Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Carl vs Senta 2


__ADS_3

Carl yang melihat Senta masih menolaknya itu, kembali duduk bersudut di kepan gadisnya seperti di awal, ingin rasanya ia gelam mata yang pada akhirnya membuat Senta tak bisa meninggalkannya lagi kalau perlu sampai hamil sekali pun, tapi resiko yang ia dapat membuat Carl menciut lebih dulu, tapi jika Senta terus-terusan menolaknya kemungkinan itu bisa terjadi nantinya.


Dengan beberapa butir air mata kembali terjatuh setelah Senta menghapusnya tadi, Carl benar-baner memohon sebuah cinta yang tak pernah ia lakukan, karena pada dasarnya dia yang selalu di sakiti bukan menyakiti seperti sekarang.


"hiks, hiks!! tolong berikan aku kesempatan lagi Senta, aku sangat-sangat mencintaimu, aku menyesal telah menyakitimu, aku sudah berniat berubah tadi malam sebelum kau benar-benar menjawab rasa cintaku, tolong jangan meninggalkan cintaku ini Senta! hiks, hiks, hiks! " tangis Carl kembali keluar yang bahkan terdengar serak karena terlalu banyak menangis. "Hiks, hiks!! aku mohon, aku harus apa lagi untuk meyakinkan mu Senta! aku mohon sangat padamu hiks! " ucap Carl yang semakin putus asa.


Pikiran gila tadi mulai menghantui otaknya, pikirannya seolah buntu untuk membuat Senta terus bersamanya mungkin tak perlu sampai membuat Senta hamil pasti sudah membuat dia tak mau di tinggalkan olehnya.


"Apa begitu besar rasa cintamu sampai kau merendahkan dirimu seperti ini hm? " tanya Senta tanpa berniat menyinggung perasaan Carl.


Tapi Carl yang sedang tak bisa berpikir jernih itu, semakin meyakinkan rencana gilanya kalau perlu sampai wanita di depannya hamil setelah mendengarkan ucapan Senta.


"Sangat, aku sangat mencintaimu! " ucap Carl yang sudah menghentikan tangisannya.


"Huuuffftttt! berikan aku waktu untuk memulainya kembali! dan buktikan kau berubah dan ingin berkomitmen padaku! " ucap Senta tiba-tiba.


cleannnnnnnn.....


Pikiran gila yang mantap Carl akan lakukan itu tiba-tiba menghilang, secuil pun tak terisa mendengar perkataan Senta yang memberikannya kesempatan lagi untuk meyakinkannya.


Sedangkan Senta memutuskan itu tak se tiba-tiba yang di bayangkan, karena saat senta berbicara ia juga mengulur waktu untuk berfikir untuk memberikan keputusan di akhir nanti, yang juga mencoba melihat seberapa cintanya pria di depannya.


Dan benar, pria di depannya sangatlah mencintainya walau masih sangat ada keraguan di hatinya, tapi cinta yang mulai bersarang itu membuat Senta mencoba untuk memulainya kembali yang tentu saja tidak untuk kesalahan yang ke dua kali.


"Benarkah? terimakasih Senta! terimakasih hiks! " ucap Carl segera memeluk wanita yang sedang duduk di ranjangnya sampai terhuyung kebelakang yang pada akhirnya terjatuh karena tak bisa menahan bobot Carl yang besar. " Aku mencintaimu, sangat mencintaimu! aku akan berubah dan melakukan apapun yang kamu mau Senta, Aku mencintaimu! " ucap Carl sangat bahagia.


"Apa aku harus ku jawab? " tanya Senta yang berada di bawah Carl.


"Tidak harus di ucapkan sekarang kalau berat, yang terpenting aku tau kau sudah mencintaiku! kau wanitaku sekarang! " ucap bahagia Carl.


"Mana ada! kau masih memberikan ku waktu untuk menyakinkan kembali hatiku kan? dan kau harus mulai berusaha berubah sekarang! aku tak mau masalah seperti ini terulang kembali, aku tak pernah bisa menerima sebuah penghianatan dan kau beruntung melakukannya saat belum memiliki hubungan apapun padaku! yah, walau tetap merasakan sakit hati ya! " ucap Senta


"Maafkan aku, aku salah menyakitimu seperti ini, tapi aku janji akan berubah dan akan semakin meyakinkan hatimu, aku akan menepati hal itu Senta! Terimakasih sudah memberikanku kesempatan! " ucap Carl yang menatap gadis di bawahnya.

__ADS_1


Sebenarnya Carl sudah sadar sedari tadi, menindih gadisnya yang bahkan dengan sengaja memberikan tekanan pada bagian tertentu yang membuat desiran kecil di dalam hatinya, bagaimana pun juga ia adalah pria dewasa yang lumayan mesum walau masih menyadari batasannya saat bersama wanita yang sangat ia cintai itu.


