Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
79 : Pesta Kolam


__ADS_3

Seara keras dari lagu yang di mainkan dengan ciri khas dari lagu DJ, langsung mengisi kebisingan di salah Villa yang letaknya di pinggir pantai.


Banyak orang yang berkumpul dengan pakaian mereka masing-masing yang yang menonjolkan lekuk tubuh mereka, agar bisa menarik lawan jenisnya.


Baik pria maupun wanita, mereka begitu bersenang-senang dalam pesta kolam yang di adakan oleh sang Tuan rumah.


Di sana tidak ada yang namanya penderitaan selian menjadi tempat paling bebas untuk mereka yang menginginkan hubungan untuk saling bercanda ria serta saling menggoda satu sama lain.


Membuat hubungan antara satu sama lain jadi semakin dekat, bahkan untuk menjalin cinta pun, banyak juga.


"Yuli, kira-kira pestanya seru tidak?" Tanya pria ini yaitu Alfian kepada wanita yang kini duduk di sampingnya persis.


"Ya, seru sih, tapi hasilnya kau jadinya memandang wanita lain selain aku." Jawab Yuli, dia duduk bersandar ke bahunya Alfian yang bertelanjang dada, karena yang namanya pesta kolam, tentu saja syarat mereka harus masuk adalah memakai pakaian renang.


Maka dari itu, banyak dari mereka yang saling tertarik satu sama lain, karena tubuh yang mereka perlihatkan pada orang-orang yang ada di sana.


"Sampai kau mengundangku ke acara seperti ini juga, kau lumayan banyak waktu luang ya? Padahal tidak lama lagi akan ada ujian." Dan suara milik Arvin seketika langsung memecah suasana nyaman milik dari Alfian juga Yuli.


"Tapi kau pada akhirnya datang juga, ya kan? Arvin."Jawab Alfian.


"Terserahmu, aku hanya ingin duduk di sini." ucap Arvin, di apun duduk di salah satu kursi dengan meja yang sudah menyajikan beberapa botol wine juga vodka, yang baru saja datang di antar oleh seorang bartender wanita.


"Ini Tuan, semoga sesuai dengan selera anda." Ucap Bartender ini.


Karena suaranya cukup familiar, Arvin pun menoleh ke arah samping kanannya, dan melihat bahwa wanita yang baru saja menyajikan minuman berwarna emas untuknya, adalah wanita yang memang dia kenal.


'A-Ashera?!' Sontak Arvin jadi merasa tertekan dengan kedatangan dari istrinya yang tidak terduga itu. Dan ketika Ashera akhirnya sudah ketahuan, dia pun memberikan senyuman kepadanya.


"Hahahah, aku tidak tahu ternyata kau bisa seterkejut itu ya." Alfian tergelak melihat ekspresi Arvin yang beberapa detik tadi begitu memperlihatkan ekspresi terkejut yang jarang di perlihatkan kepada mereka.


"Arvin, apa kau sebegitu terkejutnya melihat dia tiba-tiba muncul di depanmu?" dan Yuli juga sama-sama bicara dengan reaksi yang Arvin berikan.


"Alfian, bagaimana bisa kau memperkerjakan perempuan ini jadi pelayan?"


"Dia bukan pelayan, dia yang jadi bartender pesta kali ini." Jawab Alfian, dia pun merasa puas dengan reaksi nya Alfian yang cukup lucu itu.


"Ya, kemampuannya itu juga tidak terduga, jadi dia pun Alfian gunakan sebagai bartender rahasia. Hanya kita bertiga yang tahu, lagian dia bekerja di balik layar, jadi tidak akan ada orang yang tahu dengan kemampuan mengejutkannya itu." Jelas Yuli, menambahkan.

__ADS_1


'Apa kau terkejut? Bagaimana bisa aku datang kesini juga? Karena tugasku adalah mengawasimu, tentu aku akan datang ke tempat yang kau kunjungi. Lagi pula aku hanya datang karena ingin mengawasimu saja, asal kau tidak berbuat yang tidak-tidak sesuai ketentuan yang berlaku, aku tidak kan menghalangimu.


Tapi jika rupanya kau yang suka dengan wanita cantik untuk menggodamu terus, aku akan segera membawamu pulang.' pikir Ashera.


Lagi pula dia juga sudah janji, ingin membuat Arvin tidak lagi menyimpang dan berbuat nakal, terlepas dari statusnya itu. Maka dari itu, setidaknya Ashera akan melakukannya dengan perlahan, agar Arvin tidak merasa terlalu di batasi.


'Padahal beberapa saat tadi, ketika barang belanjaannya pecah, aku pikir dia akan nangis dan marah kepadaku saat aku pulang, tapi melihatnya dia bahkan bisa datang ke tempat ini juga, kelihatannya dia baik-baik saja.' pikir Arvin juga.


Sampai, tidak lama setelahnya, suara teriakan pun mewarnai suasana itu, dan bahkan melampaui suara musik yang menggelegar itu.


"ARVIN! Ayo turun! Gabung dengan kami!"


"ARVIN!"


"ARVIN! Turunlah, jangan di situ, ayo bersenang-senang dengan kami!"


Teriak mereka satu per satu, mengajak Arvin pergi ke bawah dan bergabung dengan mereka semua.


"Arvin, tuh, mereka terus memanggilmu. Sana ganti baju dan ikut bermain dengan mereka." Ucap Alfian.


Dan Ashera pun hanya menatap datar Arvin yang baru saja di ajak untuk masuk dalam perkumpulan para wanita berpakaian minim itu.


