Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Menuju Malam Pertama


__ADS_3

Malam hari di kediaman Becker, Anya menyiapkan sebuah makan malam kecil di balkon kamar mereka, dengan sang suami yang selalu memperhatikan gerak geriknya, ia sadar baju yang ia kenakan saat ini mengundang mata sang suami untuk terus menatapnya.


Baju mini dress dengan lengan spaghetti yang sangat lah mini di beberapa bagian tubuhnya, ia sengaja memakai pakaian provokatif di diner malam ini karena ia sadar dan tau akan kewajibannya menjadi seorang istri.


Saat ia mulai menata makan malam mereka, Anya merasa sebuah tangan besar yang tak lain suaminya sendiri yang memeluk pinggangnya dari belakang.


"Kau memakai baju seksi tak seperti biasanya! kau berani sekarang hm!!" ucap Len yang sesekali mencium i tengkuk belakang Anya.


"Berani apa? aku hanya memakai pakaian simpel untuk makan malam kita ini! " ucap Anya.


"Ya! simpel...!!!! " ujar len menggantung. "simpel untuk di lepaskan!!! " lanjutnya dalam hati, " jangan tunjukkan hal indah ini pada orang lain hm!! " ucap Len yang mencari ke kehangatan dari tubuh istrinya.


"Tidak, aku tak akan menunjukkannya pada siapapun selain suamiku!! aku akan membuatnya spesial untuk suamiku seorang!! " jawab Anya dengan tersenyum kecil yang masih menatap beberapa piring tersisa.


Di tengah ke kehangatan pengantin baru itu, Tiba-tiba terdengar suara deringan dari ponsel len, yang pada akhirnya mengganggu keromantisan mereka, dengan Len yang terpaksa berjalan menjauh dari istri untuk mengambil ponselnya yang berada di ranjang kamar, dan tak lupa wajah kesalnya yang terlihat lucu di mata istrinya.


"Katakan! " ucap Len dengan nada kesalnya setelah mengangkat panggilan telepon dari Mike.


"Al chapo ingin bertemu dengan anda secara langsung setelah penolakan anda kemarin-kemarin!!! " lapor Mike, yang sepertinya kartel meksiko itu sangat membutuhkan bantuannya.


"Ck, dia saja bisa begitu mudah keluar masuk penjara Amerika!! kenapa tak dia sendiri saja yang membantu anaknya yang bodoh itu!! tolak permintaannya, yang seperti ia mencari alat untuk mencuci tangan putranya!! " ucap Len memberikan penolakan.


"Baik tuan! akan saya sampaikan!!! " jawab Mike.


"Dan satu lagi, katakan aku akan di pihak pemerintah meksiko jika mereka berani mengusik ku!! perketat penjagaan kalian, terutama markas besar dan kediaman ku!! bodyguard istri dan anakku masing-masing tambahan!! aku tak ingin mereka mendapatkan celah dari kelemahanku!! " ujar Len dengan perintah-perintahnya.


"Baik tuan!!! Apa ada hal lain yang akan di sampaikan? " tanya Mike


"Hmm! gadis kecil itu!! sudah kau pastikan berada di tempat yang layak? dan sampai di tujuan? " Len berbalik bertanya.


"Ya, walau sedikit ada berontakan dari gadis kecil itu, tapi anak buah yang saya tugaskan mengantarkannya dengan selamat tanpa ada kesalahan apapun, tapi gadis kecil itu masih menganggap anda sebagai papanya!! " ujar Mike menjawab pertanyaan tuannya.

__ADS_1


"Biarkan saja! kalau dia sudah paham akan hidupnya, aku akan dengan sendiri mengatakannya!! Tetap awasi tingkah lakunya di panti asuhan itu!!! " ujar Len.


"Baik tuan!! " jawab Mike.


"Terimakasih!! " ucap Len tak terduga sebelum mematikan sambungan telepon mereka, yang sepertinya itu akan menjadi kebiasaan baiknya setelah ini, yang pastinya membuat syok penelponnya.


Setelah selesai dengan panggilan telpon miliknya, Len bergegas kembali ke balkon tempat bidadarinya menunggu, yang ternyata sudah di sambut dengan penampilan seksi istrinya.


"Sudah? " tanya Anya.


