
Namun tiba-tiba Len menidurkan Anya di atas kasur yang membuat pemilik tubuh kaget seketika.
" Daddy mau apa? " panik Anya.
"Tidak ada, hanya mau tidur! " kata Len yang memang merebahkan tubuhnya di samping Anya.
"Boleh aku bertanya? " kata Anya meminta izin.
"Apa nyonya Audrey pergi karena pria tadi??" tanya Anya dengan hati-hati.
"Iya, mungkin sejak awal!! hanya saja aku tak tau Tyga menyukai Audrey, jika tau pun aku pasti akan mengalah saat itu, tapi wanita itu sengaja memilih kami berdua, atau hanya membutuhkanku saja karena aku baru sadar tak ada cinta di hatinya saat ia dengan mudah meninggalkanku setelah ketahuan selingkuh dengan temanku! " kata Len pelan-pelan menceritakan semua tanpa di tutup-tutupi.
"Bagaimana dengan Dante? " tanya Anya menjadi pembahasan serius.
"Apa? " bingung Len. "Masa aku harus cerita cara membuatnya? " batin Len yang bingung dengan pertanyaan Anya.
"Bagaimana bisa jadi Dante kalau dia pergi ninggalin daddy? " tanya Anya memperjelas.
"Sebelumnya kita kan sudah membuatnya ya jadi lah Dante !! apa lagi? " pikir Len bingung dengan arah pertanyaan Anya.
"Kau sering melakukannya dengan nyonya Audrey? " tanya Anya dengan menatap tajam pria di sampingnya.
"Waduh gimana ini??? jika jawab tidak pastinya aku berbohong!! jika jawab ya nanti dia marah!! Tuhan tolong aku!! " batin Len menjerit yang terjebak di situasi yang sulit untuknya.
"Sering kan!!!! ihhhhhh, sana keluar dari kamar ku! " kesal Anya dorong dan mengusir Len.
"Tapi kan itu dulu, udah dong jangan marah!! " kata Len berusaha memeluk Anya walau mendapatkan penolakan.
"Huuffftttt!! " Anya menghela nafas panjang menetralkan rasa cemburunya. " Berapa lama kalian menjalin hubungan? " tanya Anya lagi mengorek cinta masa lalu prianya.
"5 tahun! " jawab Len singkat tapi sangat was-was dengan respon Anya.
"Setelahnya tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun lagi? " tanya Anya lagi.
"Tidak!! tidak pernah sampai aku bertemu dengan mu! " jawab Len jujur yang memang tak pernah menjalin asmara dengan wanita manapun.
"Wanita ranjang mu? " tanya Anya memastikan, yang bagaimanapun ia tau kebutuhan biologis pria dewasa seperti Len.
__ADS_1
"Ti.. tidak!! tentu saja tidak! " jawab Len gelagapan.
"Benarkan?? Iya juga tidak apa-apa, toh itu juga masa lalu!! " pancing Anya.
"Pe.. pernah sih!!! hanya 2 kali! " kata Len jujur.
"Tuh kan!!! dasar pembohong!! pria memang seperti itu, tidak akan tahan dengan dunia seperti itu!! Ada barang bagus sedikit pakai, ada barang mulus sedikit pakai, kalian pria sama saja!! otaknya di penuhi hal-hal kotor!! apa perlu otakmu itu aku sapu dengan sapu lidi!! biar sakit sekalian!! huh, huh, huh!! " cerocos Anya dengan nafas naik turun.
"Sudah? " tanya Len dengan santai, malah mendapat tatapan tajam dari Anya.
"Kau!! " marah Anya. "Pembohong! " kata Anya penuh penekanan.
"Dengarkan penjelasan daddy dulu oke! " kata Len tapi tak ada jawaban dari gadisnya. " Daddy tidak melakukannya untuk bersenang-senang, tapi karena di jebak seseorang yang bersamamu tadi di club, dia memberikan obat perangsang dosis tinggi yang membuatku terpaksa melakukannya dengan wanita bayaran, bahkan saat itu juga di pantau oleh Bastian!! Setelahnya daddy membuat perhitungan pada Tyga yang ku kira akan membuatnya jera, tapi itu terulang ke dua kalinya dan di lakukan oleh orang yang sama, yang pada akhirnya daddy melakukannya lagi dengan pantauan Bastian juga! " terang Len.
"Tetap saja!! aku tidak mau ya, Tiba-tiba ada wanita yang datang membawa anakmu seperti yang di lakukan nyonya Audrey!! " kata Anya yang masih marah.
