
Anya terus diam dari saat keluar dari mall yang tadi mereka kunjungi membuat Senta sesekali menatap bingung pada sang sahabat, apalagi cara menyetir nya yang tak bisa kalem yang biasanya membuat Anya ngomel-ngomel tak jelas, sang sahabat hanya diam yang terkadang sedikit melamun.
"Kau kenapa Anya? " tanya Senta yang malah tak ada jawaban. " Anya? " panggil Senta yang tak kunjung di jawab, saat ia menoleh sebentar ternyata sang sahabat sedang asik melamun. " Woyyyy!!!! " teriak Senta yang membuat Anya kaget di buatnya.
"Santai kali! " kesal Anya yang tersadar dari lamunannya.
"Santai katamu?? orang omong sedari tadi tidak di jawab!! kamu kenapa?? diem mulu dari tadi? " tanya Senta.
" aku gak kenapa-kenapa, emang kenapa? " kata Anya yang malah bertanya balik.
" kenapa katamu?? kau diam sedari keluar dari mall, ngelamun gak jelas!! bahkan tidak cerewet seperti biasanya!! Apa ada masalah? " tanya Senta mulai serius.
"Tak apa, aku hanya menghemat energi yang tersisa sekarang!! laper tau! " kata Anya beralasan.
" bohong! " jawab Senta yang lagi-lagi tak ada jawaban dari sahabatnya, sampai cletukan sang sahabat yang membuatnya paham keterdiaman Anya yang tiba-tiba.
" Apa pria yang bertemu di mall dan berpelukan bisa di bilang memiliki hubungan spesial? " tanya Anya mencoba menyampaikan kegundahan nya.
"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?? apa kau melihat daddy mu tadi di mall dan berpelukan dengan wanita lain? " tebak Senta tepat sekali yang membuat Anya terdiam seketika. " Jadi ini yang membuatmu diam melamun sedari tadi?? Kenapa tadi gak bilang!! sekalian kita labrak !! " kata Senta menggebu-gebu.
" Tidak perlu, aku hanya bertanya! bagaimana kalau hanya rekan kerja! " kata Anya yang mencoba menghibur dirinya sendiri.
"Mana ada rekan kerja peluk-peluk, kalau tidak saling dekat apa lagi tau sendiri sifat daddy mu seperti apa! " kata Senta kesal yang malah menjadi kompor.
"huuuffftttt!!! " Anya menghela nafas untuk menetralkan rasa sesaknya. " Aku bingung harus apa nanti! " kata Anya menatap lurus ke depan.
"Tanyakan dulu saja, masalah percaya itu tergantung dari hatimu sendiri! " kata Senta sedikit memberikan solusi untuk sang sahabat.
Lagi-lagi tak ada jawaban dari Anya, sampai di restoran tujuan mereka pun tak ada sepatah katapun yang terucap dari bibir Anya.
"Kita makan dulu!! tunda patah hatinya! " kata Senta sambil melangkah masuk kedalam restoran yang di ikuti Anya.
" aku ke toilet dulu, cari lah tempat yang nyaman! " kata Anya yang berlalu lebih dulu dari sang sahabat.
Tak butuh waktu 5 menit Anya di kamar mandi dan berjalan ke meja yang di pilih Senta. Baru juga duduk Anya mendengar suara dering ponselnya di atas meja, yang dengan jelas tertera mana daddy sedang memanggil.
" Angkat! " kata Senta karena Anya tak kunjung mengangkat telpon dari daddy nya.
" Tolong angkat dong! aku malas bicara dengannya! bilang aku di kamar mandi!! " kata Anya sambil menyodorkan ponselnya pada Senta.
" Ck, kau ini! " kata Senta tapi tetap saja menerima ponsel Anya. " halo! " kata Senta yang sudah mengangkat panggilan telpon dari Len.
__ADS_1
"Siapa kamu? dan kenapa ponsel kekasihku ada di kamu?? " kata Len yang terlihat panik saat bukan Anya yang mengangkat ponselnya.
"Saya Senta sahabat Anya tuan, Anya lagi ada di kamar mandi! apa ada yang perlu di sampaikan? " kata Senta langsung pada intinya.
"Kau bersama Anya sekarang? apa dia baik-baik saja?? kenapa tidak pulang-pulang, ini sudah malam!!! " kata Len yang khawatir.
"Anya akan pulang setelah mengantarkan saya tuan, dan kami sedang makan sekarang! apa ada yang di tanyakan lagi? " tanya Senta dengan sabar.
"Tidak!! katakan saja untuk segara pulang!! " kata Len yang akhirnya memutuskan sepihak tanpa berpamitan pada Senta.
