Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Empat Mata 2


__ADS_3

Yang tanpa mereka sadari, sedari awal pembicaraan mereka ada dua pasang mata mengintip dari balik pintu yang sengaja di buka sedikit, siapa lagi kalau bukan papa dan anak yang tadi berada di ruang basement, dengan papa Will berniat menemui istri tercintanya, dan carl yang juga mau menemui istri tercintanya sembari membersihkan tubuhnya, yang sebelumnya bertemu dengan Anya, Len dan yang lainnya hingga tau di mana keberadaan istri-istri tercinta mereka.


Papa Will menatap tajam anaknya karena secara langsung ia kembali melihat tangis dan kekecewaan istrinya karena ulah Carl, untung saja menantunya adalah orang yang bijak, membuat sang istri tak akan berlarut-larut sedih memikirkan masalah putra pertama mereka.


Sedangkan Carl sudah pasti merasakan sakit di hatinya melihat air mata wanita yang selalu ia hormati, sama sakitnya saat melihat air mata keputusasaan Senta kemarin-kemarin, apa lagi saat ia kembali mengingat sang mama yang beberapa hari ini tak mau bicara padanya, padahal mamanya tipikal wanita yang cerewet dan sehari saja tak bisa tak mendengar suara anak-anaknya walau hanya beberapa menit, sangking marahnya seorang ibu yang baik itu.


Dan ia bertekad akan bicara hati ke hati untuk meminta maaf pada sang mama, ia tak akan membiarkan mamanya mendiaminya atau marah padanya terus-menerus, yang tanpa ia sadari mamanya juga menjadi korban keegoisannya selain Senta, dan semua terbukti dengan pada yang ia lihat sedari tadi.


Carl yang masih sibuk dengan lamunannya, harus tersadar saat papanya dengan berlahan membuka pintu kamarnya lebar-lebar agar bisa masuk menemui istri yang begitu ia cintai itu, yang siap tak siap ia harus ikut masuk di belakang papa nya.


"Cintaaaaa!!! " panggilan kesayangan papa Will keluar dari mulutnya saat sang istri masih tak menyadari kehadirannya.


Panggilan mesra papa Will membuat pelukan kedua wanita itu terlepas, dan saat mereka melihat kearah sumber suara mata mereka salah fokus dengan orang yang berada di samping belakang papa Will, dan mata mereka bersamaan melotot melihat ke adaan pria yang ada di samping papa Will.


Bagaimana tak kaget sampai melotot, karena mereka melihat Carl yang bonyok di wajah dan darah mengering di beberapa bagian lebam di wajahnya, apa lagi ke adaan yang berantakan dan keringat di mana-mana, padahal saat terakhir mereka melihat, keadaan Carl yang se mengenaskan itu.


Sama halnya dengan Carl sedari pelukan istri dan mamanya terlepas matanya juga melotot kaget saat melihat istrinya yang begitu cantik, terlihat sangat seksi baginya walaupun mengenakan pakaian tertutup, hal yang tak ia sadari karena terlalu larut akan masalah menimpanya di tambah Senta yang selalu berdiri membelakangi pintu yang semakin tak tau akan kecantikan sang istri.


"Mama dan putri mama akan turun dulu!!! " ucap mama Anne buru-buru untuk menghindari putra yang beberapa hari ini ia diami, sambil menggandeng tangan menantunya untuk berjalan menjauh.


Senta sendiri hanya menurut dengan apa yang di lakukan wanita paruh baya itu, walau hatinya begitu khawatir melihat keadaan pria yang sudah berstatus suaminya itu.


"Tunggu ma!!! " ucap Carl menghadang kepergian mama dan istrinya, lalu matanya menatap papanya sebentar untuk meminta dukungan.


Papa Will yang melihat itu tentu saja tau maksud tatapan sang anak, dengan yakin ia menganggukkan kepalanya memberikan semangat dan keyakinan di hatinya untuk menghadapi mamanya.

__ADS_1


Dengan Carl yang memotong langkah mereka dan berdiri persis di depan mama Anne, otomatis membuat langkah mereka terhenti, dan mama Anne yang menatap tajam sang anak.


