Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
110 : Taruhan antara mereka berdua


__ADS_3

Setelah kejadian tersebut, Arvin pun menitipkan masalah itu kepada guru BK. Tentu saja, sebelum Dini dan teman-temannya itu terbangun, Arvin sudah menyuruh Ashera untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, agar akar masalahnya bisa di ketahui dan bisa di selesaikan dengan hukuman yang setara.


Lalu seperti biasa, bagaikan dua orang asing, setiap pulang, pada akhirnya mereka berdua pulang sendiri-sendiri.


Tapi entah gerangan apa yang sedang di perbuat oleh mereka berdua, kepulangan mereka berdua saat ini, yang mana mereka berdua saling kebut-kebutan di jalan dengan maksud untuk mencari kemenangan diantara mereka berdua.


"Arvin, apa kau bahkan tidak mau mengalah pada perempuan?" tanya Ashera, dengan menggunakan sepatu rodanya, dia meluncur di atas trotoar dan dengan kepiawaiannya itu dia berhasil melewati semua halangan dari pohon, batu, lubang, kucing yang sedang mengeong dengan temannya, serta pejalan kaki.


-"Hah~ Mengalah pada perempuan sepertimu? Mana mungkin Ashera, mengkhayal saja sana,"- balas Arvin lewat alat komunikasinya. -"Mau bagaimanapun, aku akan memenangkan taruhan diantara kita berdua,"- imbuh Arvin.


Arvin pun melajukan motornya dengan cukup cepat, tapi bukan berarti dirinya bisa leluasa untuk menguasai jalanan, sebab sekarang jalannya sedang cukup ramai, dan Arvin harus menghindari beberapa kendaraan yang menghalangi tujuannya itu dengan cukup cermat juga tepat.


Maka dari itu, diantara mereka berdua, sampai saat ini mereka sama-sama dalam posisi yang sejajar terus.


"Guk..guk..guk!"


"Wiskhiy, diam," ucap si pemilik anj*ing tersebut, karena peliharaannya menggonggong ke arah Ashera.


Melihat ada a*n*jing kecil yang sedang menggonggong tepat di tujuh meter di depan sana, Ashera segera mengambil ancang-ancang, dengan luncuran yang cepat, tepat di saat anj*ing tersebut minta untuk di lepaskan, dan terus menggonggong ke arahnya, Ashera pun melompat.


"Gukk..! Guk!"


"Daahh~" dengan senyuman lebarnya, Ashera melambaikan tangan kepada hewan peliharaan tersebut dengan lambaian tangannya.


'Kenapa aku baru tahu kalau dia bisa semahir itu? Berhenti memikirkan itu! Cepat fokus lagi, aku harus menang dari anak itu. Meskipun dia itu perempuan, aku sama sekali tidak ingin kalah dari dia.' pikir Arvin, saat dia mendapati Ashera mampu untuk meluncur dengan cara mundur ke belakang, berputar dan kembali mengarah ke depan.


"Meong~ Meong~"


Sampai tepat ada sekor kucing yang sedang terjebak di batang pohon, karena masih kecil dan takut turun, tangan kirinya yang lincah itu berhasil menggapai anak kucing itu dan langsung menurunkannya di samping induknya yang sempat menggaruk-garuk batang pohon.


"Meong~" kata si kucing kepada Ashera, sebagai kalimat terima kasihnya kepada manusia tersebut.

__ADS_1


Tanpa mengalihkan perhatiannya dari jalan yang harus dia lalui, Ashera pun menjawab : "Sama-sama," sambil melambaikan tangannya kepada kucing kecil tersebut.


Sebenarnya dia suka dengan kucing. Tapi karena yang paling tidak sukanya adalah bulunya yang suka rontok, dia pun tidak pernah berani untuk mengambil kucing sebagai hewan peliharaannya.


BRRMM...


BRRMM....


Arvin mulai memacu gas motornya, untuk memperingatkan Ashera agar serius.


"Apa? Kau mau menyerah?" tanya Ashera, dia tersenyum licik melihat Arvin terlihat mulai terjebak karena ada lampu merah, dan Ashera sendiri berhasil melewati perempatan jalan lebih dulu, sehingga Arvin pun jelas sudah mulai tertinggal.


-"Siapa bilang? Lalu ngomong-ngomong, lihatlah di depanmu, jangan sampai menabraknya,"- peringat Arvin kepada Ashera.


Ashera yang sesaat tadi sempat menoleh ke belakang karena ingin melihat keberadaan Arvin yang harus menunggu lampu hijau menyala kembali, ketika baru saja diberi peringatan oleh Arvin, seketika Ashera pun kembali melihat ke depan.


