
"Apa?!Ya ampun, bagaimana bisa dia malah memenangkan pertandingan ini?! Ahh! Gara-gara mobil ini mati, aku jadi kalah telak seperti ini!" teriak Arliana dengan kemarahan yang membuat dirinya itu langsung menendang ban mobil itu dengan keras. "Sebenarnya mobil macam apa yang dia gunakan? Dia memang menggunakan mobil BMW, tapi tidak mungkin sampai mendapatkan kecepatan seperti itu," gerutu Arliana dengan wajah cemasnya.
Dia yang tidak bisa melakukan apapun selain menahan rasa malu karena kalah juga tidak bisa jadi melewati garis finish itu, dengan segera dia menelepon Deni untuk datang ke tempatnya dengan membawa mobil yang lain.
"Doni, datang ke jalan xxx, bawa mobil dan suruh truk derek datang kesini juga," perintah Arliana kepada Doni yang ada di ujung telepon.
____________
"Whaaah! Jagoan baru ternyata muncul juga!"
"Hahaha, siapa ini? Bisa-bisanya ada model tapi ikut balapan, apa kau tidak takut ketahuan managermu?" tanya salah satu orang pemuda laki-laki yang bertanya langsung kepada Ashera yang baru saja keluar dari mobil untuk meregangkan tubuhnya serta menarik udara malam yang terasa segar itu.
"Managerku itu justru dia, jadi siapa yang akan takut ketahuan?" sahut Ashera dengan suara khas laki-laki yang bisa dia gunakan untuk mengelabui mereka semua.
"Hahh? Ternyata kau pintar bercanda ya? Ketua geng motor ini, dia managermu?" salah satu pemuda yang memang diam-diam sudah kenal siapa Arvin itu, tanpa dia sadari langsung memberitahu rahasia milik Arvin.
"Hahah, tentu dong, kalau tidak bisa bercanda tidak akan ada tawa diantara kita, ya kan?" jawab Ashera, sebenarnya dia sudah mulai mewaspadai Arvin yang ternyata menyembunyikan sebuah rahasia yang tidak dia ketahui sedikitpun. 'Ternyata, dia ketua geng motor? Kira-kira apa dia mau memberitahuku setelah pulang nanti?' pikir Ashera, melirik ke arah Arvin yang sudah di kerubungi para gadis-gadis muda yang seksi.
Sungguh, feromon milik Arvin benar-benar kuat sekali, sampai Ashera yang sedang menyamar menjadi seorang laki-laki saja jadi merasa iri dengan gaya Arvin yang sedang bersandar di samping pintu mobil.
Gaya dari seorang model profesional, bahkan jika diri Ashera saat ini memotret Arvin sekarang, jika di jual pun, dirinya sebenarnya akan mendapatkan uang juga.
__ADS_1
Tapi, dia tidak akan melakukan hal itu, karena itu bukanlah profesinya.
Profesinya sekarang adalah mengawasi setiap langkah yang Arvin ambil, karena setiap kesalahan saja, bisa saja berdampak pada posisinya yang sebenarnya adalah cucu dari keluarga Ravarden.
'Mengesankan sekali dia, bisa-bisanya tidak ada yang tahu siapa dia. Sudah seberapa lama dia menyembunyikan identitas sebenarnya itu?' pikir Ashera, penasaran dengan kehidupan Arvin sebelum-sebelum ini, walaupun hal itu tidak akan ada gunanya, sebab sebentar lagi kepribadian sebenarnya miliknya yang satunya lagi akan segera terbangun, dan dirinya akan kembali tertidur, sampai di titik jika Ashera yang baik hati itu ingin kembali tidur untuk menenangkan diri lagi, maka disitulah dirinya yang sekarang akan kembali muncul.
"Tapi ngomong-ngomong, kau keluar dari mobil itu, jadi apa jangan-jangan kau yang menyetir mobilnya dan merebut kemenangan ini?"
Ashera hanya menanggapi dengan senyum simpul yang seketika merubah pandangan banyak laki-laki di sana, kalau laki-laki yang ada di depannya itu cukup imut?