"Aku mau bicara empat mata dengan mama!! " ucap Carl yang terdengar meminta izin sekaligus memberikan kode papanya untuk membawa istri barunya itu keluar dari kamar ini.


"Nak Senta, mau turun dengan papa? " tanya papa Will dengan menengadahkan satu tangannya meminta bergandengan tangan selayaknya princess.


Senta tentu saja bingung menjawab ucapan papa Will apa lagi jawaban tangannya, hingga ia menatap mama Anne yang meminta persetujuan sebagai istri papa Will.


Yang tentu saja mama Anne mengangguk tanpa keberatan Sama sekali, karena itu hal bisa di dalam keluarga kerjaan, bahkan bentuk penghormatan untuk seorang perempuan.


Setelah mendapatkan jawaban sang mama, tatapan Senta beralih pada sang suami yang juga menganggukkan kepala, karena bagaimanapun juga Carl berhak sepenuhnya akan dirinya.


Dengan berlahan Senta menerima jawaban tangan papa Will yang akan membawanya keluar dari kamar ini.


Mama Anne hanya bisa mengangguk pelan, bahkan ia tak mencoba menolak ucapan putranya tadi, padahal ia sendiri berniat menghindar dari sang putra.


Di luar kamar Carl, papa Will berlahan melepaskan jabatan tangannya pada sang menantu, karena takut akan merasa tak nyaman sembari berjalan pelan beriringan.


"Bagaimana dengan keadaanmu sekarang nak? " Tanya papa Will yang sangat tau apa yang menimpa gadis yang sudah menjadi wanita malang sekarang, kalau itu terjadi pada putrinya ia pasti sudah membunuh pria yang memperkosa anak gadisnya, tapi yang lebih gak beruntung wanita malang ini tak mendapatkan perlakuan istimewa dari kedua orang tuannya.


"Senta baik... emmmm!!!! " bingung Senta harus memanggil apa pria paruh baya yang memiliki kasta tertinggi di tenaga Inggris itu.


"Papa!! panggil papa seperti anak-anak papa lainnya!!" ucap papa Will yang tau kebingungan wanita malang itu.


"Pa... papa!!! " ucap Senta yang sedikit canggung.

__ADS_1


"Ya!! maaf atas perlakuan putra papa padamu, tapi sebenarnya ia pria yang baik dan sangat tulus jika bertemu orang yang tepat sepertimu!!! " ucap papa Will.


Ucapan papa will membuat Senta semakin menundukkan kepalanya menatap lantai yang ia pijak, dengan memilih gaun yang membuatnya sedikit susah untuk berjalan.


"Papa sangat tau perasaanmu, maka dari itu papa memberikan pelajaran untuk nya tadi, tapi papa harap kamu memberikan kesempatan sedikit untuk putra papa, karena papa yakin kau orang yang tepat untuknya, dan kedepannya semua keputusan ada di tanganmu jika putra papa menyakitimu lagi, papa juga akan mendukungmu apapun itu!!! " ucap papa will yang begitu tulus, apa lagi ia tak memiliki anak perempuan yang membuat empatinya semakin besar pada Senta.


Tanpa menjawab Senta hanya bisa mengangguk pelan tak menatap menatap lawan bicaranya.


"Kesempatan kesekian kalinya??? mungkin!! walau kemungkin itu sendiri sangatlah kecil untuk putra papa!! tapi yang pasti aku tak akan membuatnya mudah mendapatkan hati dan kepercayaan ini lagi pa!!! " batin Senta yang tak berani mengatakannya secara langsung.


"Perhatikan jalanmu!!! " ucap papa will sedikit meninggikan suaranya yang membuat Senta kaget dan menghentikan jalannya.


Karena terlalu asik melamun Senta tak sadar akan langkah kakinya, mungkin ia akan terjatuh tadi kalau papa will yang mengingatkannya, karena selangkah lagi ia sudah menginjak anak tangga, dengan perasaan gugup Senta dan mata melotot Senta menatap ke arah anak tangga yang tak terhitung jumlahnya.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2