Dan benar saja, seperti yang di katakan oleh Arvin, di depannya ada truk tronton yang sedang parkir.


Namun, hal yang tidak terduga pun terjadi.


'A-apa? Dia bahkan bisa sampai seperti itu?' Arvin jelas langsung tercengang dengan akrobat dari Ashera, karena tidak percaya saja, rupanya tubuh Ashera cukup lentur, sampai bisa melewati kolong truk yang lumayan rendah itu.


"Wih, lihat tadi, gadis tadi hebat ya," pujian langsung datang.


"Iya tuh, apa dia seorang atlet?" satu pujian kembali datang lagi.


"Pergerakannya pun bagus, kira-kira apakah dia perempuan yang sering latihan di taman itu ya?"


Beberapa pejalan kaki itu pun saling pandang satu sama lain, dan mulai berpikir dengan semua ingatan mereka, karena mereka bertiga sering pergi ke taman, selain untuk jalan-jalan, tapi juga untuk menonton aktraksi dari klub penggemar skateboard, maupun sepatu roda.


"Kau akan kalah Arvin, sebagai janjimu, aku mau kau kali ini melayaniku, dah~" ucap Ashera, menoleh ke belakang dimana Arvin masih ada di depan zebracross menunggu lampu hijau, Ashera pun menyempatkan diri untuk memberikan hormat kecil dengan kedua jari tangan kanannya.

__ADS_1


Sebuah hormat yang tidak lain adalah sindiran untuk Arvin.


PLAK...!


"...!" Arvin langsung memukul stang motornya, karena dia merasa terhina dengan kepergian Ashera yang benar-benar lebih dulu mendahuluinya.


Setelah lampu lalu lintas itu berubah menjadi berwarna hijau, Arvin pun langsung mengebut. Entah bagaimanapun caranya, dialah yang akan sampai lebih dahulu.


Itulah yang di pikirkan oleh Arvin. Tapi sayangnya, hal yang tidak di sadari oleh Arvin sedang mengintai Ashera.


________


Tepat di belakang kumpulan kendaraan yang sedang mengantri menunggu giliran untuk lewat jalan tersebut, ada satu geng motor yang mana mereka semua langsung berbelok, menyusuri gang sempit dan berakhir dengan mengejar posisi dimana Ashera ternyata terus mengebut untuk bisa sampai ke tujuan dengan cepat.


"Julio, kau yakin itu gadis yang sedang kau kejar?" tanya salah satu teman Julio yang memakai motor berwarna merah.


Mereka berdua mengendarai motor berdampingan, sehingga dia pun bisa dengan cepat mendapatkan jawaban dari Julio.


"Iya, dia perempuan yang harus aku temui," jawab Julio dengan serta merta, membuat semua teman-teman yang ada di belakangnya itu saling mengangguk, bahwa mereka punya cara lain untuk mendapatkan gadis yang sedang meluncur dengan sepatu roda itu dengan cepat dan efisien, yaitu dengan cara mengepungnya, tentunya.


BRRMM....BRRMM.....


Dengan begitu gesit, mereka semua langsung berpencar, mencari arah yang bisa membuat mereka sampai dengan cepat untuk mendapatkan Ashera yang sedang berseluncur di atas jalan itu.


"Bukannya ini bagus ya? Kalau Julio akhirnya punya gadis yang ingin di tembak?"


"Kau benar, sebaiknya kita harus cepat, sebelum kehilangan gadis itu, atau yang ada Julio tidak akan bisa tidur, karena terus merindukannya," jawab temannya itu.


Kedua motor ini pun saling kebut masuk kedalam gang sempit, dan akhirnya setelah berhasil keluar dari gang, mereka pun langsung mengambil arah kiri, sampai akhirnya satu-satunya gadis sekolah yang bahkan masih memakai seragam sekolah itu, berhasil mereka kepung.


"Berhenti di situ sayang!" ucap salah satu dari pengendara motor yang berhasil menghalangi Ashera pergi masuk kedalam gang untuk mencari jalan pintas.

__ADS_1


Dan seperti yang di harapkan, karena Ashera berhasil di kepung, maka dia pun langsung berhenti, sebelum tubuhnya menabrak anak dari pemilik motor berwarna mera.


'Siapa lagi ini? Sebentar, rasanya cukup familiar. Ya, apalagi melihat nomor motor mereka, sepertinya-' belum sempat selesai berpikir, Julio yang memakai motor berwarna putih pun berhasil membuat Ashera terdiam.


__ADS_2