Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Seharian Bersama Daddy Len 2


__ADS_3

Disetiap perjalanan membelah hutan pribadi milik Len, Anya selalu di takjibkan dengan berbagai binatang buas yang beberapa saat muncul di jalan beraspal.


"Apa di sini ada gajah juga daddy?" tanya Anya yang masih mengira dia ada di kebun binatang.


"Tentu saja tidak baby, apa kamu mau gajah? " tanya Len.


"Jika ada gajah pasti sudah di makan dengan hewan- hewan buas di sini nona. " kata asisten Noberto dalam hati, yang meruntuki kebodohan nona kecil di belakangnya.


"Anya tidak suka gajah, dia gendut, suka makan terus. " kata Anyaa menjawab daddy Len, yang sebenarnya akan Len belikan jika sang gadis menginginkannya (Orang kaya mah bebas!!!!).


Tak berlangsung lama mobil mereka sampai di gerbang cukup tebal dan besar, mirip di rumah Anya, entah isinya. Dengan 3 kali klakson, gerbang besar itu terbuka, memperlihatkan jalan menuju mansion keluarga Backer.


"Wahh, ini mansion daddy. " kata Anya saat sudah didepan pintu mansion dan keluar mobil.


Berjejer pelayan perempuan dan laki-laki, menyambut kedatangan sang tuan.


Len berjalan masuk sambil menggandeng tangan kecil Anya, yang otomatis para pelayan membungkuk saat sang tuan melewati barisan mereka.


"Wahhhhhhh.....,," kata Anya melihat interior klasik, dan beralih ke meja makan yang cukup jauh namun tetap terlihat. " Ada makanannnn!! " lanjut Anya.


" Kita makan dulu baby. " kata Len mengubah rencananya yang akan mengajak Anya ke lantai kamarnya, namun melihat Anya yang menginginkan makan itu, membuat Len mengurunhkan niatnya.


" Ya, kita makan. " kata Anya mendahului langkah Len.


Anya langsung duduk di tempat yang biasanya Len tempati mendahului sang pemilik, dan Len memilih mengalah duduk di tempat yang sekiranya lebih dekat pada sang gadis.


Baru saja duduk, keluarlah seorang pelayan membawakan makanan kesukaan sang tuan. " Ada sudah pulang tuan. " kata pelayan itu lalu memandang sekitar, tetapi pandangannya terhenti pada seorang gadis kecil. " Memungut wanita dari mana tuan Len. cih, seperti ini selera tuan Len, rendahan! " kata pelayan dalam hati Sisi , yang sebenarnya iri dengan kecantikan alami dan tubuh molek gadis di samping tuannya.


Anya yang di tatap tajam pelayan wanita itu hanya cuek saja. Dan melihat sang pelayan menyajikan makanan yang tersisa.


"Daddy mau makan ini? " tawar Anya di angguki sang daddy, yang membuat seluruh pelayan syok dalam diam, tak terkecuali pelayan Sisi yang berdiri tak jauh dari sang tuan.


"Daddy.cih, lancang sekali. " kata sisi geram

__ADS_1


Saat akan mengambilkan makanan yang Anya tujuk untuk daddynya, tiba-tiba sisi dengan lanjang merebut centong sayur yang Anya pengang dengan kasar.


" Anda mau ini tuan. " kata sisi yang memang selalu bertugas melayani sang tuan saat makan. Lalu menyajikan makanan dengan olahan kentang kepiting sang tuan.


Anya yang melihat perlakuan itu diam sejenak, lalu mengambil makanan yang iya inginkan dan memakannya tanpa bersuara.


" Kau!! pergi dari sini. " kata Len marah di sertai bentakan pada sisi, yang lancang itu, dan melihat reaksi gadis kecilnya yang hanya diam memakan makanannya.


Mendapatkan bentakan pada sang tuan membuat sisi berlalu pergi dengan ketakutan dan marah pada gadis kecil yang membuatnya di marahi sang tuan.


"Awas kamu gadis ingusan. " kata sisi dalam hati sebelum berlalu pergi.


" Maaf baby! " kata Len merasa bersalah membuat mood Anya jelek.