Yang membuat Senta sebal di buatnya, memberikan ponsel yang ia pegang pada sang pemilik dengan wajah juteknya.
"Ada apa? " tanya Anya melihat wajah kesal Senta.
" Tak ada!! aku mau makan saja!! " sebal Senta yang lebih memilih fokus pada makanan mereka.
Pukul 8 malam mereka baru menyelesaikan makan malamnya, dan kembali memasuki mobil mewah Anya dengan Anya yang kembali ke kursi kemudi.
" Anya antar aku lagi ya!!! plisssss!! " kata Senta memohon.
" Kemana?? " tanya Anya dengan malas meladeni permintaan sahabatnya yang bertubi-tubi.
" Mengantarkan kado ini ke Riky! hhmmm... di... di club rose! " kata Senta dengan ragu.
" Kamu bisa tunggu di luar, hanya sebenar kok!! ya, ya??? " kata Senta penuh harap.
" Baiklah!! dan ini yang terakhir! " kata Anya yang di angguki setuju sahabatnya.
Mau tak mau Anya melajukan mobilnya ke arah club Rose tempat yang sangat tidak cocok untuknya saat terakhir ke sana.
" Aku tunggu di luar!! kalau ada apa-apa langsung lari ke sini. " kata Anya yang menunggu di halaman club
" Iya! aku akan cepat! " kata Senta berlalu masuk meninggalkan Anya sendiri di luar.
Anya sadar ia selalu di perhatikan orang yang lalu lalang di club itu, tapi ia tak menggubris nya dan memilih memainkan ponselnya, sampai suara pria di sampingnya mengajaknya berbicara.
" Hai cantik! " sapa pria itu menatap wajah sempurna Anya dari kejauhan sedari tadi, tapi sayangnya tak ada jawaban dari Anya. " Hai, aku bicara denganmu tau! " kata pria asing itu sambil melambaikan tangannya di dekat ponsel Anya.
" Apa? " jawab Anya tak bersahabat yang terganggu dengan lambaian tangan pria itu.
"Kenapa di luar? tak ingin masuk? " tanya pria itu.
__ADS_1
" Tidak! lagi nunggu teman! " jawab Anya seadanya.
"Boleh kenalan? " tanya pria itu sambil menjulurkan tangannya untuk berkenalan.
Anya hanya menatap tangan yang masih menggantung menunggu berjabat tangan dengannya, lalu menatap wajah pria tampan itu dengan tangan yang ia sembunyikan ke arah belakang tubuhnya.
" Tidak! " jawab Anya dengan wajah imut sok tegasnya.
" Menggemaskan sekali!! Aku tak yakin dia penghuni club di sini!! sepertinya malam ini hari keberuntunganku bertemu gadis imut dan polos sepertinya. " Batin pria itu yang juga menatap mata cantik Anya. " Ya sudah kalau tak mau! " katanya sambil menurunkan kembali tangannya. " Tapi namaku Tyga! " katanya lagi.
" Bodo amat! " jawab Anya jutek.
" Jangan gala.... " kata Tyga terpotong.
" Anya! " Panggil Senta dari kejauhan membuat Anya menoleh ke sumber suaranya yang di ikuti Tyga.
Dor...
Satu suara tembakan terdengar tak jauh dari tempat Anya berdiri, yang membuat seluruh orang menatap ke arah orang yang tumbang tak terkecuali Anya.
Anya bisa melihat pria yang bernama Tyga itu tergeletak dengan luka tembak di bahu kanannya, tak ada raut syok di wajah Anya yang lebih penasaran dengan siapa yang menambah pria itu.
" Anya, ayo kita pergi dari sini! " kata Senta menarik lengan Anya menjauh dari Typa.
"Tapi dia terluka! " kata Anya yang kasian melihat Tyga tergeletak dengan mata yang masih menatapnya.
" Udah ayo!! bahaya di sini! " kata Senta yang menyeret Anya masuk ke dalam mobilnya. " pulang sekarang! " kata Senta yang sebenarnya syok melihat penembakan yang terjadi di depannya.
"Iya, iya! " kata Anya yang tak terlalu memusingkan Tyga yang pastinya ada yang menolongnya nanti.
Pukul 21.35 Anya baru sampai di kediaman Becker setelah mengantarkan sang sahabat pulang kerumahnya, dengan rasa lelah seharian menemani temannya, Anya melangkahkan kaki masuk kedalam, tak ada aktifitas di mansion besar itu hanya ada penjaga yang sedang bertugas malam itu.
Anya terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya, sampai langkahnya di hentikan oleh panggilan pria yang ia cintai.
.
.
.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...