
Bugh...
Satu pukulan mendarat tepat di pipi kiri Riky cukup keras sampai membuatnya terpental dan pada akhirnya terjatuh, sepertinya kemarahan kekasih Senta itu tak main-main pada orang yang akan merebut miliknya itu.
"Ini peringatan pertama dan terakhir untukmu! jangan dekati senta atau kau akan merasakan lebih dari ini!! " Ucap Carl yang pada akhirnya kembali masuk ke dalam mobil tanpa mempedulikan Riky yang terkapar tak berdaya.
Di kelas, gadis yang tak pintar itu semakin terlihat tak tau apa-apa karena tak fokusnya saat kelas berlangsung, serasa masuk ke kuping kanan dan keluar dari kuping kiri, seolah lagu yang mengiringi lamunannya.
Senta ingin curhat tentang masalahnya berharap mengurangi rasa sakitnya, tapi Rica satu sahabatnya itu terlalu fokus pada kekasihnya sampai lupa ia memiliki sahabat atau pun teman di sini tak bisa di andalkan untuk hanya di ajak ketemu dan saling bercerita. Sedangkan Anya, ia tak ingin menganggu pengantin baru itu walau sebenarnya ia sangat butuh ke kehadiran sahabatnya saat ini.
Alhasil ia hanya bisa termenung di sela sela jam pelajarannya, sampai ia sadar kalau dosen di depannya mengakhiri pembelajaran hari ini.
"Boom!!! aku melamun dua jam sendiri!!!" batin Senta kaget dengan kekonyolan nya sendiri, menatap sekelilingnya yang pada sedang berkemas, lalu Senta menatap buku yang bahkan tak bernoda Tita sedikitpun. " Huuffttty, bodoh!!! " ucapnya sembari menutup buku dan ikut berkemas seperti yang lain.
Saat akan keluar dan pulang, langkah senta harus terhenti dengan panggilan orang yang ia kenal, membuatnya terpaksa balik badan dan menatap pria yang memanggilnya beberapa detik yang lalu.
"Apa?" tanya Senta pada Riky, pria yang memanggilnya tadi, tapi dahinya seketika mengerut saat ada lebam di satu ujung bibir Riky.
"Benar apa yang di ucapkan sir Carl? " tanya Riky.
"Ucapan apa? dan kenapa dengan pipi dan bibirmu itu! kau berantem? " tanya Senta dengan rasa ingin taunya.
"Sir Carl kekasihmu sen? " tanya Riky dengan wajah khawatirnya yang membuat Senta terdiam, karena senta dan dirinya adalah saksi adegan panas di ruang dosen, dan keterdiaman Senta seolah menjawab pertanyaan yang Riky ajukan. " Kau tak apa hm?? kau mau main? aku temani hari ini!!! " ucap Riky yang tau akan perasaan Senta saat ini.
"Rik, kenapa masih ada di sini! kelas akan segera di mulai!!! " ucap salah satu rekan kelas Riky sambil berlalu pergi, yang membuat fokus kedua manusi itu tertuju pada pria yang berlalu pergi.
__ADS_1
"Aku bisa membolos hari ini! " ucap Riky yang di tatap Senta. " jangan pikirkan pria brengsek itu!!! kau mau kemana? aku siap jadi supir mu hari ini!!! " ucap nya yang ingin mendapatkan kesempatan dari hati yang sedang patah.
"Ck, kau anak pintar tak cocok kalau harus membolos, lagian aku baik-baik saja kok, sana ke kelasmu!! " ucap senta tak setuju dengan ucapan Riky.
"Tak apa untuk hari ini saja!! aku tau kau tak baik baik saja, ayo!! aku akan membuatmu melupakan masalahmu hari ini! " ucap Riky yang menarik tangan senta untuk mengikuti langkahnya, Tapi sayangnya senta hanya diam mematung membuat Riky tak bisa melanjutkan langkahnya.
"Jangan buang waktumu untuk hal yang sia-sia! sana ngampus dulu!! masih ada banyak waktu untuk main-main!!" perintah Senta menatap serius Riky.