" Tidak, makanlah, kata papa tidak boleh ada pembahasan di meja makan. " kata Anya berubah tegas, yang di angguki Len.


Tak lama bergabung Noberto dan Norbert yang membuat Anya tak bergeming selain makanannya.


Noberto dan Norbert yang baru gabung, malah syok melihat Anya yang duduk di meja makan kebesaran keluarga Backer, lalu beralih pada sang tuan yang tampak biasa saja.


"Kita ke lantai atas baby. " ajak Len saat melihat Anya sudah selesai makan, mengulurkan tangannya minta di gandeng.


Anya dengan senang hati menggandeng tangan besar Len, dan mengikuti langkah Len sampai di lift Khusus untuknya.


Len masuk bersama Anya menuju lantai 4, yang tidak sembarangan orang bisa masuk. Dengan waktu singkat mereka sampai di lantai 4, menuntun Anya menuju kamar miliknya. Membuka pintu kamar dan menarik Anya masuk.


Hal itu membuat Anya menjadi gugup, karena pertama kali masuk ke kamar seorang pria dan berduaan selain bersama papa Oscar.


Anya berjalan mengintari ranjang mewah, sambil melihat isi kamar daddynya yang di dominasi warna hitam untuk menghilangkan rasa gugupnya. Membuka sedikit gorden kaca yang cukup besar yang tak jauh dari ranjang mewah itu, dan melihat pemandangan di luar mansion yang di penuhi pepohonan hijau.


Tetapi kegugupan itu bertambah saat tangan kekar Len yang mengalungkan nya di pinggang Anya dari belakang, menumpukan dagunya ke kepala Anya, ikut menikmati pemandangan yang Anya lihat.


" Daddy, " kata Anya dengan suara pelan saat merasakan tangan itu sedikit mengelus perut datanya. "Stop daddy. " kata Anya menghentikan pergerakan tangan Len, yang membuatnya merasakan sensasi aneh.

__ADS_1


"why? " kata Len yang malah mengeratkan pelukannya, sambil menciumi daun telinga Anya.


"Anya lihat kolam renang di sana! " kata Anya menunjuk luar kamar Len, tapi masih di lantai 4. " Kita berenang yuk. " kata Anya lagi mengalihkan kemesuman yang akan terjadi.


Len tersenyum misterius mendengar ajakan Anya, membuatnya melepaskan pelukannya. " ayok. " kata Len dengan semangat lalu menarik tangan berjalan keluar kamar.


"Sepertinya ada yang salah. " kata Anya lang sedikit menyadari kesalahannya mengajak pria dewasa berenang.


Sesampainya di kolam renang dalam dilantai 4 tak jauh dari kamar Len, Anya mulai mengingat sesuatu.


"Anya tidak ada baju renang daddy. " kata Anya sang memang tak ada persiapan untuk renang.


"Kenapa harus pakai baju renang baby, lepas saja bajumu seperti ini! " kata Len sambil mencontohkan, menanggalkan kemejanya dan celana bahan panjangnya menyisakan boxer yang iya pakai.


" Daddyyyy. " jerit Anya yang melihat keadaan sang daddy yang polos hanya memakai boxer di depannya.


"Ayolah, katanya mau berenang, pakai seragam militer juga tak apa jika kamu mau. " kata Len menggoda Anya.


"Tapi Anya malu". kata Anya pelan.


" Kenapa malu hm, hanya ada daddy di sini, tidak perlu malu Anya. " kata Len merayu gadis polos di depannya.


Karena rasa keinginan berenang yang mendominasi, membuat Anya pelan- pelan memberanikan diri untuk menanggalkan pakaiannya. Anya menunduk tak berani melihat sang daddy. Anya berlahan membuka kancing selamanya hingga tak tersisa, melepasnya pelan dan menaruh di meja yang tersedia. Menurunkan resleting rok sekolahnya, dan menanggalkan nya.


Terlihat gunung kenyal yang berbalut bra hitam kontras dengan warna kulitnya senada dengan penutup segitiga Bermuda nya.


.


.


.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


__ADS_2