Cinta Pria Kejam

Cinta Pria Kejam
Bersiap Pergi


__ADS_3

Pagi-pagi saat matahari dengan malu menunjukkan sinarnya, di rumah Senta sudah di hebohkan dengan beberapa truk besar mengangkut barang-barang mewah hadiah yang di berikan besan mereka.


Apa lagi mama Senta yang begitu antusias saat barang-barang yang sangat mahal itu mulai di turunkan, apa lagi tas dan baju branded yang tak luput di jadikan hadiah untuk keluarga Senta.


Papa Senta sendiri terlihat bisa saja melihat banyaknya hadiah yang besannya berikan, hatinya sebenarnya sedikit resah saat kepergian anaknya sudah didepan mata.


Dulu dia dan sang istri memang berniat tak memiliki anak, terutama sang istri memiliki banyak faktor yang menurutnya merugikannya, dan saat ia semakin tua, ia baru sadar kehadiran anak sangatlah di perlukan dan sangat terlambat untuk menyadarinya.


Dan saat anak yang ia angkat akan pergi, entah kenapa ada rasa tak nyaman di hatinya, walaupun ia selalu di kelilingi wanita wanita muda di hidupnya, tapi dari lubuk hati yang paling dalam ada hati yang begitu kosong, hampa yang entah apa itu.


Dan itu terjawab sekarang, seorang keturunan yang akan mengisi kekosongan rasa hampa di hatinya yang ia inginkan dari lama yang sempat tertutupi oleh ke hadiran anak angkat dalam beberapa waktu.


Hingga tak ada senyum lagi di bibirnya saat melihat kemewahan di depannya, uang, perusahaan besar semua tak membuatnya bahagia, dan kebahagiaan yang ia rasakan selama ini hanya kebahagiaan semu, yang bukan benar-benar kebahagiaannya.


"Pa, sepertinya ada jam tangan mewah untuk pria di sini, aku simpan kan di kamarmu!!! " ucap mama Senta dengan senyum yang tak pernah memudar.


Papa Senta hanya menatap wanita yang bukan cintanya, wanita yang sudah menemaninya di banyak tahun itu hanya memberikan status yang tak lebih dari itu.


Hanya ada helaan nafas beberapa kali saat ia menyadari keadaannya sekarang, hanya melimpah, uang tak ada habisnya, dan yang terakhir ia memberikan sang anak sebagai penambah apa yang inginkan selama ini, tapi sayangnya tak ada kebahagiaan apapun yang ia rasakan selain resah.


*****


Di kamar yang bercat soft, sangat cocok untuk kamar seorang perempuan, Senta masih nyaman di alam mimpinya, dengan di temani suami barunya yang begitu asik memandangi wajah cantik nya yang sedang tertidur.


Carl memang bangun lebih dulu saat mendengar dering telpon di ponselnya yang memberitahukan truk-truk pengangkut hadiah sudah ada di depan rumah sesuai alamat yang ia berikan, tapi saat ia mencoba tidur kembali ia salah fokus dengan kecantikan dan kepolosan istrinya saat tidur, yang pada akhirnya memilih untuk bermain-main dengan wajah itu.


"Kau cantik, baik, sabar, pemberani, dan yang terakhir masih perawan, aku beruntung mendapatkan mu dan mendapatkan nya, tapi maaf aku melakukannya dengan paksaan, dan aku melakukannya karena sangat mencintaimu sayang! " ucap Carl sambil memainkan anak rambut Senta yang menutupi wajah cantiknya. "Aku janji akan memberikan cinta berlimpah untuk mu, kasih sayang keluarga yang sebenarnya, dan kebahagiaan yang banyak untukmu!! kau adalah ratu ku sayang!!! " lanjut Carl dengan senyum kecil di bibirnya.


Cup..


"Uuugggghhhhh!!!! " Senta menggeliat saat mendapatkan kecupan di bibir, dan memilih memposisikan tidurnya membelakangi Carl.

__ADS_1


Cup, cup, cup..


Bukannya berhenti, Carl malah menciumi leher belakang Senta dengan gemas saat mendengar geliatan kecil seperti bayi barusan.


"Bangun sayang, ini sudah pagi!!! " ucap Carl sembari membangunkan Senta dengan kecupan kecupan di seluruh leher Senta.