Sedangkan Senta yang tak pernah melakukan hubungan sejauh itu, tak mengerti dengan apa yang ia rasakan sekarang, yang memang sebelas dua belas dengan sahabatnya Anya atau juga memiliki nasib yang sama, di sakiti dulu sebelum memulai segalanya dengan baik.


"btw, kau berat sekali tau! " ucap Anya.


Dengan sekuat tenaga mendorong tubuh besar yang menindihnya tadi, dan saat ia akan bangun dari tidurnya Carl tiba-tiba memeluk tubuh telentang nya dari samping yang tentu saja tak bisa membuat nya bangun dari tidurnya.


"Boleh aku tanya sesuatu? " tanya carl.


" Tanya kan saja! " ucap senta tak menolak pelukan carl.


" Sejak kapan memiliki perasaan padaku? " tanya carl.


"Aku menyukaimu sejak beberapa waktu di bali, Kau menunjukkan kepribadianmu yang seru, bahkan membuatku nyaman berbicara denganmu saat pertama kali bertemu! kalau cinta aku sendiri tak tau kapan! semua terasa berjalan semulus itu sampai aku tak menyadarinya, sampai aku merasakan sakit luar biasa saat pertama melihatmu bergandengan tangan dengan wanita lain dan semakin sakit saat tau fakta yang baru aku tau!" ucap jujur Senta.


"Maafkan aku! " sesal Carl sambil mempererat pelukannya.


"Ya, tapi setidaknya aku tau perasaanku yang sebenarnya terhadapmu, tak perlu plin plan lagi nantinya! " ucap Senta.


"Tau dari mana dia?? " pikir Senta yang membuatnya tiba-tiba gugup. " si.. siapa yang mengatakannya? " ucap Senta yang bingung.


"Siapa lagi kalau tidak sahabatmu itu, dia bahkan marah-marah padaku tadi! " kata Carl jujur.


"Di.. dia yang mengatakannya? " Senta meyakinkan dirinya sendiri.


"hm! " ucap Carl dengan menganggukkan kepalanya. " dia bilang aku pria pertama yang menciummu! aku jadi paham kenapa kau begitu marah waktu itu! tapi di sisi lain aku sangat bahagia mendengarnya! boleh lagi? " ucap Carl yang tentu saja membuat Senta kaget, reflek menutup mulutnya sendiri. " Hehehhee, aku hanya bercanda, aku juga tak akan melakukannya dengan sebuah paksaan! mendapatkan maaf dan kesempatan lagi adalah hal yang sangat cukup untuk ku sekarang! " ucapnya lagi.


"Huufftttt! tolong gunakan kesempatan itu dengan baik! jangan sakiti aku lagi nanti, aku tak akan sanggup menerimanya jika itu terjadi lagi! " ucap Senta dengan menatap langit-langit kamar Carl.


"Tentu! tentu saja aku akan melakukan seperti apa kau katakan! Aku sangat mencintaimu Senta! " ucap Carl yang begitu bahagia.


Cup...

__ADS_1


Satu kecupan mendarat di pipi Senta tanpa persetujuan sang pemilik, sangking bahagianya sampai tak bisa mengontrol tindakannya.


"Maaf, maafkan aku! apa kau merasa tak nyaman? " ucap Carl yang sadar dengan tindakannya dan respon syok Senta.


"Ti.. tidak! " gugup Senta yang membuat Carl diam-diam tertawa lucu dengan tingkah gadisnya.


"Jadi tak apa? " ucap Carl semakin bahagia.


Cup, cup, cup..


Carl berkali-kali menciumi pipi Senta yang semakin membuat jantung Senta berdebar dengan cepat, karena untuk pertama kalinya ia begitu intim dengan seorang pria walau bukan sebuah ciuman atau cumbuan.


"Stop! " ucap Senta yang pipinya menjadi tumbal serangan Carl.


"Jangan sampai kau membiarkan pria lain dekat denganmu, karena kau milikku sekarang! kau wanitaku, kekasih ku! ibu dari anak-anakku nanti! " ucap Carl yang begitu bahagia.


"Dih, PD! siapa yang mau dengan mu!!! wleeekkkkk!! " ledek Senta tapi malah di hadiahi gelitikan di pinggangnya.


"Rasakan ini! " ucap Carl yang kesal dengan ucapan Senta.


"Hahahhahaaa!!! ampun!! cukup hahaahhahaa! " Senta yang tertawa dengan gelitikan Carl.


Yang tadinya terdengar suara tangisan dan perdebatan, sekarang berubah suara tawa menggelegar dengan Senta yang mendominasi, Sampai terdengar suara pintu kamar Carl terbuka.


Ceklek...


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2