Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
112 : Pertemuan Rahasia Ashera


__ADS_3

BRRMM.....


BRRMM.....


Di satu sisi lain, sekumpulan geng motor yang berjumlah delapan orang, berhasil mencegat seseorang yang mereka cari.


"Hei-hei, bukannya ini namanya pengeryokan ya?" tanya Ashera, melirik ke arah mereka semua secara satu per satu, tanpa ada yang tertinggal satu pun.


Deretan dari motor sport berwarna hijau, biru, abu, hitam, merah, kuning, bahkan lebih tepatnya hampir sepenuhnya lengkap dengan warna pelangi di atas langit, kini deretan motor itu justru berhasil mencegat Ashera yang sebenarnya mau pulang lewat jalan pintas.


Tentu saja, hasilnya Ashera yang ingin pulang, dia sekarang jadinya di kelilingi oleh sekumpulan geng motor.


Namun, dari deretan motor yang yang tidak dia kenal, Ashera hanya melihat ada satu orang yang lebih dominan untuk di anggap sebagai seorang kenalan yang tidak bisa dia lupakan.


Alasan paling mendasarnya, adalah orang ini menggunakan sepeda motor berwarna putih, dan yang lebih dominannya, dia kenal dengan plat motor itu adalah milik dari laki-laki yang malam itu mencegatnya pergi pulang juga.


'Sebenarnya kenapa lagi? Padahal aku sudah pernah bilang untuk tidak menggangguku lagi, tapi sekarang? Dia justru datang menemuiku dengan geng motornya. Nasib macam apa yang sebenarnya aku miliki ini?' kata hati Ashera.


"Hahaha, kau bisa saja ya~ Tapi seru juga, bisa mencari seorang perempuan yang pulangnya bukannya menggunakan mobil atau motor, tapi malah menggunakan sepatu roda," ucap salah salah satu dari mereka semua, dia adalah laki-laki yang mengendarai motor berwarna merah.


Karena mereka tidak melepaskan helm nya, Ashera pun jadi tidak tahu wajah mereka, kecuali satu orang itu saja, yang sudah jelas siapa orangnya, siapa lagi kalau bukan Julio?


"Kau harus ikut lagi, dia ingin bertemu dan memintamu untuk melakukan apa yang di inginknanya," kata Julio, seolah Julio sedang membahas Bos nya, padahal sebenarnya yang di katakan oleh Julio itu adalah kakaknya sendiri.

__ADS_1


"Apa dia tidak punya kehidupan lain? Aku itu punya urusanku sendiri, jadi cari saja orang lain, jangan cari aku," tegas Ashera. Di sama sekali tidak ingin pergi bersama dengan Julio, karena berkat dari Julio dan kawan-kawannya itu, dirinya jadi mengalami kekalahan atas taruhan yang dia buat dengan Arvin. 'Padahal aku sengaja agar aku bisa membuat Arvin tertarik untuk segera pulang, karena jika tidak seperti itu, Arvin pasti jelas akan pergi ke tempat lain. Tapi sekarang apa? Aku justru kalah dengan taruhan yang aku buat sendiri dengannya, sekarang aku harus bagaimana? Arvin menang, kira-kira dia akan melakukan apa, karena aku kalah?' pikir Ashera.


Dia bukan cemas dengan orang-orang yang ada di depannya itu, melainkan cemas dengan orang yang harus dia hadapi nanti adalah orang yang bukan sembarang orang.


"Tidak bisa, tidak ada orang lain yang cocok selainmu, jadi ikut denganku sebentar saja," kata julio lagi, dia sebenarnya juga merasa cukup kesal, sebab dirinya harus berhadapan dengan Ashera karena perintah dari kakaknya sendiri.


"Kau, dengarkan kata ketua kami, jika tidak kami akan menyeretmu dengan paksa," salah satu dari mereka kembali berbicara, membuat ancaman kepada Ashera sendiri.