"ugh, stop!! ngantuk tau!!! " ucap Senta belum sadar siapa yang membangunkannya, apa lagi dengan mengecupi bagian leher belakangnya.


"Katanya mau ikut suami pulang hari ini!!! " kata Carl yang membuat Senta membuka matanya secara tiba-tiba.


Senta baru sadar akan status dan niatnya kemarin, dan ia juga baru sadar suami yang tak ia inginkan itu terus menciumi leher bagian belakangnya, membuatnya seketika bangun dari tidurnya dan menjauh dari tubuh sang suami.


"Kenapa? " bingung Carl saat kegiatannya terhenti karena sang pemilik tubuh memilih menjauh darinya.


"Tak apa!! " jawab singkat Senta lalu bangun dari tidurnya yang memilih duduk di sofa dan tak lupa ponselnya yang sudah ada di tangannya.


Hal itu juga yang membuat Carl bangun dari tidurnya, ia sadar kalau istrinya sedang menghindarinya, lalu memilih untuk tak bertanya lagi.


"Itu hadiah dari mama untuk besannya, karena sudah merestui anaknya menikahi putri yang baik sepertimu!!! " jawab Carl.


Mendengarnya Senta malah tertawa sumbang, lebih tepatnya menertawakan nasib nya, yang lebih terdengar di beli dari pada sekedar sebuah hadiah.


"Tapi kelihatannya seperti barter!!! " ucap Senta dengan sedih mengucapkannya.


"Sayang, biarkan aku membawa mu keluar dari keluarga yang hanya memberikan luka untukmu, apapun caranya, biarkan keluargaku yang akan menjadi penggantinya hm!!! " kata Carl memberikan pengertian agar istrinya tak terus menerus memikirkan kesedihannya.


"Tapi kau sama seperti mereka bukan!! jangan kau pikir semua akan kembali seperti dulu meski sekarang kau bisa mengikat ku!! luka yang kau berikan sama berbekas nya seperti luka yang mereka berikan!!! " ucap Senta dengan penuh penekanan dan menatap tajam lawan bicaranya.


"Sayang!!! " ucap Carl yang tak bisa berkata apa-apa lagi sambil menundukkan wajahnya.


Penyesalan tinggallah penyesalan, dan itu yang di rasakan Carl saat ini, yang ia lakukan kedepannya hanyalah memperbaiki segala yang membuat istrinya sakit hati, dan bukti adalah kunci utama dari masalahnya sekarang, yang nantinya akan menumbuhkan rasa kepercayaan dari sang istri.

__ADS_1


"Huuuffftttt!!! jam berapa kita keluar dari rumah ini? tanya Senta.


" Jam 10!! " jawab Carl yang masih menundukkan kepalanya.


"Ck, aku belum packing apapun!! " ucapnya berjalan masuk ke dalam ruang gantinya, yang ternyata di ikuti Carl dari arah belakang. " Harus mulai dari mana dulu?? " bingung Senta.


"Tak perlu bingung....!!!!!"


"Astaga!!!" kaget Senta memotong ucapan Carl, karena tak menyadari kehadiran suami barunya.


"Cukup barang-barang yang penting saja, selebihnya semua sudah aku siapkan di sana!!! " kata Carl yang masih melanjutkan ucapannya.


"Tapi.... "


"Aku bilang cukup barang-barang yang penting saja, semua kebutuhanmu di sana sudah aku siapkan sayang!! percuma bawa banyak baju dari sini, karena di sana sudah penuh oleh bajumu!! "


ucap Carl yang membuat Senta terdiam, " sepertinya cukup bawa alat dan buku kampusmu saja, dan selebihnya cukup barang-barang yang menurutmu penting banget !! " lanjutnya berniat membantu sang istri dari kebingungan nya, lalu keluar memberikan ruang istrinya untuk berfikir.


"Huuufffttt, baiklah, seperti yang kau ucapan kan!!! memaksa juga pasti aku yang akan kalah!!! " kata Senta pada dirinya sendiri.


Dan packing apa yang menurutnya penting untuk di bawa, terutama buku-buku perkuliahannya, lalu keluar dari ruang ganti dengan hanya satu koper di tangannya.


.


.


.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2