Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
117 : Ciuman Menggoda


__ADS_3

"Mending uangnya untukku saja," ungkap Ashera dengan tatapan mata yang cukup datar, kemudian dia pun menyambar amplop coklat itu dari tangannya Arvin, kemudian menciumnya dengan manja, sebelum akhirnya Ashera kembali duduk di tempatnya, dan menyemprotkan parfum yang dia ambil juga dari tangannya Arvin.


"Kau akan dapat bagiannya, asal syaratmu itu bisa menang," timpal Arvin, membenarkan posisi duduknya sendiri, sebab jika dia terus bersandar ke pintu, yang ada dia akan terlihat seperti orang yang benar-benar terpikat dengan penampilan luar Ashera yang sungguh berbeda itu.


Begitu Ashera menyemprotkan parfum milik Arvin ke bagian tertentu di tubuhnya Ashera, seketika semua sisi di dalam mobilnya langsung di penuhi dengan aroma khas miliknya, sebab parfum yang di barusan di gunakan oleh Ashera itu adalah parfum edisi terbatas khusus milik Arvin yang di buat hanya untuk dirinya seorang.


Maka dari itu, selepas menghirup aroma itu, Arvin jadi serasa kalau Ashera akhirnya berada di dunia yang sama denganya. Lebih tepatnya Ashera seperti sudah menjadi bagian dari diri Arvin seutuhnya, dalam sisi lain yang hanya bisa di jangkau oleh sudut pandang Arvin sendiri.


"Aku suka ini, kenapa aku sama sekali tidak tahu kalau ada aroma parfum seperti ini ya? Padahal aku sudah pernah mencoba mencium ratusan parfum," gerutu Ashera, dia memang cukup penasaran dari mana Arvin bisa mendapatkan parfum itu, karena selama ini dirinya yang sudah banyak mencium ratusan aroma parfum dari segala merek, baik itu yang murah sampai mahal pun, dia sama sekali tidak pernah menemukan aroma yang di gunakan oleh pria yang ada di sebelahnya itu.


Arvin yang mendengar kata ratusan dari mulutnya Ashera, seketika jadi langsung penasaran. "Ratusan? Tepatnya seberapa banyak?" tanyanya tanpa ada rasa sungkan sedikitpun.


"Kalau tidak salah, dengan tambahan dari aroma ini, aku pikir sudah ke sembilan ratus lima puluh sembilan," sahut Ashera tanpa ragu seraya menurunkan kaca pintu jendela.


"Apa kau mau ikut bal-" belum sempat bicara sampai selesai, ucapannya seketika dia telan lagi setelah melihat penampakan dari dua orang pria yang ada di dalam mobil sedan berwarna putih itu, adalah dua orang yang memiliki wajah cukup tampan.


"Ini, aku taruhkan lima juta dari amplop ini atas namanya, Arvin," jawab Ashera sambil menyodorkan uang tunai kepada perempuan cantik itu.


Oh, tentu saja cukup cantik. Dengan kulit putih, mulus, kencang, tapi memakai pakaian yang cukup nyentrik, serta make up yang sesuai dengan tema kali pakaiannya, membuat Ashera sendiri tanpa sadar jadi menatapnya dari atas sampai bawah, hingga mengira kalau perempuan yang sedang menagih uang pada Ashera itu, berhasil menarik perhatian laki-laki tampan di depannya tersebut.


"Kalau begitu namamu siapa?" tanya perempuan ini dengan menggoda, dengan sengaja, justru membungkukkan tubuhnya ke arah Ashera, dan kemudian menyangga kepalanya di atas permukaan dari bingkai jendela pintu mobil, sehingga Ashera yang pada nyatanya seorang perempuan juga, harus di suguhi dengan dada yang begitu bulat dan penuh itu.

__ADS_1


'Apa dia sedang pamer padaku?' tatap Ashera. Dia merasa cukup iri, sekaligus tidak bisa untuk tidak terpikat pada body tubuh bohai itu. 'Aku bahkan samai mengakui kalau dia lebih cantik ketimbang aku, lebih montok pula. Arvin, apa yang seperti ini juga berhasil membuat dia ikut tergoda sepertiku?'


Karena cukup penasaran, Ashera pun menoleh ke samping kanannya, dan melihat Arvin yang justru malah menyangga kepalanya di tepi pintu mobil sambil memandang ke arah lain.


