mama? " panggil dante takut pada tatapan tajam ibunya.
"Ya sayang! " kata Audrey dengan lembut saat Len menatapnya juga.
Len merasakan ada yang tidak beres saat ini dengan ibu dan anak di depannya.
"Kita masuk! " ajak Len dengan dingin pada Audrey.
"Emmmm, ya!! kita akan bicara banyak di dalam!! " kata Audrey dengan PDnya.
Mereka bertiga masuk ke dalam lift layaknya keluarga bahagia, yang akan menjadi gosip baru di dalam kantor Len.
Sampai di lantai paling atas, Len sempat berpas pasan dengan pria kembar sama- sama menatap gugup tuannya.
"Ikut keruangan ku! " perintah Len pada kedua pria kembar.
Dengan menatap tak suka pada Audrey, Norbert berjalan agak jauh dari wanita ular itu, sedangkan Noberto biasa saja meski di hati juga benci pada wanita yang pernah menyakiti perasaan tuannya, apa lagi sebentar lagi akan menyakiti juga nona kecil kesayangan mereka.
"Apa nona baik-baik saja saat ini!! " ingat Noberto saat melihat wajah tuannya.
__ADS_1
"Len!!" panggil Audrey dengan manja sambil memegang tangan len, tapi langsung di tepis oleh pemilik tangan.
"Katakan! " kata len tanpa basa basi bertanya maksud Audrey yang sebenarnya.
"Papa! " panggil Dante untuk pertama kalinya.
"Ya sayang! " kata Len pada pria kecil yang ada di pangkuannya.
"Ja.. jangan tinggalkan da.. Dante dan mama lagi! " kata dante takut salah bicara yang berakibat pada dirinya nanti.
"Apa yang kamu takutkan!! ada papa di sini!! papa tak akan membiarkan siapapun menyakiti Dante! " kata len yang dapat membaca raut ketakutan anaknya.
Len juga tau jika itu ada sangkut pautnya dengan sang ibu, membuatnya yakin akan mengambil putranya dari sisi sang ibu, mungkin terlihat kejam, tapi Len bisa melihat bahwa Audrey tak tulus terhadap anaknya.
Dante yang mendapatkan perlindungan dari sang papa merasa lebih tenang.
"Hai boy!! siapa namamu? " sapa sekertaris Norbert yang sebelumnya mendapatkan sebuah kode dari tatapan tuannya.
" Dante! " dengan suara lucunya.
"Dante mau beli ice cream dengan om? " tawar Norbert dengan senyum.
Dante ragu untuk mengatakan iya karena takut tapi mau dengan tawaran Noberto, ia mulai menatap papanya dengan mata lucunya, seolah meminta keyakinan pada sang papa.
"Ikut lah!! dia teman papa!! bukan orang jahat!! Dante bisa beli ice cream sepuas dante jika bersama om itu! kata Len menjelaskan pada anak pertamanya itu.
" Tidak bisa!! kau tidak bisa membawa pergi Dante! " kata Audrey tanpa berperasaan akan merebut Dante dari pelukan Len.
Melihat tingkah laku Audrey, Len tak akan membiarkan anaknya berada di tangan Audrey terlalu lama, dengan menahan amarahnya Len menatap lembut sang putra.
"Dante dengan om bird dulu oke? papa mau bicara dulu dengan mama! " kata Len dengan lembut.
Diangguki lucu oleh Dante, memindahkan gendongannya pada Norbert.
"Kembalikan Dante! " kekeh Audrey mencoba merebut Dante dari gendongan Norbert tapi dengan cepat di tahan oleh Len.
"Kau tetap di sini! " kata Len dengan menatap dingin setelah kepergian putranya. " Apa yang kamu mau! ".
" Aku mau seperti dulu! " kata Audrey enteng.
" Ck, kau pikir, kau pantas ha? " kesal Len.
"Aku sudah melahirkan anakmu! " kata Audrey menatap wajah Len semakin tampan menurutnya.
"Bukan berarti aku mau kembali padamu lagi, bahkan aku sudah memiliki wanita yang aku cintai. " terang Len, yang malah mengingatkannya pada anya.
__ADS_1
Ia baru ingat meninggalkan anya begitu saja setelah menerima telpon dari asisten Noberto tadi, ia bodoh mengulangi kesalahan yang sama karena tindakannya, Len melupakannya??
"Tidak!! tidak!! maaf baby!!! kau mengulanginya bodoh!!! " otak Len di penuhi anya sekarang.
"Cih, aku tak yakin kau benar-benar mencintainya, kau hanya mencintai aku Len!! " kata Audrey percaya diri.
"Aku akan bawa Dante tinggal denganku! " kata Len penuh penekanan.
"Tidak!! aku akan ikut dengan Dante!! "
"Pergi dengan priamu itu, kenapa harus dengan Dante! kau bahkan tak merawatnya dengan baik bukan!! Bahkan kau menyembunyikan keberadaannya pada ayah kandungnya!! dan tiba-tiba kau muncul dengan putra yang kau lahirkan!!! apa maumu sebenarnya sialan!! " marah Len dengan pikiran semrawutnya.
Audrey mulai takut dengan sifat asli Len yang mulai muncul, ia tak boleh memaksa kali ini.
"Baiklah-baiklah, a.. aku tidak punya tempat tinggal di sini, berikan aku tempat tinggal saja dan... dan biarkan aku bertemu putraku setiap saat. " kata Audrey yang memilih mengulur saat ini.
Len tersenyum samar mendengar penuturan Audrey, ia menyetujui seolah jadi orang bodoh untuk memancing ikan yang lebih besar menggunakan wanita di depannya.
"Aku akan memberikanmu apartemen, dan kompensasi karena melahirkan anakku! " kata Len sambil menatap sang asisten yang juga menatapnya dengan tersenyum kecil.
"Kena kau!!! dan wanitamu, akan kubuat ia tak bisa memilikimu sialan! " ucap Audrey senang.
"Supir di bawah akan mengantarkanmu, dan ambil ini!" Len dengan mudah memberikan selembar cek dengan nominal besar. " pergi sekarang!! Dante akan bersamaku sekarang!! " usir Len.
Tak akan membuang-buang waktu terlalu lama, Audrey langsung keluar dengan membawa cek bernilai fantastis itu, dan tak memikirkan anaknya sama sekali setelah mendapatkan uang.
"Bahkan wanita ular itu lupa dengan anaknya setelah mendapatkan uang! " kata asisten Noberto setelah kepergian Audrey.
Len menatap tajam pria yang mengoceh barusan. " Bagaimana bisa anya menyampaikan berita ini padaku!! dan itu dari kamu!! " kata Len dengan kilat kemarahan.
"Ma.. maaf tuan! sa.. saya kira tadi anda yang mengangkat telpon!! karena sedari tadi siang anda tak mengangkat telpon penting dari saya!! saya mengatakan semua ya saat telpon tadi terangkat. " jelas asisten Noberto.
Pikiran Len kalut dengan keadaan sekarang dan khawatir dengan anya yang sempat ia lupakan tadi, ia takut berfikir macam-macam tentangnya, apa lagi mendengar wanita lain yang memiliki anak darinya.
.
.
.
Lanjut
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...