"Itu tidak akan pernah terjadi baby! " kata Len memeluk erat Anya yang ada di sampingnya.
"Tidak pernah terjadi, tapi terjadi juga dengan nyonya Audrey!! " sewot Anya.
"Mereka di tahan di markas selama satu bulan, setelah mereka terbukti tidak hamil baby! " kata Len menjelaskan.
"Sudah aku bilang itu tidak akan pernah terjadi, karena sudah di pantau oleh Bastian baby!! percayalah tidak akan ada Audrey kedua nantinya!! " kata Len menyakinkan Anya.
"Apa masih ada nyonya Audrey di sini! " tanya Anya sambil menunjuk dada bidang Len. " sedikit saja? " lanjut Anya lagi mulai melunak.
"Tidak sama sekali!! di sini hanya ada namamu dan Dante saja!! setitik pun tak ada baby!! dan satu lagi, jangan panggil dia nyonya, dia bukan siapa-siapa baby!! " kata Len membelai wajah ayu yang menatapnya.
"Dia nyonya rumah ini tau!! " goda Anya dengan memamerkan deretan giginya.
"Mana ada! kau satu-satunya wanita yang akan jadi nyonya rumah ini baby!!! " sangkal Len yang gemas menciumi pipi cabi anya membuat pemilik pipi memejamkan matanya menikmati ciuman pria yang ia cintai, "Bagaimana denganmu? " tanya Len .
"Aku?? ada apa dengan ku? " tanya Anya bingung menatap wajah Len yang ada di atasnya, membelai rahang yang ditumbuhi bulu-bulu yang memperjelas wajah garangnya.
"Pria masa lalumu? " tanya Len sambil menikmati elusan dari tangan kecil Anya.
"Aku belum pernah jatuh cinta!! " jawab Anya singkat.
__ADS_1
"Mana mungkin!! kau bahkan incaran banyak pria di sekolahan mu dulu! " kata Len tak percaya.
"Entahlah!! tapi memang aku tak merasakan hal apapun saat di dekati pria-pria di sekolahan!! Tapi aku merasakan hal aneh saat bertemu denganmu di restoran!! Dan tiba-tiba aku jadi bodoh saat bersamamu, dan sejak saat itu aku menyadari kalau aku sedang jatuh cinta!! tapi saat aku menyadarinya dan berjuang memantaskan diri untukmu, kau malah pergi dengan alasan yang tak jelas! " kata Anya menatap Len yang juga menatapnya.
"Baby! " kata Len lembut dengan wajah sendunya.
"Kenapa?? bukankah kau bertanya pria yang dulu aku cinta i! " kata Anya memastikan. "Dan sampai sekarang! " lanjut Anya tersenyum hangat.
"I love you baby! " kata len penuh cinta.
"I love you t.... "
cup, cup, cup..
Len terus menciumi bibir anya dengan ******* di akhir, dan tentu saja anya membalasnya dengan senang hati, saling membelai dengan lidah masing-masing sampai suara decapan terdengar cukup keras dari keduanya yang tanpa mereka sadari gairah mulai memasuki tubuh merek masing- masing.
Dengan tangan tak tak bisa diam, len mulai membuka kancing piyama anya satu demi satu sampai semuanya terlepas, memperlihatkan bra merah yang terlihat menantang di tubuh putih mulusnya, memberikan pijatan-pijatan lembut dari luar bra anya.
Anya yang ikut terbakar api gairah, meremas pelan rambut len yang membuatnya berantakan, di tambah pijatan halus di area sensitif nya membuat Anya tanpa sadar mendesah di sela-sela ciumannya.
"Hah, hah, hah!!! " nafas mereka tak beraturan saat ciuman mereka terlepas, menatap penuh gairah satu sama lain, dan kembali berciuman dengan sedikit kasar dari sebelumnya.
Klik... Len bisa merasakan pengait bra Anya terlepas karena ulahnya, membuang ke sembarang arah cup penutup gunung tak berapi miliknya, meremas nya dengan gemas gunung sinyal Anya yang sesekali bermain di lereng gunung yang lancip dan berwarna pink.
"Aku mau ini! " kata len meremas pelan gunung sinyal Anya yang tak tertutup apapun.
Anya yang juga sudah di penuhi kabut gairah Anya bisa mengangguk dengan mata sayu nya, yang sebelumnya dengan sengaja melepas kaos Len hingga mereka sama-sama bertelanjang dada.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...