Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Mencari Sebuah Jawaban


__ADS_3

"Saya hanya menduga-duga apa yang terjadi pada istri anda, dan itu salah satu kuncinya!! apa lagi ini bukan ranah saya sebenarnya!!! " ucap dokter K membela diri.


"Menduga-duga macam apa jika seperti.... "


"Biarkan dia melakukan tugasnya!!! " ucap Senta penuh penekanan tanpa menatap suaminya, lalu menatap dokter yang memeriksanya. " sepertinya saya tak mendapatkannya beberapa minggu ini!! " lanjutnya menjawab pertanyaan dokter tadi.


Setelah mendengar jawaban dari istri pasiennya, dokter K kembali memeriksa denyut nadi nya untuk memperjelas dugaannya.


"Sepertinya anda membutuhkan dokter Obgyn tuan!! tapi saya sedikit tak yakin akan hal ini, karena ini benar-benar bukan bagian saya!! " ucap dokter K memberikan kode.


"Ck, apa bedanya dengan... " ucapan Carl terhenti saat sadar kalau dokternya itu tadi mengatakan dokter Obgyn, dan seketika itu matanya melotot kaget lalu dengan cepat berjalan ke arah istrinya.


Dengan sedikit dorongan Carl mencari celah dari tempat dokter pribadinya, lalu duduk berhadapan dengan sang istri sambil menatap perutnya yang tertutup selimut.


"Apa itu benar? " tanya Carl pada dokter K, tapi tatapannya masih ke arah perut sang istri.


"kemungkinan benarnya 79% , Sekali lagi, ini bukan bidang Saya!! bawa istri anda ke rumah sakit dan temui dokter Obgyn untuk mendapatkan jawaban yang tepat! " Ucap dokter K memberikan saran.


Senta sendiri bingung dengan apa yang di bicarakan dua pria dewasa itu, otak kecil dan wawasannya yang tak luas membuat pikirannya berhenti pada kebingungan, tapi melihat betapa kaget wajah suaminya dan dokter yang berbicara serius, membuatnya cukup takut kalau ternyata ia memiliki penyakit mematikan nantinya.


Walau otaknya penuh kebingungan, Senta sedikitpun tak membuka mulutnya untuk bertanya, ia hanya diam dan menyimak pembicaraan dua orang itu yang berharap ia akan mengerti tanpa harus bertanya pada pria kejam di depannya.


"Baiklah, kau bisa pergi sekarang!!! " kata Carl yang terdengar mengusir.


"Anda tak konsultasi dengan keadaan anda sendiri? " tanya dokter K memberikan.


"Jika aku mau aku bisa pergi menemui dirimu secara langsung!!! " jawab Carl.


"Baiklah tuan!! tapi saya sarankan banyak banyak bersabar dan mengontrol emosi anda, karena jika diagnosa saya benar, Mood istri anda harus benar-benar terjaga, atau nantinya akan berpengaruh pada nyawa yang kalian perjuangkan!! " kata dokter K sebelum beranjak pergi dari kamar dan kediaman nya.


Setelah keberanian orang ketiga di antara Carl dan senta, Carl masih terfokus pada perut Senta yang bahkan masih tertutup selimut dan baju, dan Senta juga masih dalam kebingungannya tapi tak mau bertanya.

__ADS_1


"Mood istri??? nyawa yang di perjuangkan??? separah itu kah penyakit yang aku derita?? Sampek-sampek ke nyawa segala!!! " batin Senta yang masih bingung.


"Mau lihat perut!!! " kata Carl sambil membuka selimut yang menutupi perut istrinya.


"Eh, apa-apa an sih!!! aku tidak mau!!! " tolak Senta dengan menutup perutnya dengan kedua tangannya.


"Kau membangkang lagi!!! " kata Carl menatap mata istrinya.


Dengan segera Senta membuka lilitan tangannya yang tadi di perut, entah kenapa ucapan Membangkang membuatnya sangatlah takut yang padahal Carl tak mengatakannya dengan penuh penekanan atau bentakan.


Senta benar-benar takut menjadi istri pembangkang bagi Carl, dan ia juga takut satu kata itu membuatnya menjadi orang yang lemah untuk menghadapi rumah tangganya ke depan.


