Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
124 : Janji Dari kemenangan


__ADS_3

Di tempat pertama dan kedua, yaitu Julio dan juga Arliana, mereka berdua pun saling bersaing untuk saling mendahului.


Tapi, Julio yang lebih profesional dalam mengendarai mobilnya, dia pada akhirnya terus menempati posisi pertama, sebab dia terus menghalangi mobilnya Arliana yang dengan sengaja dia tempatkan untuk terus berada di belakangnya, karena dia tidak akan membiarkan orang lain memenangkan pertandingan ini.


BRAKK....


BRAKKKK...


"Suara apa itu?" gumam Julio, saat melihat ke belakang dengan bantuan spion mobilnya, dia pun melihat kalau ada kecelakaan lain yang mengakibatkan berapa mobil keluar jalur atau bahkan sampai menabrak pagar pembatas.


Dan ketika Julio lihat dengan lebih teliti lagi, di balik asap yang mengepul, sebab ada salah satu mobil yang mesinnya terbakar, tiba-tiba saja muncul mobil paling mencolok yang pernah ada.


Itu dikarenakan tidak seperti mobil lainnya yang ada di belakangnya yang punya body mobil keren, karena merupakan merk ternama, justru mobil yang terlihat adalah mobil BMW keluaran lama, malah terlihat lebih mendominasi dalam kecepatan.


Mobil yang di naiki oleh Arvin itu justru berada di depan dari puluhan mobil sport lainnya yang menempati posisi belakangnya persis.


'Bagaimana bisa?' detik hati Julio, dia akhirnya jadi punya saingan baru untuk mendapatkan juara.


BRMMM....!


BRRMMMMMM......!


"Whoaahh! Kau dengar suaranya itu, kenapa suara knalpotnya sebagus itu?" tanya salah satu diantara puluhan penonton yang duduk di kursi penonton.


Sebagai tambahan dari kemeriahan yang ada di dalam arena balap itu, untuk orang yang datang dengan mobil tapi tidak ikut balapan, mobil mereka satu per satu di parkirkan di tengah lapangan dalam posisi berjejer, tapi dengan kondisi lampu aksesoris yang sengaja di nyalakan.


Lalu bagi mobil yang sudah di modifikasi untuk membawa speaker di bagasi mobil, pemiliknya pun dengan sengaja menyetel lagu dj untuk memeriahkan suasana malam di arena balap.


"Eh lihat-lihat, itu bukannya mobil biasa yang di gunakan oleh Arvin dan satu temannya itu?"


"Woah, kenapa bisa secepat itu? Bagaimana bisa terjadi?"


"Pasti itu mobil modifikasi, luarnya saja yang terlihat tidak begitu mencolok, tapi pasti mesin mobilnya bukan mesin mobil biasa," jawab salah satu diantara mereka.

__ADS_1


Dan seperti yang di perkirakan oleh pemuda tadi, teman-temannya yang mendengar jawabannya itu pun sama-sama mengangguk setuju, karena mobil mereka saja di buat untuk terlihat keren, dengan menambahkan banyak fitur dan lampu aksesoris sebagai tambahan, jadi sudah jelas kalau mobil biasa itu, pasti punya mesin yang lebih luar biasa.


Sampai di titik ini, terlihat kalau posisi Julio mulai mengkhawatirkan, sebab mobil BMW milik Arvin sudah mulai mengebut untuk menyalipnya, termasuk dengan mobilnya Arliana.


Karena semakin dekat dengan garis finish, semua penoton langsung bersorak sorai, mengisi keramaian dari masing-masing suara knalpot mobil semua pembalap langsung di timpal dengan teriakan yang tidak kalah keras juga.


"Julio! Kau harus menang!"


"Arliana! Ayo kau sedikit lagi bisa menenangkan pertandingan ini! Arliana! Ayo! Lebih cepat lagi!"


Banyaknya dukungan untuk dua orang yang punya kualifikasi untuk menang, membuat Arvin dan Ashera yang tidak punya dukungan sama sekali, memilih untuk diam dan tenang.


"Sedikit lagi! Aku sebentar lagi menang! 50 juta untukku, ayo sedikit lagi!" ucap Arliana di dalam mobilnya dengan penuh harap, karena tinggal beberapa ratus meter lagi, dia akan memenangkan pertandingan itu, jika dirinya menambah kecepatan laju mobilnya.


Namun, tanpa diketahui oleh Arliana, di dalam mesin mobilnya Arliana, sebenarnya sudah tertanam alat pelacak sekaligus alat khusus yang di gunakan untuk membatasi kecepatan mobil yang di gunakan oleh Arliana itu.


Sehingga, di detik saat lampu dari garis di speedometer nya mulai menunjukkan angka 190, begitu lempengan dari alat pembatas kecepatan yang tertanam di dalam mesin mobil seketika aktif, berkedip, menunjukkan lokasi Arliana sekarang, dan detik-detik di saat jarak garis Finish itu berada di jarak kurang lebih dari seratus meter lagi, harapan Arliana untuk memenangkan lomba itu seketika pupus.


Mesin mobil milik Arliana detik itu juga mati.


"Ah, itu mobilnya Arliana kenapa tiba-tiba saja mati! Padahal kan sebentar lagi!"