Len hanya bisa mengangguk dengan memandangi keindahan yang hanya ia miliki dan ia cicipi sebentar lagi, apa lagi matanya tak bisa berpindah pada belahan yang akan tumpah di depannya, terlihat sangat menggiurkan dengan tali spaghetti yang berharap tali itu akan terputus karena sudah tak bisa menyangga tumpahan itu.


"Duduk dad!! " ucap Anya menggeser kebelakang kursi yang akan di duduki Len dan mempersilahkan suaminya itu yang tak lama ia juga duduk dengan saling berhadapan dengan masing-masing satu piring steak di hadapan mereka.


"Biar aku saja!! " ucap Len yang gentle mengambil piring Anya saat akan memotong steak miliknya tadi, dan beralih padanya dengan memotongnya kecil-kecil untuk mempermudah memakannya.


"Terima kasih dad! " ujar Anya yang mendapatkan piringnya kembali.


"Boleh wine? " tanya Anya melihat satu botol wine dan dua gelas kosong di hadapan mereka.


"Tidak, aku mau menghabiskan malam ini dengan mu dalam keadaan sadar baby!!! " ucap Len yang tau istrinya itu tak bisa jika meminum wine.


"Sedikit saja!! " ujarnya sedikit mendayu yang terdengar seksi di kalangan pria. "Ya??? " lanjutnya dengan nada semakin seksi apa lagi di dukung dengan dress nya, dan elusan tangan yang begitu lembut ke jemari suaminya.


"Se.. sedikit saja!!! " ujar Len yang pada lahirnya lemah akan rayuan istrinya. " come on boy, itu hanya suaranya!! kenapa kau sudah berdiri saja!! kau lemah jika berhadapan dengan gadisku ini!!! " batin Len yang merasakan ada perubahan dari anggota tubuhnya.


Dengan kendali Len, ia menuangkan wine di gelas istrinya sesuai yang menurutnya sedikit, dan beralih pada gelasnya sendiri dengan ukuran normal seperti biasanya.


"Itu tak adil!! punya.... "


"Sedikit atau tidak sama sekali! " ujar Len memotong ucapan Anya sekaligus membuat sang istri tak berani memprotes.

__ADS_1


Dua tegukan Anya meminum wine yang memang sangat sedikit baginya, yang membuat Len mengerutkan dahinya dengan cara minum istrinya itu.


"Ck, Kau lebih cocok minum susu ketimbang meminum wine !! kau pikir itu air mineral dengan satu, dua kali tegukan!!! kau bahkan tak tau sebuah seni dari satu gelas wine ini baby!! dan dengan dua kali tegukan kau menghancurkan seni itu!!! " batin Len yang hanya berani mencibir istrinya dari dalam hati, bagaimana tidak, wine harus di nikmati dengan begitu halus bagi penikmatnya, dan Len yang menatap sikap istri dengan sedikit menggoyangkan gelas berisi cairan merah yang sesekali meminumnya dengan penuh kelembutan.


"Ini lebih manis dari yang di bali dulu!! hanya saja sedikit terbakar di tenggorokan!! " ujar Anya berkomentar.


"Kau meminumnya seperti susu saja!! " ucap Len mulai berani berkomentar.


"Memang kenapa? sama sama di minum kan!! " ucap Anya dengan santai.


Len hanya bisa menghela nafas panjang mendengar jawaban istri, yang ia lupa sepolos apa istrinya jika menyangkut sebuah alkohol.


"Boleh minta lagi? " tanya Anya yang sepertinya merasakan kenikmatan sebuah wine.


"Tidak! " jawab tegas Len tapi pandangannya pada benda miliknya yang mau tumpah itu.


Melihat Len yang meneguk wine sedikit demi sedikit, Tiba-tiba Anya memiliki ide untuk mendapatkan wine yang ia inginkan tanpa harus meminta pada suaminya.


Saat Len berlahan mengangkat gelasnya kembali untuk meminum winenya, Anya juga berlahan berdiri mendekat ke arah suaminya, yang tentu saja membuat Len bingung tapi tetap meminum winenya.


Dan saat wine itu berhasil masuk ke dalam mulutnya, dengan cepat Anya mencium bibir sang suami , membuka paksa bibir sang suami untuk mendapatkan cairan merah yang ia inginkan, walau sedikit Anya mendapatkan wine itu dengan cara yang cukup ekstrim.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2