Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Carl tamu tak di undang


__ADS_3

Seperti pagi-pagi sebelumnya, kediaman Len pasti kedatangan tamu tak di undang, seorang bujang lapuk yang hidup sendiri di sebuah apartemen, membuatnya harus merepotkan temannya kalau berurusan dengan perut, apalagi di rumah Len sudah ada gadis baik yang selalu menyuguhkan makanan di buatnya.


Sebenarnya Len sama sekali tak keberatan kalau sang sahabat yang baru kembali dalam satu bulan ini meminta sarapan setiap pagi bakan siang dan malam pun ikut makan juga tidak masalah baginya, hanya saja Carl selalu mencari perhatian gadisnya yang membuat Len sangat keberatan karena kehadiran bujang tak terutus itu.


"Sepada!!! ada orang di dalam! " terbang Carl yang jelas -jelas ada pelayan berlalu lalang dan Len beserta sang anak yang duduk manis di meja makan.


"Kau pikir kita apa??? hantu! " cibir Len menatap malas sang sahabat.


"Hehehhee!! " Carl dengan tawa garingnya.


"Paman Carl!! sini duduk di samping Dante! " kata Dante yang tentu saja tak ingin Carl duduk di samping mama sambungnya nanti.


"Oh, tentu saja boy! " kata Carl dengan senang hati duduk di kursi makan yang di tunjuk Dante.


"Kemana si kembar? " tanya Carl.


"Di markas! sengaja tidak pulang! " kata Len dengan singkat


Yang tak lama keluar Anya dari dapur di ikuti para pelayan yang akan menghilang kan sarapan pagi mereka, membuat Carl sumringah melihat orang yang di tunggu-tunggu dan tentu saja perubahan mimik wajah Carl dapat di lihat oleh Len dan Dante.


"Jangan ambil calon mamaku! " kata Dante menatap tajam pria di sampingnya


"Jangan pernah menusukku dari belakang! " kata Len juga menatap tajam Carl.


"Aku masih waras untuk melakukan hal itu!! tak seperti sahabatmu yang kau kasihi itu! " kata Carl yang memang tak memiliki perasaan apapun pada anya, tapi memang memiliki tujuan lain di baliknya.


"Aku tak bodoh melihat perubahan ekspresimu!! " ucap tajam Len.


"Ck, kau tau aku seperti apa bukan!! aku tak akan melakukan hal yang akan menyakiti sahabatku sendiri! " kata Carl yang membuat Len diam karena teringat dengan rencana pria di depannya yang membuat Anya marah besar padanya.


"Hai kak!! sarapan pagi ini sedikit berat!! ayo makan!! Dante juga sayang! " kata Anya tidak mempersilahkan Len juga.


"Ada apa dengan mereka!! tidak biasanya seperti ini! " pikir Carl sampai ia menyadari kalau dirinya di tatap tajam oleh sahabatnya. "Apa masalahnya denganku??? " Batin Carl lagi tak habis pikir dengan pandangan Len, tapi tetap saja Carl mengambil sarapannya tanda malu sedikitpun.


"Papa tidak makan? " tanya Dante melihat Len yang hanya diam mematung dan dengan sengaja memancing keadaan.


"Tidak, mommy mu tak mengajak papa! " kata Len menyindir Anya yang sengaja memanggil mommy agar Anya gak terlalu marah padanya.


"Cih, kekanak-kanakan sialan! " batin Carl kesal melihat tingkah sahabatnya yang lebay.

__ADS_1


"Ayo makan lah! keburu dingin, aku tak memasak hari ini hanya membantu pelayan di dapur! " ucap Anya yang tentunya tak tega pria yang ia cintai tak ikut makan bersama hanya karenanya.


Setelah mendengar ucapan Anya, Len langsung bergerak memakan sarapan paginya dengan senyuman kecil di bibirnya, mirip sang anak yang baru di beri hadiah.


"Apa yang kau berikan pada pria kejam itu, yang dalam sekejap berubah seperti anak kecil ! apa sudah dapat perawanmu! " pikir Carl melihat ketakjuban yang sering ia lihat selama satu bulan ini.


Cukup lama mereka menyelesaikan makanannya, Carl bisa melihat ada hal beda di diri Anya yang tak seceria biasanya bahkan ada raut wajah kesedihan yang terlihat.


"Kamu kenapa Anya? " tanya Carl saat mereka sudah menyelesaikan makannya, membuat ayah dan anak itu menatap wanita yang ia sayangi.


"Tak apa! hanya sedikit sedih karena harus meninggalkan orang yang aku cintai!! " ucap Anya.