Ya, selain tampan, karena Ashera punya tinggi yang hampir setara dengan para gadis pada umumnya, mereka pun pada akhirnya menganggap kalau Ashera ini memang cukup imut, untuk di anggap sebagai laki-laki imut.
Tapi sayangnya, jika di jejerkan dengan salah satu gadis yang pada dasarnya punya tinggi 160 cm, maka Ashera justru terlihat lebih tinggi, jadi masih bisa di nalari oleh mereka semua kalau Ashera yang di anggap sebagai laki-laki ini sedang dalam proses pertumbuhan.
Tidak lain semua itu karena Ashera lah yang menjadi seorang pengemudi yang hebat di mata mereka, karena bisa meraih juara pertama, di samping selama ini juara bertahan itu sendiri selalu di miliki oleh Julio.
TAP...TAP....TAP....
Merasakan adanya kehadiran dari seseorang yang cukup penting di pertemuan malam ini, semua orang yang sempat berkerumun di depan Ashera dan Arvin, seketika itu langsung berjalan mundur untuk memberikan jalan kepada Julio.
"Padahal tadi sore kita baru bertemu, tapi bisa bertemu kalian lagi di malam pertandingan seperti ini, ini cukup mengejutkanku juga, apalagi pendatang baru ini berhasil menggeser posisiku," ucap Julio kepada kedua orang tersebut.
__ADS_1
Meskipun Julio terlihat sedang memperhatikan mereka berdua secara bersamaan, tapi sebenarnya tidak. Sebab Julio sebenarnya memilih untuk menatap Ashera lebih dari pada Arvin.
'Berapa banyak lagi yang bisa dia buat untuk mengejutkanku? Menyamar jadi laki-laki, dan sekarang dia juga yang berhasil menggeser juara bertahan sepertiku. Gadis yang cukup langka.' pikir Julio, dia tidak bisa berhenti memikirkan tentang Ashera yang selain bisa menggoda kakaknya untuk bisa menyukai masakannya itu, ternyata selain punya kemampuan untuk menggunakan sepatu roda, Ashera pun bisa mengendarai mobil dan menjuarai pertandingan kali ini.
"Julio, berarti apa artinya kau kenal dengan mereka berdua?" tanya salah satu dari mereka.
"Belum terlalu kenal juga," jawab Julio dengan singkat. "Tapi bisa bertemu kembali padahal baru beberapa jam lalu bertemu, artinya takdir kita memang cukup bagus," imbuhnya, dia terus melirik ke arah Ashera dan kemudian dia pun memberikan amplop besar berwarna coklat kepada Ashera. "Tapi selamat ya. Belum kenal dengan benar tapi kau bisa mengejutkanku sampai seperti ini, ini hadiahmu,"
Baru juga mau menerima uang itu dari tangan Julio, tapi Arvin dengan cepat, langsung merebut uang itu dari tangannya Julio.
"Biar aku yang pegang ini," ketus Arvin, tiba-tiba saja rasa tidak sukanya itu masuk kembali kedalam pikirannya tersebut karena melihat Julio yang terlihat mengetahui siapa identitas sebenarnya Ashera itu.
"Wehh, itu kan uangnya dia?" ada yang mulai protes dengan sikap Arvin ini.
"Tapi dia kan pakai mobilku," sahut Arvin dengan cepat.
Mereka semua jadi terdiam, rupanya mobil yang terlihat seperti mobil biasa itu adalah miliknya Arvin.
"Aku pikir itu mobil dia,"
"Apa dia tidak punya mobil? Lalu kenapa kita di sini ya? Dia berarti cuman numpang mau mendapatkan kemenangan dengan meminjam mobilnya?"
__ADS_1
"Huh? Padahal kan aturan pertama di sini kan harus punya mobil sendiri, jika yang menang ini bahkan tidak punya mobil, artinya lomba ini tidak sah!" salah satu orang pun jadi berpendapat
DEG...