"Tapi.... "
"Cepat masuk!!! " ucap Senta mendorong tubuh Riky. "bye!!! " pamit Senta sembari berlari menjauh.
"Huufftt!! aku akan berusaha mendapatkan cintamu yang dulu sen walau kau memiliki pasangan atau tidak!! maaf karena aku terlambat menyadari rasa sayangku ini!! " ucap Riky menatap punggung yang berlari menjauhinya itu, lalu berbalik badan dan berjalan ke arah kelasnya, tapi matanya tak sengaja melihat objek yang menarik menurutnya. " Hai cantik!! " sapa Riky pada wanita yang berjalan berlawanan padanya, yang tentu saja membuat sang wanita malu malu di buatnya, setelah tebar pesonanya selesai ia kembali melangkahkan kakinya menuju kelas.
Di sisi lain, Senta yang berjalan menuju tempat parkir Carl harus kembali di buat kesal dengan melihat Barbara di sana, memandang dua orang itu akan membuat senta teringat akan adegan tak senonoh yang mereka lakukan.
"Hai wanita murahan! " sapa Senta yang geram bercampur cemburu menatap nyalang wanita yang lebih tua darinya.
Membuat kedua manusia itu menoleh ke sumber suara, dengan Carl yang tersenyum kecil melihat kecemburuan di wajah kekasihnya, setidaknya kekasihnya itu masih bisa menunjukkan rasa cemburunya, walaupun ia tau rasa cinta itu tak akan hilang hanya dalam waktu sehari.
"Hei, yang sopan dengan orang yang lebih tua, dan saya dosen di sini! jaga ucapanmu itu atau kau akan mendapatkan masalah nantinya!! " marah Barbara mendengar ucapan mahasiswi di depannya.
"Kau membicarakan ke kesopanan padaku miss? bagaimana dengan cara berpakaian mu ini! kau mau mengajar atau mencari pelanggan untuk menerima jasamu itu!! dan satu lagi, kau lebih tua tapi tak memberikan contoh yang baik pada orang yang lebih muda!! ck, aku tak habis pikir, kampus ternama seperti ini bisa menerima dosen sepertimu!! " ucap Senta menatap Carl di akhir ucapannya, menyindir pria yang berhak penuh akan kampus ini.
"Kurang ajar!! lihat saja, aku akan membuatmu di keluarkan dari kampus ini anak kecil!! " Barbara semakin dibuat marah oleh Senta.
__ADS_1
"Ohhh!! aku akan berterima kasih padamu miss, karena aku tak akan bertemu manusia menjijikkan seperti kalian! ******!! " ucap Senta yang kesal dengan cemburu yang mendarah daging di hatinya.
Carl yang mendengarnya hanya bisa menggelengkan kepalanya karena ia tak mungkin membuat kekasihnya keluar dari kampus ini, dan tak lama ia tersenyum hangat saat mata mereka saling bertatapan, tapi sayangnya itu tak berlangsung lama saat senta melangkah menjauhi mereka.
"Sialan!! aku tak punya masalah denganmu ya! kau.... "
"Mau kemana sayang! " kata Carl memotong ucapan Barbara dan menahan langkah kekasihnya dengan memegang pergelangan tangan senta.
"Apa? " batin Barbara kaget dengan ucapan Carl, ia paham sekarang yang ia hadapi adalah kekasih teman ranjangnya, dan ia juga baru sadar wanita itu adalah salah satu orang yang memergoki kegiatan mereka kemarin, dan paham maksud ucapan kemarahan gadis kecil tadi, tapi bukannya merasa bersalah ia malah tersenyum kecil dengan boomerang dalam hubungan mereka.
"Masuk! " ucap Senta bersamaan melepas genggaman tangan Carl dengan sangat kasar dan berjalan ke pintu mobil samping kemudi.
Brak...
Senta menutup pintu mobil Carl dengan sangat keras tanpa peduli banyaknya digit untuk membelinya, membuat sang pemilik memejamkan matanya sesaat mendengar suara renyah mobil favoritnya walau sebenarnya ia tak peduli akan nominal harga.
.
.
.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...