Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Tak Beruntung


__ADS_3

Mansion penuh kenangan milik mendiang papa tercinta Carl, yang selama ini tak tersentuh sedikitpun dengan hal-hal berbau kenakalan nya, karena mansion yang sangat spesial itu tentu saja untuk orang yang spesial juga, dan setelah sekian lama ia kembali ke mansion masa kecilnya, dengan membawa kebahagiaan di genggaman tangannya.


Senta sendiri sebenarnya sudah terpesona dengan keindahan mansion bernuansa klasik itu, begitu megah mirip istana di negri dongeng, tapi rasa marahnya menutupi rasa kagum di dalam hatinya, dengan wajah datarnya ia melihat sekeliling tempat yang akan ia tinggali.


"Apa aku sedang mimpi?? ini indah sekali!!! " kagum senta dalam hati tapi dengan wajah datar.


Carl berlahan menatap wanita yang berdiri di sebelahnya dengan tangan yang selalu ia genggam , ia memperhatikan setiap gerakan tubuh istrinya tapi tak ada rasa terkejut, kagum, atau apapun itu di mimik wajahnya.


"Masih marah!!! padahal ada kejutan setelah ini untukmu!!! huuufffftttt, tapi semoga ini akan mengurangi kemarahan mu, semoga berhasil , bantu aku Tuhan!!!! " batin Carl sembari menatap wajah tanpa ekspresi itu, " Ini rumah yang akan menemani kita sampai mau memisahkan, bersama putra-putri kecil tercinta kita nanti, dan tentu saja banyak kebahagiaan yang akan ku berikan nanti di rumah ini untukmu sayang!!! " ucap Carl dengan tulus sebelum masuk ke dalam rumah masa kecilnya itu.


"Ck, telingaku lelah mendengarkan ucapan manis di bibirmu!!! " cibir Senta tanpa menatap lawan bicaranya. " Berapa kau membelinya??? " tanya Senta begitu penasaran harga istana klasik di depannya, yang tak bisa ia tebak karena menurutnya memiliki harga fantastis pastinya.


"Aku tak membelinya, ini rumah masa kecil ku dan peninggalan mendiang papaku!!! " jawab Carl sembari membayangkan masa kecil yang begitu bahagia bersama keluarganya, terutama sang papa.


Membuat Senta yang tadi tak menatap Carl, berlahan mendongakkan kepalanya, memperhatikan senyum di bibir tebal Carl dan mata yang terlihat melamun.


"Orang-orang selalu punya kesan membahagiakan di masa kecilnya!!! kenapa aku tidak? kenapa harus aku yang mendapatkan ketidak beruntungan di kehidupan ini?? apa yang di perbuat orang tua kandungku sampai aku harus menanggung semuanya sendiri!!! " batin senta yang memilih menunduk sedih.


"Hey, kenapa hanya menunduk? tak mau masuk hm? " tanya Carl setelah selesai dengan lamunannya.


Yang tadinya sedih, wajah senta berubah kesal lalu menatap sang suami yang begitu menjengkelkan dengan ucapannya barusan.

__ADS_1


"Apa kamu bilang? " Tanya senta menantang suaminya, " lihat tanganku, kau menggenggamnya terus, dan tak ada niat untuk berjalan masuk, dan kau bertanya tak mau masuk hm??? " ucap senta menatap tajam suaminya. " Dan kau pikir kalau tuan rumah tak mempersilahkan masuk, aku harus nyelonong masuk gitu??? ck, meski aku kurang didikan orang tua, tapi aku masih tau apa itu sopan santun!!! " lanjut Senta dengan menggebu-gebu.


"Kenapa jadi marah-marah!! aku hanya bertanya kok!!! " ucap Carl memelas agak tak semakin di marahi Oleh sang istri, yang sepertinya nasibnya tak jauh beda dari sang sahabat, lebih takut istri di banding maut di depan mereka.


"Pertanyaan mu tak masuk akal!!! " jawab singkat Senta.


