
Dalam sekejap, tepat di hitungan ketiga itu, mereka bertiga secara bersama-sama langsung beraksi untuk menghimpit mobilnya Arvin.
Detik demi detik pun berlalu, dan dari situ pula Ashera yang sudah memperkirakan waktu tepat dari mereka bertiga yang akan memulai perkara dengan mobil yang dia kendarai, Ashera pun bergumam : "Kita lihat, siapa yang akan saling menyerempet,"
Arvin yang berada di sampingnya persis, langsung melihat perubahan ekspresi wajah Ashera yang justru terlihat seperti menikmati ketegangan yang memicu adrenalin yang sedang mereka buat dengan pacuan kecepatan mobil.
Benar, malam ini adalah malam paling menarik yang pernah ada dari malam-malam yang sering dia habiskan ketika dia bermain dengan Marlina di bar, atupun naik balapan motor, maupun nongkrong dengan teman-temannya.
Aneh, tapi cukup nyata, kalau hari ini adalah malam paling berbeda yang pernah dia hadapi.
"Kencangkan sabuk pengamanmu suamiku sayang, malam ini akan jadi malam kemenanganmu," puji Ashera dengan senyuman mautnya, seakan Ashera yang sedang menyamar sebagai laki-laki ini tengah memberikan godaan kepada Arvin.
Lalu setelah berkata demikian, Ashera pun menggigit permen lolipop itu dengan sedikit keras, dan tidak berapa lama, sebelum sepuluh sentimeter terakhir jarak ketiga mobil itu menghancurkan mobil yang Ashera kendarai, Ashera pun langsung mengalihkan gigi roda mobil dari tiga sampai ke empat, dan seketika itu juga, Ashera langsung menginjak pedal gas mobil cukup dalam, dari seratus tiga puluh naik jadi seratus enam puluh dalam beberapa detik saja.
BRMMMM...
"A-apa?!" ketiga orang yang punya niat jahat itu seketika membelalakkan matanya saat mereka harus diperlihatkan dengan kenyataan kalau mobil yang dikendarai oleh Arvin itu bisa lebih cepat dari sebelumnya dalam kurung kurang dari dua detik saja, itu adalah kecepatan dari mesin kelas atas.
Dan karena keterkejutan yang mereka rasakan ketika melihat Ashera bisa meloloskan diri dari kurungan mereka bertiga, detik itu juga, mereka bertiga yang sedikit lengah dengan kecepatan dan dimana tikungan kedua ada di depan mata, membuat mereka kedua mobil berwarna kuning itu saling serempetan.
BRAKKKK....
Hal itu pun mengakibatkan kedua mobil kembar itu langsung keluar jalur dan melewati jalur berpasir serta sedikit lagi menabrak pembatas jalan yang di berikan pengaman dari tumpukan ban mobil.
Ya, berkat jalan berpasir itu, setidaknya mobilnya bisa berhenti lebih dulu sebelum body mobilnya menabrak pembatas jalan itu.
"Jangan-jangan itu bukan mobil biasa," detik hati dari pemuda ini, melihat betapa lihainya saat mobil yang sedang dikendarai oleh Ashera bisa berbelok dengan cukup sempurna.
BRRMM.....!
__ADS_1
BRRMM.....!
Tanpa mengurangi kecepatan mobil, di saat yang bersamaan Ashera memegang kendali rem, menurunkan roda gigi ke gigi nomor dua, lalu memutar stir mobilnya itu ke arah kanan.
Dalam sepersekian detik itu juga mobil yang Ashera kendarai itu berbelok ke arah kiri.
Matanya yang waspada, melirik ke arah spion kirinya. Melihat adanya mobil berwarna hitam yang mana di saat di jalur start tadi pemilik dari mobil itu dengan sengaja memprovokasi Arvin untuk keluar dari pertandingan ini, Ashera pun jadi semakin waspada padanya.
Apalagi pasalnya sekarang mobil berwarna hitam itu berada di sampingnya persis, maka jelas kalau pemuda di dalam mobil itu benar-benar sedang mengincar mobil yang di gunakan oleh Ashera.
"Dia gigih sekali, kau pernah mengendarai mobil ini sampai batas berapa?" tanya Ashera. Setelah berhasil melewati tikungan yang ketiga, Ashera kembali menambah kecepatan mobilnya setelah dia menaikkan roda gigi ke nomor empat lagi, dan mulai bersiap untuk melewati tikungan yang ke lima.
Benar, seperti yang di harapkan dengan arena tanding yang di gunakan mereka untuk balapan mobil, menggunakan arena balap ini adalah tindakan sempurna untuk mencari lawan, melihat skill lawan, tanpa perlu takut adanya polisi yang datang, karena mereka berada di jalur yang tepat untuk memperlihatkan skill mengemudi mereka tanpa merisaukan apapun kecuali nyawa mereka.
Sungguh, permainan gila dari remaja zaman sekarang sangat menguras adrenalin mereka semua.