'Yah, dia pasti sudah terbiasa, makannya hal seperti ini saja bukanlah apa-apa.' pikir Ashera sekali lagi. "Namaku Ahes," jawab Ashera, spontan suaranya benar-benar bisa dia rubah dengan baik, seperti laki-laki.


Sungguh, itu adalah penampilan, serta penyamaran paling sempurna untuk memikat hati orang lain, salah satunya adalah para perempuan.


"Nama yang bagus, tapi apa lima juta saja tidak kur-"


"Sebenarnya itu bahkan sudah lebih dari cukup untuk jajanku selama satu minggu. Jika kau ingin membuatku menambahnya lagi, berikan ktp mu, agar aku bisa mengajukan surat hutang atas namamu pada bank sebanyak lima puluh juta, dengan jaminan ginjalmu. Apa kau mau?" tutur Ashera, justru jadi menuai kontroversi diantara mereka berdua.


Perempuan ini pun jadi terdiam sejenak sebelum akhirnya dia angkat suara, "Ternyata kau bisa bercanda juga ya?"


Lelucon yang bahkan sama sekali tidak ada lucu-lucunya, tapi perempuan ini justru tersenyum kepadanya.


Sungguh, penampilan Ashera yang menjadi seorang laki-laki berhasil menarik perhatiannya, sampai lelucon saja masih bisa di sahut dengan baik.


"Apa kalian berdua sudah selesai bicara?" sela Arvin sambil menatap sengit kedua perempuan yang sedang asik mengobrol itu.


"Heh~ Apa kau iri denganku, karena bisa mengobrol dengan wanita cantik sepertinya?" ledek Ashera dengan nada menggoda, sampai rambut panjang milik dari wanita yang masih berada di sebelahnya itu, dia ambil dan dia cium dengan penuh perasaan.

__ADS_1


CUP....


Namun, ketika sudut matanya melirik ke arah Arvin, dia malah di tatap dengan tatapan jijik.


Tentu saja, karena Arvin tahu siapa jati diri dari orang di sebelahnya itu, dia pun jadi memandang penuh jijik, sebab mau bagaimanapun, Ashera adalah seorang perempuan.


'Uhh, bahkan aroma parfumnya cukup maskulin, sebenarnya laki-laki ini siapa? Kenapa bisa setampan ini?' pikir perempuan ini. Sebagai orang yang bahkan tidak memperhatikan detail dari penampilan Ashera, dia pun mempercayai kalau orang yang dia depannya itu benar-benar pria tulen. 'Tapi pria yang duduk di sana, juga sama-sama tampan, bagaimana bisa ada dua orang pria tampan sekaligus di dalam mobil yang kelihatannya biasa-biasa saja ini?' benak hati perempuan ini lagi.


Dia masih tidak mampu menganggap kalau mobil yang dia anggap terlihat cukup biasa-biasa itu


Dia masih tidak mampu menganggap kalau mobil yang dia anggap terlihat cukup biasa-biasa itu rupanya menyimpan harta karun yang cukup menyita perhatiannya.


Apa jadinya kalau mereka berdua keluar dari mobil?


Jelas, seketika semua perempuan yang sedang asik menari karena musik yang di bawakan oleh Arliana, bisa langsung berpindah haluan.


"Kau membuatku ingin muntah," ketus Arvin, dia memang tidak suka melihat pemandangan dua orang perempuan tapi saling menggoda, baginya itu cukuplah memuakkan.


"Elen! Apa kau sudah selesai?!" teriak salah satu teman dari perempuan yang ada di sebelah mobilnya Arvin itu.


"Ya, aku sudah selesai, tunggu dulu!" jawab perempuan ini, lalu tanpa banyak kata lagi, karena pekerjaannya masih belum selesai, dia pun segera merogoh saku celana jeans bagian belakang, dan tiba-tiba menyerahkan sebuah kertas tipis berwarna biru yang tidak lain adalah kartu nama dengan cara langsung memasukkannya kedalam saku bagian dada kiri dari blazer yang Ashera pakai, "Ini untukmu, kalau bisa hubungi aku, aku ingin kenal lebih dekat denganmu," katanya. "Ingat, hubungi aku," imbuhnya dengan sebuah senyuman yang cukup menawan, dan secara tiba-tiba wajah Ashera langsung di tarik dan segera diberikan kecupan basah di pipi kirinya.

__ADS_1


CUP....


__ADS_2