"Apa?? kemana? " ucap Carl pura-pura tak tau.


"Ke Indonesia tepatnya ke Bali, mau berlibur dengan papa mama!! " jawab Anya.


"Tenang saja, besok Dante dan papa akan me...."


"Dante! " ucap Dante terpotong dengan panggilan penuh penekanannya, karena sang anak akan membocorkan rencana mereka walau tak sepenuhnya. "Nanti Dante dan aku bisa video call an kalau kangen!!" lanjut Len.


Yang tentunya membuat Anya curiga dengan perilaku Len, apa lagi Carl yang sempat menutup mulut Dante sebentar, dan tentunya membuat Anya semakin berfikir negatif melihatnya.


"Semua gara-gara kamu! " marah Len pada Carl setelah kepergian Anya.


"Kenapa aku? aku memberikan ide itu biar lebih surprise nanti!! kenapa malah marah-marah sih!! toh cuma satu hari! " kata Carl yang merasa tak bersalah.


"Karena rencanamu membuat Anya berniat membawa Dante tanpa aku kau tau itu! " terang Len.


"Lah ya kenapa?? Dante di bawa sekarang juga tidak akan merubah rencana kita! " kata Carl yang tak mau di salahkan.


"Apa kau tau, pria kecil ini tak bisa tidak jujur jika dengan Anya!! dan bodohnya kau mengatakan rencana kita kemarin saat bersama Dante! " jelas Len lagi.


"Ya.... ya.. !! itu di luar kendaliku lah!! lagi pula dia kan putramu itu tanggung jawabmu dong! " kata Carl yang masih tak Terima.


"Tetap saja, semua berawal dari rencanamu itu!! membuat anya marah besar denganku sekarang!! awas saja kalau hubungan yang susah bayah aku bangun akan rusak karena rencanamu!! " ancam Len yang membuat Carl juga tak Terima.


"Batalkan saja rencanaku sekalian kalau harus aku yang di salah kan! " kekeh Carl.


"Enak aja di batalkan!! bahkan Anya sudah marah, apanya yang di batalkan, kau mau aku cincang ha? " marah Len.

__ADS_1


"Ta.. tapi kan pro... problemnya ada di kamu bukan di rencananya! " gugup Carl mendengar kata cincang barusan.


"Kalian seperti anak kecil! " kata Dante yang tiba-tiba.


"Diam lah! kau masalah utamanya di sini tau! " kata Carl tanpa sengaja memarahi anak sahabatnya.


"Kenapa jadi marah dengan anak ku!! kau benar-benar ya! " kata Len yang mulai memiting leher sahabatnya.


"St.... stop sialan!! sakit!!!!! akkkkhhhhhh!!! " kata Carl yang mendapatkan serangan mendadak.


"Jangan berkata kasar di depan anakku! " kata Len yang malah mengencangkan pitingannya.


"Aaaakkkkkkhhhhhhhhh!!!! ampun!!! " jerit Carl.


"Ada apa ini? " kata anya yang mendengar kegaduhan di luar dapur, tapi ia malah mendapatkan pemandangan tak menyenangkan apalagi masih ada anak kecil di sana.


"Tidak!!! tidak ada! " kata Len sambil melepaskan pitingannya dengan segera, membuat Carl mengaduh kesakitan.


"Kalian berantem di depan Dante?? keterlaluan sekali kamu! " kata Anya marah pada pria di depannya. " sini Dante dengan nyanya saja, kita buat cookies untukmu!" kata Anya akan mengajak Dante ke dapur.


"Tidak perlu! Dante ikut bersamaku saja,nanti dia malah merepotkanmu di dapur! " kata Len mencegah Anya membawa sang anak, karena takut sewaktu-waktu Dante mengatakan rencananya tanpa ia tau.


"Apa kau bodoh pa?? beralasan merepotkan kepada Anya yang bahkan dia tak merasa di repotkan dalam keadaan apapun! " pikir Dante mendengar alasan konyol papanya.


"dari pada melihat pemandangan tidak mendidik dari ayah kandungnya sendiri lebih baik di dapur, tak akan merepotkan karena Dante anak yang baik! ayo sayang! " ajak Anya yang jelas di angguki Dante.


"****! " marah Len dan mengikuti langkah Anya dan anaknya tanpa menghiraukan sahabatnya yang terduduk kesakitan.


"Sialan!! meninggalkan ku sendiri di sini!! mana sakit lagi lerekku! " kesal Carl yang memilih pergi untuk mengajar pagi ini walau dalam keadaan sakit di lehernya.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2