Itulah dunia dari para remaja yang suka dengan permainan yang memacu adrenalin keberanian mereka, meskipun taruhan yang mereka berikan bukan sekedar dari uang ataupun material saja, karena harus mempertaruhkan uang serta kendaraan yang harus di lakukan banyak perbaikan, ataupun perawatan mahal jika terjadi kerusakan, melainkan juga satu-satunya nyawa.
Awal-awal dia memerintahkan temannya untuk memodifikasi mobilnya sedemikian rupa, dia pernah sekali memacu jantungnya dengan mengendarai mobil barunya itu sampai ke titik 200 km/jam, itu pun di jalan yang lurus, dan percobaan itu di lakukan di landasan penerbangan, karena di sana adalah satu tempat yang tepat memiliki jalan lurus yang cukup panjang.
Dengan kata lain, Arvin pada dasarnya memang belum pernah balapan mobil di arena trek sebenarnya seperti ini. Maka dari itu, dia pun dengan sengaja memerintahkan Ashera lah yang melakukan bagiannya, karena dalam sekali lihat, Arvin jelas mengerti dengan jelas kalau Ashera memang punya kemampuan skill mengemudi yang bagus.
'Aku jadi penasaran, latihan apa saja yang diberikan Luna kepadanya.' pikir Arvin, melihat kembali Ashera, betapa lihainya saat bisa mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi, sampai akhirnya mobilnya bisa menyamai kecepatan dari mobil mewah milik Arliana yang berwarna pink itu.
Dari tujuh tikungan yang berhasil di lewati oleh mereka semua, tepat di tikungan ke delapan itu, pemuda si pemilik dari mobil berwarna hitam itu pun mulai berulah.
"Sial, aku keluarkan kau dari arena sekarang juga, dasar mengganggu!" gerutu pemuda ini, menatap geram mobil putih di depannya yang terus menghalangi jalan untuk menyalipnya.
Tidak hanya itu saja, di saat yang sama juga, mobilnya Arliana pun sama-sama menghalangi, dan itu membuatnya jadi semakin kesal, karena keinginannya untuk bisa menang harus terhalangi oleh kedua mobil yang menurutnya cukuplah menyebalkan.
__ADS_1
Maka dari itu, dengan nekat, dia pun menambah kecepatannya untuk menyeruduk belakang mobilnya Arvin, dengan maksud agar tabrakan itu bisa membuat semua lawan yang ada di belakangnya akan kena imbasnya juga.
BRRMM....
"Dia mulai berulah, haih," sela Ashera dengan nada bosan, lalu dia dengan santainya langsung memajukan mobilnya dengan berada di jalur pinggir, dan kecepatan yang dia dapatkan sebelum di seruduk itu berhasil membuat mobil hitam itu berada di jalur tengah.
"Apa yang mau kau lakukan sekarang? Kau masih ingat dengan kesepakatan kita kan?" tanya Arvin dengan nada rendah, karena dia sudah punya firasat kalau Ashera akan melakukan hal gila lainnya.
"Iya, aku ingat, jangan khawatir, aku tidak akan membuat mobilmu lecet, walaupun itu agak sulit jika di kecepatan seperti ini, dan ada kemungkinan kalau kita akan keluar jalur, jika tidak membereskan mobil ini," jawab Ashera dengan jelas.
"..., itu jadi urusanmu, kalau kau memang ingin mendapatkan bagiannya," sahut Arvin, tidak mau tahu, dia tetap ingin membuat mobilnya pulang dengan utuh, tapi tetap bisa mendapatkan kemenangan.
Ashera sendiri awalnya bingung, sebab di depannya persis, juga ada mobil berwarna putih, yang tidak lain punyanya Julio.
Jadi harus bagaimana? Jika tidak segera membereskan perusuh dari mobil berwarna hitam ini lebih dulu, maka yang ada justru mobil merekalah yang akan lebih dulu di bereskan.
'Kena kau. Sekarang hanya tinggal tendang kalian saja, ini sangat mudah.' Pikirnya, tanpa tahu trik yang akan di gunakan oleh Ashera.
BRMMMMM...!
Tanpa mengalihkan pandangannya dari apapun selain mobil yang ada di sebelah kanannya, pemuda ini pun sudah bersiap untuk menyerempet mobilnya Arvin agar bisa keluar dari jalur.
"Mampus kalian," kutuk pemuda ini dengan seringaian bangga.
Maka dari itu, dengan begitu nekat, pemuda ini pun mulai membanting stir ke arah kanan, agar bisa menendang mobil putih itu keluar dari jalan.
Namun, Ashera yang sudah punya firasat akan hal seperti itu, dengan cepat Ashera langsung menarik rem cakram, agar bisa menghentikan mobilnya dengan cepat.
Sehingga ketika mobil hitam milik dari pemuda yang memprovokasi Arvin itu beralih posisi ke arah kanan, seketika mobil Arvin berhasil menghindari tabrakan itu, dan membuat mobil hitam itu pun keluar jalur sendiri.
__ADS_1
"Hahah, kena sendiri kan?"
TIN...TIN...!