Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
Kamar Remang


__ADS_3

"Dia ada di mana?"


TING...


Ashera menemukan chat masuk, kalau Arvin berada di ruang VIP nomor 1018.


Tanpa mencurigai apapun, Ashera mencoba bertanya kepada salah satu pelayan di sana.


"Kak, ruang ruang VIP kelas mawar nomor 1018 di mana?" tanya Ashera kepada seorang pelayan perempuan.


"Oh, rupanya anda. Beliau berada di ujung sana, mari saya antarkan." perempuan dengan pakaian seksi, yang sampai memperlihatkan sepasang kakinya yang begitu mempesona itu, langsung mengarahkan Ashera pergi ke tujuan nya itu.


'Kakinya, cantik sekali. Tanpa sadar aku jadi ingin menyentuhnya.' Ashera berbisik di dalam hatinya. Sambil mengekori pelayan tersebut sampai akhirnya dia berhenti di depan pintu kayu berwarna coklat dengan ukiran bunga mawar.


Dengan senyuman yang menyiratkan keramahan, wanita ini pun membukakan pintunya untuk Ashera.


"Tuan Arvin ada di dalam, dan beliau terus memanggil anda di sana, maka dari itu, tidak ada siapapun yang berani masuk, karena anda tahu sendiri, Tuan Arvin itu bagaimana sikapnya kan?" jelas wanita ini.


Ashera yang paham dengan sikapnya Arvin pun mengangguk paham dan segera masuk ke dalam kamar tersebut?


'Kamar?' begitu Ashera menyadari kalau yang dia masuki adalah sebuah kamar, Ashera pun langsung menoleh ke belakang, dan senyuman ramah yang di perlihatkan oleh wanita tersebut, seketika saja lenyap dan digantikan dengan ekspresi wajah yang begitu datar.


"Kau pas-"


"Kalau sudah masuk, tidak bisa keluar, bodoh." perubahan ekspresi dan cara bicaranya, langsung di susul dengan dorongan tangannya kepada tubuh Ashera untuk berjalan lebih masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Tunggu! Kau menjebakku ya?!" teriak Ashera, dia berlari menghampiri pintu yang hendak di tutup itu. Akan tetapi, usahanya untuk meraih sisi daun pintu itu, gagal total, sehingga pintu itu pun langsung tertutup begitu saja, mengurung Ashera di dalam kamar asing yang nampak begitu mengerikan, sebab samar-samar dia mencium aroma alkohol.


Tapi bukan itu saja, Ashera juga mencium aromaterapi yang mengisyaratkan kalau jika dirinya menghirup aroma itu, maka dia akan kena dampaknya.


'Aromaterapi apa ini?' Ashera mencoba untuk menutup hidungnya. 'Siapa dia tadi? Setelah dia merubah ekspresi wajahnya, aku pikir aku jadi merasa familiar dengannya.' batinnya.


Tapi lebih dari pada itu, Ashera harus bisa keluar dari sana.


"Telepon! Aku harus menghubungi seseorang!" Ashera yang panik, mencoba untuk menghubungi seseorang yang bisa di andalkan. Akan tetapi yang jadi permasalahannya sekarang, tidak ada jaringan di sana! 'Gawat, kenapa aku bisa sebodoh ini? Percaya dengan perkataan orang seperti ini sih? Aku harus bagaimana? Ini keteledoranku, seharusnya aku-'


Seketika pikirannya berhenti, begitu tubuhnya yang tiba-tiba saja merasa lemas, dan membuat keseimbangannya jadi kacau.


'Ahh~ Kenapa aku mendapatkan kejadian klise seperti ini?' pikir Ashera, pandangannya jadi sedikit kabur, dia berusaha untuk tetap berdiri, tapi karena kedua kakinya tak kuasa untuk menahan tubuhnya itu, Ashera jadi terhuyung ke belakang dan berakhir dengan jatuh ke lantai.


"Ah..., aku harus menghubungi Daseon, ha-harus-" seperti seorang yang sedang kena mabuk, Ashera kembali mencari-cari handphone nya yang tergeletak di samping kakinya, karena tadi sempat terjatuh. 'Aku memang benar-benar kurang waspada sekali, bisa-bisanya aku di tangkap dan di jebak seperti ini. Ahh~ Tubuhku jadi lemas, ingin duduk saja kenapa susahnya minta ampun. Handphone- aku harus menelepon seseorang!'


Tangannya mencoba untuk meraba-raba lantai, tapi begitu Ashera sudah mendapatkan handphone nya, tiba-tiba pintu yang tadinya tertutup, langsung terbuka.


KLEK....


Ashera langsung menoleh ke belakang, dan di dalam kamar yang remang itu, tiba-tiba saja muncul sosok laki-laki yang sedang berdiri menatap ke arahnya.


Karena pria itu berdiri membelakangi cahaya yang berada di koridor, Ashera pun jadinya tidak bisa melihat sosok dari wajahnya dengan jelas.


"S-siapa kau~" tanya Ashera. Dengan sekuat tenaga, Ashera langsung beringas ingin berdiri.

__ADS_1


Walaupun tidak bisa membuatnya sepenuhnya bisa berdiri, tapi setidaknya dia bisa beranjak dari lantai, dan bergerak mundur ke belakang, karena instingnya merasakan kalau orang yang ada di depannya itu berbahaya.


'Ja-jadi seperti ini ya rasanya, kena obat? Tubuhku benar-benar lemas, dan rasanya juga cukup panas. Membuatku ingin melepaskan pakaiannya. Tapi, yang lebih mengancamnya adalah aku tiba-tiba saja jadi menginginkan sentuhan.


Obat ini membuatku gila. Aku seharusnya tidak datang kesini. Harusnya tadi aku menyuruh Daseon saja yang datang kesini, karena dia yang lebih berpengalaman untuk membereskan masalahnya Arvin.


Tapi, gara-gara aku terlalu terbawa perasaan cemas, aku jadi kena jebakan seperti ini.


Orang yang bisa menjebakku dalam segala situasi, orang yang biasa membuatku di permalukan di depan banyak orang saat seperti di sekolah. Orang yang baru saja kea skors karena berkaitan denganku, apakah itu kau? Dini?' setelah mencoba menelisik lebih jauh lagi semua pikiran dan perkiraannya, di saat itu juga pria tersebut datang ke arahnya.


Ashera membulatkan matanya dengan begitu sempurna, begitu melihat pria yang entah siapa itu, perlahan berjalan ke arahnya dengan salah satu kakinya yang tiba-tiba saja menendang pintu, agar tertutup.


BRAK...


"S-siapa kau?!" pandangannya jadi semakin gelap, karena penerangan yang tadinya berasal dari koridor itu sudah menghilang begitu pria itu menutup pintunya.


Meskipun berjalan secara perlahan, namun satu yang pasti, yaitu orang tersebut akhirnya sampai ke padanya.


Berlutut, lalu mendorong tubuh Ashera perlahan, sampai mentok ke tepi tempat tidur.


"Minggir! Jangan sentuh aku!" Ashera langsung menepisnya dengan begitu kasar dari kekuatannya yang tersisa itu.


"Tapi kau saat ini sedang butuh laki-laki kan?" dan suara itu, begitu sukses untuk mendesak Ashera agar bisa terkejut, begitu ujung dari kemeja yang di pakai oleh Asehra, kini sedang di tarik ke atas oleh pria ini.


'A-Arvin! Tolong aku!' teriak Ashera di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2