"Wah, apes itu, bisa-bisanya sedikit lagi akan menang, tapi mobilnya malah tiba-tiba mati seperti itu." ucap para penonton, ketika harus melihat kenyataan pahit kalau Arliana yang sedikit lagi akan memperoleh kemenangan, justru harus diberikan kenyataan paling memalukan yang pernah ada, karena harus berhenti di ujung pertandingan itu.


Maka dari itu, kemenangan pun ditentukan dari dua mobil yang sama-sama berwarna putih.


Jadi, kepada siapakah dua mobil berwarna putih itu akan mendapatkan juara pertama dalam pertandingan malam ini?


Semua itu berhasil membuat sebagian besar penonton merasakan ketegangan yang cukup luar biasa, karena dua mobil yang punya kualitas bertolak belakang dari segi body mobil, tapi tidak dengan mesin yang sama-sama unggul, membuat mereka bingung dan cemas, apakah yang menang adalah Julio, si raja jalanan yang sering menjuarai pertandingan balap mobil, ataukah dua orang asing yang baru saja ikut dalam kompetisi tersebut?


BRRMMMM......


Mobilnya Arvin dan Julio pun sama-sama melaju dalam posisi saling menjejeri.

__ADS_1


KLAK...


"Dia hebat juga," gerutu Ashera, ketika dia baru saja menggertakkan giginya dengan kuat, sampai permen lolipop yang dia **** itu langsung hancur, dan meninggalkan stick permen yang masih di gigit oleh kedua giginya.


'Dari pada dia, justru kaulah yang lebih hebat. Aku tidak akan menyangka kalau aku bisa punya partner untuk ikut balapan mobil malam ini. Untung saja dia mau, tidak rugi juga bisa punya dia. Walaupun awalnya agak menyebalkan, tapi karena dia punya sisi seperti ini, aku tidak akan mempermasalahkannya lagi,' pikir Arvin, tanpa sadar karena kecepatan dari mobil miliknya sudah mulai mencapai kecepatan 195 Km/jam, dan mulai menyentuh angka 200 Km/jam, Arvin pun mulai tegang sendiri dengan kegilaan dari Istri mudanya yang begitu gila sebab mengendarai mobil secepat itu, tanpa adanya kilatan ketakutan di mata Ashera.


Yang ada justru adanya kilatan mata yang menginginkan kemenangan, seperti yang di harapkan oleh Arvin kepada Ashera ini.


Mungkin karena itu pula, sebuah pancingan untuk Ashera bisa menjuarai pertandingan kali ini bisa terwujud, karena Ashera benar-benar sudah cukup serius.


Sorak sorai dari seratus penonton membuat susana di malam itu benar-benar cukup meriah.


Malam yang cukup menyenangkan, menyapu adrenalin, sekaligus mengeluarkan semua skill miliknya.


Ashera seketika langsung terhanyut dalam suasana yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, karena selama ini dirinya tertidur di bawah kesadaran Ashera yang satunya lagi, dan lagi pula dia hanya berlatih dengan Luna, sehingga dia pun sama sekali tidak pernah punya kesempatan untuk menggunakan kemampuannya itu sesuka hati, sebab semuanya terkendala oleh pekerjaannya Ashera yang sebenarnya, juga kepribadiannya yang satunya lagi.


Tapi khusus untuk malam ini, dia pun akhirnya bisa mendapatkan apa yang sudah dia inginkan selama ini.


Benar-benar, sebuah kepribadian ganda nya itu berhasil membuat semua orang di sekitarnya pasti jelas kebingungan dengan perubahan sikap dan mental yang cukup bertolak belakang.


Tapi, bagi Ashera yang saat ini sedang dalam kendali dari kepribadian yang punya sisi mental yang kuat, dia pun cukup menikmati semua ini dengan senang hati, walaupun tidak lama lagi kemungkinan besar kalau kepribadian miliknya yang satu lagi, akan segera terbangun.


'Tunggu dulu ok, aku akan menyelesaikan kesempatan emas ini untukmu, jangan bersedih lagi, karena aku sudah membuat Arvin berjanji pada kita, kalau dia akan lebih menghormati diri kita.' pikirnya.


BRRMM....!


Ashera pun memacu kecepatan mobilnya jadi lebih tinggi lagi, dan sampai akhirnya mereka berdua jadi saling mencoba mendahului, antara mobilnya Arvin dengan mobilnya Julio.


Hingga tepat di jarak kurang dari dua puluh meter itu, Ashera dengan cukup sintingnya, dia langsung menginjak pedal gas sampai mentok.


WHUSSH...!


"Arvin, kau harus ingat dengan janjimu itu, mengerti?!" ucap Ashera kepada Arvin yang sedari tadi terdiam itu.

__ADS_1


TEETTT...........


Suara dari tanda selesainya pertandingan itu pun sukses membuat semua orang di stadion itu berteriak girang antara senang juga marah, tapi tidak bisa berbuat apapun, sebab kemenangan yang terlihat sama-sama di dapatkan oleh Julio dan Ashera, ketika salah satu panitia itu mengoreksinya dengan menggunakan CCTV yang ada, mobil yang berhasil mendapatkan juara pertama itu justru di dapatkan oleh Arvin dan Ashera.


__ADS_2