"Apanya yang tak masuk akal, kau adalah nyonya di rumah ini, dan bisa bebas keluar masuk sesukamu ! " ucap Carl yang membuat Senta terdiam, yang sepertinya ia lupa akan statusnya sekarang, tapi bukan masalah besar bagi Carl karena baru kemarin mereka menikah, bahkan hanya sebuah tanda tangan saja. " ayo masuk nyonya Leaman! " lanjut Carl menarik pelan tangan yang ia genggam untuk ikut berjalan masuk ke dalam mansion nya.


Saat akan mendekati pintu utama yang besar dan megah itu, Tiba-tiba Senta menghentikan langkahnya, yang membuat Carl juga berhenti, karena tangan mereka masih saling menggenggam.


"Tunggu, tunggu!!! aku ada kuliah pagi hari ini!!! " heboh Senta setelah sadar akan kelupaan nya dan berniat berbalik ke mobil untuk pergi kuliah, toh tas ada perlengkapan kuliahnya masih ada di dalam mobil.


"Waduh, bisa gagal ini, apa kau tau begitu susah membawa orang-orang di dalam sana!!! " batin Carl yang mendengar ucapan senta, tapi dengan cepat ia mencegah kepergian sang istri. " Tunggu sayang.... "


"Aku sudah membuatkan izin untukmu!!! " ucap Carl yang membuat gerakan untuk melepaskan genggamannya itu terhenti.


"Kenapa tak bilang dari tadi? " Kesal Senta karena sudah merasakan panik yang luar biasa, walau dia tak begitu rajin belajar, tapi ia tak akan pernah membolos dalam hal belajar.


"Kau yang tak memberikan ku waktu untuk menjelaskan! Selalu saja memotong ucapan orang!! itu sangatlah tidak baik, takutnya malah akan membuat salah paham jika tak di dengarkan sampai habis!!! " ucap Carl yang tiba-tiba begitu tegas melupakan rasa takut akan istrinya.


Ucapan Carl itu membuat senta menunduk karena tau ia salah, memotong pembicaraan orang lain bukanlah tindakan yang benar, dan akhirnya seperti sekarang, membuat salah paham, parahnya lagi akan membuat masalah yang berkelanjutan dari tindakan tak benarnya itu.

__ADS_1


"Sekarang tau kesalahanmu dimana? " tanya Carl yang begitu serius menatap sang istri yang sedang salah, dan tentu saja di jawab anggukan kepala oleh Senta yang sudah tau di mana letak kesalahannya. "Jawab Senta!!! " ucap tegas Carl yang harus di jawab dengan ucapan juga, sebagai kesungguhan akan sikap Senta.


"Iya! aku tau kesalahanku, aku minta maaf dan tak akan terulang lagi!!! " ucap Senta masih menunduk.


Pasangan pengantin baru itu begitu tau porsi masing-masing tanpa mereka sadari, dengan Carl yang takut istri akan berubah tegas dan membimbing jika sang istri salah, sedangkan Senta akan terlihat galak jika sang suami salah dan juga memiliki rasa takut dan bersalah di hatinya jika sadar ia melalukan kesalahan, hal itu juga akan berpengaruh untuk kelangsungan hubungan mereka ke depan.


"Tatap wajah suamimu? " ucap Carl masih dengan wajah tegasnya, walau di hatinya ada rasa kasian melihatnya, tapi setidaknya sang istri sudah tau dan sadar akan kesalahannya.


Berlahan Senta mengangkat wajahnya yang menunduk, menatap sang suami seperti yang dia pinta, tapi dengan nyali sedikit ciut yang malah terlihat lucu di mata sang suami.


Carl yang gemas langsung memeluk tubuh sang istri, sekaligus memberikan ketenangan didalam hati sang istri yang pastinya sedang merasa bersalah saat ini, sesekali memberikan ciuman di pucuk kepalanya dengan begitu sayan tanpa ada penolakan sedikitpun dari sang istri, dan hal itu membuat Carl berharap sang istri tak marah dan melupakan kejadian saat sarapan pagi tadi.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2