"Hahh, ya ampun, apa kau tidak lihat ini?" dengan nada yang cukup malas, dia pun memperlihatkan jari tangan kirinya yang terluka itu kepada Julio, "Kau lihat ini? Aku bahkan tidak bisa beraktifitas seperti biasa, karena jariku sakit, apa kau bahkan mau memaksa orang yang sedang mengalami musibah patah tulang sepertiku?" kernyit Ashera, berkata jujur untuk di gunakan sebagai alasan paling kuat agar dirinya bisa menghindar dari tuntutan yang di berikan oleh Julio kepadanya itu.


"Huh, pasti perempuan ini berbohong agar tidak mau ikut denganmu," kata teman julio yang berada tepat persis di sebelah kanannya julio.


Tidak terima di katai berbohong, Ashera pun sedikit menaikkan intonasinya, "Kau menganggap aku bohong? Untuk apa aku berbohong pada Bos mu sendiri? Itu tidak ada gunanya untukku, lagian jika tidak percaya kalian bisa pergi ke rumah sakit denganku, bagaimana? Memangnya harus sampai sebegitunya ya? Menuntutku untuk pergi bersama denganku, ha?" tanya Ashera dengan tegas.


BRRMM........BRMMM.......


Dengan suara knalpot yang sedikit kasar, karena gasnya di tarik dengan cukup dalam, hal itu pun berhasil menarik perhatian mereka semua.


"Siapa dia?"


"Siapa?"


"Huh? Siapa lagi ini? Jangan-jangan kau diam-diam punya jaringan geng motor juga ya?" tanya pengendara pemilik motor berwarna merah kepada Ashera.

__ADS_1


"Jangan mengatakan kalau satu orang di anggap sebagai anggota geng motor, fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan," sela Ashera dengan tatapan matanya yang dingin, karena dia akhirnya tahu siapa yang baru saja datang ke arahnya itu, yaitu Arvin.


"Berhenti di situ, siapa yang menyuruhmu mengganggu pertemuan ketua kami dengan gadisnya?" ucap Dika, pemilik motor berwarna biru gelap, yang berada tepat di depan Arvin yang baru datang itu.


'Haish...Dika, dia malah bicara sembarangan, kenapa malah mengataiku dia kekasihku?' batin Julio.


Sejujurnya kakaknya itu sedang memintanya untuk membawa Ashera lagi. Tapi karena suatu alasan, dia pun tidak memberitahu kepada teman-temannya bahwa itu perintah dari kakaknya Julio.


Tapi karena itu pula, sekarang dirinya pun jadi mulai terkena masalah juga, dan salah satunya adalah menghadapi laki-laki yang tidak lain adalah cucu keluarga Ravarden, Arvin Akhtair.


"Hah? Gadisnya? Yang benar saja, Ashera! Apa alasanmu tiba-tiba menghilang karena kau sedang melakukan pertemuan rahasia dengan mereka di sini?" tanya Arvin, dia pun membuka kaca helmnya, dan memperlihatkan sorotan mata yang begitu tegas serta dingin.


"Apa? Kalau kau memang mau menganggapnya begitu, silahkan aja. Karena sekalipun aku mengatakan tidak, pasti kau akan terus memberikanku alasan lain untuk terus di tuduh, ya kan?" papar Ashera.


Arvin pun terdiam sejenak.


"Apa? Kau mau menuduhku lagi kalau aku sedang kencan dengan mereka semua? Begitu?" kan caramu berpikir padaku itu selalu saja seperti itu," imbuhnya lagi, membuat semua orang yang ada di sana langsung melongo dengan cara Ashera menjawab tudingan dari Arvin.


Dan mendengarnya lagi jawaban yang terus saja membuatnya terus berada di posisi yang serba salah, Arvin pun benar-benar di buat jengkel.


Hasil provokasi yang bagus, bahkan untuk satu orang perempuan yang sedang di kelilingi oleh hampir satu lusin laki-laki, Arvin sungguh ingin menjahit mulut Ashera saat itu juga.


"Hahah, kau benar-benar gadis yang unik, kau yakin mau berkencan dengan kami semua?" akhirnya salah satu dari mereka semua pun ada yang mau menyahut ucapan dari Ashera barusan.

__ADS_1


"Tidak sih," senyuman licik milik Ashera pun langsung membuat semua orang di sana langsung kerkekeh, gara-gara lelucon yang di ucapkan oleh Ashera itu.


__ADS_2