"Mereka yang menyuruh aku, apa kau mengizinkannya?" tanya Arvin kepada Ashera.


Ashera, kemudian membungkukkan tubuhnya ke arah Arvin dan akhirnya dia pun mulai berbisik lirih. "Sebenarnya tidak. Tapi untuk kali ini saja aku mengizinkanmu. Lalu, aku harap kau tidak pergi ke pesta seperti ini lagi, karena kau adalah pewaris Ravarden. Kau seharusnya punya etikamu sendiri, jangan membuat Nyonya besar kecewa padamu, karena kau satu-satunya cucu yang mewariskan Ravarden.


Aku tidak peduli kau menganggapku apa, tapi ingat posisimu itu Arvin." ucap Ashera dengan berbisik persis di samping telinganya Arvin.


Dan begitulah, setelah mendengar kelonggaran yang di ajukan oleh Ashera kepadanya, Arvin pun mulai berpikir sejenak sebelum dia akhirnya beranjak dari sana dan pergi turun, untuk bergabung dengan sekumpulan manusia yang sedang mengumbar aurat itu.


"Ashera, sebenarnya apa hubunganmu dengan Arvin? Ini tidak terlalu biasa, tiba-tiba seperti punya hubungan dekat dengannya." Tanya Yuli.


Yuli sebenarnya anak yang cukup cantik, baik juga, karena tidak ada satupun dari diri Yuli bertengkar dengan perempuan lain ataupun orang lain selain dengan Alfian, Ashera pun sebenarnya dalam diam menyukai sisi baiknya itu.


Tapi, dia tidak terlalu serius untuk menanggapi pertanyaan dari Yuli yang penasaran itu, apalagi Alfian.


"Tidak ada." Jawab Ashera singkat, lalu dia pun berbalik dan langsung pergi dari sana, sampai ia akhirnya berhasil menemukan Arliana yang sebenarnya sempat menguping. "Enak ya, menguping pembicaraan orang?" Lalu dia langsung lewat begitu saja.

__ADS_1


Arliana terus terdiam sampai dia di tatap oleh Alfian dan Yuli yang sempat mendengar pembicaraan mereka berempat tadi.


"Kau ternyata sudah datang, gabung saja sana dengan mereka." Ucap Alfian kepada Arliana.


Dengan tatapan matanya yang begitu dingin, tanpa sepatah kata Arliana pun pergi dari sana.


"Ternyata dia diam di sana, kira-kira sejak kapan dia mendengarkan percakapan kita?" Tanya Alfian kepada Yuli seraya mengelus-elus lengan putih mulus milik Yuli.


"Dia memang punya karakter yang membagongkan, jangan pedulikan, lagian sekalipun dia sudah mendengar pembicaraan kita, apa gunanya buat dia?" Sahut Yuli, dan dia pun membalas usapan lembut dari Alfian dengan mengusap lembut juga perut yang memiliki roti sobek yang berjejer rapi itu dengan begitu khidmat.


"Kau mau jadi Istriku masa depan kan?"


"Itu tergantung kelakuanmu." balas Yuli dengan manja.


Mereka berdua yang sudah punya ikatan untuk bisa resmi bertunangan pun akhirnya saling menggoda dan bermanja, tapi tidak dengan pasangan yang satunya lagi.


___________________


"Arvin, hei, apa kau mau pakai pakaian itu di saat kita semua saja memakai pakaian renang kita?" Tanya salah satu diantara mereka yang sedikit protes dengan Arvin yang terlihat tidak ada tanda-tanda untuk melepas kaosnya itu.


"Iya Arvin, coba kau jadi seperti mereka, lepas pakaian atasanmu itu." Goda satu wanita lagi, dia menyuruh Arvin untuk melepas jaket dan kaos hitamnya, sehingga ada salah satu wanita yang memberikannya sebuah celana renang untuk Arvin.


Dengan diam, Arvin pun mengambil celana tersebut dan pergi ke ruang ganti.


Tapi hasilnya, tidak seperti yang mereka harapkan kalau Arvin akan melepas kaosnya itu, nyatanya Arvin tetap saja memakainya.


"Yah Arvin, kenapa kau tidak melepas kaosmu itu?"


"Tubuh-tubuhku, ya suka-suka aku, kenapa kalian begitu heboh?" Lirik Arvin terhadap deretan wanita yang kini hanya memakai pakaian renang yang sama saja dengan pakaian da lam.


Namun, begitu banyaknya wanita cantik dengan tubuh putih mulus, dan body tubuh yang cukup molek serta bahenol, ada satu pernyataan yang terus berbisik di benak hatinya, bahwa dari semua wanita itu, entah kenapa tidak ada satu pun yang membuatnya tertarik.


"Hei, ayo main voli air." Tantang salah satu orang laki-laki yang baru saja melempar sebuah bola Voli kepada Arvin.


"Apa ada taruhan yang bisa kau berikan sampai ingin menantangku?" Dan dengan bergaya, Arvin pun berhasil memutar bola Voli itu di atas telunjuknya, sehingga banyak wanita yang langsung mengambil alih perhatian mereka ekspektasi Arvin bisa memperlihatkan tubuhnya yang bagus, pada sebuah tantangan.


"Woo~ Ayo, taruhan, taruhan, Enzo, cepat buat taruhan dengan Arvin biar semakin seru."

__ADS_1


"Iya Enzo."


Semua sorak sorai berhasil meramaikan acara pesta kolam tersebut, berharap bisa memeriahkan pesta menjadi sebuah ajang memperlihatkan kemampuan dari pertandingan voli air yang akan mereka adakan.


__ADS_2