Setelah tangan Senta menyingkir dari perutnya, Carl begitu hati-hati menaikkan baju istri nya sampai ke atas, dengan lembut ia mengelus pelan perut rata istrinya.


"Kau benar sudah hadir di sini sayang?? kau benar-benar terbuat dari tinta putih milikku dulu?? mereka bernyawa sekarang!!! Tuhan, mukjizat mu sungguh luar biasa!!! " batin Carl yang terus mengelus perut istrinya, hatinya begitu bahagia mendengar kabar yang ia dengar baruan walau belum 100% benar adanya.


"Ahhhhhhhh!!!! " tanpa sadar Senta mendesah.


"Ssssshhhhhh!!! " Lagi-lagi Senta berdesir karena terangsang.


"Kau menginginkannya bukan!!! tapi tidak untuk saat ini oke!! kita ke rumah sakit sekarang sayang!! " ucap Carl tersenyum menggoda sembari berhenti memainkan hal indah di tubuh istrinya walaupun si joni sudah meronta-ronta saat pertama kali mendengar ******* istrinya.


Di sini Senta kaget dengan dirinya tak tak bisa mengontrol perilakunya, apalagi hatinya tiba-tiba begitu kecewa saat suaminya menghentikan kegiatan enak tadi, dengan wajah memerah nya ia membenahi baju dan celananya yang sudah bentakan dalam sekejap.


Carl juga dengan sigap merapikan rambut berantakan istrinya sebelum pergi ke rumah sakit.


"Kita berangkat Sekarang!! " kata Carl yang sudah rapih lalu membopong tubuh istrinya.


Senta sendiri hanya bisa menerima segala perlakuan suaminya pada dirinya karena takut kata pembangkang akan keluar lagi dari mulut suaminya yang nantinya semakin membuatnya lemah.


"Apa penyakit ku separah itu, sampai harus di gendong seperti ini? " tanya Senta yang pada akhirnya tak tahan untuk bertanya.

__ADS_1


Carl yang berjalan menuju mobil itu seketika berhenti mendengar pertanyaan istrinya, lalu menatap intens dengan senyum di bibirnya.


"Jangan ngaco sayang!! tak ada penyakit apapun!!! " jawab Carl dengan perasaannya yang begitu bahagia dan melanjutkan langkahnya.


"Tapi tadi ekspresi kaget mu?? dan sekarang kau menggendong ku seperti orang sakit parah saja!!! " ucap Senta pada akhirnya meluapkan semua rasa penasaran nya.


"Tunggu!! jangan-jangan kau tak tau apa itu dokter Obgyn? " tanya Carl dengan sedikit menebak.


Dan benar saja, Senta menjawab pertanyaan Carl dengan gelengan kepala.


"Kau benar tak tau? " tanya Carl memastikan yang di jawab anggukan, seketika ia tersenyum kecil. " Kita ke sana sekarang, dan kau akan mendapatkan jawabannya secara langsung!!! " lanjut Carl dengan menggenggam tangan istri tercintanya yang duduk di sampingnya tak lama sang istri masuk mobil.


Tak sampai 30 menit mobil yang membawa Carl dan Senta tiba di tempat yang mereka tuju dengan Carl yang sebelumnya sudah membuat janji saat di perjalanan tadi.


Di saat keluar mobil, Carl kembali menggendong istrinya walau sempat ada penolakan tadi, lalu berjalan menelusuri lorong rumah sakit menuju ruangan dokter Obgyn seperti yang ia ucapkan tadi.


"Dengan tuan dan nyonya Carlson? " tanya dokter wanita yang duduk berhadapan dengan Senta dan Carl yang sudah membuat janji padanya.


"Ya! periksa istriku sekarang!!! " ucap Carl yang terdengar dingin, yang padahal dulu ia begitu ramah di setiap perempuan.


Senta yang mendengar nada bicara suaminya itu seketika menatapnya dengan penuh tanda tanya, suaminya itu benar-benar berubah atau memang hanya karena ada dia di tempat itu, karena kepercayaan nya pada pasangannya sudah di hancurkan yang membuat dirinya selalu berfikir keras akan setiap tindakan suaminya.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2